Annihilation, Part 18

cover

CLAAP CLAAP CLAAAPP

Gaby terkena beberapa panah dari Yona, mereka baru saja terlibat dalam pertarungan panah-memanah

“..U..ggh” Gaby memegangi perut dan dadanya yang terkena anak panah

“Kurasa sampai sini saja” dengan dingin Yona kembali mengarahkan busurnya dan membidik leher Gaby, ia berniat untuk mengakhiri Gaby dengan memanah leher dan tenggorokan Iblis itu.

“..M..maafkan aku Yang Mulia.. selamat tinggal semuanya”

CLAP CLAP CLAP

Dengan santainya Yona memanah leher Gaby, dalam sekejap, leher Gaby sudah tertembus, tenggorokannya terlihat dari luar. Benar-benar pemandangan menjijikkan. Darah tidak henti-hentinya mengucur dari leher Gaby

BUGGH

Gaby tewas seketika, ia gugur di medan perang. Yona masih lebih tangguh dari Iblis wanita Lucyfer itu, benar-benar pukulan telak bagi Klan Lucyfer ketika mengetahui nantinya bahwa pemimpin pasukan panahnya sudah tewas

“Gaby !!!” teriak Vinze yang masih sibuk melawan Reyzuu

“Haha.. temanmu itu sudah mati” desis Reyzuu meledek

“Sial kau !” Vinze mengeluarkan listrik yang menggelegar

CTAAR

“Tidak semudah itu” Reyzuu menyingkirkan listrik itu dengan Roost angin yang dibuatnya, belum sempat Listrik menyambar Reyzuu, listrik itu sudah hilang tersapu angin Reyzuu

Selain Roost api, ternyata Reyzuu cukup ahli dalam angin.

BWWUSSH

Reyzuu mengirimkan bola apinya, Vinze sempat tersentak kaget dan melompat kebelakang, beruntung ia tidak jatuh dan mampu menyeimbangkan badannya.

“Terimalah ini” Vinze tidak menyerah, ia kembali mengeluarkan listriknya yang lebih hebat dari sebelumnya

BLAAR CTAAR

Dan berhasil ! Reyzuu terpental kebelakang, ia kehabisan tenaganya dalam membuat Roost api tadi

BUKK

Ia tersungkur, sedikit ada darah yang mengucur dari mulutnya

Merasa terdesak, Reyzuu mengambil pedang dari sarungnya, dan langsung kembali terbang melesat kearah Vinze.

Vinze dan Reyzuu terlibat dalam duel pedang yang sengit, setelah duel yang berlangsung cukup lama. Vinze keluar sebagai pemenang

“Aku tidak akan membunuhmu” gumam Vinze pelan kepada Reyzuu yang pingsan terkena sabetan pedang di bagian lengannya

TRINGG TRING TRRINGG

Ornald dengan membabi buta menyerang Stanley. Sejak tadi, duel pedang mereka belum selesai, padahal keduanya sudah terluka cukup parah akibat sabetan-sabetan dari masing-masing lawan

“Sudah waktunya, Ornald”

“Apa maksudmu ?” Ornald tidak mengerti perkataan Stanley

“Bersiaplah untuk menemui ajalmu, Ornald !” desis Stanley pelan namun dengan aura menakutkan

Sontak, timbul rasa takut dalam hati Ornald, ia perlahan mundur kebelakang, menghindari serangan balik yang dilancarkan Stanley. Tetapi belum sempat ia kabur, Stanley sudah berada di depannya, gerakannya begitu cepat sekali, sampai-sampai Ornald sendiri tidak menyadari pergerakan Stanley tadi

ZAAAAP….

“A..aa..a” Ornald terkejut, tiba-tiba saja tanpa ia sadari, pedang milik Stanley sudah tertancap menghujam jantungnya

“Selamat tinggal” desis Stanley sadis sambil menarik kembali pedang yang sudah berwarna merah darah itu

BRUK

Tubuh tak bernyawa Ornald jatuh ke tanah. Stanley keluar sebagai pemenang dalam duel pedang melawan Ornald.

Peperangan besar itu seakan tidak berhenti, pembantaian benar terjadi dimana-mana. Inilah yang sangat disesalkan, padahal mereka sama-sama Iblis, tetapi harus membunuh satu sama lain akibat perebutan kekuasaan Aidan dan Vanguard. Seharusnya kedua kubu bersatu dan melawan Kaum Malaikat sekarang, tetapi yang terjadi malah pembantaian sesama kaum.

