Annihilation part 23

cover

Semakin jauh mereka melangkah ke dalam hutan, ukuran pepohonan semakin besar dengan daun yang kain rimbun pula. Bahkan kadang kala ada akar yang sedemikian besarnya hingga Shani dan Kelvin bisa lewat di bawahnya. Jalan yang mereka lalui bagai sebuah lorong gelap yang tertutup oleh berbagai macam tanaman perdu. Samar -samar tercium bau anyir dan busuk yang datang dari balik lapisan dedaunan di tanah.

“Aaarghhh !” teriak Shani. Lututnya berusaha untuk menahan agar wajahnya tidak sampai mencium tanah. Rupanya ada sesuatu yang menyandung kakinya. Sesuatu yang empuk dan besar

Kelvin menyorotkan pedang peraknya ke bawah, untuk menimbulkan seberkas cahaya kecil. Ia berusaha melihat apa yang membuat Shani, kekasihnya, jatuh. Ternyata seekor binatang besar berbulu lebat kasar tergeletak di tanah denga posisi menghadap samping. Setengah dari tubuhnya terbenam di dedaunan. Gigi-giginya yang runcing panjang tumbuh tak beraturan, mencuat keluar dari moncong hitamnya. Bagian perutnya yang membuncit tampak mulus tanpa bulu. Kaki-kakinya kekar pendek dengan jari-jari besar dan kuku melengkung. Terdapat sebuah luka menganga di lehernya. Ratusan belatung dan cacing coklat keluar dari dari dalam luka yang masih tampak basah itu. Belatung-belatung juga keluar dari dalam lubang mata yang telah kehilangan bola matanya, dari sela-sela giginya.

“A..a..” Shani menutup mulutnya agar ia tidak menjerit. Perutnya sudah mual melihat pemandangan yang menjijikkan di hadapannya.

“Jangan lihat lagi..” untunglah Kelvin menarik tangan Shani sehingga dirinya tidak sampai jatuh pingsan karena mual

Keduanya berlari terus seperti kesetanan. Setelah agak jauh, barulah mereka berhenti dan duduk di sebuah akar untuk menarik nafas. Rupanya bau anyir dan busuk itu berasal dari bangkai-bangkai binatang yang mati yang terpendam di bawah lapisan dedaunan. Pengalaman tadi membuat semakin sulit saja rasanya untuk melangkahkan kaki, mengingat begitu banyak hal menjijikkan di bawah sana. Namun, mereka sudah tidak punya pilihan lain

“M..m…makhluk apa itu tadi ?” tanya Shani terbata-bata

Kelvin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak sempat melihat dengan jelas binatang apa itu. Yang jelas, wajahnya sangat menakutkan seperti monster.

“Bukankah sudah tidak ada satupun makhluk di Bumi ini selain Iblis dan Malaikat ?” tanya Shani bingung

Kelvin berpikir bahwa pemikiran Shani memang benar, setau dirinya. Semua makhluk seperti tanaman, hewan maupun manusia sudah musnah sejak peristiwa “pembersihan” itu

“A..aku juga tidak tahu.. setahuku juga begitu” balas Kelvin terengah-engah

“Mungkin hewan itu baru muncul dari dalam tanah” lanjut Kelvin lagi

Setelah hampir seharian mereka berlari tanpa tujuan, kini Kelvin merasa bahwa keduanya harus segera mencari tempat untuk istirahat. Beberapa kali dilihatnya Shani yang sudah menguap menahan kantuk

“Kau lelah ?” pertanyaan bodoh Kelvin, tentu saja Shani kelelahan

“I..i..iya” balas Shani pelan

“Yasudah, kita cari tempat istirahat.. ayo” Kelvin menggandeng tangan Shani, kali ini mereka sudah tidak berlari. Selain karena mereka sudah tidak dikejar-kejar, ancaman dari hewan yang tadi mereka temui juga tidak ada.

Dengan langkah-langkah yang semakin melambat, keduanya terus berjalan. Pakaian mereka basah oleh keringat dan kabut yang mengembun, sehingga membuat mereka mengigil kedinginan. Hujan rintik-rintik semakin memperparah keadaan.

