Annihilation part 14

cover

Kelvin dengan sabar mengoleskan berbagai jenis obat-obatan alami dari tumbuhan yang diracik oleh Shani kepada luka-luka di sekujur tubuh Ve, dengan sesekali dibantu oleh Shani yang mengambil segala keperluannya, mulai dari air berish, kain untuk mengelap luka dan obat berbentuk kapsul untuk menghentikan pendarahan dari mulut Ve.

Shani memang merupakan Malaikat yang ahli dalam bidang pengobatan, tak jarang pada saat perang, perannya menjadi sangat vital karena kemampuannya yang mampu meracik obat mujarab untuk menyembuhkan luka atau penyakit apapun. Gabriel dan Rafael merupakan dua Malaikat yang pernah merasakan kehebatan Shani dalam pengobatan.

Dalam suatu perang, pernah kedua Malaikat hebat itu mengalami luka yang luar biasa serius, bahkan Rafael pun sampai dinyatakan kritis karena pendarahan hebat. Tetapi mereka beruntung mempunyai Malaikat seperti Shani, hanya berbekal indra penglihatan dan penciumannya, ia bisa menemukan tanaman obat-obatan yang alami di taman yang berada di hutan Surga. Dalam waktu beberapa menit saja, Shani meracik obat tersebut dan jadilah.

Ketika Rafael dan Gabriel memakan obat tersebut, tak beberapa lama kemudian, tubuh mereka mulai kembali bugar, darah berhenti mengucur dan Rafael tersadar dari  masa kritisnya. Hingga akhirnya, Shani benar-benar dikenal oleh Para Malaikat sebagai Malaikat pengobatan.

Shani merupakan Malaikat yang luar biasa.

“Aaaww” rintih Ve menahan sakit ketika luka di lengannya diolesi obat merah

“E..eh maaf” reflek Kelvin berbicara

“Tidak apa-apa” balas Ve

“Emmh.. dimana lagi lukamu ?” tanya Kelvin kepada Ve

“Ughh.. di dada, perut, punggung dan paha” jawab Ve sambil masih sedikit merintih kesakitan

Baru saja Ve ingin membuka seluruh pakaiannya sebelum akhirnya Kelvin menahannya, ia hanya memakai pakaian dalam yang menutupi bagian dadanya saja sekarang

“Heei.. heei.. Ve.. kau gila”

“Maksudmu ? kau kan ingin mengobatiku”

“Kau tidak sadar kalau aku ini pria”

“Lalu ?” tanyanya dengan wajah tanpa dosa

“Yaampun” Kelvin menepuk dahinya sendiri

“Apakah kau tidak malu jika akan telanjang di depan Pria ?” lanjut Kelvin memperjelas

“Mengapa tidak ? aku percaya bahwa kau tidak akan melakukan hal yang macam-macam denganku” balas Ve

“Tetapi.. t..tetap saja.. aku bisa saja kehilangan kontrol..ah sudahlah” akhirnya Kelvin menyadari bahwa ada Shani disana yang merupakan seorang wanita, ia mengarahkan pandangan terhadap Malaikat
tersebut

“Ah.. iya.. Shani !”

“Hmm.. aku ?” Shani menunjuk dirinya sendiri

“Iya ! aku pikir, kau saja yang mengobati Ve, secara kalian kan sesama wanita”

Shani berpikir sejenak sebelum akhrinya menyetujui permintan Kelvin

“Yasudah” Kelvin lalu memberikan obat-obatan ke tangan Shani

“Baiklah, aku tinggalkan kalian berdua, jika sudah selesai, panggil aku” perintah Kelvin, ia lalu keluar dari tendanya meninggalkan kedua wanita lain jenis (Iblis Malaikat)

Tingallah mereka berdua, keadaan nampak canggung untuk sesaat sebelum akhirnya Shani memberanikan diri untuk bicara

“Hm..mmh..bolehkah aku menggantikan Kelvin mengobatimu ?” tanya Shani gugup tetapi dengan nada lembut

Ve tidak menjawab, ia hanya membuka seluruh pakaian dan celananya. Meskipun Ve tidak menjawab, tetapi Shani sudah menganggap bahwa Ve setuju untuk diobati olehnya.