Roost-roost tidak henti-hentinya dikeluarkan, ratusan anak panah terus memenuhi langit-langit sekitar Istana Vanguard, bunyi dentingan pedang seakan tidak pernah berhenti sampai salah satu pihak keluar sebagai pemenang

Disaat Ve tengah terbang untuk kabur kembali ke tendanya, ia melihat sosok Malaikat yang dibencinya tengah bertarung melawan Elaine.

“D..d..dia…, bodoh, kenapa dia ikut bertarung ? bagaimana jika ada yang mengetahui bahwa ia sebenarnya adalah Malaikat ?!” batin Ve dalam hati sambil melihat kearah bawah

Kondisi tubuh Shani sudah mengkhawatirkan, bibirnya sudah berwarna merah, bukan karena memakai lipstick, tetapi karena merah darah. Keringat sudah bercucuran, nafasnya sudah terlihat memburu kelelahan, ada juga luka di lengannya yang terpaksa membuat lengan yang tadinya mulus, menjadi rusak akibat goresan-goresan luka yang panjang

Melihat kondisi menyedihkan Shani, Ve merasa sedikit iba. Meskipun ia sangat membencinya, mau tidak mau Ve harus mengakui bahwa Malaikat itu sudah menyelamatkan hidupnya dengan mengobati luka-lukanya tadi dengan teknik pengobatan yang dimiliki oleh Shani.

“Aku harus menolongnya” akhirnya Ve melesat kebawah dan menghampiri Shani yang tengah bertahan agar tidak terbunuh saat melawan Elaine

Bongkahan es besar sudah mengarah kearah Shani, sang Malaikat berusaha mengeluarkan bola angin agar es tersebut bisa tertiup kearah lain, tapi nyatanya, bola anginnya tidak cukup kuat melawan Roost es dari Elaine. Dalam sekejap bola anginnya langsung hilang tak berbekas

“Awaaas…”

BUGGH

Ve tersungkur jatuh ke tanah dengan keras, ia mengorbankan dirinya sendiri dengan mendorong Shani agar tidak terkena bongkahan es Elaine. Alhasil, tubuhnya lah yang terhantam es tersebut

“…V..Ve !!” Shani panik, ia langsung menghampiri si Iblis

“K.kau tidak apa-apa ? maafkan aku, karena ak..”

“Berhentilah bicara, kita serang dia” potong Ve cepat

“Heem.. baiklah” Shani tersenyum senang ketika sikap Ve yang tadinya membencinya, kini perlahan mulai luluh dan baik padanya

“Ciih.. bertambah lagi Iblis lemah Lucyfer” ledek Elaine

“Jaga bicaramu” ucap Ve, dikumpulkannya tenaganya untuk mengeluarkan Roost es miliknya

“Kau sudah terluka, jangan keluarkan es lagi. Kau bisa mati” saran Shani ketika melihat tubuh Ve yang sudah lemas

“Jangan pedulikanku, aku masih bisa….” Ve sedikit keras kepala

“Baiklah kalau itu maumu.. aku juga akan mengeluarkan listrikku, entah aku akan bertahan atau tidak”

Akhirnya Ve dan Shani berkolaborasi mengeluarkan satu Roost terakhir, yang mana keduanya adalah andalan mereka masing-masing.

Muncullah bola-bola es berukuran raksasa, dengan diikuti oleh listrik menggelegar yang dibuat Shani

“..A..apa yang harus kulakukan ?! Tak kusangka mereka bergabung untuk menyerangku” batin Elaine putus asa, ia sudah kehabisan akal dan tenaga untuk bisa menghindar atau menyerang balik Ve dan Shani

Elaine lalu memutuskan untuk bertahan, ia menyelubungi tubuh mungilnya sendiri dengan bongkahan es yang dibuatnya. Tetapi usahanya itu seakan sia-sia, ketika bola es raksasa Ve memecahkan selubung es Elaine dalam sekejap

“A..arrghhh…”

BUUGH CTAAR

Elaine terhantam bola-bola raksasa dingin Ve dan tersambar listrik Shani

BUGGH

Tubuh mungil Elaine seketika terjatuh ke tanah, dari sudut bibirnya keluar darah segar yang banyak. Ia pun tak sadarkan diri

“Hufft..” Ve menghela nafas lega, begitu juga dengan Shani

“T..terimakasih sudah menyelamatkanku” Shani mengajak Ve untuk bersalaman, namun Iblis itu malah menolak dan menepis tangan Shani

“Tidak perlu, ini hanya balas budiku saja karena kau sudah mengobatiku tadi, toh aku merasa kasihan melihat Malaikat yang nantinya tewas di tengah-tengah peperangan Iblis” terang Ve penuh gengsi.

