Wrestling & Love part 75

pizap_1437301468174

 

Kelvin dan Andela menghampiri Michael dan Shani yang sudah terlebih dahulu datang ke restoran itu

“Andelaaaaa” Shani menumpahkan rasa rindunya dengan memeluk Andela

Andela pun membalas pelukan Shani sambil tersenyum

“Hehe lama ga ketemu Shan” ucap Andela di pelukan Shani

“Dasar cewek, peluk-pelukan mulu” gumam Michael pelan yang masih bisa didengar oleh Shani

“Hahaha ada-ada aja lu, ya suka-suka mereka lah, namanya juga jarang ketemu” Kelvin menimpali
“Taau niih kamuu” Shani pura-pura cemberut

Andela hanya tertawa saja melihat kelakuan pasangan Michael dan Shani yang terkesan aneh itu :v

“Apa kabar kamu?” tanya Andela kepada Shani

“Baik kok Ndel, kamu sendiri ?” tanya Shani balik

“Baik juga” jawab Andela ramah

“Yaudah kalian duduk giih” Michael mempersilahkan mereka duduk

Kelvin dan Andela pun memposisikan diri mereka bersebelahan sementara Michael dan Shani berhadapan dengan mereka

“Pesen gih Vin” perintah Michael

“Jiih kok gua, lu lah pesen, yang ngajak jalan juga kan elu bukan gw” balas Kelvin

“Hadeeh.. iya-iya -_-” Michael akhirnya mengalah

Michael pun tak lama kemudian mengangkat tangan kanannya untuk memanggil pelayan

Pelayan itu melihat dan segera menghampiri meja Michael cs

“Iyaa mas, silakan mau pesan apa?” tanya pelayan itu ramah

“Kalian mau apa?” tanya Michael ke teman-temannya

Setelah semua memesan makanan mereka, kini tiba waktunya menunggu sejenak hingga masakan yang mereka
pesan siap dihidangkan

“Eh.. gimana kerjaan lu Vin ?” tanya Michael disela-sela mereka menunggu

“Ah elah pake nanya-nanya segala, kan lu sekantor sama gw” balas Kelvin

“Yeeeh, tapi sekantor juga kan beda..
gw bagian apa, lu bagian apa” balas Michael lagi

“Iya juga sih” Kelvin menggaruk kepalanya yang tidak gatal

Sementara kedua wanita pasangan  mereka hanya diam sambil menyimak pembicaraan Kelvin dan Michael

“Jadi gimana ? lancar ya sama Yona ?” bisik Michael pelan

“Iissh apa deh lu, ada Andela nih.. gabisa apa gausah ngomongin dia”
Kelvin membalas berbisik, beruntung Andela tidak mendengar tadi.. jika ia mendengar ada nama-nama Yona disebut, mungkin moodnya akan berubah

“Lancar kok kerjaan gw, lu sendiri gimana ?” tanya Kelvin balik

Michael kemudian mulai menceritakan keluh kesahnya selama bekerja disana, mulai dari atasannya galak lah, banyak karyawan yang tidak suka lah dan lain sebagainya

“Haha sabar aja kali, namanya kerja emang gitu” ucap Kelvin memberi saran

Michael mengangguk

Tak lama kemudian, pembicaraan mereka terhenti..
“Maaf mas, mba.. ini pesanannya..
silakan dinikmati” pelayan yang tadi kembali datang dengan makanan yang dipesan

“Iya, makasih ya Mba” ucap Michael ramah

“Yeay makaan” Shani berlagak seperti anak kecil, padahal umurnya sudah bisa dibilang dewasa

“Iissh kamu tuh Shan, kaya anak kecil aja” gerutu Michael

“Yee biarin, biar anak kecil gini, kamu suka kan ? wlee” Shani menjulurkan lidahnya

“Hihi iya deh iya..
aku suka bangeet” ujar Michael yang sukses membuat Shani terkekeh

“Udah udah..selamat makan”
ucap Kelvin menengahi

Mereka semua memakan makanan di depan mereka dengan lahap..

