Cinta dan Hidup, CHAPTER 3

“Co ini Kartu Akses ke Backstage”, Kartu berwarna merah terang dengan Tulisan JKT48 staff only, diberikan Veranda kepadanya.

“Lah untuk apa Jess?”, Ucap dia dengan heran melihat gadis ini saat dia mengatakan akan nonton Teater team J.

“Yah biar kamu bisa masuk tanpa tiket dan juga bisa masuk ke Backstage, lagian mereka sudah mengenal kamu kok”, Ucap santai Veranda tanpa ada beban sama sekali.

“Lah kenapa bisa gitu”, Ucap Marco dengan terkejut sesekali dia mencubit pipinya Veranda yang sekarang sedang tidur dipangkuannya.

“Ya kan kemarin aku memberitau kan bahwa aku membawa seseorang yang spesial dan wota tidak akan ada yang tau”, Ucap santai Veranda.

“Terserah deh”, Ucap Marco sambil mengambil Kartu Akses yang diberikan Veranda.

“Nanti kamu ikut sama aku ke teater, kamu nunggu disana saja”, Ucap Veranda.

Aku hanya bisa berharap ini bukan mimpi, kebahagian ku hanya pada dirimu janji yang dulu kita ucapkan membuat kutukan manis kepada ku, membuat hati ku terkunci dan kuncinya hanya kamu dan jika kamu pergi lagi hati ku hanya pada dirimu dan hanya pada dirimu tidak pada yang lain.

Mereka berdua pun sudah sampai ke Fx dia melihat Line Offical Fansbase JKT48 yang dia Adminkan dan menanyakan hari ini siapa saja yang teateran dan ternyata banyak, ada sedikit lega dihatikan karena bakalan ada temannya untuk menonton.

“Jess gue sama temen-temen wota yang lain aja ya nontonnya biar asik”, Ucap Marco sambil mengenggam tanggannya Veranda yang sekarang sedang duduk di dalam teater yang sedang sepi.

“Cewek atau cowok?”, Tanya Veranda

“Ya cowok lah, ada-ada aja kamu Jess”, Ucap Marco dengan geli melihat gadis cantik ini yang cemberut.

“Ehh Ve sama siapa tuh?”, Tanya Sinka kepada Shanju mereka kebetulan sedang didalam teater.

“Ohhh Yaudah kita samperin aja”, Ucap Shanju.

“Veranda, Marco”, Panggil Seseorang, mereka berdua menoleh kearah orang yang memanggil itu, ternyata adalah Shanju.

“Eh loe Nju, weh ada anak Panda ni”, Ucap Marco dengan senyuman tipis.

“Pacaran mulu loe Ve ingat mau perform ni”, Ucap Shanju iseng membuat pipi Veranda merah merona.

“Huusss Jangan becandai Jessi gue”, Balas Marco dengan candaan, membuat Veranda semakin malu.

“Naomi mana dut?”, Tanya Marco dengan sopan karena mereka berdua baru pertama kali berjumpa.

“Dirumah Kak, emangnya ada apa?”, Tanya Sinka heran.

“Ajak kesini aja, bilang Marco datang mau lihat Bunda Naomi hahahaha”, Ucap Marco dengan tawa lepas, ternyata Shanju mengerti maksud dan tujuan dia, shanju pun ikut tertawa, sedangkan Veranda hanya cemberut.

“Iya Kak, bentar ya”, Ucap Polos sinka

“Nju ada tisu gak, mau mimisan ni lihat imutnya Sinka”, Canda Marco membuat wajah Sinka ikutan merah.

“Ada-ada saja kamu Co”, Ucap Veranda yang maklum melihat lelaki yang disayanginya itu.

Tak lama kemudian satu persatu member Team J yang baru berdatangan kecuali Ghaida yang sudah Grad, ada juga beberapa Staf ikut bersama mereka, susana menjadi ramai dengan diiringi oleh canda tawa mereka bahagia melihat tawa yang selama ini hilang dari Veranda akhirnya kembali lagi, tak lama kemudian Naomi datang dengan baju Kasual membuatnya menjadi cantik, walaupun dia bukan team J lagi tetapi semua team J menerima dia untuk bergabung.