Ve masih tidak sudi untuk bersikap ramah terhadap Shani.

“Apapun jawabanmu, yang jelas aku berterimakasih” Shani benar-benar berhati lembut, ia sama sekali tidak terpancing emosi dengan sikap tidak mengenakkan Ve
kepada dirinya

Kondisi di sekitar Ve dan Shani sudah agak sepi, beberapa sudah banyak yang terbunuh dan mati. Peperangan sekarang lebih banyak berlangsung di udara.

“Hm..mh.. dimana Kelvin ?” tanya Kelvin

“Buat apa kau menanyainya ?”

“Aku khawatir terhadapnya”

“Dia sedang melawan dua Iblis Vanguard sekaligus” jawab Ve

“A..apa ?! a…aku harus menolong…”

“Bodoh, kondisimu sudah menyedihkan seperti itu, jangan menjadi sok pahlawan dengan menyelamatkan Kelvin. Ia bisa menjaga dirinya sendiri” bentak Ve

Shani merasa ada benarnya juga perkataan Ve

“Kembalilah ke tenda bersamaku” Ve tanpa izin langsung saja menarik tangan Shani dan bergegas lari menuju kearah tenda. Ve tahu bahwa jika mereka terbang, pasti nantinya Shani akan ketahuan identitasnya sebagai Malaikat.

“E..eh.. i..iya” Shani menyeimbangkan badannya, ia pasrah saja dan terus berlari mengikuti Ve

“Kau masih kuat berlari ?” tanya Ve disela-sela lari mereka

“.. T..tentu, meskipun kakiku sudah sedikit pegal” jawab Shani

“Ayolah ! sebelum ada Iblis Vanguard yang menyadari kita” pegangan tangan Ve sudah terlepas, ia berlari lebih dulu di depan, sementara Shani mengikuti dari belakang

~

CLAP CLAP CLAAAP

Baru saja Artha memanah Yona yang berada di depannya, beruntung Yona mampu menghindar meskipun dirinya harus berguling-guling di tanah, panah Artha hanya menancap kearah dinding Istana

“Beraninya kau membunuh Gaby !?! geram Artha marah kepada Yona

“Dia terlalu lemah.. itu saja” jawab Yona dingin

“Diam kau Iblis jal*ng” Artha sudah kehabisan kesabarannya

Artha mengambil tiga anak panahnya dan menembakkanya kearah Yona, membuat Yona harus segera berguling menghindar sekali lagi. Kini gantian, Yona mengambil dua anak panahnya dan membidiknya kearah leher Artha

Kedua anak panah itu melesat dengan kecepatan tinggi. Artha menyadari kedua anak panah itu, sebelum panah itu menancap di lehernya, dengan gerakan cepat Artha menunduk tiarap untuk menghindari panah dari Yona

“Gerakan yang cepat, cukup baik” gumam Yona

Artha tidak menjawab, melainkan Artha mengambil satu anak panah lagi, ia berusaha berkonsentrasi penuh dan mengumpulkan tenaga ke tangannya. Matanya terpejam, merapalkan seperti mantra kuno.

Artha berniat mengeluarkan jurus yang dipendamnya, jurus itu memang hanya digunakan bila keadaan sudah terdesak. Ia belajar jurus itu dari Pangeran Aidan sendiri.

“Holy Arrow” teriaknya lantang

Panah melesat dengan cepat. Tanpa diduga sebelum panah itu sampai ke tubuh Yona,
satu anak panah itu bertransformasi menjadi ratusan anak panah dengan ketajaman yang sama.

