Hate Love, part 4

“Mba, kok mas Darrel belum naik-naik ya? Seharusnya 30 menit sekali mas Darrel naik ke permukaan untuk mengisi tabung oksigen nya. Tapi ini udah lebih dari 30 menit dan Mas Darrel belum naik ke permukaan.” Ucap Pemandu kegiatan Snorkling Darrel

“Ha? Terus gimana dong? Aaa pokoknya aku gak mau sesuatu terjadi sama Darrel.” Ucap Yupi, entah kenapa air matanya jatuh mengenai pipi nya itu.

“Iya mba, kita tunggu sebentar lagi. Jika Mas Darrel belum naik juga, kami akan mencari nya ke dasar laut.”

Yupi terlihat panik. Ia sangat ingin untuk menceburkan dirinya ke laut dan mencari Darrel. Tapi yupi tidak bisa berenang dan takut akan laut. Matanya menyisir luasnya laut. Dan…

Yupi melihat Darrel sedang tidur terlentang di atas air. Ah! Bukan tidur tapi sepertinya ia pingsan. Ha? Pingsan?! Dia.. Mengambang.

“Pak, pak itu Darrel pak. Dia mengambang! Cepat tolong dia!” Teriak Yupi panik pada pemandu snorkling tadi.

Dengan cepat, bantuan segera dikerahkan. Untuk membawa Darrel yang mengangguk mbali ke atas kapal.

Darrel pingsan. Perutnya menggembung, sepertinya banyak kemasukan air. Pertolongan pertama langsung diberikan untuk Darrel. Setelah selesai, Darrel belum juga siuman.

“Darrel.. Aku mohon bangun lah.. Aku gak akan kayak anak kecil yang selalu repotin kamu lagi. Bangun Darrel..”

“….”

“A..aku sa..sayang sama kamu Darrel. Ayo bangun.. Bangun sa..sayang..”

“….”

“Darrel hiks hiks..”

Tiba-tiba Darrel memeluk Yupi yang tengah menangus. Darrel memeluknya erat sekali. Merasakan detak jantung yupi yang berdebar sangat kencang. Tubuh basahnya memeluk yupi seakan mengikis jarak yang ada.

“Mmm.. Jadi kamu sayang sama aku ya yup?” Darrel membuka suaranya dan menatap Yupi. Matanya menggerling.

Yupi heran, apa Darrel tadi sebenarnya sudah sadar dan mendengar semua yang yupi katakan? Yupi yang merasa di jaili oleh Darrel langsung cemberut.

“Kamu tadi jailin aku yaaa aku beneran panik tau!” Yupi mencubit perut Darrel. Darrel meringis.

“Iya iya aku sayang kamu juga kok.”

Setelah berkata seperti itu, Darrel menatap mata hazelnut milik yupi. Dia  membetulkan posisi poni yupi yang berantakan.

“Mmm.. Yup”

“Hmm?”

“Kamu mau gak..”

Ah..aku di tembak nih pasti, pikir yupi.

“Mau apa rel?”

“Kamu mau gak kalau kita..”

“Kita?”

“Kamu mau gak kalau kita makan, aku laper soalnya.” Skak. Yupi terdiam. Ternyata Darrel bukan ingin menembaknya melain kan hanya ingin mengajak Yupi makan.

“Kamu mau makan apa yup?”

“Apa aja.” Yupi masih sedikit kecewa. Ia masih kesal.

Darrel mengajak Yupi ke sebuah restoran seafood yang berjejer di pinggir pantai itu. Bukan yupi kalau tidak antusias soal makan, ia terlihat senang saat makanan pesanan nya datang. Mereka pun makan siang sambil menikmati deru suara ombak.

~o~

Malam hari nya, Darrel mengajak Yupi ke pantai. Darrel meminta yupi untuk berdandan secantik mungkin. Yupi merasa aneh mengapa Darrel memintanya untuk merias diri? Apa yang akan Darrel lakukan?

Yupi sempat berpikir jika Darrel akan menyatakan perasaan nya pada Yupi malam ini, tapi Yupi tidak begitu yakin takut-takut ia akan kecewa seperti siang tadi.

Yupi keluar dari kamarnya dengan menggunakan gaun berwarna putih, rambutnya digerai indah, poni nya tetap menutupi dahi nya seperti biasa, ia terlihat berbeda. Cantik sekali.

Darrel terus memandang Yupi. Apa ini gadis bermata hazelnut miliknya itu?

“Kenapa ngeliatin? Kita mau kemana kok kamu nyuruh aku pake baju kayak gini sih. Ribet tau.”

Ah ternyata ini masih Yupi yang Darrel kenal. Meski sudah dibalut dengan gaun panjang dan terlihat anggun pun, suara berisik nya tetap ada. Darrel hanya tersenyum.