Secara perlahan, Shani dengan sabar mengobati luka demi luka yang berada di sekujur tubuh Ve. Ia tidak berani berbicara satu patah kata pun selama proses pengobatan. Shani masih terlalu takut akan sikap Ve yang marah-marah kemarin ketika mendapati dirinya berduaan bersama Kelvin.

Akhirnya, setelah beberapa menit, Shani sudah selesai mengobati Ve, tubuh Ve sudah merasa membaik. Darah sudah tidak mengucur seperti sebelumnya, Ve kembali berpakaian lengkap

Tidak ada sedikitpun ucapan terimakasih dari bibir Ve, entah gengsi atau apa. Yang jelas bukannya berterimakasih, Ve malah menatap mata Shani tajam, seakan sedang marah kepada Malaikat itu.

“Kau !” tunjuk Ve dengan jari telunjuknya

“E..eh.. i..iya ?” Shani bergerak mundur perlahan, ia takut tiba-tiba Ve menyerangnya

“Apa perasaanmu terhadap Kelvin ?” Ve langsung bertanya ke inti masalah tanpa berbasa-basi sedikitpun

Shani agak sedikit kaget dan berpikir keras untuk menjawab

“Jawab pertanyaanku !!!” bentak Ve marah.

Salah satu alasan Ve marah dan cuek terhadap Shani bukan karena ia seorang Malaikat ataupun penyusup, alasannya sangat sederhana, Ve merasa bahwa Shani merebut Kelvin darinya. Itu saja. Ini merupakan masalah asmara, jauh dari kata
kerajaan dan perang

“Ehm.. i..it….itu.. a..aku mencintainya” jawab Shani pada akhirnya sambil tertunduk

Ve terkejut bukan main, ia sudah menduga akan hal ini. Sudah terlihat sejak awal bahwa Shani menaruh perasaan terhadap Pria yang ia sukai.

“Ternyata benar apa yang kusangka, kau memang mencintai Kelvin” gumam Ve pelan

Shani tetap terdiam, mulutnya seakan membeku untuk berbicara lebih banyak di hadapan Ve

“Tahukah kau ? aku juga mencintai pria yang sama sepertimu” Shani sebenarnya sudah tidak terlalu terkejut, Shani sudah mengira-ngira bahwa Ve juga menyukai Kelvin, terbukti saat kemarin. Ve begitu cemburunya ketika melihat dirinya dan Kelvin hampir berciuman

“Kau tidak sadar diri ?! kau itu hanyalah kaum Malaikat bodoh.. buat apa mencintai Iblis seperti Kelvin ?!” lanjut Ve geram menahan amarah

“A..aku tidak peduli, entah Malaikat lain memandang rendah diriku atau apa, yang jelas.. a..aku mencintainya, cinta tidak butuh alasan” jawab Shani tak mau kalah yang sontak menyulut emosi Ve

“Apa ??! b.. beraninya kau…” Ve bersiap melayangkan tamparan ke pipi Shani

Sebelum akhirnya, sosok yang menjadi biang masalah memunculkan batang hidungnya

“Nampaknya kalian sudah sele…” Kelvin belum menyelesaikan kalimatnya

“Heei !! Ve !! apa yang kau lakukan ?” tanya Kelvin mendekat kearah dua wanita di tendanya

Melihat kedatangan Kelvin, Ve menarik kembali tangannya, diurungkannya niat untuk menampar Shani.