Lama mereka berjalan mencari tempat istirahat, sampai akhirnya, Kelvin melihat kearah sebuah sungai yang dimana ada goa di belakang tersebut. Ia rasa goa itu bisa dijadikan tempat istirahat mereka.

“Tunggu disini, aku akan memeriksa goa itu”

“Hati-hati, sayang” entah kenapa tiba-tiba Shani menyebut Kelvin dengan kata ‘sayang’

Kelvin melesat ke arah sungai itu dan menghilang di balik gelapnya goa. Dilihat olehnya bahwa goa itu gelap tanpa satu penerangan pun sehingga lagi-lagi Kelvin harus mengeluarkan cahaya dari pedang peraknya. Pada awalnya, goa itu tampak sebagai lorong sempit tanpa ujung. Tak jarang Kelvin harus berjalan merangkak karena dinding goa yang mendadak menjadi rendah. Lama-lama lorong itu mulai bertambah lebar dan pada akhirnya sampailah ia pada suatu ruangan yang cukup luas dengan lantai berlapis pasir putih. Terdapat banyak stalaktit pada atap goa. Udara pengap karena goa itu berada jauh di bawah tanah

“Kurasa ini bisa dijadikan tempat aman untuk sementara..” batin Kelvin dalam hati

Lalu, Kelvin keluar kembali menemui Shani untuk mengajaknya masuk

“Bagaimana ?” tanya Shani begitu melihat sosok Kelvin

“Masuklah, ternyata goa itu bisa kita tempati, udaranya agak cukup dingin, tapi nanti aku akan membuatkan api unggun untukmu” Shani tersenyum

Tanpa membuang waktu, keduanya masuk ke dalam goa tersembunyi tersebut

“Bagaimana ?” tanya Kelvin begitu mereka sudah sampai di dalam goa

“Cukup bagus.. nampaknya aku akan betah disini” ucap Shani

Kelvin dan Shani lalu merebahkan tubuh mereka di atas hamparan pasir untuk melepaskan lelah. Pasir menempel pada pakaian mereka yang basah…

Kelvin dan Shani merasa bahwa goa itu cukup layak ditinggali untuk waktu yang lebih lama, sejauh ini, mereka sudah menetap beberapa minggu disana. Dan tidak ada masalah selama jangka waktu itu.

Pada suatu hari, Kelvin dan Shani tengah menikmati hari mereka bersama, walaupun hanya di goa, mereka merasa sangat bersyukur sekali karena masih diberikan kesempatan hidup

“Keberatankah jika kau menceritakan sejarah Para Malaikat. Aku sedikit penasaran dengan itu” pinta Kelvin

“Tentu saja, kau mau aku mulai dari mana ?” Shani balik bertanya

“Terserah kau saja”

“Tapi berjanjilah, kau juga akan menceritakan tentang Kerajaan Iblismu”

“Iya-iya Shani, aku berjanji”

Lalu Shani memulai cerita panjangnya, benar-benar seperti dongeng ketika mendengar Shani bercerita. Sebenarnya permintaan Kelvin tadi untuk menceritakan sejarah Para Malaikat hanyalah sebagai topeng semata, Kelvin hanya ingin mendengar suara lembut Shani lebih lama, sekaligus menghabiskan waktu bersama dengannya. Disaat Shani sibuk bercerita,
Kelvin hanya senyum-senyum sendiri sambil melihat wajah si Malaikat. Ia seakan tidak peduli terhadap sejarah Para Malaikat

“Heei.. kenapa ?? ada yang aneh ?” Shani melambai-lambaikan tangan kanannya kearah wajah Kelvin yang melamun sambil tersenyum

“E..e..eh.. t..tidak, hanya saja, ceritamu menarik” ucap Kelvin berbohong

“Huuh dasar” Shani kembali melanjutkan cerita panjangnya

Setelah cerita panjangnya itu benar-benar selesai, kini giliran Shani yang menagih janji Kelvin untuk gantian menceritakan sejarah Para Iblis

“Ayo… ceritakan padaku” ucap Shani manja sambil menggerak-gerakkan lengan Kelvin

“Hahaha.. tidak mau, tiba-tiba saja aku malas bercerita” tawa Kelvin terdengar menggema keseisi goa

