Annihilation part 15

cover

Kedua pasukan besar berbeda klan itu terus berlari dan beterbangan satu sama lain. Hanya tinngal beberapa detik lagi, kedua kubu akan bertemu dalam peperangan yang terbesar di dalam sejarah Iblis.

“Hiyaaaaaat” akhirnya keduanya benar-benar menyatu, baik di udara maupun darat, terlibat peperangan dahsyat.

Jika terlihat dari jauh, sulit untuk membedakan mana Iblis yang berasal dari Klan Lucyfer dan mana yang berasal dari Vanguard. Sayap hitam mereka membuat kedua kubu tampak sama. Satu-satunya cara untuk membedakan mana yang Lucyfer dan mana yang Vanguard adalah dengan melihat dari jubah perang yang dipakai,  di bagian dada masing-masing Iblis, ada sedikit bros yang disematkan. Bros itu berisikan lambang Demonic Fire (api di tengah sayap) milik Klan Lucyfer dan Flaming Arrows (api di ujung tengah atas sayap) milik Klan Vanguard. Hanya dari bros itulah patokan mereka untuk mengetahui mana yang berasal dari Lucyfer atau Vanguard.

TRINGG TRINNG

Suara pedang beradu satu sama lain

CLAAP CLAAP CLAAP

Suara panah yang dikirimkan dari jarak jauh oleh masing-masing kubu.

Pasukan pemanah Lucyfer dipimpin oleh Artha dan Gaby, sementara Pasukan pemanah Vanguard dipimpin oleh Yona.

“TEMBAK !!” dari atas langit muncul hujan-hujan panah yang langsung mengarah kearah beberapa pasukan di tanah

Dengan singkat, satu per satu anak panah mulai menancap di beberapa tubuh Iblis, sontak membuat Iblis yang terkena panah itu, langsung tewas seketika. Darah bercucuran di mana-mana, benar-benar pemandangan yang mengerikan.

DUAAR JDAARR

Suara ledakkan Roost yang saling beradu di udara, pertarungan benar-benar berlangsung sengit. Tidak tahu sampai kapan perang besar ini berakhir

“Heii… heei, jangan habiskan panah kalian!” seru Artha kepada beberapa pasukannya yang terlihat boros dalam penggunaan anak panah

“Gaby, kau serang wanita panah yang bernama Yona itu, sementara aku berusaha mengincar Reyzuu yang tengah bertarung dengan Vinze” ucap Artha mengatur, Gaby hanya menurut saja dan mengangguk.

Gaby memerintahkan sekitar 100 pasukan pemanah di belakangnya untuk menyerang Yona secara bersamaan. Iblis wanita Vanguard itu benar-benar berbahaya jika tidak dihentikan, panah-panahnya seakan sudah membunuh ratusan pasukan Iblis Lucyfer.

CLAPP CLAAP CLAAAP

Teori memang mudah untuk diucapkan tetapi prakteknya sungguh sulit untuk dilakukan. Panah ratusan Iblis itu memang telah mengepung Yona dengan rapat sehingga sungguh tidak mungkin bagi sang Iblis wanita untuk menghindar lagi.

Namun dengan tenangnya, wanita berambut pendek sebahu itu mengambil tiga anak panah dan menembakkannya. Ketiga anak panah itu melesat berputar-putar, menyambar setiap anak panah yang mengepung. Gaby hanya bisa memandang sedih pada usaha mereka yang sia-sia, Ibliis yang bernama Yona itu sulit ditaklukkan

“Tidak semudah itu kalian membunuhku” ucap Yona, tangannya seakan tidak pernah terlepas dari busurnya. Ia terus memanah setiap Iblis Lucyfer yang dilihatnya

Sementara itu di tanah, Vinze tengah bertarung pedang dengan Iblis Vanguard yang bernama Reyzuu, mereka berdua terus menghunuskan pedang satu sama lain,
sambil sesekali diiringi ilmu Roost

“Baik sekali, Reyzuu. Kau benar-benar sudah berkembang” desis Vinze

“Kau terlalu memuji” Reyzuu melompat tinggi dan langsung bersiap menyerang Vinze dari udara

TRINGG

Beruntung, Vinze tidak semudah itu untuk dibunuh, ia mampu menangkis serangan Reyzuu dengan pedangnya.

“Tidak semudah itu” gumam Vinze pelan, sesaat kemudian, ia mengeluarkan Roost listriknya yang menyambar-nyambar

CTAAR CTAAR

“Sial” Reyzuu sedikit kewalahan, namun ia bisa menghindari listrik Vinze dan balik menyerang dengan bola api.