Setelah selesai makan, mereka berempat memutuskan untuk menonton bioskop pada hari itu..
film Batman vs Superman Dawn of Justice menjadi pilihan mereka

“Gimana filmnya ?” Kelvin bertanya kepada teman-temannya

“Seru bangeet” Andela sangat antusias

“Iya Ndel seru.. aku sampe ga kedip nontonnya” Shani menyetujui

“Huu boong aja ga kedip, kalo ga kedip ya gabisa lah, masa melotot terus” ledek Michael

“Issh kamu maah, itu cuma istilah tauu
jangan diartiin secara harafiah, dasar” Shani mengerucutkan bibirnya

“Cie ngambek”

“Tau ah” Shani memalingkan wajahnya

“Hehe maaf deh Shan.. gitu aja ngambek” Michael memegang lengan Shani

“Iiih iya-iya aku maafin, asal traktir makan wlee” pinta Shani

“Eh makan mulu ? tadi sebelum kita ke bioskop kan udah makan huu dasar nanti gemuk lhoo”

“Iih biarin, ga gemuk kok, kan gemuknya bukan ke badan.. tapi ke pipi” Shani menunjuk-nunjuk pipinya sendiri dengan telunjuknya

“Engga pokoknya, ayo kita pulang”

“Iiih jahat.. aku makan dulu” Shani bersikeras

“Engga, pokoknya pulang.. nanti Mama kamu nyariin”ucap Michael tak kalah bersikeras

Sudah terpojok, Shani mengeluarkan jurus andalannya..

Wajahnya memelas, matanya berkaca-kaca dan bibirnya cemberut, membuat siapa saja pun iba melihatnya

“Yaudah kalo kamu gamau nurutin..
aku pulang sendiri” Shani baru saja akan meninggalkan Michael

“E..eh.. i..iya iya, ayo makan” ucap Michael dengan terpaksa

Michael menarik tangan Shani
“Yeaay” dengan cepat ekspresi wajah Shani berubah 360 derajat

“Dasar cewek.. kalo udah maunya, pasti harus diturutin, untung sayang” batin Michael dalam hati

Michael dan Shani seakan mengabaikan pasangan Kelvin dan Andela disana yang hanya mendengarkan perdebatan mereka berdua di depan bioskop, sebelum akhirnya Michael tersadar

“Eh.. iya, lu berdua mau ikut kita ? apa langsung balik?” tanya Michael

“Ikut aja Ndel.. ya ya ya ?” potong Shani cepat

“Emmh.. aku ga tau, terserah Kelvin” Andela melirikkan matanya kearah cowok di sebelahnya
“Mmh.. oke deh, gw sama Andela ikut..
tapi ga makan lagi ye, udah kenyang” ucap Kelvin menyetujui

“Yeaay” teriak Shani riang

“Issh malu-maluin kamu maah, ayo makan” Michael menarik tangan Shani ke restoran! sementara Kelvin dan Andela membuntuti pasangan yang aneh itu

Kelvin dan Andela hanya bisa menggelengkan kepala mereka karena melihat pasangan yang aneh itu, tetapi meskipun sikap mereka terkesan aneh.. itulah yang membuat mereka tetap bertahan sebagai pasangan.

~

“Pelan-pelan kali Shan, makannya” saran Michael
“Hehe.. maaf, abisnya aku laper” ucap Shani dengan mulut yang masih penuh dengan makanan

Sementara Shani makan, Michael, Kelvin dan Andela meminum minuman yang ada di depan mereka sambik sedikit berbincang-bincang

“Emh.. oiya, Razaqa gw denger-denger lagi ada masalah sama Michelle” ucap Kelvin

“Eh ?? Kenapa Vin? seriuss lu ?” tanya Michael tidak percaya

“Tau dari mana?” lanjut Michael bertanya

“Iya, gw tau dari Andela ” Kelvin menunjuk gadis disebelahnya

Andela yang ditunjuk hanya mengangguk
“Andela tau lewat bbm dari Michelle, katanya sih si Zaqa lupa buat dinner bareng Michelle, eh dia malah jalan bareng Elaine” jelas Kelvin

“Whaat ?!? gila kali tuh ya anak..
gw harus hajar dia biar sadar” Michael sepertinya terpancing emosi

“Oi oi.. tenang kali Mike, gw juga kesel sama dia, bisa-bisanya Michelle dikhianati sama dia” balas Kelvin

“Liat aja nanti gimana kelanjutan hubungan mereka, gw harap sih baik-baik aja” ujar Kelvin berharap

“Gw harap juga gitu” lanjut Michael

Setelah Shani selesai makan, akhirnya mereka memutuskan pulang karena hari yang sudah semakin sore

“Duluan ye gw” Michael memacu
sepeda motornya terlebih dahulu, dengan Shani di belakangnya

Sementara Kelvin dan Andela membuntuti di belakang motor mereka dan meninggalkan mall itu

~~

“Elaiineee sayang” panggil seseorang dari luar rumah

Elaine membukakan pintu depan rumahnya

“Mamaaaah” Elaine sontak berlari ke pelukan Mamanya..