“Huuh.. kau memang menyebalkan” Shani memasang wajah cemberutnya

“Benarkah ?” Shani mengangguk cepat, sambil bibirnya tetapi kerucutkan, benar-benar membuatnya semakin lucu saja

“Tapi biarpun menyebalkan, kau tetap mencintaiku kan ?” goda Kelvin kepada Shani, pipi Shani langsung merona merah

“Huuh.. iya-iya.. kau menang, aku memang tidak bisa membencimu” jawab Shani sedikit kesal

“Hahaha.. lucu sekali..” Kelvin dengan usilnya menggelitik perut Shani, menyebabkan si Malaikat tertawa geli dan berusaha menghindar dengan berlari-larian kesana kemari

“Iiih.. Kelviiin” tanpa ia sadari, Shani sedikit terpleset akibat ia terus berlarian.

Kelvin berusaha menahan Shani agar tidak jatuh, namun usahanya tidak cukup kuat untuk menahan tubuh Shani, alhasil keduanya jatuh bersamaan ke tanah goa, dengan Kelvin yang sedikit menindih tubuh Shani.

“..E..eh”

Keduanya terdiam, keduanya terpaku satu sama lain dalam tatapan..

“Kau tahu.. aku benar-benar mencintaimu” ucap Kelvin dari jarak yang sangat dekat, bahkan saking dekatnya, nafas mereka satu sama lain dapat mereka rasakan

“Aku tahu itu, aku mencintaimu juga” balas Shani sedikit malu

Shani reflek memejamkan matanya, ia pasrah terhadap apa yang akan Kelvin lakukan berikutnya, ia sudah rela sepenuhnya bila harus menyerahkan tubuhnya untuk sosok Iblis pria itu

Perlahan Kelvin mendekatkan bibirnya kearah bibir Shani, sampai dalam waktu singkat, bibir keduanya sudah bertemu dan saling berpagutan satu sama lain. Tak berhenti sampai disitu, ciuman mereka berdua semakin liar, Kelvin dengan penuh hasrat bertukar air liur dengan Shani, lidah mereka saling membelit satu sama lain. Hubungan terlarang antara dua jenis yang seharusnya berlawanan dan bermusuhan

“Lakukanlah” gumam Shani pelan setelah mereka melepaskan ciuman panasnya, bibir Shani masih basah penuh dengan air liurnya sendiri ataupun air liur kekasihnya

“M..maksudmu ?”

“Kau pasti mengerti maksudku” ucap Shani dengan sedikit terengah-engah, ciuman tadi
membuatnya sedikit kehabisan nafas

“..T..tapi..”

“Aku percaya padamu, kurasa kaulah pria yang tepat untuk mengambilnya”

“B…baiklah, aku akan melakukannya dengan cepat, aku akan benar-benar bertanggung jawab setelahnya” balas Kelvin pelan

Lalu keduanya kembali melanjutkan aktivitas ciuman mereka, sebelum akhirnya mereka merasakan ‘surga dunia’ yang begitu memabukkan. Keduanya benar-benar tenggelam dalam lautan cinta yang dalam, keduanya melakukannya dengan penuh kasih sayang penuh cinta bukan hanya nafsu belaka. Udara begitu dingin menusuk, tapi peluh dengan derasnya menghiasi sekujur tubuh kedua insan yang sedang memadu kasih tersebut

Tentu kalian semua mengetahui apa yang terjadi berikutnya….

~

“Aku mengerti sekarang apa maksud dari Yang Kuasa perihal petunjuk-Nya itu” ucap Gabriel sambil berjalan mondar-mandir di depan Para Malaikat pria yang sudah dikumpulkannya

“Apa itu Gabriel ?” tanya Rafael dengan cepat

“Cepatlah katakan, jangan buat kami menunggu” sahut Padris tak kalah penasaran

“Jadi, setelah aku mendapat penjelasan dari Michael tempo hari, aku sadar..”