“Ok sudah jam 4, semuanya siap-siap sebentar lagi kita mulai teater, dan Marco loe sudah dapat kartu akses Staf kan dari Veranda”, Ucap salah satu staf yang berjenis kelamin perempuan.

“Sudah kok Mbak”, Ucap Marco.

“Sip loe bebas keluar masuk teater karena loe itu temannya Veranda dan sumber kebahagiaannya jadi Jaga dia dan jangan sakiti dia”, Nasehat Staf JOT.

Marco pun keluar teater karena akan janjian dengan Ahmad dan Dipo untuk nonton Team J dan kebetulan Ahmad dan Dipo sangat oshi sama Veranda.

Marco dan ketiga Temannya langsung saja ke meja Kasir untuk membeli tiket, kasir tempat penjualan tiket sempat menolak untuk memberikan tiket karena alasan Dia mempunyai Akses masuk Cuma dengan sedikit negoisasi akhirnya Dia mendapatkan tiket dengan free tanpa bayar.

“Kenapa lama bro?”, Tanya Ahmad

“Biasa gue lupa nyimpen Barcode gue, jadi harus buka-buka lagi”

“Yaudah baru jam 5 ayo kita kebawah aja gue mau ngerokok banget ni”, Ucap Ahmad.

“Yaudah loe pada luan aja, gue mau ke toilet bentar”, Ucap Marco dengan bohong, padahal dia mau meminta sesuatu ke Veranda yang tadi ketauan saat dia membelinya dan akhirnya di sita Veranda.

“Mas mau nemuin Veranda dulu”, Ucap Marco dengan Staf keamanan Teater, dia melihat Marco dengan heran karena dengan gampangnya meminta masuk kedalam backstage.

“Ini Mas Kartu Aksesnya”, Staf Keamanan itu kaget melihat Kartu Akses yang diberikannya ke Staf itu.

“Veranda Mana Je?”, Tanya Dia dengan Jeje yang kebetulan ketemu dengannya saat dia menjadi Veranda.

“Oh loe Co, baru beberapa menit loe udah kangen aja sama pacar loe itu, bentar dulu gue panggilin”, Ucap Jeje dengan bawelnya.

Tak lama kemudian datanglah Veranda dengan Seifuku yang cantik membuat siapa saja menjadi tergila-gila sama dia.

“Kamu mau minta ini kan”, Veranda langsung saja menunjukan hal yang dia tunggu-tunggu, member yang lain heran kenapa seorang Veranda memegang Rokok.

“Iya Jess, sini dong, janji deh gak banyak-banyak ngisepnya”, Ucap Marco dengan nada memohon.

“Nah, asalkan jangan banyak-banyak kamu ngerokoknya, gak bagus untuk kesehatan”, Nasehat Veranda yang membuat semua member heran karena tumben Veranda bisa se prosesif itu.

“Makasi Sayang”, Ucap Marco kemudian dengan cepat mencium pipinya Veranda kemudian lari kabur, semua orang langsung saja kaget kemudian teriak.

“Ciiieeee yang dicium”, Member langsung saja meledekin Veranda yang masih bengong dan memegang pipinya, dengan cepat wajahnya memerah semerah tomat.

“MARCOOOOOOOOOOO”, Teriakan Veranda membuat semua orang tertawa terbahak bahak.

“Kelamaan loe Co”, Ucap Ahmad yang sudah bosan menunggu, sedangkan dipo asik membuka twitter dan melihat-lihat akun twitter Oshinya.

“Maaf tadi ada masalah sedikit”, Ucapnya kemudian dia mengambil sebatang rokok MILD, membakar ujungnya kemudian mengisap dalam-dalam rokok tersebut kemudian menghembuskan asap dari mulutnya.

