Wrestling & Love part 74

pizap_1437301468174

Mama Razaqa lalu berlari kearah anaknya dan dengan segera memeluknya

“Ya ampun Zaqaa… kamu buat mama khawatir tau ga” ujarnya sambil memeluk anak tunggalnya

“Maaf Ma” hanya kata itu yang terucap dari bibir Razaqa

Dia masih merasa sangat bersalah karena sudah membuat orangtuanya begitu khawatir terhadapnya

Razaqa lalu membalas pelukan Mamanya sambil sesekali menangis karena menyesali perbuatannya

Cukup lama ibu dan anak itu berpelukan, hingga akhirnya Mamanya melepaskan pelukannya

Kini Razaqa mendekati kearah Papanya..

PLAK

Papanya menampar dengan keras pipi Razaqa hingga pipi anaknya itu memerah..

“Kenapa kamu berani-beraninya mabuk haah, mau jadi apa kamu Zaqaa ?” tanya Papanya dengan nada meninggi

Razaqa hanya menunduk sambil memegangi pipi kirinya yang terasa sakit akibat tamparan tadi

“Jawaab Zaqq !! dasaar anak ga tau diuntung.. ga tau apa kalo orangtua kamu itu khawatir” teriak Papanya lagi dengan emosi
Memang sejak dulu, Papa Razaqa terkenal keras dalam mendidik anak tunggalnya itu, sangat bertolak belakang dengan Mamanya yang lemah lembut dan dapat memaklumi semua kesalahan anaknya

PLAK

Tamparan kedua kembali melayang ke pipi kiri Razaqa

“Terserah Papa kalo gamau maafin Zaqa” ucap Razaqa dengan dingin

Sejak kecil Razaqa memang lebih dekat kepada Mamanya dibandingkan Papanya..

Papanya hanya terdiam sambil menahan emosinya yang meledak-ledak..

Baru saja Papanya itu ingin
melayangkan tamparan ketiga.. tetapi..

“Udaah Om cukup !!.. Razaqa udah menyesali perbuatannya, jangan tampar dia lagi…” Elaine menghadang sambil merentangkan kedua tangannya di depan Razaqa

Emosi pria paruhbaya itupun perlahan mereda, istrinya juga membujuknya agar tidak termakan emosi saat itu..

“Makasih Len” bisik Zaqa pelan

Elaine tersenyum tipis sambil matanya menatap mata Razaqa

“Iya, sama-sama, lain kali, jangan kaya gitu lagi ya..
kasian Mama Papa kamu” ujar Elaine menasehati

Razaqa hanya membalas dengan anggukan kepalanya

“Yaudah, kamu pulang gih..
istirahat ya di rumah” Elaine begitu peduli terhadap cowok pencinta Barcelona itu

“Iya.. sekali lagi, makasih Len..
kalo ga ada kamu, aku gatau akan gimana”

“Ssst..udah gausah dilanjutin, yang terpenting, aku senang nolong kamu” ujar Elaine tulus

Razaqa begitu beruntung karena dikelilingi oleh wanita-wanita yang sangat baik dan perhatian kepadanya,
contohnya adalah Michelle dan Elaine..

Michelle adalah kekasihnya yang begitu perhatian dan sangat tulus mencintainya, tetapi apa yang ia buat ?
Ia malah membuat hati wanita itu menjadi sakit dan terluka karena dirinya..
Untuk saat itu, ia merasa sebagai cowok terbodoh di dunia karena tidak bisa membalas kasih sayang yang tulus dari kekasihnya itu.

Sementara Elaine, ia adalah gadis baru yang akhir-akhir ini muncul di kehidupannya, ia tidak kalah cantik dan juga baik dari Michelle..
Entah kenapa Razaqa seperti merasa bahwa Elaine menyukainya..
Bukan terlalu geer, tetapi memang itu kenyataannya, bisa dilihat dari perhatian yang diberikan dan cara bicara Elaine yang selalu ceria dan tersenyum bila di dekat Razaqa.

“Ayo, kita pulang, sayang” ucap Mama Razaqa mengajak anaknya untuk pulang dan berpamitan dengan Elaine
“Iya Ma” Razaqa mengangguk patuh.

