This is My Life… part 4

image

“Ok siap, “ serentak kita semua. “Tapi utamakan safety ya, terutama yang bawa perempuan. “ tambah gue

 Brumm!!! Brumm!!! Brumm!!!

“Tancap gas, mereka ngejar. “ Gue memberi peringatan ke mereka yang ada di posisi depan

“Kak Dhike, “ panggil gue

“Apa chan? “ jawab kak Dhike

“Liat ke belakang kak, “ ujar gue

Gue melihat ke spion dan keliatan dari kaca spion muka kak Dhike kaget melihat ada yang mengejar.

“Chan, aku takut nih. Mereka siapa? “ Tanya kak Dhike dengan wajah ketakutan dan pegangannya di baju gue semakin erat

“Gak usah panik kak santai aja, kan aku sudah janji bakal ngejagain kak Dhike jadi tenang aja, lagian itu teman-teman ku sudah pada antisipasi jadi gak usah takut. Perihal mereka siapa nanti aja aku ceritain, Ok, “ ujar gue ke kak Dhike sambil memberikan ketenangan

“Tapi aku takut banget chan, “ ucap kak Dhike merubah posisi tangannya menjadi memeluk badan gue

“Iya, tenang aja kak. Sekarang kak Dhike pegangan yang kuat karna aku bakal sedikit ngebut untuk menghindari mereka, “ ujar gue

Setelah gue berkata begitu, kak Dhike spontan langsung memeluk makin erat dan dapat gue dengar suara orang menangis, sepertinya kak Dhike sedang menangis karna ketakutan.

 

“Ya Allah, semoga gak terjadi apa-apa sama kami, Amiin, “ batin gue sambil berdoa kepada sang maha kuasa

 

*skip

Sekarang kita dalam keadaan terdesak karna Lukman salah ngambil jalan pintas, jalan yang diambil Lukman ternyata adalah jalan buntu. Mau gak mau kita harus melawan mereka, mungkin itu satu-satunya cara agar kita bisa lolos dari mereka.

WereWolf semakin dekat dengan DR, sampai akhirnya kita betul-betul berenti karna sudah di ujung jalan  buntu, dan dengan rasa terpaksa kita semua turun dari motor dan siap siaga untuk menyerang mereka semua.

 

“Kak Dhike, gak usah takut, gak usah panik, ada aku disini yang ngelindungin kakak dan teman-teman ku juga bakal ngelindungin kakak, Ok, “ ujar gue menenangkan kak Dhike yang masih terisak karena takut

“Tapi hikss hikss aku takut chan hiks, “ ucap kak Dhike makin terisak

“Udah kak Dhike mendingan sembunyi aja dibelakang motor sama yang lain disana, jangan kemana-mana atau keluar dari persembunyian kecuali aku yang manggil atau nyuruh kakak buat keluar, “ ujar gue sambil menunjuk beberapa perempuan yang sedang bersembunyi

“I-iya. “ Seketika kak Dhike langsung lari ke belakang motor untuk mengamankan diri

“Sorry guys, gue salah ngambil jalan tadi. “ Terlihat wajah Lukman yang memancarkan ekspresi penyesalan. “Gak ada cara lain selain melawan mereka, “ ucap Lukman

“Udah man, santai aja.. sekarang yang harus kita hadapi adalah mereka yang ada di depan kita ini, “ ujar gue

 

Brumm!!! Brumm!!! Brumm!!! Brumm!!! Brumm!!!

Suara deru motor WereWolf sudah terdengar dan mereka semua langsung turun dari motor masing-masing.