“Semakin lama semakin cakep saja ya Veranda”, Ucap Dipo yang sedang Stalking Twitternya Veranda.

“Lebih Cakep lagi Naomi, btw loe pada percaya gak, kalau gue bisa ketemu sama Naomi”, Ucap Marco dengan santai.

“Delusi loe bro”, Ucap Mereka berdua dengan serempak.

“Gue buktiin ni, Cuma sini hape loe berdua berabe tar kalau loe foto dia”, Ucapnya kemudian dengan wajah meremehkan mereka berdua memberi Hape mereka, karena penasaran.

“Bunda loe dimana?”, Ucap nya Via Telepon

“Oh yaudah gue sama temen gue ya, mereka aman hape mereka gue sita jadi gak bakalan bisa ngambil foto Bala”, Ucapnya lagi

“Ok loe sama dia kan, bilang gue bawa temen, santai aja mereka gak bocor, paling kalau bocor gak akan ada bukti”, Ucapnya lagi.

Marco pun menutup teleponnya dan mengajak kedua temannya yang masih heran bercampur tak percaya ke dalam Fx, dengan cepat dia pergi kesalah satu tempat di Fx dan disana sudah banyak gadis cantik yang diketahui dari team K3 dan Team T dan beberapa Team J termasuk Veranda.

“Kelamaan loe Co”, Ucap Naomi memberikan Novel yang kemarin Mereka berdua perbincangkan.

“Makasi Bunda my Oshi”, Ucapnya dengan Narsis membuat semua orang tertawa kecuali Veranda yang cemberut kemudian mendekati Marco.

“Oh bagus mentang-mentang disini ada para Oshi kamu melupakan ku ya”, Ucap Veranda dengan nada mau nangis.

“Mampus gue”, Batin Dia panik, sedangkan yang lain hanya enak menonton Drama Live yang disediakan, dan Ahmad dan Dipo hanya bisa menganga tak percaya dengan interaksi yang terjadi dalam pikiran mereka ini bisa jadi skandal tapi Hape mereka di tahan, mereka berdua akhirnya sadar kenapa Hape mereka disita oleh Temannya itu.

“Dedek Nabilah, tolongin Gue donk”, Ucap Dia memohon kepada Nabilah, Nabilah hanya cuek tak perduli dengan senyuman iblisnya.

“Kak Cium aja pasti langsung diem”, Bisik Shanju, membuat ku mempunyai ide

Veranda yang masih menundukkan kepala karena ngambek pun dia dekati, tanpa Veranda sadari Marco sudah memeluknya kemudian mencium pipinya dan membisikkan sesuatu yang membuat wajah Veranda merona merah hampir membuatnya pingsan.

“Selesai”, Ucap Marco Santai sambil Tos dengan Shanju.

Dipo dan Ahmad masih syok dengan apa yang dilihatnya pikiran mereka berdua kacau karena melihat hal yang diluar logika akal sehat.

“Dipo… Dipo”, Panggil Gadis loli nan imut.

“Ehhh Yupi”, Sedikit tersadar syoknya Dipo malah dipanggil malaikat kecil yang sekampus dengan dia.

“Please Rahasiakan ini kepada semua orang ya, ini nomer Hape gue”, Ucap Malu-malu Yupi

Dipo tidak bisa berkata apa-apa dengan keajaiban yang dia dapat sekarang, rahasia terbesar dari para member dan berkat yang diberikan kepada dia bisa mendapatkan nomer Hape Gadis Pujaan satu kampusnya.

“Udah Jangan bengong tar kesambet”, Marco menepuk kedua pungung mereka berdua, dengan cepat mereka sadar akan dunia nyata dan mengikuti Dia yang sudah keluar dari tempat itu.

Mereka berdua masih belum terima dengan kenyataan yang ada melihat oshi mereka bermesraan dengan teman mereka yang mereka kira hanya selalu delusi semata.

“Berarti loe bener punya nomer Hape dan Id Line para member”, Tanya Ahmad.