“Oiya, nak Elaine..
makasih ya, udah mau ngerawat Razaqa dari kemarin sampe sekarang..maaf kalo ngerepotin” ujar Mamanya tidak enak

“Eh, gapapa kok Tante..
aku senang bisa nolong Razaqa” jawab Elaine

Setelah itu, Papanya Razaqa juga melakukan hal yang sama, yaitu berpamitan dan mengucapkan terimakasih kepada Elaine.

“Yaudah, aku pamit pulang dulu..
makasih sekali lagi” Razaqa membungkukkan badannya kearah Elaine

“Eh.. eh gausah kaya gitu juga kali, hihi kaya sama siapa aja”

“Iya sama-sama” Elaine tersenyum manis

Sebelum Razaqa keluar dari rumah Elaine, dengan cepat Razaqa memeluk Elaine

“E…eh” Elaine kaget bukan main, ia sekarang sedang berada di pelukan laki-laki yang ia cintai

Ia tidak bisa membayangkan bagaimana wajahnya saat itu, pasti sudah memerah bak kepiting rebus

“Makasih.. kamu emang teman yang baik” bisik Razaqa pelan

Elaine nampak tersenyum getir, hatinya sedikit sakit karena Razaqa hanya menganggapnya teman, padahal hal yang mereka lakukan semalam adalah hal yang dilakukan
oleh sepasang suami istri bukan sebatas teman

“Teman ya, hufft kamu harus kuat Elaine” batin Elaine dalam hati menyemangati dirinya sendiri

“Byee, aku pergi” Razaqa melepaskan pelukannya dan segera berlalu pergi dari rumah Elaine, meninggalkan Elaine yang sendirian disitu sambil menatap kepergian laki-laki yang dicintainya

“Andai kamu tahu Zaq..
ada benih kamu di rahim aku, aku terlalu takut kalo nanti aku hamil, aku harus gimana bilangnya..” batin Elaine sedih sambil memegangi perutnya

Memang belum ada tanda Elaine hamil atau tidak, tetapi dilihat dari dirinya yang sedang mengalami masa subur, sangat mustahil mengharapkan
benih yang ditanam Razaqa tidak membuahkan apa-apa..

Cepat atau lambat, ia pastiakan mengandung seorang anak..

~

Selepas kepergian Razaqa, Elaine masih sendirian di rumahnya itu, menunggu kepulangan Mama Papanya yang akan baru pulang besok malam..

Setelah lulus kuliah, Elaine belum mendapatkan pekerjaan, bukannya ia tidak berusaha mencari, tetapi memang orangtuanya yang menyarankannya agar dirinya tidak bekerja terlebih dahulu..
Menurut orangtuanya, wanita itu          setinggi apapun kuliah atau pekerjaanya, ujung-ujungnya berurusan dengan dapur
dan mengurus anak..

Elaine sangat tidak menyetujui persepsi itu, ia merasa bahwa wanita juga bisa menyamai kaum laki-laki, yaitu bekerja dan mencapai impian yang ia cita-citakan, tetapi apadaya..
Ia lebih memilih untuk tidak durhaka kepada orangtuanya, oleh karena itu, ia menerima saran dari orangtuanya tersebut. Dan keadaannya saat ini memang sangat pas bagi dirinya, karena tidak lama lagi, pasti Elaine akan mengurus anak.. ya, anak hasil dari hubungan yang bisa dibilang aneh.. si pria tidak sadar melakukan perbuatan itu.

Elaine sudah bersikeras agar Razaqa tidak melakukan hal tersebut, dia sudah meronta dan menangis saat itu.
Tetapi memangnya Razaqa yang sudah dikuasai oleh mabuk saat itu tidak bisa berpikir jernih lagi,
apalagi kekuatan laki-laki jelas sangat unggul dibandingkan wanita bertubuh mungil seperti Elaine.

Perasaan campur aduk menghinggapi gadis pencinta bebek itu, antara senang, kecewa, atau takut..

Senang karena “tembok kesucian” nya direnggut oleh seseorang yang ia cintai, meskipun memang itu adalah hubungan terlarang.