 

“Woy, Roy.. lo gak ada cape-capenya ya nyari masalah terus sama kita-kita, “ ucap Akbar dengan nada suara tinggi

“Hahahahaha, kita gak akan pernah cape gangguin kalian, sampai Club Drifting Race benar-benar bubar dan lenyap dari muka bumi, hahahaha, “ ucap Roy ketua geng WereWolf

“Sekarang apa yang kalian mau dari Drifting Race? “ Tanya gue dengan nada santai

“Apa yang kita mau? Hahhaaha, lo budge ya kan sudah gue bilang tadi, kita cuman mau kalian bubar dan lenyap dari muka bumi, ya gak guys? “ jawab Roy

“Yoi Roy, “ serempak anak-anak WereWolf

“Hahahahaha, lo mau kita bubar dan lenyap dari muka bumi ini? Hmm, kayanya impian lo itu gak akan bisa tercapai deh, karna apa? Karna kita semua setia kawan gak seperti kalian semua, hahahahaha, “ balas Lukman menyindir WereWolf

“Banyak bacot lo semua, seranggg….!!! “ ajak Roy ke anak buahnya. Oiya, Roy ini adalah ketua geng WereWolf.

“Serangg…!!! “ teriak gue

 

Dan akhirnya perkelahian pun tak dapat dihindari, jual beli pukulan tak bisa terelakkan lagi, walaupun Club DR kewalahan menghadapi mereka karna gak semua anggota ikut tapi kita tetap bisa menghadapi mereka.

 

Bukk!!!

Dagg!!!

Bukk!!

Takk!!

Bukk!!

Bukk!!

 

“Arghhhhh… sakit anjing, bangsat lo, HYAAA!!!! “ teriak gue kesakitan ketika gue lengah dan akhirnya gue terkena pukulan dan tendangan beberapa kali sama lawan gue. Gue mulai mencoba menyerang kembali dengan menahan rasa sakit di perut gue.

 

Bukk!!

Bukk!!

Dagg!!

Takk!!

Bugg!!

 

Gue menangkis pukulan dan tendangan dari lawan gue lalu mulai membalas lawan gue dengan pukulan dan tendangan bertubi-bertubi sampai akhirnya dia kewalahan, setelah itu gue akhiri perkelahian gue dengan Uppercut.

 

“Cihh, anggaplah ini salam terakhir dari gue, Hyaaa!!! “ teriak gue mengakhiri perkelahian

“Segitu aja kemampuan lo HAH? “ teriak gue di depan muka lawan gue yang sudah terkapar dengan keadaan hidung yang berdarah dan bengkok ke kiri karna tadi sempat gue hantamkan ke dengkul gue dengan kekuatan penuh.

“Toloongg… Ichaannn… Toolooong… Ahhh.“ Gue mendengar suara kak Dhike meminta tolong, sontak gue reflek langsung berlari sekuat tenaga yang tersisa dan langsung lompat lalu melayangkan tendangan tepat di depan muka anggota WereWolf yang sempat mengganggu konsentrasi gue dengan menggoda kak Dhike. Terlihat pelipis kanannya mengeluarkan darah.

“Arghhh… anjing lo, sakit bangsat setan keparat lo, Hyaaa!! “ teriaknya dengan rasa dendam yang tinggi sambil melayangkan tendangan ke arah gue.

Reflek gue langsung menghindari tendangannya dan mulai membalas tendangannya tetapi berhasil di tangkis lalu gue mulai melakukan serangan demi serangan sampai akhirnya gue mengakhiri perkelahian  dengan menghantamkan mukanya ke tembok yang tepat berada di depan kami

“Arrrgghhhhhhh…..!!! “ teriaknya histeris karna hidungnya sama nasibnya dengan lawan gue sebelumnya tapi bedanya dia bengkok ke kanan

“GUE KASIH TAU SAMA LO YA, JANGAN PERNAH SEKALIPUN LO GANGGU ORANG YANG GUE SAYANG TERMASUK CEWEK YANG LO BARUSAN GODAIN DAN JANGAN PERNAH NYENTUH DIA SEDIKITPUN, KARNA GUE BAKAL MELAKUKAN LEBIH PARAH DARI INI!!! “ teriak gue di depan mukanya dengan mimik wajah penuh emosi dan urat-urat tangan yang menonjol.