Dibelakang Mamanya, berdiri pria paruhbaya yang sepertinya adalah Papanya

“Haai saayang” Mamanya mengelus rambut anaknya

“Kamu ga nakal kan selama Papa Mama gaada?” lanjut Mamanya bertanya

Sontak Elaine terdiam sejenak, bagaimana ia bisa menceritakan kejadian malam itu kepada kedua orangtuanya..
Bisa-bisa mereka akan marah besar

“H.heei sayang ? kok diem” Mamanya melepaskan pelukannya terhadap Elaine

“Em..mh.. baik baik aja kok Maah.. hehe, aku ga nakal kok” ujar Elaine dengan senyum yang dibuat-buat

“Ooh bagus deh” Mamanya kembali mengelus rambut anak bungsunya

“Kakak kemana Maa?” tanya Elaine mencari keberadaan Kakak laki-lakinya

“Dia ada di rumah temennya Len..
biasa, anak muda ngumpul-ngumpul mulu” jawab Papanya

“Iya sayang”

Elaine kemudian mempersilahkan kedua orangtuanya masuk

“Masuk Maah Paah, pasti Mama Papa capek kan ? nanti aku masakin sesuatu ya buat Mama Papa” ujar Elaine dengan riang

“Ahaha kamu ada-ada aja Len, emangnya bisa masak?” Papanya bertanya sambil tertawa

“Iiih Papaaa.. bisa lah..
aku udah sering belajar dari Mama” jawab Elaine mengerucutkan bibirnya..

“Hahaa iya-iya, dia bener Paah..
Elaine udah sekelas sama chef restoran looh” jawab Mamanya menimpali dengan candaan

Begitulah keakraban keluarga kecil Elaine, entah bagaimana kedepannya, sepertinya akan terjadi pergulatan yang hebat di tengah keluarga itu

“Zaaq, kamu kemana aja ? aku khawatir tau sama kamu” Michelle sontak berlari ke pelukan lelakinya

“E..eh.. aku ga kemana-kemana kok, em..mh.. maaf ya soal..

“Ssst” Michelle meletakkan telunjukkan di bibir Razaqa

“Gausah bahas hal itu lagi, aku ngerti kok, aku udah maafin kamu” ucap Michelle tersenyum

“Kamu serius ?” Razaqa setengah tidak percaya

Michelle membalas dengan anggukan

“Yeaay makasih” Razaqa sangat senang sekali hari itu, ia bisa berbaikan kembali dengan Michelle

“I love you Chelle” Razaqa kembali memeluk gadis yang merupakan kekasihnya itu

“I love you too” balas Michelle sambil tersenyum bahagia

Setelah itu, Razaqa mendekatkan wajahnya ke wajah Michelle, Michelle yang mengerti langsung memejamkan matanya perlahan, merasakan hembusan nafas dari pria di depannya

Semakin dekat

semakin dekat

Dan..

*Kriinngg kriiinngg

Razaqa mematikan alarmnya

“Shit cuma mimpi” keluh Razaqa kesal

“Tapi terasa nyata banget tadi..
pokoknya gw harus ke rumah Michelle sekarang juga” ucap Razaqa dalam hati

“Semoga aja kejadian di mimpi itu bener, dan akhirnya gw sama Michelle baikan lagi” lanjutnya membatin

Baru saja Razaqa akan melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya, sebelum kepalanya merasakan sakit yang teramat sangat

“Aaaakk… pussiing bangeet kepala gw” Razaqa memegangi kepalanya sambil mengerang kesakitan

Entah kenapa, terlintas bayangan  Elaine disana yang sedang memohon belas kasihan terhadapnya

~~

“Pliiss Zaaq, jangan lakuin ituu”Elaine nampak seperti ketakutan

“Aaahh Zaqaaa..
jangaan keluarin di dalaamm..
aku gamau hamiil” teriak Elaine sambil meronta-ronta

“Aaaah.. kamu tega bangeet” Elaine terisak sambil lama kelamaan menangis dengan kencang