Kecewa karena Razaqa tega berbuat seperti itu, ya memang meskipun itu dipengaruhi oleh minuman keras yang membuatnya mabuk kemarin, tetapi Elaine memang kecewa terhadap sikap Razaqa itu, apalagi tadi dirinya hanya dianggap teman oleh Razaqa, perasaan Elaine terhadapnya hanya merupakan cinta satu arah yang tidak berbalas sampai kapanpun
Takut, takut jika Mama Papanya tau nanti, bisa dibayangkan pasti mereka berdua akan kecewa melihat anak gadisnya sudah tidak “suci” diluar nikah, ia tidak bisa membayangkan wajah Mama Papanya nanti yang kecewa terhadapnya.
Dan satu lagi, ia takut kalau memang nanti ia hamil, anak yang ia kandung itu tidak memiliki ayah. Bagaimana bisa ia meminta pertanggung jawaban Razaqa yang mencintai sahabatnya, yaitu Michelle.

“Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan selanjutnya ? apa hal yang aku lakukan semalam itu salah? mohon berikan petunjuk-Mu” ucap Elaine dalam doanya

~~

“Shaaanii” teriak Michael diiringi candaan

Michael sudah berada di rumah kekasihnya itu..

“Iiissh kamu tuh.. berisik tau teriak-teriak” Shani mengerucutkan bibirnya

“Hihi, ya gapapalah, lagian kan, rumah kamu jauh ke tetangga, jadi gapapa teriak kenceng-kenceng wlee” ledek Michael bercanda

“Issh nyebelin” Shani cemberut

“EH ? ohiya, kok kamu ga kerja ? ambil cuti ?” tanya Shani bingung karena melihat pacarnya itu yang berkunjung ke rumahnya

“Ya ampun Shan -_-” Michael memasang wajah segaris

“K..kenapa ? emang pertanyaan aku salah?” tanya Shani semakin bingung

“Sekarang kan tanggal MERAH Shani sayaaaang” jawab Michael sambil menekankan kata merah

Hari itu bertepatan dengan Hari Raya Nyepi yang dirayakan oleh umat Hindu di seluruh Indonesia

“Hihi ohiya.. duuh kok bisa lupa sih hehe” Shani menepuk jidatnya sendiri

“Dasar nenek, masih muda udah pikun” ledek Michael pelan

“Heh !?!?! apa kamu bilang ?!?” tanya Shani sambil membuat mimik wajah yang garang

“Hihi lucuk.. kamu gacocok kalo marah-marah” bukannya takut, Michael malah mencubit kedua pipi bakpao Shani
“Iiihhh kamu maaah.. sakit tau” keluh Shani

“Hehe iya-iya, abisnya gemesin tuh pipi” balas Michael

“Tau ah”

“Cie ngambek”

“Ga”

“Hehe.. udah Shan gausah ngambek, daripada ngambek, kita jalan-jalan aja gimana ? mumpung aku libur.. Kelvin sama Andela juga ikut katanya” bujuk Michael kepada Shani

“Hmm.. gimana ya?” Shani berpura-pura berpikir, jari telunjuknya ia letakkan di dagu

“Ayolah Shaaan..
ya ya ya ?” Michael memohon

“Oke” ucap Shani menyetujui

“Yeaay” Michael kegirangan layaknya anak kecil

“Shaaan… ayooo..
issh lama bangeet sih dandannya” teriak Michael dari depan kamar Shani

“Iiih iya-iya, ini udah selesai..” Shani lalu keluar dari dalam kamarnya

Michael hanya bengong melihatnya yang begitu cantik dan anggun bak bidadari..

Shani saat itu memakai gaun terusan berwarna hitam dengan bagian transparan di bahunya, yang dapat menunjukkan bahunya yang putih dan mulus, poni sampingnya diarahkan ke kanan dan rambutnya yang dikuncir kuda makin menambah keimutan dan kecantikan pada diri Shani

“Ini siapa ?” tanya Michael penuh kekaguman

“Iiih aku lah.. Shani” ucap Shani

“Eh.. ini kamu Shan..
kirain aku bidadari” gombal Michael

Pipi Shani tanpa disadari menimbulkan semburat marah yang membuatnya malu

“Iih.. kamu maah.. malah gombal”

“Hehe ciee merah pipinya” ledek Michael

“Iissh buruan, jadi pergi ga ??! kalo engga, yaudah aku masuk kamar lagi” ancam Shani dengan wajah yang dibuat-buat garang

“Eee.hh.. iya iya, ayo pergi” Michael menarik tangan Shani begitu saja..

