This is My Life… Part 5

image

Setelah menempuh sekitar 30 menit dari tempat kejadian tadi, akhirnya kita semua sampai, tapi sebelum benar-benar sampai di tempat tujuan.. gue melihat ada pemandangan bagus seperti sedang berada di bukit. Reflek gue langsung melepas tangan kiri dari handling kopling dan mengangkat tangan kiri gue sambil mengepalkan pergelangan tangan yang artinya menandakan isyarat untuk berhenti, karna saat ini posisi gue gantian sama Lukman jadi gue yang di depan.

“Kenapa chan? Kok berhenti sih? “ Tanya kak Dhike bingung

“Coba kakak liat ke arah jarum jam 10, “ jawab gue sambil turun dari motor

“Kenapa san? Kok berhenti disini? “ Tanya Arif yang pertanyaannya hampir sama dengan kak Dhike

“Coba kalian pada liat ke arah jarum jam 10, “ suruh gue

“Widih, gils mantep banget pemandangannya. Bagus nih buat spot foto pertama kita, “ kagum Lukman

“Iya chan, bagus pemandangannya, “ ucap kak Dhike

“Kuy lah foto pertama, “ ujar gue, “mana kameranya woy? “ Tanya gue gak sabaran

“Sebentar setan, lagi gue cari ini, “ jawab Andi

“Eh, anjrit kamera gue ketinggalan yang sering dipake, gue cuman bawa kamera action aja nih, “ ucap Andi

“Biar aja lah, hasilnya gak beda jauh juga kok, “ ujar gue semakin gak sabaran, “cepetan kampret. “

“Dah yo, pada kumpul semuanya, man nanti tekan ye kalo sudah bagus anglenya, “ ujar Andi

“Iye-iye, “ ucap Lukman

“Yo wes, senyum  semuannya ye, “ perintah gue

Setelah mengambil beberapa shoot foto, kita semua melanjutkan perjalanan menuju tujuan utama. Setelah sampai di telaga gue kaget melihat pemandangan disini yang very very beautifull, karna ini pertama kalinya gue kesini. Setelah memarkirkan motor, kita langsung turun dari motor tanpa melepaskan helm full face karna malu secara wajah kita dalam keadaan bonyok.

“Kak, ambil kamera di tas aku dong, itu ada tongsisnya juga, “ suruh gue ke kak Dhike

“Oke, “ kata kak Dhike singkat

“Nyalakan kak, kita bikin vlog disini, buat dimasukin ke akun youtube kakak, “ ujar gue

“Eh, kamu tau akun youtube aku kah? “ bingung kak Dhike

“Iya, aku dikasih tau sama kak Sendy, katanya kak Dhike punya akun youtube, “ jelas gue

“Terus sudah kamu tonton videonya? “ Tanya kak Dhike

“Hmm, sudah kak, “ jawab gue

“Gimana video-videonya, bagus gak? “ Tanya kak Dhike penuh harap

“Hmm, gak ah biasa aja bahkan terkesan jelek, “ jawab gue

“Ihh, kamu kok nyebelin sih chan, “ ujarnya sambil mencubit pelan bahu gue

“Aww, sakit tau kak, “ ucap gue berpura-pura

“Biarin, wleek, “ kata kak Dhike sambil menjulurkan lidahnya

“Hahahahaha, kalo menurut aku sih.. videonya sudah bagus tapi masih ada yang kurang kak,” ucap gue memberi pendapat

“Apanya yang masih kurang? “ Tanya kak Dhike

“Kalo ku liat sih, videonya masih kurang lightingnya jadi masih terlihat agak gelap terus editannya juga masih kurang menarik dan kreatif, “ ujar gue memberikan pendapat

“Oke deh, makasih ya sarannya , nanti aku perbaiki tapi kamu bisa kan bantuin aku ngedit video, karna aku masih belum terlalu ngerti cara ngedit video, makanya aku kemarin-kemarin ngeditnya sembarangan, “ ujar kak Dhike