“Sadar apa ?” potong Chris tiba-tiba

“Bersabarlah sedikit Chris !! aku belum selesai dengan kalimatku”

“Lanjutkanlah” gumam Chris

“Aku sadar bahwa nanti, Shani akan mengandung seorang anak di Bumi”

“APAAA !?!?! pekik mereka kaget bersamaan, tetapi Padris yang paling kaget dan tak percaya

“Benarkah itu ?” tanya salah satu Malaikat di belakang yang bernama Zen

“Kau pasti bercanda, Gabriel” seru Luis

“Heeii.. heii.. aku tidak mengada-ada, ini serius” ujar Gabriel

“Siapakah Ayah anak itu ?” tanya Rafael

Gabriel mengangkat kedua pundaknya pertanda tidak tahu

“Yang pasti, dia adalah Iblis. Toh sudah diramalkan oleh Yang Kuasa bahwa ia akan lahir dari antara persekutuan hitam dan putih, yang dimaksud hitam dan putih disana adalah Iblis dan Malaikat”

Chris, Rafael dan yang lainnya kecuali Padris mengangguk-angguk

“Yang kita butuhkan adalah anak Shani itu, dia adalah sang Penyelamat. Dia yang kelak akan membunuh seluruh kaum Iblis untuk selamanya, yang jelas, kita harus ke Bumi setahun lagi”

“Kenapa butuh setahun ?” tanya Chris

“Jelas untuk menunggu kehamilannya selama 9 bulan, kita mungkin akan mengambil bayi itu tepat saat usianya 3 bulan” terang Gabriel

Padris mengepalkan kedua tangannya seperti menahan marah. Ia seakan sangat terpukul, padahal ia sedikit memendam rasa cinta dengan Shani, namun, ia harus merelakan bahwa Shani hamil oleh pria lain selain dirinya. Dan yang lebih buruknya lagi, Ayah dari bayi Shani adalah seorang Iblis

“Akhirnya.. kita akan segera menghancurkan para Iblis” Rafael mengangkat kedua tangannya keatas seperti orang yang baru bangun tidur

“Meskipun si penyelamat akan datang, tentu saja kita harus mendidiknya dengan sangat keras nantinya” ungkap Gabriel

“Kau benar” ucap Chris mengangguk-anguk

“Lalu, siapa yang nanti akan mengambil bayi itu, Gabriel ?” celetuk Zen bertanya dari belakang

“Mungkin Michael, Rafael, dan aku sendiri yang akan segera ke Bumi”

“Huh.. untunglah” Chris menghembuskan nafas lega

“Ada apa ?” Gabriel menatap tajam wajah Chris

“E..e..eh.. i..itu tidak apa-apa, aku hanya lega saja, bahwa si penyelamat yang diberitakan akan benar-benar lahir” jawab Chris mengarang alasan

“Dia bohong, Gabriel. Dia lega karena tidak akan ditugaskan ke Bumi olehmu” ucap Luis dengan santainya

“Heeh.. kau memang menyebalkan Luis, lihat saja nanti, akan kupanah bokongmu itu” geram Chris

“Coba saja kalau berani, akan kulaporkan Gabriel untuk memanggang wajah angkuhmu itu” dalam sekejap mereka berdebat satu sama lain

“Dasar kalian ini, benar-benar sangat suka untuk berdebat” Gabriel menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir

“Dia yang mulai duluan, Gabriel” ucap Chris

“Aku hanya memberitahu kebohonganmu saja” sahut Luis

“Kau menyebalkan”

“Kau”

“Kau”

“Heei.. heei.. sudah !!” bentak Gabriel marah

Kedua Malaikat yang berdebat menghentikan debat mereka tadi dan menatap wajah Gabriel

“Silakan kalian pergilah, hanya itu saja yang tadi mau kusampaikan” selepas berkata itu, kelima Malaikat pria itu lalu membubarkan diri mereka

Kebenaran satu demi satu sudah mulai terungkap, mulai dari Razkal dan Melody yang bergabung bersama Pangeran Aidan sampai akan munculnya seorang penyelamat bagi kaum Malaikat

*To Be Continued*

site : mandalakelvin.wordpress.com
YT channel : www.youtube.com/user/WWEKelvinMP

@KelvinMP_WWE

Iklan

2 tanggapan untuk “Annihilation part 23

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s