“E..eh tunggu, jangan tarik-tarik” Shani hampir saja kehilangan keseimbangannya

Setelah itu, Michael berpamitan dengan kedua orangtua Shani sambil meminta izin membawa Shani keluar

“Tantt, Om.. Shaninya aku ajak keluar ya” ujarnya sopan

“Mau kemana kalian?” tanya Mama Shani lembut

“Jalan jalan aja Maah, kan libur” jawab Shani

“Iya Tant.. ga sampe malem kok, nanti sore juga pulang” celetuk Michael

“Oh, yaudah kalo begitu.. jagain Shani ya Mike” perintah Mama Shani

“Siap Tant” patuh Michael

“Hati-hati di jalan, jangan lupa makan siang nanti” ucap Papanya menambahkan

“Iyaa Paa, nanti Shani cari makanan di sana” patuh Shani

Setelah selesai berpamitan dengan kedua orangtua Shani, kini mereka berdua sudah berada di depan motor Michael untuk pergi ke mall

“Ayok naik..”

“Iya” Shani pun menaiki motor itu

“Hihi udah lama ya ganaik motor barengan kamu gini” lanjut Shani sambil sedikit tersenyum

“Hehe iya Shan, terakhir kali mungkin udah beberapa bulan lalu” jawab Michael

Motor Michael pun berjalan membelah jalanan kota..

~

20 menit waktu yang mereka tempuh untuk mencapai tujuan mereka

“Oke .. sampe” Michael mematikan mesin motornya

Shani pun turun dari motor dan memberikan helm

“Eh.. ohiya, kalian kan biasanya bertiga.. Razaqa ga diajak ?” tanya Shani

“Mmh.. Kelvin udah coba ngajak dia, tapi katanya dia gabisa.. yaudah gapapa, masih bisa lain waktu kan”

Shani mengangguk

“Ga ada Razaqa ga ada Michelle deh, biasanya kita selalu tiga pasang” ucap Shani sambil terkekeh

“Hehe iya, aneh emang..
kemana-kemana selalu berenam kalo kita” Michael menimpali dengan tertawa

“Semoga aja hubungan kita berenam bisa tetap terjalin selamanya” lanjut Michael lagi

“Amin”

“Yaudah yuk” Michael menggandeng tangan Shani

Setelah memarkirkan motornya, lalu mereka berdua pun masuk.
Di dalam sana, Shani yang memang seorang wanita *yaiyalah emang apaan
berbelanja barang ini dan barang itu, yang membuat Michael hanya bisa menemaninya saja..

Pasti Shani jika belanja milihnya lama banget, Shani membeli beberapa baju, setelah itu Shani mengajak Michae untuk masuk ke sebuah toko sepatu, ya Michael hanya ikut saja karena memang disini Michael hanya menemani Shani. Terlebih ya karena Shani sudah jarang ke mall, jadi ya wajar jika saat itu, dirinya benar-benar sibuk dengan aktivitas belanja

Shani tampak memilih-milih sepatu, sedangkan Michael hanya duduk di bangku yang disediakan sambil melihat kekasihnya yang sedang berusaha mengambil sepatu di rak paling atas sambil jinjit-jinjit lucuk (?)

Michael hanya tertawa memperhatikan Shani berusaha mengambil sepatu itu.
Shani langsung mengalihkan pandangannya kepada Michael

“Iihhh bantuin kek, malah diketawain” ucap Shani sambil cemberut, hal itu justru membuat Michael makin tertawa karena ekspresinya yang lucu

“Au ah” ucapnya lagi singkat sambil beranjak keluar toko

Michael yang melihatnya langsung berlari mengejarnya dan menahan tangannya

“Eh, jangan ngambek dong Shan.. mana yang mau diambilin ?” tanya Michael dengan wajah penuh penyesalan

“Nah gitu dong” wajah Shani yang semula cemberut langsung berubah menjadi ceria lagi
“Huft.. dasar cewek ini nyebelin juga, untung sayang” batin Michael dalam hati sambil tersenyum sendiri

Shani langsung menarik tangan Michael ke tempat sepatu yang tadi ia inginkan

“Tuh, ambilin yang warna putih” ujar Shani sambil menunjuk ke sebuah sepatu di rak paling atas, dengan mudah Michael mengambil sepatu

“Nih Shan” ucap Michael sambil memberikan sepatu itu

Shani melihatnya sejenak

“Nah sip, aku beli yang ini aja” ucapnya sambil berjalan menuju kasir tanpa bilang terimakasih kepada Michael sedikitpun

“Huh dasar cewek” batin Michael

Michael menunggu diluar sambil menunggu Shani membayar..

