Pesawat Kertas 365 Hari (365 Nichi No Kamihikouki), Prolog

Di sebuah bukit yang di kelilingi langit senja yang sangat indah, terlihat salah seorang perempuan berdiri diatasnya. Mau bunuh dirikah dia? Tentu saja tidak.

Perempuan tersebut menatap lurus ke depan yang ditangannya memegang sebuah pesawat yang terbuat dari selembar kertas.

“Aku yakin bahwa mimpi setiap manusia itu sama. Tapi, proses dan hasilnya saja yang membedakannya. Aku harap, setiap mimpi ku bisa terwujud dan bisa menjalaninya dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan mimpi tersebut.” Ucap perempuan tersebut.

Perempuan tersebut kemudian melemparkan pesawat kertas dari tangannya. Alhasil, pesawat kertas tersebut terbang dengan mantapnya di udara. Pesawat kertas tersebut semakin menjauh dan menjauh dari pandangan perempuan yang menerbangkannya tadi.

“Terbanglah dengan jauh dan bawa semua mimpi-mimpi ku itu.” Teriak perempuan tersebut kemudian tersenyum.

===

Di tempat lain, terlihat seorang pemuda tengah berdiri dihadapan seseorang yang boleh dikatakan lebih tua darinya. Dan di tempat itu, juga banyak orang yang berlalu lalang.

“Apa kamu yakin dengan keputusan mu, Nak?” Tanya seseorang lelaki tua.

“Sangat yakin Yah. Aku sudah memikirkannya dengan matang.” Balas pemuda tadi dengan mantapnya.

“Ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk mu, Nak.” Ucap seseorang perempuan.

“Terima kasih, Bu. Aku akan selalu mengingat apa yang dikatakan Ibu,” ucap pemuda tadi.

Kemudian, ada perempuan yang bisa dikatakan umurnya hampir sama dengan pemuda tersebut. Tetapi, umur perempuan tersebut lebih tua dari pemuda itu. Perempuan tersebut kemudian memegang kedua tangan pemuda itu.

“Kakak akan selalu merindukanmu, Dek.” Ucap perempuan tersebut sambil menahan air matanya yang mau keluar.

“Aku akan selalu merindukan Kakak juga,” ucap pemuda itu.

Pemuda itu kemudian berpamitan kepada ketiga orang yang boleh dibilang adalah keluarganya. Pemuda itu tidak lupa memeluk mereka bertiga secara bergantian.

Pemuda itu pun melangkahkan kedua kakinya meninggalkan keluarganya tersebut. Tidak lupa juga pemuda itu melambaikan tangannya ke arah keluarganya.

Perlahan demi perlahan, pemuda itu mulai menghilang dari kejauhan yang membaur bersama orang-orang yang lalu lalang.

“Tujuan ku hanya satu. Membuat mimpi ku jadi nyata. Selamat tinggal Ayah, Ibu, dan juga Kakak.Aku selalu merindukan kalian bertiga.” Batin Pemuda itu.

 

 

BBM               : D4E08E04

LINE               : ahmadiannor10

TWITTER       : @AhmadChrist_K

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s