Vinze yang kaget, tidak sempat menghindar dan terpental ke tanah cukup keras

BUUGGH

“Uggh..” ia memegangi dadanya

Dari atas, Artha melepaskan tiga anak panahnya, dan menembakkannya kearah Reyzuu

“Beraninya kau melukai sahabatku” geram Artha

Reflek, Reyzuu segera tersadar akan serangan dari atas dan sempat menghindar, walaupun ia sampai harus jatuh terguling-guling

“Maafkan aku sedikit telat, Vinze” kata Artha tersenyum tipis

“Terimakasih atas bantuanmu, Art. Tapi, sekarang ini, biarkan aku sendiri yang menghabisi Iblis Vanguard ini, kau bantulah yang lain” perintah Vinze

Artha mengangguk patuh dan langsung terbang pergi

“Hiyaaaaat” disaat Vinze sedikit lengah, Reyzuu kembali menyerang Vinze dengan pedangnya. Pertarungan keduanya terus berlanjut

TRING TRINGG TRINGG

Seakan tidak ada hentinya, dentingan pedang terus menggema diseluruh area medan pertempuran. Tangan Kanan Pangeran Aidan, Kelvin. Tanpa ampun menebas dengan sadis siapa saja yang menghalanginya

ZAAAPP…

Terdengar suara pedang menembus daging. Tangan kanan Kelvin terjulur ke depan dan pedang berwarna putih peraknya menusuk perut salah satu pasukan Vanguard. Tubuh pasukan itu langsung ambruk ke tanah. Darah mengalir membasahi pedang milik Kelvin

Begitu melihat ada temannya yang terbunuh, beberapa pasukan Vanguard yang berjumlah 4 orang langsung mengelilingi Kelvin dari berbagai arah. Dengan sedikit senyum sinis dari Kelvin, langsung saja ia dengan cekatan menghabisi keempat Iblis yang mengelilinya dengan mudah

ZAAAP..

Kepala salah satu Iblis terpisah dari lehernya, dengan santainya Kelvin menebas kepala musuhnya, darah mengalir deras dari leher tanpa kepala itu. Sangat jelas sekali terlihat tenggorokan dari si Iblis, benar-benar pemandangan menjijikkan tetapi justru biasa saja bagi Kelvin, ia sudah terbiasa memenggal kepala musuh.

BUGH

Tubuh tanpa kepala itu ambruk, sementara kepala si Iblis menggelinding dan tertendang-tendang Iblis lain, ada pula yang menginjaknya

TRINGG TRRING TRRINGG

Sabetan-sabetan pedang Kelvin dengan cepat membunuh ketiga Iblis yang tersisa, ada yang tangannya terputus, jantungnya tertikam, atau bola matanya hilang karena sudah pecah ditusuk pedang Kelvin. Darah bermuncratan, membuat langit-langit seperti sedang dilanda hujan darah.

Di lain sisi yang tak jauh dari Kelvin berada, terlihatlah Stanley yang tengah terlibat pertarungan pedang yang seru bersama dengan Ornald

TRINGG TRRINGG

“Cukup baik, Stanley”

“Berhenti bicara, dan terima seranganku” Stanley membabi buta mengayunkan pedangnya. Dengan lincah ia bergerak kesana kemari dan menyerang Ornald dari berbagai arah.

Ornald agak sedikit kewalahan setelah
bertarung cukup lama dengan Stanley..

“Heii.. curang sekali kau, aku tidak ahli dalam Roost sama sekali” Ornald menghindar ketika Stanley mulai melemparkan bola-bola api kecil dari telapak tangannya. Raut wajahnya berubah ketakutan bila menghadapi Roost

“Oh, maafkan aku Ornald, aku tidak mengetahuinya” ucap Stanley polos, lalu Stanley memadamkan bola api di tangannya, dan kembali fokus pada ilmu pedang murni

TRING TRINGG

“Stanley, hati-hati, aku hampir saja menebas lehermu” seru Stanley dengan sombongnya

Kesal juga Stanley mendengar seruan Ornald. Kalau sudah seperti inilah barulah ia bergaya, tapi coba tadi, disaat ia menyemburkan bola api, raut wajahnya sudah seperti anak tikus yang ketakutan.

“Kalau kau bisa menebas leherku, aku sangat merasa terhormat. Cobalah jika kau bisa” Stanley berniat memprovokasi Ornald, jika ia sudah terprovokasi, alhasil serangannya pasti akan membabi buta dan tidak terarah, disaat seperti itulah Stanley nanti akan memanfaatkan kesempatan.

ZAAP ZAAP.. JEDAAAR DUAAR

“Arrgh.. tanganku..”

“Ah.. s..sial” kepala pun putus dari lehernya setelah si Iblis mengatakan ucapan terakhirnya

“Arrgggh.. panaaaas” dalam sekejap Iblis yang berteriak kepanasan berubah menjadi abu

Pangeran Vanguard seakan tidak tersentuh, puluhan Iblis Lucyfer di depannya bisa ia musnahkan dalam sekejap, banyak dari mereka yang terbunuh dengan cara sadis oleh Pangeran Vanguard. Kepala-kepala banyak tertebas, leher hampir copot, jantung, perut atau dada yang tertembus, tangan yang terputus, kaki yang hilang, bahkan hingga terbakar oleh Roost Api Vanguard, menyisakan tengkoraknya saja. Darah benar-benar dimana-mana. Pembantaian massal terjadi, Iblis-iblis yang mempunyai nama besar memang benar-benar tidak bisa dihentikan.