“Elah kak, mana bisa sembarangan begitu -_-, “ ujar gue dengan wajah datar

“Hehhehehehe, “ ketawa kak Dhike

“Elah, malah ketawa lagi dikasih tau, btw itu kamera sudah nyala belum sih? “ Tanya gue

“Eh, iya aku sampe lupa nyalain kameranya, hehehehe, “ ujar kak Dhike watados

“SETAN JAHANAM, WATADOS BANGET LU KAK, UNTUNG CANTIK, “ teriak gue dalam hati

 

Selama di telaga, gue dan kak Dhike lebih banyak menghabiskan waktu berdua ketimbang sama teman, mungkin ini kali ya yang dibilang “Lupa sama teman”, semua ini gara-gara cinta.

Sudah banyak foto-foto yang diambil dari beberapa spot dan beberapa angle. Ketika kak Dhike sedang bermain air dan gue yang megangin kamera, entah kenapa dengan sendirinya tangan gue bergerak untuk mengambil foto kak Dhike dari kejauhan, tapi lumayan bagus.. mungkin ini bakal gue jadikan album khusus foto kak Dhike di file computer gue, hehehe. Tanpa sengaja gue mengambil foto kak Dhike dengan gaya candid dan ada juga foto kak Dhike yang sedang tertawa lepas bermain dengan kucing yang ada disitu.

“Kak, kita nyamperin yang lain kuy, barusan Lukman bbm aku katanya mereka lagi persiapan mau makan siang ini, “ ajak gue ke kak Dhike yang masih asik bermain dengan kucing.

“Ya udah deh, lagian aku juga mulai laper. Dah, kucing sampai ketemu lagi, “ ujar kak Dhike sambil dadah-dadah sama kucing tadi

 

Setelah gue sampai, ternyata semua sudah kumpul hanya tinggal menunggu gue dan kak Dhike doang.

“Mau makan siang dimana nih? “ Tanya gue ke mereka

“Kita sudah ngerundingkan tadi, kita sepakat kalo makan di restoran padang aja, karna lagi pada ngidam makanan padang, “ jawab Lukman mewakili yang lain

“Okelah kalo begitu, tapi sebelum kita jalan lagi, ada baiknya kalo kita foto rame-rame sekali lagi lah, “ saran gue

“Yo dah, kita foto rame-rame lagi, spotnya pas yang dekat telaga aja lagi, cuman disitu kayanya yang bagus buat foto rame-rame, “ ujar Akbar memberi usul

“Jom lah, “ ucap gue

 

Setelah kita mengambil satu shoot foto rame-rame, gue dan yang lain langsung memutuskan untuk mencari restoran makanan padang terdekat. Kebetulan juga sudah memasuki waktu zuhur, azan zuhur pun sudah mulai berkumandang.. gue yang mendengar itu langsung aja mengepalkan tangan keatas agar berhenti sebentar.

“Sudah azan tuh, ada baiknya kita sholat dulu, habis tu baru makan siang, “ usul gue ke yang lain

“Ayo deh, kita sholat dulu, “ ujar Arif

 

Setelah memberikan usul, akhirnya kita sepakat untuk menuju ke masjid dulu untuk menunaikan ibadah zuhur, tapi gak semua melaksanakan sholat, karna sebagian dari anggota ada yang non muslim termasuk Lucas, jadi mereka hanya menunggu di parkiran saja. Sekitar 5 menit kita melaksanakan sholat, setelah itu kita langsung menuju ke rumah makan padang, di tengah perjalanan kak Dhike memanggil gue.