“Punya lah Cuma gue dapat beberapa hari yang lalu”, Ucap Marco sambil menghembuskan asap rokok.

“Kampret loe dasar Imba”, Maki Ahmad, sedangkan Dipo masih melihat nomer yang diberikan Cindy Yuvia kepadanya.

“Coba loe Chat Yupi pasti dibalasnya”, Ucap Marco

Ternyata benar, Dipo mulai Chat Yupi Via Line dan langsung dibalasnya dengan cepat.

“Co makasi ya, loe emang bere gue yang terbaik”, Ucap Dipo dengan tulus.

“Lah gue gak ngambil bagian dalam perjumpaan loe dengan Yupi jadi gak masalah sama gue”, Ucap Marco dengan tulus

“Santai aja Mad loe juga tar kalau beruntung bisa dekat sama member”, Ucap Marco kepada Ahmad.

Kami pun memasuki Teater karena teater sudah dimulai, dia melihat kebelakang ternyata ada beberapa team K3 nonton dari belakang, Marco pun hanya tersenyum kepada teman-teman barunya. Tak terasa sudah diakhir lagu dengan encore mengelegar membuat teater semakin panas. Setelah selesai kami pun menyemangati para member.

“Bro gue sama Ve ni pulangnya”, Ucapnya sambil memperlihatkan Chat dia bersama Veranda.

“Taik Beruntung amet loe bisa bareng sama Bidadari, oshi kami tuh”, Ucap Pasrah mereka berdua.

“Lah kan gue sekarang tinggal dirumahnya Ve”, Ucap Marko dengan muka tak berdosa.

“Pantesan loe kenal anjay sama semua member loe tinggal dirumahnya”, Ucap Dipo kesal karena mendengar bahwa temannya itu serumah dengan oshinya.

“Santai aja bro”, Yaudah gue ke teater lagi”, Ucap Marco sambil meninggalkan kedua temannya yang kesal sendiri.

Dia dengan santai masuk kedalam teater yang masih ada beberapa orang disitu menatap heran kearah Dia.

“Veranda dimana Mbak”, Tanya Marco kepada Perempuan yang sedang membereskan labtop.

“Oh itu di Backstage”, Jawabnya

Langsung saja dia berjalan kearah Backstage dan memberi pesan kepada Veranda supaya dia tau bahwa Marco sudah menunggu dia di panggung.

“Maaf ya lama”, Ucap Veranda dengan senyuman manis.

“Gak masalah Jess, loe masih lama?”, Tanya Marco

“Sepertinya si, masih mau evaluasi tentang perform tadi”, Ucap Veranda dengan wajah sedih.

“Yaudah gak masalah kok, gue nunggu aja Cuma diluar ya biasa mau ngasap dulu”, Ucap Marco sambil mengelus pipinya Veranda.

“Iya Iya sana”, Ucap Bahagia Veranda karena orang yang dicintainya rela menunggunya disegala kegiatannya.

SKIP

“Membosankan”, Batin Marco

Bukannya malah dikasih kerja Marco malah disuruh Kuliah oleh orang tuanya Veranda dan hasilnya dia sekarang sedang belajar didepan dosen, dengan mata kuliah yang membosankan membuat Marco mengantuk tapi apa daya dia tidak bisa apa-apa, di sebelahnya sekarang ada Naomi.

“Awas aja kalau tidur, siap-siap badan merah”, Naomi memberikan secarik kertas kepada Marco dan ancamannya tidak main-main jika dihitung ada 10 kali cubitan bersarang di badannya dia.

“Anjay untung aja Oshi kalau kaga udah gw gorok tuh Naomi”, Batin Marco yang sedikit kesal dengan kelakuan Oshinya itu.

“Cinta datang tiba-tiba walaupun itu salah tetapi apakah bisa berakhir manis”, Batin Naomi.

“Akhirnya selesai”, Marco pun dengan cepat memasukkan segala buku kedalam tas nya karena sudah merasa bosan dengan semua pelajaran yang diberikan kepadanya.