~~

“What the f*ck??! apaan itu tadi ?? kok Elaine ?” Razaqa menggeleng-gelengkan kepalanya, berharap apa yang ia bayangkan barusan merupakan khayalan belaka

Memori pikirannya sedang kacau akhir-akhir ini, bayangan Michelle dan Elaine sering muncul bersamaan..
Razaqa memilih untuk melupakannya, ia bergegas mandi dan sarapan di pagi hari yang cerah itu

“Pokoknya gw harus minta maaf ya Michelle.. ya harus” batinnya dalam hati

“Maa, Paa, Razaqa pergi dulu” ucapnya cepat sambil mengambil kunci motornya

“Heei.. kamu mau kemana lagi?” teriak Papanya keras

“Sebentar Paa, mau ke rumah Michelle”

“Sayaang.. hati-hati, kalo udah selesai langsung pulang” teriak Mamanya

“Iyaa Maaah” Razaqa dengan cepat menuju teras rumahnya dan memacu sepeda motornya

Sesampainya di rumah Michelle

“Chelle, Chelle” teriak-teriak Razaqa di depan pagar rumah Michelle

Tak lama kemudian, muncullah seorang wanita paruhbaya yang mirip dengan Michelle, ya.. itu merupakan Mamanya

“Tant… tant, Michellenya ada ?” tanya Razaqa cepat

“E..eh Razaqa, ada kok didalem, ayo masuk” Razaqa duduk di teras depan rumah Michelle

“Masuk aja Zaq kedalem” perintah Mama Michelle

“E…eh gausah Tant.. aku nunggu disini aja” jawab Razaqa ramah

“Ooh yaudah, Tante panggil dulu ya Michelle nya” Razaqa membalas dengan anggukan

5 menit Razaqa menunggu, sebelum akhirnya..

Terlihat seorang gadis mungil yang tidak asing lagi bagi Razaqa, rambutnya digerai, memakai kaos berwarna biru dengan celana pendek yang menambah kesan lucunya..

“M.m..” Razaqa sempat canggung untuk berbicara, nampaknya kejadian di mimpi tadi pagi tidak akan terjadi..

“Chelle… ma..maaf” Razaqa menunduk menyesal

Tak lama kemudian, Michelle membuka suaranya

“Zaaq, kamu kemana aja? aku
khawatir tau sama kamu” Michelle sontak berlari ke pelukan lelakinya

“E..eh.. aku ga kemana-kemana kok, em..mh.. maaf ya soal..

“Ssst” Michelle meletakkan telunjukkan di bibir Razaqa

“Gausah bahas hal itu lagi, aku ngerti kok, aku udah maafin kamu” ucap Michelle tersenyum

“Kamu serius ?” Razaqa setengah tidak percaya

Michelle membalas dengan anggukan

“Yeaay makasih” Razaqa sangat senang sekali hari itu, ia bisa berbaikan kembali dengan Michelle

“I love you Chelle” Razaqa kembali memeluk gadis yang merupakan
kekasihnya itu

“I love you too” balas Michelle sambil tersenyum bahagia

“Ternyata persis sama kaya yang di mimpi, terimakasih Tuhan” batin Razaqa bersyukur

Setelah itu, Razaqa mendekatkan wajahnya ke wajah Michelle, Michelle yang mengerti langsung memejamkan matanya perlahan, merasakan hembusan nafas dari pria di depannya

Semakin dekat

semakin dekat

Dan..

“Eheem” Mamanya Michelle keluar dan membuat sepasang kekasih itu menjadi salah tingkah

Sontak, wajah mereka langsung menjauh sebelum bibir mereka bersentuhan

“E..eh…. m..maaf.. T..tant” Razaqa sangat malu sekali, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, wajahnya memerah saat itu

“Iiih Mamaah” begitu pula dengan Michelle yang pipinya merona

“Ahahaha.. lucu deh kalian.. suruh Zaqa masuk gih Chelle” perintah Mamanya

“Iya Maah” Michelle mengangguk

“Ayo kamu masuk” Michelle menarik tangan Razaqa

Razaqa menerima tawaran itu lalu bertamu sebentar ke rumah Michelle

~~

Semuanya sudah kembali normal, hubungan Razaqa dan Michelle sudah membaik, Kelvin dan Andela yang semakin erat, bahkan rencana pernikahan sudah dibuat oleh masing-masing keluarga..
Sedangkan Michael dan Shani, hubungan mereka tetap terjalin baik, walaupun mereka kerap kali bertingkah konyol dengan sikap kekanak-kanakan mereka.