“ARGGHHHH….!!! “ teriaknya lagi karna gue sekali lagi menendang perutnya dengan kekuatan penuh dan menurut gue itu lumayan menyakitkan

“Arghhh, Ichan hikss hikss, kakak takut banget, takut banget hikss, “ tangis kak Dhike yang langsung berlari dan berhamburan memeluk gue.

“Tenang aja kak, aku sudah nepatin janji ku kan? Aku bakal selalu ngejagain dan ngelindungin kakak kok, dalam keadaan apa pun, karna aku sayang sama kakak, “ ucap gue ke kak Dhike dengan menahan rasa sakit di wajah dan perut karna kak Dhike meluknya terlalu kenceng

“Makasih ya chan, kamu sudah ngelindungin aku dari orang tadi. “ Sekarang keluarlah senyuman kak Dhike yang membuat gue jadi kepincut sama dia.

“Arghhhh!!! “ teriak gue ketika kak Dhike mempererat pelukannya yang malah membuat badan gue jadi makin sakit

“Eh eh, kamu kenapa chan? “ Tanya kak Dhike dengan muka sedikit khawatir

“I-itu meluknya jangan terlalu kenceng, badan aku sakit gara-gara tadi sempat  kena tendangan dan pukulan, “ ujar gue

“Ma-maaf chan, kakak gak tau kalo badan kamu sakit, “ ucap kak Dhike sambil melepas pelukannya

“Eh eh kak, jangan dilepas dong pelukannya.. enak tau dipeluk cewek ada empuk-empuknya, hehehehe, “ ujar gue

“Ihh, kamu mesum juga ya ternyata, hahahaha, “ ucap kak Dhike tertawa sambil memukul pelan lenganku dan sekarang tangisnya sudah benar-benar hilang

“Woy, si anjing main peluk-peluk aja dalam keadaan begini, “ celetuk Lukman

“Sirik aje lo pentil naga, hahahaha, “ ucap gue “Jadi, gimana ini masalah kita mau hunting di telaga batu besaung? Jadi kaga? “ Tanya gue

“Ye, dasar pentil kuda lu, “ balas Lukman mengejek gue kembali

“Ye, udeh diam lu berdua dasar sempak naga kalian. Tujuan kita kan mau hunting foto-foto kok malah jadi babak belur gini sih ah, “ ucap Andi sedikit kesal

“Ah, dasar sempak babi lu ndi. Setan jahanam memang mereka tuh, “ ucap gue yang agak kesal “Ehh, tapi kita lanjut aja perjalanan hunting kita, kebetulan kan kita pake motor jadi kita bisa foto pake helm aja biar gak keliatan luka kita-kita, “ ujar gue memberi saran

“Boleh juga aide lo tai anjing, “ setuju Rifa’i

“Ye, lu bocah malah ngejek gue juga, dasar eek onta lu, hahahaha, “ ujar gue membalas ejekan Rifa’i

Itulah salah satu keseruan kita, walaupun saling mengejek tapi kita gak ada yang marah karna kita tau itu hanyalah sebuah becandaan belaka.

Dalam keadaan babak belur kita tetap melanjutkan perjalanan menuju Telaga Batu Besaung untuk sekedar hunting foto-foto doang. Walaupun dalam keadaan babak belur tapi tidak menyurutkan semangat 99 menuju ke tujuan utama kita.

 

 

Bersambung…

 

@IskaIkhsan48

 

Bacotnya Ichan :

Holla guys, sudah sampe di part 4 ini. Sorry kalo banyak kekurangannya maklumin karna gue masih newbie. Dan gue juga minta maaf kalo misalkan di part ini banyak kata-kata kasar, ingat lagu younglex walaupun seringkali ngomong kasar yang penting masih batas wajar. Oke lah, segitu aja dulu, sampai bertemu di part selanjutnya. BYE.

 

Sosmed gue:

Facebook : Ikhsan Putra

Twitter : @IskaIkhsan48

Instagram : ikhsan8934

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s