Marco pun berjalan sendirian meninggalkan Naomi yang sedang menunggu adiknya dia mengambil rokok sebatang kemudian mengisapnya membuat pikirannya lega dikarenakan pelajaran yang membosankan, sedang asik-asiknya merokok dia mendapati bahwa dibelakangnya sekarang ada Sinka dan Naomi.

“eh Dudut dan Bunda, kenapa belum pulang?” Tanya dia mencoba untuk Akrab terutama kepada Sinka yang sedikit pendiam.

“Loe sendiri kenapa Belum pulang?”, Tanya Naomi

“Lagi males, mau ngerokok dulu sebentar”, Ucap Marco dengan cueknya

Mereka pun hanya diam saja tidak ada yang mau ngomong, Naomi dan Sinka lagi asik memperhatikan Marco yang merokok tenang sambil memegang Hape.

“Kak bisa minta Id Linenya Gak?”, Ucap Sinka dengan tiba-tiba membuat Naomi terkejut.

“Boleh, sini Hape loe dut”,

Sinka pun memberikan Hapenya dan kemudian Marco menuliskan id linenya, Sinka menerima itu dengan senyumannya, sesudah itu Marco pun pergi dengan alasan ingin pulang.

“Kak, Kakak suka juga ya sama dia?”, Tanya Sinka, Naomi langsung terkejut mendengar pertanyaan sang adik.

“Bukan Kakak saja, pasti kamu juga kan”, Balas Naomi, Sinka langsung menundukkan kepalanya tanda tidak berani menjawab.

“Ya Nasib kita berdua lah menyukai orang yang sama dan punya orang lain”, Ucap Naomi, kemudian Naomi dan Sinka memasuki Mobil dan pergi menuju ke Fx.

“Jess loe dimana?”, Tanya Marco melalui Via Telepon

“Ohh Yaudah gue kesana ya, sekalian mau teateran gue”, Ucap Marco lagi.

Marco langsung memesan Ojek Online dan menghubungi kedua temannya untuk menemani dia teateran.

“Ni orang berdua dimana si, di tungguin kelamaan”, Batin Marco yang sudah 30 menit menunggu di sekitaran Fx.

“Sorry lama Co, tadi langsung dari kampus”, Ucap Dipo yang baru saja datang.

“Si Ahmad kemana?”, Tanya Marco.

“Ya mana gue tau, katanya si macet paling 10 menit lagi datangnya”, Ucap Dipo.

“Lagian ini masih jam 1 siang ngapain buru-buru”, Ucap Dipo

“Mau ketemu sama Ve dulu”, Ucap Marco Tanpa dosa.

“Sssttt jangan keras-keras bego, gimana kalau didengar sama fans dia”, Ucap Dipo

Tak lama kemudian yang ditunggu datang mereka pun memasuki Mall Fx sebelum masuk seperti biasa ada pemeriksaan Tas, mereka berdua naik melalui Lift belakang tempat dimana biasanya para member masuk, disana mereka bertemu dengan Okta, Desy dan Anin.

“Eh ada Oshi gue Okta, gimana kabarnya?”, Tanya Marco

“Eh Kak Marco, Baik kok, Kakak mau ketemu Kak Ve ya?”, Tanya Okta.

“Iya ni, biasa dia minta ditemenin”, Ucap Marco lagi.

“Bukannya Kakak Sama dia itu satu rumah , gak bosan tiap hari ketemu”, Ucap Desy dengan lembut.

“Aduh Desy Wota Cantik, Veranda itu Manjanya minta ampun sama gue jadi gini deh”, Keluh Marco.

“Awas co, gue aduiin sama orangnya tar ya”, Ucap Ahmad dengan iseng.

“Anjay loe Mad mentang-mentang dia Oshi loe, loe main ngaduh-ngaduh”, Ucap Marco dengan nada kesal, membuat mereka yang ada disitu tertawa.