“A..a..apa itu ?” Yona sudah panik, ia tidak menyangka ada jurus yang bisa mengubah satu anak panah menjadi ratusan dalam sekejap

CLAP CLAP CLAP CLAP

Ratusan anak panah itu dengan telak mengenai wajah, tubuh, tangan, kaki Yona. Seluruh anggota badannya tertembus panah milik Artha. Darah mengucur dari sekujur tubuh Yona.

Tubuh Yona lalu terjatuh, tetapi karena banyaknya anak panah yang menembus punggungnya, membuat Yona tertahan dan tidak menyentuh tanah. Tubuh kaku Yona seperti terbaring di ratusan ranjang panah.

Artha berhasil membunuh Yona dengan cara yang keji.

“Itulah balasan yang pantas untukmu” desis Artha dengan mata yang menyala merah

~

BLAARR DUAAR CTAAR BWOSSH

Kelvin, Razkal dan Melody benar-benar terlibat dalam pertarungan yang sengit. Tanah sampai terasa bergetar akibat Roost yang dikeluarkan dari ketiganya, Kelvin yang sudah terluka akibat melawan Elaine tadi merasa sempat kewalahan, apalagi ia melawan dua Iblis sekaligus saat ini.

Melody mengeluarkan berbagai macam jenis Roost gabungan bersama dengan Razkal, beruntung, Kelvin masih bisa bertahan dengan membuat selubung-selubung Api yang besar untuk melindungi tubuhnya

“Tak kusangka kau masih bisa bertahan, tak salah kau memang Iblis terbaik di Lucyfer” puji Razkal

“Diamlah, Razkal. Ini bukan saatnya untuk memuji musuh” timpal Melody sedikit kesal

Kelvin balik menyerang, bola-bola api kecil terus Kelvin keluarkan dari kedua telapak tangannya, ada beberapa yang berhasil mengenai Melody ataupun Razkal, tetapi kebanyakan meleset karena mereka berdua berhasil menghindar.

“Kurasa ini waktunya” batin Kelvin dalam hati. Ia berniat memanggil Exflamenya kembali

“Razkal.. j..jurus itu..” Melody mulai waspada

“T..tenanglah.. kurasa aku bisa menghentikannya”

“Menghentikan ? kau bercanda ? Wildann saja yang ahli api hampir terbunuh olehnya kemarin” Melody sudah mulai kesal

“Lalu kau mau apa jika dia mengeluarkan jurus itu ? kita kabur ? tidak akan ! Itu benar-benar merendahkan harkat martabatku”

“B…baiklah aku setuju denganmu, tapi apa yang kau lakukan ?” tanya Melody panik

“Aku akan berusaha selama mungkin untuk menyelubungi tubuh kita dengan es yang kubuat”

“Itu tidak akan bertahan lama” potong Melody cepat

“Kita coba saja”

Kelvin menunduk, bola matanya berubah menjadi warna merah darah yang menyeramkan, seperti ada aura menakutkan dari dalam tubuhnya yang bersiap untuk keluar

“Fir de explosion la flame ivinamon” Kelvin mengorbankan dirinya sendiri, resiko mengeluarkan jurus ini sangat besar, bahkan dapat membuat si penggunanya terbunuh karena kehabisan tenaga

Dari dalam tubuh Kelvin keluar kobaran lidah api yang disertai raungan keras melolong-lolong, membuat nyali siapapun yang mendengarnya menjadi ciut. Lidah-lidah api itu menyambar kemana-mana. Suara raungan semakin lama semakin keras menyakitkan telinga, Explosion Flame telah menampakkan wujudnya kembali setelah sebelumnya muncul disaat duel melawan Wildann

“Razkaal !!” Melody sudah ketakutan dengan Exflame Kelvin yang siap menghanguskan mereka. Ia takut bahwa dirinya nanti berakhir seperti Wildann yang sedang kritis

“Diamlah ! aku sedang mencoba, bantu aku dengan esmu juga” Razkal tengah membuat es yang berlapis-lapis, Melody tak lama juga ikut membantunya untuk menyelubungi tubuh mereka dengan es setebal mungkin

Padahal keduanya tengah berada dalam es yang sangat dingin. Tapi, anehnya Melody dan Razkal malah berucucuran keringat, panas Exflame masih jauh lebih besar daripada es yang mereka buat

“S..sial.. kenapa panas sekali ?” rintih Melody

“Apinya terlalu luar biasa” jawab Razkal

*To Be Continued*

site : mandalakelvin.wordpress.com
@KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s