“Terimakasih atas pengobatannya, aku pergi” Ve begitu saja langsung berjalan cepat keluar dari tenda Kelvin

“E..eh.. Ve..” Kelvin masih bingung tentang apa yang sebenarnya terjadi diantara kedua wanita tersebut

“Shani, apa yang sebenarnya terjadi dengan dia ?” Shani tidak menjawab, ia menunduk menyesal, jika waktu dapat diputar kembali, Shani tidak ingin menjawab seperti tadi

“Heei.. ada apa ?” Kelvin menggoyang-goyangkan bahu Shani pelan

Hanya gelengan yang didapatkan Kelvin dari Malaikat di depannya

~

“Mereka bodoh, taktik istirahat hanyalah bualanku saja” Pangeran Vanguard tertawa penuh kemenangan

Ia merencanakan penyerangan secara diam-diam ketika Iblis Lucyfer mengira bahwa itu adalah waktu Istirahat perang. Vanguard kini sudah berdiri di depan puluhan ribu Iblisnya, bersiap untuk menyerang Klan Lucyfer yang tanpa persiapan apapun.

Duel dirinya satu lawan satu melawan Aidan tidak akan pernah terjadi, Vanguard terlalu pengecut untuk hal itu. Ia memanfaatkan kondisi yang ada dengan mendeklarasikan penyerangan secara diam-diam

“Baiklah, semuanya. Aku mau dalam perang ini, kalian membantai mereka semua, tak ada ampun. Kali ini kita benar-benar berperang. Bunuh semua Iblis sebanyak yang kalian bisa” jelasnya dengan lantang

“Siap, Yang Mulia” jawab pasukannya serentak sambil mengacung-acungkan pedang/panah keatas

Razkal yang memimpin komando, sementara Melody dan Wildann masih berada di Istana karena luka pasca duel kemarin dan tadi.

Tidak ada Melody dan Wildann, bukan berarti mengurangi kekuatan Vanguard, mereka masih mempunyai pasukan penting lainnya, seperti Dhike, Yona, Elaine, Ornald dan Reyzuu. Semuanya berada di bawah pimpinan Razkal

“Yona, kau dan pasukan panah, terbanglah paling belakang. Tembak mereka ketika sudah dekat” perintah Vanguard

“Siap, Yang Mulia” jawab Iblis berambut pendek sebahu itu dengan penuh hormat

Setelah selesai memberikan komando dan perintah kepada tiap-tiap Iblis pentingnya, kini saatnya Vanguard memberikan aba-aba untuk menyerang

“Siap !!! SERAAAANG !!” Vanguard mengarahkan pedangnya kedepan

“SERAAAAANG”

Puluhan ribu Iblis beterbangan di udara, ada juga yang hanya berlari lewat darat. Semuanya mengarah ke satu tujuan yang sama, yaitu markas atau tenda-tenda para Iblis Lucyfer.

Benar-benar strategi licik yang dibuat oleh Vanguard, ia tidak mau mensetujui perjanjian sedari awal sebelum duel, untuk bertarung satu lawan satu dengan kakaknya, Pangeran Aidan.

~

Stanley tengah berpatroli keliling, melihat ratusan tenda yang ada disana, sekaligus mengawasi keadaan.

“A..a..apa itu ?” ia seperti melihat ada sekawanan pasukan di darat dan udara
yang perlahan-lahan mendekati area Klannya

Setelah ia melihat lebih teliti, barulah ia menyadari, bahwa Pasukan besar Vanguard menyerbu dan menyerang Lucyfer tiba-tiba

“Sial.. sial. sial.. aku harus beritahu Yang Mulia” langsung saja Stanley berlari tergesa-gesa menuju ke tenda milik Pangeran Aidan

“Heei.. ada apa kau berlari-lari ? seperti melihat setan saja kau ini” ujar Artha dengan santainya, ia belum mengetahui bahwa bahaya sebentar lagi akan segera datang

“Bodoh !! lihat kedepanmu ! Cepat beritahukan Kelvin, Ve dan yang lain. Kita diserang !!” Stanley terus terbang menuju tenda yang ukurannya paling besar dan berwarna, yaitu tenda Pangeran Aidan

“Sial… bajingan” Artha yang melihat sekawanan pasukan mulai mendekat langsung berlari panik ke setiap-tiap tenda

“Ambil senjata kalian ! kita diserang ! teriakannya selalu sama di setiap tenda

Tak lama kemudian, Vinze juga ikut membantu Artha dalam menyebarkan penyerangan ini