“Lagian PJ nya mana co, loe jadian sama oshi gue tapi PJ nya gak ada”, Canda Ahmad.

“PJ apaan minta sana sama Ve biar loe kena omelan mautnya”, Ucap Marco, Ahmad langsung diam karena dia tau gimana Veranda jika lagi bawel.

Mereka ber enam sampai di lantai tempat teater berada, mereka berenam masuk kedalam backstage, ya Ahmad sama Dipo sudah sering datang ke Fx bahkan sudah kenal hampir semua member karena mereka sering bersama Marco yang memang punya Akses Khusus, Plus Ahmad juga sudah ditawarin menjadi bagian dari JOT karena dia bagus dalam Progamer dan Dipo bagus dalam Akuntansi.

“Lah loe bertiga ngapain disini?”, Tanya Mas Chandra salah satu JOT disini.

“Ni Mas si Marco seenaknya aja manggil kami hanya untuk nemenin pacaran”, Ucap Dipo dengan senyum iblisnya.

“Yaelah Po loe aja seneng kan disini karena sekarang Team K3 lagi latihan”, Ejek mas Chandra, dan tepat sasaran Dipo langsung saja terdiam.

“Itu Sana Yupi ada ditempat latihannya”, Usir Mas Chandra, Dipo dengan malu-malu berjalan ketempat biasanya member latihan.

Tinggallah Marco sendirian karena Ahmad diajak keruang Staf untuk membantu mereka tentang Website, Marco sendirian di ruang ganti di temanin hanya Hape saja, tak lama kemudian terbuka lah ruang ganti dan terlihat Naomi berserta dengan Frieska.

“Ehh loe Co, lagi nunggui Ve ya”, Ucap Frieska.

“Iya My Oshi Mpries, lagi nunggui Jessi ni”, Ucap Marco, memang semua member yang dioshiin Marco langsung dipanggil My Oshi oleh Marco tanda bahwa dia sangat menganggumi para Oshinya.

“Oshinya loe berapa si co?”, Tanya Naomi.

“Oshi gue ada, Ghaida, Naomi, Lintang, Mpries, Okta dan Iyut”, Ucap Marco dengan Lantang.

“Plus Della calon Oshi baru juga”, Ucap Marco dengan Bangga.

Frieska dan Naomi terheran-heran mendengar banyaknya Oshi dia.

“Emangnya alasan loe mau oshiin Della kenapa?”, Tanya Frieska yang sudah duduk didepan Dia bersama dengan Naomi.

“Wah kalau ditanya soal kenapa sih, jawabannya rahasia karena hanya para wota yang tau”, Ucap cuek

“Pantesan di cari kemana-mana ternyata lagi enak sama kedua oshinya ternyata”, Ucap seorang gadis cantik dengan senyum terindahnya.

“Ya dong, kan jarang-jarang bisa ketemu sama My Oshi Mpries”, Ucap Marco sambil menghampiri Gadis itu.

“Ini makan dulu”, Gadis itu memberikan nasi kotak, dia pun membukanya dan langsung memakannya.

“Tau aja loe jess kalau gue belum makan”, Ucap Marco dengan senang.

“Et sebelum itu sini rokok kamu, aku sita dulu”, Ucap Ve dengan kejamnya

“Tau aja loe Jess kalau gue lagi megang rokok”, Ucap dia, dengan terpaksa dia memberikan sebungkus rokok tidak lupa dia mengambil sebatang dengan alasan sehabis makan tidak enak kalau merokok, Frieska hanya mengelengkan kepala melihat sifat Veranda yang seperti ibu-ibu yang menjaga anaknya.

“Sesudah itu sana cuci muka, dan ganti baju kucel amet tuh muka”, Ejek Veranda sekaligus memberikan kantongan yang berisi baju.

“Anjay udah jelek dari sononya Bu, jadi mau di gimana pun juga tidak akan berubah”, Ucap Marco dengan sedih, Frieska dan Naomi tertawa melihat pertengkaran kecil kami.