“Chan, “ panggil kak Dhike

“Apa kak? “ balas gue

“Kamu ternyata orangnya rajin ibadah ya, “ kata kak Dhike kagum

“Hehehe, gimana ya kak, sholat itu kan tiang agama jadi kita harus mendirikan sholat agar tiang tersebut kokoh, ibaratnya begini kak, ada sebuah bangunan yang tetap berdiri kokoh walau sudah berumur lama, dibalik kokohnya bangunan tersebut kan pasti ada landasan-landasan untuk membuat agar bangunan itu tetap berdiri kokoh dalam keadaan apapun, begitupun dengan sholat. Ya , kita sebagai manusia ya memang seharusnya melaksanakan ibadah menurut keyakinaan kita masing-masing, karna kita kan gak tau kapan umur kita berakhir, “ ujar gue panjang lebar

“Hmm, bener juga sih chan, kita kan gak tau sampai kapan kita akan menikmati hidup di dunia, “ ucap kak Dhike “Cocok deh kamu kalo jadi imam keluarga, sudah perfect deh pokoknya, “ tambahnya

“Hehehehe, bisa aja kakak mah, “ balas gue

 

Akhirnya, kami semua sampai di restoran padang tapi sayang saat ini restoran sedang penuh, karna kita gak kebagian tempat duduk terpaksa kita cari restoran padang yang lain.

Cukup lama gue dan yang lain mencari restoran, sampai akhirnya ketemu juga, tapi sama kondisinya dengan restoran yang pertama, untungnya disini masih ada tempat duduk yang kosong, dan kebetulan cukup untuk kita semua.

Setelah selesai makan, kita langsung melanjutkan perjalanan pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 13.00 Wita dan hari pun sudah mulai panas terik.

 

*skip

Saat ini gue sudah sampai dirumah dan langsung memasukkan motor ke dalam garasi dan melepas semua atribut riding gue termasuk sarung tangan dan jaket. Ketika gue mulai memasuki rumah, kak Sendy dan kak Sonya kaget melihat ku yang pulang-pulang dalam keadaan babak belur.

“Astaghfirullah, adek. Kamu kenapa bisa begini? Kamu kelai lagi tadi? Perasaan tadi pagi baik-baik aja deh, “ kaget kak Sendy

“Iya, kamu kok bisa sampe kelai lagi sih dek? “ tambah kak Sonya

Kak Dhike yang melihat aku dikerubungi pertanyaan-pertanyaan dan sudah pasti bakal kena omel, hanya ketawa saja.. coba bantuin ngomong kek atau apa kek, malah ketawa aja untung sayang, pikirku.

“Elah, kak kalo nanya satu-satu napa. Jangan kaya kereta nanyanya, itu lagi kak Dhike ketawa-ketawa aja, coba bantuin kek apa kek jan ketawa mulu, “ ujar gue sedikit kesal

“Hahahhaha, habisnya muka kamu lucu betul tau gak? Bikin aku jadi pengen ketawa terus, hahahhaha, “ ujar kak Dhike malah semakkin menertawakan ku

“Lucu? Lobang hidung lo itu lucu. Lagi babak-babak belur begini dibilang lucu, kampret juga lo lama-lama,” balas gue sewot

“Ya sudah, sekarang kamu ganti baju dulu sana, habis itu kamu kesini lagi nanti kakak obatin dan jelaskan semuanya sedetail-detailnya, Ok? “ suruh kak Sendy

“Oke lah kalo begitu, tapi kak… “ ucap gue menggantung

“Tapi apa? “ Tanya kak Sendy

“Hehehehehe, sudah sholat belum kak? “ Tanya gue

“Sudah lah, “ ujar kak Sendy sewot

“Biasanya orang kalo sudah sholat itu pasti hatinya tenang dan tentram, tapi kok kakak malah bawel bet sih? Curiga sholatnya main-main, “ ujar gue menebak

“Ihh, apaan sih.. kakak sholatnya khusyuk kok gak main-main. Sudah cepat sana kamu ganti baju nanti kesini lagi, “ suruhnya lagi

“Iye-iye ah, “ ujar gue malas

 

*skip

Gak usah diceritain lah ya kegiatan gue ganti baju. Sekitar 10 menit gue ganti baju karna sempat ngecek email dulu tadi siapa tau ada pemberitahuan dari kantor. Setelah beres semuanya, gue langsung menuju ruang keluarga untuk menemui kak Sendy dan yang lain. Ketika gue nyampe, gue lihat kak Dhike gak ada di tempat, gue yang bingung langsung nanyain itu ke kak Sendy.