Setelah selesai, Shani menghampiri Michael yang menunggu di luar toko

“Makan yuk.. laper nih” ajak Michael yang sedari tadi menahan laparnya karena terpaksa mengikuti kemanapun Shani pergi yaitu ke toko-toko belanjaan

“Boleh, ayok” Shani mengiyakan ajakan Michael

“Eh iya, kamu janjian sama Kelvin dimana ?” lanjut Shani bertanya

“Disitu, di restoran tempat kita mau makan” jawab Michael

“Ooh okedeh”
Di tengah perjalanan menuju restoran, Shani menarik-narik tangan Michael

“Eh, sayang.. sayang, liat deh itu kalungnya bagus” Shani menunjuk sebuah kalung berbentuk love yang terletak di salah satu etalase toko, tanpa pikir panjang Michael langsung berjalan ke toko tersebut

“Mbak, kalung yang ini harganya berapa?” tanya Michael pada penjaga toko

“Yang itu 450 ribu mas” jawab penjaga toko itu

“Ya udah saya beli mbak” ucap Michael lagi

“Eh.. kalungnya kamu beli ?” ucap Shani yang baru saja sampai di belakang Michael
“Iya Shan.. kata kamu kan kalungnya bagus” kata Michael santai

“Eh.. tapi maksud aku nggak harus dibeli juga kan” ucapnya dengan sedikit pelan

“Terserah aku dong, lagian ini juga bukan buat kamu” goda Michael

“Ooh oke, pasti buat cewek lain..fine” ucapnya sambil berjalan meninggalkan Michael, langsung saja Michael menahan tangannya

“Nggak-nggak Shanikuwwh.. ini tuh buat kamu” kata Michael

Mendengar ucapan Michael, Shani langsung tersenyum kembali

Setelah selesai membayar, Michael memberikan kalung itu kepada kekasihnya

“Nih, dijaga ya, jangan sampe ilang atau rusak” kata Michael sambil memberikan kotak berisi kalung yang tadi ia beli

“Iya iya Mike, makasih ya..
aku sayang kamu” ucapnya sambil tersenyum manis

Sontak Shani memeluk Michael, padahal kan itu di depan umum..

“Eh.. eh Shan, udah dong..
malu kali, ini tempat umum” Michael mencoba melepaskan pelukan Shani *ahmunafik

“Eh iya maaf” pipi Shani merah merona

“Kalo di kamar mah gapapa, bahkan lebih dari itu” ujar Michael pelan

“APA ?!? Coba bilang lagi ?!?” teriak
Shani yang membuat semua mata pengunjung menatap kearah mereka berdua

“Duuuh Shan, bercanda-bercanda..
malu ah pada ngeliatin kita tuh”

“Hihi biarin.. abisnya kamu..

“Aku kenapa?” potong Michael

“Mesum” jawab Shani bercanda sambil berlari meninggalkan Michael

“Eh enak aja.. awaas yaa” Michael berlari mengejar Shani

Dasar -__- jadi kejar-kejaran di mall

“Aaaah kenaa” Michael menangkap Shani

“Sini aku cubitin nih pipi” lanjut Michael

“Ahahaha.. iya-iya ampun-ampun duuh geli, iih sakit jangan dicubit” keluh Shani

Mereka tidak segan-segan mengumbar kemesraan di depan umum, bisa dibilang mereka adalah pasangan gesrek tingkat dewa

“Udah ah.. ayuk makan” ajak Shani

“Yeeeh daritadi aku mau gitu, kamunya malah berhenti di toko kalung tadi” balas Michael

“Iya-iya maaf yuk” Shani menggandeng tangan Michael

Mereka pun melanjutkan berjalan menuju salah satu restoran yang berada di mall itu, setelah sampai, mereka segera memilih tempat duduk yang memang diatur untuk empat orang (dua lagi untuk Andela Kelvin yg belum datang).. Mereka memutuskan untuk duduk saja disitu sambil menunggu pasangan tersebut datang

“Ooii Mikeee..” terdengar suara yang tidak asing ditelinga Michael

“Oooii Vin.. kemari” Michael melambaikan tangan kearah Kelvin

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

also don’t forget to visit my blog mandalakelvin.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s