“Ni Upil Kuda ternyata asik-asikan disini pacaran, sama 3 cewek lagi loe tadi di cariin si Ahmad tuh minta rokok”, Ucap Dipo yang baru saja datang.

“Oi Upil Onta pacar gue hanya ini Bidadari, wah gue bisa gak dikasih jatah ni kalau loe manas manasin”, Ucap Marco lagi

“Udah mana rokoknya Upil Kuda”, Ejek Dipo lagi.

“Tuh minta sama si Ve, rokok gue di sita dia”, Ucap Marco lagi.

“Loe minta sendiri gue mah ogah”, Balas Dipo.

“Mereka sering gitu ya?”, Tanya Frieska

“Hooh”, Jawab Naomi.

“Gue karungi juga tar ya Yupi mau loe”, Ancam Marco.

“Dasar wota”, Ucap Veranda sambil mengambil Hape yang ada disaku celananya Marco,t,

“Jiah dasar wota”, Ucap Veranda lagi setelah melihat isi Hape Marco dari mulai Line sampai Gallery foto.

“Nah Foto ini bagus dibuat jadi walpaper, masa Foto Sinka si”, Ucap Veranda.

“Yah Fotonya Imut bikin Greget, lagian Isi Foto Gallery gue isinya foto member semua”, Bela Marco, Veranda menengerti dengan alasan Pria itu, karena dia tau bahwa Marco itu Admin dari Line Offical  fansbase JKT48 yang mengharuskan sering posting foto member.

Marco melihat walpapernya dan terdapat foto Veranda ya lumayan bagus untuk dibuat jadi walpaper, Marco juga mengambil Hape Veranda, dengan iseng dia mendownload Game online ke hapenya dan memainkannya.

“Jess Pinjem bentar ya nanti dirumah gue kembaliin”, Ucap Marco sambil berjalan keluar dari ruang make up, Veranda hanya pasrah melihat Hapenya dijadikan korban bermain Game.

“Oh ya Jess Power banknya mana”, Ucap Marco lagi, Veranda langsung memberikan Powerbank punya dirinya.

“Makasi ya sayang”, Ucap Marco lalu mencium pipinya Veranda, Veranda hanya bisa senyum melihat kelakuan pria itu.

“Hape ku raib deh seharian dijadiin Game”, Keluh Veranda.

“Sabar ya Ve”, Ucap Frieska.

Marco pun sekarang berdiri bersama dengan Ahmad dan Dipo menunggu mulainya Teater dengan Hape Android model cewek di tangan, membuat Ahmad dan Dipo heran melihat Hape yang di tanggannya.

“Co itu Hape siapa?”, Tanya Ahmad.

“Hape nya dia”, Ucap Marco sambil menunjukkan isi Galery Fotonya.

“Anjay Pantesan tadi dia ngtwitt pinjem Hapenya Kinal ternyata Hapenya sama loe”, Ucap Dipo.

Salah satu wota yang mendengarkan pembicaraan kami dan membuka twiiter Kinal dia mendekat kearah mereka bertiga.

“Bro bagus tuh Hape, lagi main apaan tuh”, Tanya orang itu.

“Ohh main Mobile Legend lumayan bro dapat Data Gratis dan Hape Gratis”, Ucap Santai Marco.

Lagi asik main game ternyata ada yang menghubungi ke Hapenya Veranda dan di tampilannya ada nama Aaron.

“Apa Aaron?”, Tanya dia

“Hape Jessi gue curi untuk main game”, Balas Dia sambil tertawa, dia tidak menyadari ternyata ada wota yang baru saja di kenal mereka berdua.

“Dia lagi di teater kan Team J sekarang jadwalnya”, Ucapnya lagi

“Dia siapa ya?”, Tanya beberapa wota yang ada di sekitaran teater, sedangkan beberapa staf hanya bisa menepuk jidat melihat kelakuan orang itu.