“Cantik yup.”

Pipi Yupi memerah. Darrel sebelumnya belum pernah memuji Yupi seperti ini kecuali Yupi yang memaksa Darrel untuk mengatakan kalau Yupi terlihat cantik. Tapi kali ini, tanpa ada pemaksaan dari Yupi, Darrel mengatakan nya sendiri.

Darrel menggandeng tangan Yupi keluar  hotel. Di buka-kan nya pintu mobil untuk Yupi. Yupi tersenyum melihat perlakuan Darrel untuknya.

30 menit berlalu.

Mereka sudah sampai di Pantai. Darrel menggandeng erat tangan Yupi ke pinggir pantai. Lampu berwarna pink, bunga-bunga, dan semua dekorasi cantik sepertinya sudah Darrel menyiapkan nya spesial untuk Yupi. Mata hazelnut milik Yupi tak henti menyisiri tempat ini.

Darrel mempersilahkan Yupi duduk. “Duduk yup,”

“Ah..iya”

“Kamu yang nyiapin semua ini?” Tanya Yupi

“Iya ini aku yang siapin semuanya, kenapa Yup? Gak suka ya?” Jawab Darrel.

“Suka bangett, tapi kenapa kamu siapin semua ini? Buat apa Rel?”

“Bawel deh yup, mending mam dulu yuk”

Setelah makan. Darrel memegang tangan Yupi. Mata sebiru samudera milik Darrel menatap Mata hazelnut milik Yupi.

“Mmm..Yup, merangkai kata bukan spesialisasi aku. Aku cuman mau nyatain perasaan aku ke kamu beberapa akhir ini. Kamu tuh nyiksa banget yup,” Ucap Darrel.

Yupi hanya terdiam. Nyiksa banget? Perasaan nya menjadi tak karuan sekarang. Ia takut.

“Iya Yup kamu tuh nyiksa aku, masa aku jadi kepikiran kamu terus.” Darrel menghela napasnya panjang. “Jadi Pacar aku mau gak yup?”

Lagi-lagi Yupi terdiam. Ia tak tau harus berbuat dan menjawab apa.

“Kalau gak mau juga gak papa sih yup,” Lirih Darrel.

“A..aku mau kok jadi pacar kamu,” Ucap Yupi. Senyumnya mengembang.

Darrel mencium tangan Yupi. Untuk pertama kalinya, ada yang mencium Yupi selain keluarga nya. Yupi masih tak percaya dengan apa yang telah terjadi barusan.

“Kenapa sayang?” Ucap Darrel.

“Kamu sayang aku?” Tanya Yupi polos.

“Nggak”

Yupi cemberut. “Beneran?”

“Ya ampun yupii kenapa kamu harus tanya itu. Aku sayang sama kamu”

“Kalau gitu aku mau lagi ya es krim nya enak soalnya,” Yupi mengedipkan mata kirinya berkali-kali.

“Everything you want yup,”

“Yeayyy makasih Darrel Yupi sayang Darrel”

Darrel tersenyum. Ia memperhatikan yupi yang tengah menyantap es krim nya. Kenapa ia bisa jatuh cinta pada gadis bermulut toa dan selalu bersikap seperti anak kecil ini?

“Darrel kamu yakin gak mau es krim nya?” Tanya Yupi. Mulutnya belepotan. Melihat itu Darrel hanya terkekeh.

Darrel mengambil tisu dan membersihkan sisa es krim yang menempel di mulut Yupi.

“Udah ya mam es krim nya? Udah malem soalnya nanti kamu sakit. Kita pulang ya”

~o~

Saat ini Yupi tengah mengobrol dengan teman nya yang tinggal di Lombok. Darrel terus memperhatikan Yupi dari kejauhan. Ia sangat cemburu karena Yupi makan siang bersama teman nya itu. Terlebih temannya itu seorang laki-laki dan sepertinya sangat akrab dengan Yupi.

Saat teman Yupi itu beranjak dari meja cafe, Darrel langsung menghampiri Yupi.

“Ciee habis ngobrol sama siapa tuh,” Sindir Darrel.

“Kamu liatin aku ya? Dasar paparazzi wuu!!” Ucap Yupi.

“Nggak ngeliatin kok”

“Bohong! Tadi aku liat tau pas kamu ngumpet. Gak pinter sih ngumpetnya masa di balik pintu kan keliatan”

Darrel tidak menanggapi Yupi. Ia hanya menatap Yupi.

“Kok diem? Cemburu ya?” Tebak Yupi.

“Nggak”

“Tadi itu temen pas aku SMP namanya Rizal,” Ucap Yupi.

“Mm..yup jalan yuk” Ajak Darrel.

“Kemana?”

“Kita pergi ke..”

Created by : @Amanda_Zanuba

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s