“Kelvin !! bersiap perang, kita diserang secara tiba-tiba” tibalah Artha di tenda Kelvin

“Apa ?!! s..sial, mereka pengecut” desis Kelvin geram

Kelvin langsung dengan cekatan mengambil Pedang, panah dan jubah perangnya,

“Shani, kau jangan beranjak darisini. Tunggu hingga aku kembali, jangan pernah coba-coba untuk keluar sedikit saja” perintah Kelvin

Shani hanya mengangguk, setelah itu Kelvin berniat melangkah keluar

“Tunggu” Shani menahan lengan Kelvin

“Ada apa Shan ? suasana benar-benar genting sekarang” Kelvin sudah mulai panik

“Kau benar-benar akan berperang ?”

“Tentu saja”

HAAP

Shani tiba-tiba saja langsung memeluk tubuh atletis Kelvin

“Berjanjilah agar kau kembali dengan selamat, aku harap Klanmu menang” tangis Shani tumpah di bahu Kelvin

“E..eh.. iya-iya terimakasih, kau tenanglah. Aku berjanji akan kembali dengan selamat” Kelvin melepaskan pelukan Shani lalu langsung pergi keluar tenda

“Aku mencintaimu, Kelvin” desis Shani pelan

Sementara itu, Stanley sampai di depan tenda milik Pangeran Aidan

“Yang Mulia !! Yang Mulia !!”

“Masuklah”

“Ada apa kau tergesa-gesa seperti itu, Stanley ?” tanya Pangeran Aidan bingung

“Haah.. haah, Vanguard Yang Mulia…” nafasnya terengah-engah

“Ada apa dengannya ?”

“Mereka menyerang Yang Mulia.. sekarang !! semua pasukannya menuju kearah sini” Pangeran Aidan langsung bangkit dari tempat duduknya dan mengepal tangannya keras

“Bajingan kau, Vanguard. Kau memang pengecut” desis Pangeran Aidan pelan, ia lalu mengambil peralatan perangnya dan keluar

Pangeran Aidan keluar, dilihatnya ratusan pasukan tengah berlari panik mondar-mandir kesana-kemari, suasana benar-benar kacau. Mereka benar-benar tidak siap akan perang tiba-tiba ini

“SEMUANYA !!!” Pangeran Aidan berteriak lantang, langsung saja keseluruh pasukan Klan Lucyfer berkumpul di depan pimpinan mereka

“Apa yang kau perintahkan, Yang Mulia ?” tanya Kelvin di depan Pangeran Aidan, disampingnya seperti biasa sudah ada Ve. Ia memaksa untuk tetap ikut berperang meskipun kondisinya tidak seratus persen karena duel yang baru saja ia jalani

“Aku tahu kalian semua pasti ketakutan, kematian benar-benar sudah menunggu kita.Kuharap kalian semua masih mau untuk berperang saat ini, meskipun kita tanpa persiapan, sebisa mungkin korbankan dirimu demi kepentingan Klan, bukan hanya kalian akupun begitu” pasukan Vanguard semakin mendekat, kurang lebih sekitar 100 meter lagi

“Kalian setuju untuk berperang sampai mati ?” tanya Pangeran Aidan lantang

“Yaaa, kami setuju Yang Mulia” jawab mereka berbarengan

Pangeran Aidan mengangguk mantap, bersiap memimpin pasukannya. Apapun yang terjadi, ia tidak akan gentar. Ia tidak sendirian, ia bersama ribuan pasukan setia lainnya yang berada di belakangnya.

Menanti untuk membunuh dan dibunuh. Itu sudah menjadi keharusan dan harga mati dalam sebuah perang

“BERSIAAAP !!!” Para Iblis membuka sayapnya masing-masing, ada juga beberapa yang ditugaskan bertarung di darat

“SEEERAAAAAANG !!!!” Pangeran Aidan mengarahkan pedangnya kedepan

“SEEERAAAAAANG !!!!

Kedua kawanan besar dari tiap Klan Iblis siap bertemu dalam perang maha dahsyat.

Bersiaplah !

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s