“Beres adik Ipar, ni gue sama si Ahmad dan Si Dipo Upil Kuda”, Ucap Gue dibalas dengan Tawa Aaron dari seberang Telepon.

“Anjay suara loe Aaron, loe itu adiknya Seorang Jessica Veranda sang Bidadari Team J, jadi tawa loe jangan berlebihan gitu”, Ucap Marco tanpa sadar.

“Bahaya ini”, Ucap Dipo

“Paling Delusi dia”, Ucap Salah satu wota.

“Yoi, cowok biasa aja dengan wajah standar gitu gak mungkin kenal sama Veranda”, Ucap Salah satu wota yang bisa dibilang veteran karena sudah sejak lama ngidol.

“Untung mereka tidak percaya”, Bisik Dipo ke Ahmad.

Mereka pun masuk kedalam teater dengan santainya tanpa di ketahui ada beberapa wota yang memperhatikan mereka bertiga, terutama Marco yang sejak tadi mencurigakan.

“Seperti biasa Bidadari sangat cantik”, Ucap Dipo sambil berdelusi.

“Ingat Yupi Mas bro”, Ucap Ahmad

“Ve tetap Oshi tapi Yupi itu Oshi di Hati”, Ucap Dipo dengan Bangganya.

“Bro titip Hape Veranda ya, tar kasih pesan sama dia gue jalan sama Aaron, Ahmad dan Dipo”, Ucap Marco yang kasihan dengan Ve karena sejak tadi Hape dia di pegang oleh Marco.

“Sip, oh ya loe sedikit hati-hati beberapa wota ada curiga ama loe karena telepon loe tadi”, Ucap Staf Keamanan Teater.

“Siap Bos”.

“Bro Kita Jalan dulu sama Aaron”, Ucap Marco kepada 2 temannya.

Mereka pun menuju ke mobil Aaron untuk jalan kemana-mana, setelah itu mereka pulang dengan senang, dirumah mereka sudah ditunggu oleh Veranda dengan wajah galaknya.

“Enak ya Jalan-jalan aku ditinggalin di teater sendirian, udah gitu Hape aku di bajak”, Ucap Veranda dengan wajah marah tapi imut.

“Bro gue Kamar dulu, hanya loe yang bisa nenangi tuh singa betina kalau ngamuk”, Bisik Aaron

“Kampret loe Aaron, main kabur aja”, Batin Marco sedangkan Orang tua Veranda dan Aaron enak duduk di meja makan seakan menonton Drama.

“Dek Taruhan yuk sama papi, berapa lama Marco bisa nenangin Kakak mu”, Ucap Iseng Papanya Veranda.

“Kalau Aaron si Pasti 15 menit langsung luluh Kak Veranda”, Ucap Santai Aaron

“Kelamaan itu dek, Kalau Papi si pasti 10 Menit”, Ucap Bangga Papanya Veranda.

Mamanya Veranda hanya geleng-geleng kepala melihat kedua sifat anaknya dan Suaminya itu.

“Anak sama Bapak sama aja gilanya”, Ucap Mamanya Veranda

“Jangan Ngambek lagi ya sayang”, Rayu Marco dengan nada memelas.

“Aduh kalau udah dia manggil sayang bisa meleleh ni hati”, Batin Veranda.

“Bodo Amet”, Ucap Veranda dengan nada jutek.

“Yaudah kalau masih ngambek, aku jalan sama my oshi aja deh”, Ancam Marco

“Aduh Nyerah deh”, Batin Veranda mendengar Marco mengucapkan aku bukan gue.

“Kalau Mama pasti 2 menit lagi Veranda pasti langsung luluh”, Ucap Mamanya Veranda tanpa melihat keadaan sang anak.

“Yah jangan gitu dong  sayang”, Ucap  Veranda sambil memeluk erat marco.

“Benarkan Mami, oke mami menang sekarang hukumannya hari ini Papi sama Aaron yang memasak selama sehari”, Ucap mamanya Veranda.

 

 

Twitter

–@KingHarem

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s