“Kak, “ panggil gue

“Hm? “ balas kak Sendy

“Kak Dhike mana? Kok gak ada disini ? “ Tanya gue sambil celingak-celinguk mencari keberadaan kak Dhike

“Ohh, dia lagi diatas dikamar Sonya lagi ganti baju tadi, “ jawab kak Sendy

“Ohh, “ respon gue

“Cepat sini kakak obatin lukanya, “ suruh kak Sendy

“Elah, kak. Aku ngobatin sendiri aja sini, “ ujar gue sambil mencoba untuk mengambil kompresan dari tangan kak Sendy

“Udah, gak usah banyak protes ah, sini cepat, “ suruhnya lagi

“Hadeh, ya dah.. serah la-u lah kak, “ ujar gue malas

 

Sekarang tempat duduk gue jadi disamping kanan kak Sendy, lalu tangan kak Sendy mulai bergerak mengompres luka gue yang ada di pipi. Setelah selesai mengompres luka gue, kak Sendy menagih gue untuk menceritakan kejadian yang membuat muka gue bonyok-bonyok.

“Dah selesai. Sekarang kamu ceritakan kok bisa begini? “ ujar kak Sendy

“Iya, tadi juga kamu hutang janji sama aku buat nyeritain siapa yang tadi ngejar-ngejar kita sampe ngeroyok kalian. “ Tiba-tiba ada suara dari belakang gue, gue yang kaget langsung loncat ke depan.

“Setan, ngangetin aje lu kak, “ kaget gue

“Hehehehe, maaf deh kalo bikin kaget kamu, “ ujar kak Dhike ketawa sambil mengambil posisi duduk di samping kak Sendy

“Kak, duduk sini lah.. samping aku, jadi enak kan diapit sama dua bidadari, “ ujar gue menyuruh kak Dhike duduk di sebelah gue

“Enggak ah, enak di kamu dong jadinya, hihihihi, “ balas kak Dhike

“Yahh -_- ,” kata gue singkat dengan menunjukkan wajah kecewa

“Cepat, gak usah banyak cingcong deh chan. Ceritain sekarang atau aku laporin tante biar kena marah tante lagi kamu, “ ancam kak Sendy membuat ku jadi takut sendiri

“Yah, jangan dong kak.. iye, ini aku ceritain dah, “ ucap gue pasrah yang takut terhadap ancamannya

“Jadi gini ceritanya…… “ Gue menceritakan dari pertama kita melewati markas besar geng WereWolf lalu mereka mengejar kita sampai pada akhirnya terpaksa kita kelai karna salah ambil jalan jadi gak bisa kemana-mana.

“Gitulah ceritanya kak, “ ujar gue mengakhiri cerita

“Ohh, jadi namanya geng WereWolf, “ gumam kak Dhike paham

 

Lagi asik-asik ngobrol sama kak Sendy dan kak Dhike, tiba-tiba handphone gue bergetar menandakan kalo ada notif masuk. Daripada penasaran mending gue buka aja deh. Saat gue buka ternyata dari Lukman yang memberitahukan gue bahwa dia baru saja mendapatkan sebuah ancaman ataupun terror dari nomor tak dikenal, setelah Lukman memberitahukan isi pesan tersebut, gue cukup kaget. Ya, kurang lebih isinya seperti ini.

“Gue sudah hapal plat motor dan muka lo, siap-siap aja untuk menemui ajal lo”

Daripada membuat kak Sendy curiga mending gue keluar aja buat ngehubungi Lukman, untuk menanyakan perihal sms tersebut benar atau tidaknya.

Bersambung…

 

@IskaIkhsan48

 

Follow sosmed gue deng

Twitter : @IskaIkhsan48

Instagram : ikhsan8934

Line : iskandarputra05

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s