The End ? Nope :v

Satu bulan berlalu semenjak kejadian Razaqa mabuk dan menginap di rumah Elaine..

Hubungan Michelle dan Razaqa sudah membaik seperti sedia kala..
“Seneng ya kita semua bisa balik kaya gini, meskipun banyak kesibukan masing-masing” ucap Andela tersenyum sambil memegang lengan Kelvin disebelahnya

Mereka tengah berada di rumah Kelvin, sedang kumpul-kumpul biasa mumpung hari itu hari libur

“Haha.. iya Ndel, paling seru momen-momen kaya gini” ucap Shani tak kalah riangnya

“Iya ga sayang ?” lanjut Shani menengok kearah Michael

“Ga” jawab Michael singkat

“Iiih dasaar” Shani mencubit lengan Michael

“E..eh eh iya-iya, seru..” Michael mengalah apalagi jika sudah dicubit
seperti itu

“Hahaha, lu berdua ga berubah..
aneh” Kelvin terkekeh

Canda tawa terus berlangsung di antara keenam sahabat itu hingga siang hari..

“Mumpung libur, kita pergi yuk..
kemana gitu” usul Michelle riang

“Setuju sama Michelle” potong Shani cepat

Memang kedua wanita itu mempunyai sifat periang dan lebih banyak berbicara ketimbang Andela yang lebih pendiam dan bisa menjaga keanggunan sebagai wanita

“Mmmh.. boleh juga sih” gumam Kelvin
“Mau pergi kemana coba ? liburnya cuma tinggal dua hari lagi” kata Michael

“Emh.. yang deket-deket aja, puncak misalnya” ucap Shani memberi saran

“Yaampun, Shan.. itu mah jauh kali” jawab Michael

“Iiih deket taau” Shani mengerucutkan bibirnya

“Iya deket.. asik tuh, kita kesana ya Zaq?” Michelle memegang lengan Razaqa

“Iya-iya terserah kamu, asal kamu bahagia aja” balas Razaqa

“Lu gimana Vin ?” lanjut Razaqa bertanya

“Entah, gimana Ndel ? mau ga ikut
mereka ?” tanya Kelvin kepada Andela

“Mmh.. oke deh, kayaknya seru” Andela menyetujui usul Shani untuk pergi ke area Puncak di Bogor

“Yaudah, Andela ikut, gw ikut”

“Yeaaay” Shani dan Michelle melompat-lompat kegirangan (?) karena kemauannya berhasil dituruti

“Iiish, udah-udah jan loncat-loncat..
dasar anak kecil” umpat Michael

“Iih aku udah dewasa tau…” Shani cemberut

“Udah dewasa tuh kaya Andela, ga loncat-loncatan kaya anak kecil, lebih bisa jaga image dan anggun” kata Michael sedikit ketus

Shani seketika baper dan cemberut

“Maaf deh.. kalo sifat aku kekanak-kanakan..” Shani menyesal

“Ahaha.. kena deh dikerjain” Michael ternyata hanya berpura-pura

“Iiiih kamuuu yaa, awaas aja” Shani mengejar-ngejar Michael sambil tertawa satu sama lain

~oOo~

“Elainee !! heei.. kamu kenapa sayang ?!” tanya Mamanya khawatir melihat yang tampak pucat

“Gapapa kok, Ma..
mungkin cuma flu biasa” jawab Elaine

“Kamu yakin ? Kita ke dokter yuk, Mama takut kamu kenapa-kenapa sayang”
“Udaah.. aku baik-baik aja kok Maa” potong Elaine cepat meyakinkan Mamanya

“Mungkin cuma butuh banyak istirahat aja” lanjutnya

“Yaudah, kalo gitu..
kamu tidur gih, nanti Mama bangunin buat makan sore” saran Mamanya

Elaine mengangguk patuh

~

“Duuh aku kenapa pusing gini ?” Elaine memegangi kepalanya

Baru saja ia merebahkan kepalanya di ranjang tidurnya sebelum ia merasakan sakit di perutnya

“Aaawww.. sakit bangeet” erang Elaine sambil mengeluh kesakitan

*To Be Continued*

Site : mandalakelvin.wordpress.com
@KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s