Sejauh ini, Pangeran Aidan dan Vanguard belum beratap muka, keduanya masih sibuk membunuh ratusan Iblis yang berusaha menghalangi

“Ve.. kita bertemu lagi” di udara, Melody bertatapan muka dengan Ve, padahal baru saja beberapa jam tadi ia berduel.

Padahal tadi, semenjak awal penyerangan, Melody masih tidak tersadar dan dijadwalkan tidak mengikuti perang oleh Pangeran Vanguard, tetapi disaat perang
mau dimulai. Melody kembali terbangun dari pingsannya, meskipun sekujur tubuhnya masih penuh luka dan sakit, ia menolak untuk melewatkan perang besar ini. Melody muncul belakangan ketika perang sudah berlangsung.

“M..melody.. tak kusangka kau sudah pulih secepat ini” ucap Ve seakan tidak percaya

“Tentu saja, aku bukanlah tipe Iblis yang pingsan dalam waktu lama, sangat disayangkan jika diriku melewatkan perang besar ini” jawab Melody

“Baguslah, aku jadi bisa membunuhmu kali ini, bukan hanya membuatmu tak sadarkan diri”

Tak lama setelah kemunculan Melody, ada sesosok Razkal di sampingnya. Ia bersiap
menyerang Ve dengan wajah dinginnya

“R..r..razkal” lidahnya terasa kelu, ia tidak menyangka bahwa mantan kekasihnya itu akan menyerang dirinya, atau bahkan membunuhnya

“Kenapa ? kau terkejut karena mantan kekasihmu ini akan segera menyerangmu” ledek Melody kepada tubuh kaku Ve

“Maa..maafkan aku, Ve. Ini merupakan perintah Yang Mulia” Razkal membuka suaranya, menatap nanar wanita yang dulu ia cintai.

“T…t..tapi kenapa, Razkal ? kau benar-benar menyebalkan” Ve mulai menitikkan air matanya

“Woww.. ternyata seorang Ve yang sadis dan ahli Roost gampang menangis karena masalah pria, lemah sekali kau” ledek Melody dengan tatapan sinis

“DIAM KAU IBLIS PENDEK” geram Ve marah

“Beraninya kau….” Melody ingin terbang menyerang Ve, sebelum Razkal menahannya

“Heeei.. sabarlah, jangan mudah terpancing emosi”

“Ciih dasar..” tak henti-hentinya Melody mengeluh

“Dengan berat hari, Ve. Aku terpaksa melakukan ini. Yang Mulia menyuruhku bersama Melody untuk menyerangmu” jawab Razkal datar

“B..b..baiklah jika memang begitu, majulah kalian berdua, aku tidak akan segan-segan membunuh kalian berdua sekaligus” gumam Ve pelan penuh percaya diri

“Ini yang kumau.. ayolah Razkal !! hiyaaat” Melody dan Razkal bagai pesawat jet yang melesat cepat kearah Ve

Ve dengan terbuka melayani kedua Iblis Vanguard yang menyerangnya

TRING TRRINGG DUAARR

Mereka bertiga terus beradu pedang dan berbagai macam Roost. Ketiganya dalam sekejap terlibat dalam pertarungan maha dahsyat dan menegangkan

Melody dan Razkal terus menyerang Ve dari berbagai arah. Segala macam Roost mereka lontarkan dengan kekuatan penuh

“Pengecut kalian.. beraninya menyerang dua lawan satu” Ve terpental keras kebelakang, tetapi tidak sampai jatuh tersungkur ke tanah. Darah mengucur dari sudut bibirnya. Jika situasi tetap seperti ini, bukan tidak mungkin  bahwa Ve akan terbunuh

“Aku tidak peduli… yang kupikirkan hanyalah menghabisimu” desis Melody sambil menatap mata Ve tajam

“Baiklah, aku sudah siap untuk mati. Mari bertarung !” kondisi tubuh Ve sudah benar-benar terkuras, selain karena pertempuran tidak seimbang, Ve sudah kelelahan untuk mengeluarkan Roost karena sebagian dari kekuatannya sudah dikeluarkan pada duel satu lawan satu melawan Melody tadi

“Terimalah ini” dengan segenap kemampuannya yang tersisa, Ve kembali mengeluarkan jurus yang digunakannya tadi untuk mengalahkan Melody

Tubuh tinggi Ve diselubungi oleh es yang menutupi seluruh tubuhnya, sebelum tak berapa lama kemudian, es itu terpecah menjadi beberapa bagian yang membentuk suatu bola es raksasa yang teramat dingin

“Bagaimana ini Razkal ?! jurus es itu lagi” Melody sedikit panik, ia masih trauma dengan kejadian tadi, disaat dirinya terpental keras akibat hantaman bola es raksasa tersebut

“Kau tenanglah, aku bisa menghancurkannya dengan esku” Razkal langsung merapalkan berbagai mantra untuk memanggil es nya, ia memang sudah mengetahui cara menghentikan jurus Ve itu, karena mereka berdua sama-sama ahli dalam es

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s