Wrestling & Love part 73

pizap_1437301468174

Teng teng teng..

Pertandingan dimulai..

Chris Jericho berinisiatif memulai serangan terlebih dahulu.. Para penonton sangat riuh mendukung wrestler favorit mereka,

Jericho mulai membangun momentum, ia tidak membiarkan AJ Styles mendapatkan kesempatan untuk menyerang..

Lionsault..
1,2.. Styles berhasil mengangkat bahunya sebelum hitungan ketiga

Lama match berjalan, AJ Styles mulai membalikkan keadaan..

AJ Styles melakukan Styles Clash !!!
1,2…. Jericho dengan sangat mengejutkan masih bisa bertahan..

Styles langsung mengubah posisinya menjadi kuncian andalannya yang bernama Calf Crsuher..  Jericho berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tali ring bagian bawah untuk memaksa wasit menghentikan kuncian Styles..

Tapi Jericho nampak sudah kesakitan dan kesulitan untuk mencapai tali..
Dan tak lama kemudian setelah ia lama bertahan, akhirnya Jericho taps out (give up)..

AJ Styles menang via submission..

~

Main Event
Dean Ambrose vs Brock Lesnar vs Roman Reigns

Seperti biasa..
The Human Suplex Machine Brock Lesnar mendominasi di awal dengan German Suplexnya berkali-kali kepada Ambrose maupun Reigns

SUPLEX CITY !!

Mantab duo The Shield itu berusaha bekerja sama untuk menghancurkan Brock Lesnar terlebih dahulu.. tapi kenyataannya sangatlah berbeda dengan apa yang dipikirkan, butuh waktu yang lama untuk membuat Brock Lesnar akhirnya jatuh.

Berawal dari Low blow Ambrose di pinggir ring.. Low blow adalah gerakan yang sebenarnya dilarang di dalam pertandingan satu lawan satu, karena move itu adalah memukul bagian selangkangan musuh.. tidak bisa dibayangkan bagaimana sakitnya
, di triple threat ini, semua menjadi legal (diperbolehkan) bahkan boleh memakai steel chair/bangku lipat untuk memukul musuh.

Setelah Lesnar jatuh karena lowblow..
Ambrose Reigns memanfaatkan kesempatan dengan melakukan double powerbomb ke meja komentator.. bukan hanya sekali, tapi dua kali. Dua meja komentator di pinggir ring sudah hancur akibat tubuh Brock Lesnar..

Tersisa Ambrose dan Reigns..
Dua sahabat yang bisa dibilang “saudara” ini bertarung, saling bertukar pukulan satu sama lain. Bahkan sahabat sekalipun dapat menjadi musuh abadi jika menyangkut gelar WWE World Heavyweight Champion..

Dirty Deeds !! Ambrose melakukan finishernya…

Tetapi Roman Reigns masih belum habis.. melainkan ia malah bangkit dan melawan Ambrose.

Pertarungan berlangsung dengan tempo tinggi, 10 menit kemudian..

Tanpa diduga Lesnar bangkit dan menyerang Reigns Ambrose dengan brutal..

Kimura Lock ke Reigns !!

Reigns harus taps out jika tidak ingin tangannya patah, tetapi Reigns tidak menyerah, ia berusaha melepaskan diri dari kuncian Lesnar.

Tiba-tiba dari arah belakang..
Ambrose datang dan memukul punggung Lesnar menggunakan steel chair berkali-kali, hingga akhirnya kunciannya terhadap Reigns pun lepas
. Lesnar jatuh keluar ring..
Ambrose memutar tubuhya dan SPEAR !! dari Reigns secara tiba-tiba
1,2,3 !!

Roman Reigns is going to Wrestlemania and facing Triple H for World Champion !!

*

Kelvin menutup laptopnya dan segera bergegas tidur, setelah sebelumnya mengucapkan selamat malam kepada Andela lewat BBM..

~~

Di lain tempat..

“Yaampun Zaqa, kok kamu mabuk gini sih” ucap Elaine sambil memapah tubuh Razaqa yang kesulitan untuk berjalan diakibatkan karena mabuk
berat

*Flashback on*

Razaqa berjalan sempoyongan setelah keluar dari bar.. dia tidak tahu betapa khawatirnya orangtuanya sekarang karena ia tidak kunjung pulang ke rumah

Sementara itu di rumah Razaqa

“Ya Tuhan Paah.. Zaqa kemana sih ? udah tengah malem gini belum pulang” Mama Razaqa mondar-mandir tidak jelas di ruang tamu rumah mereka

“Sabar Maah.. mungkin Razaqa kena macet, atau ada keperluan sama temennya” kata Papanya berusaha menenangkan

“Mama udah coba telepon dia?” tanya Papanya lagi

“Udah paah, udah berkali-kali, tapi ga diangkat-angkat.. Mama khawatir terjadi sesuatu sama ank kita” jawab Mamanya panik

“Hufft” Papanya seperti kehilangan akal..

“Ohiya, coba Mama telepon temen-temen terdekatnya, siapa tau Zaqa ada di rumah mereka” usul Papanya

“Yaudah deh, Mama coba” jawabnya setengah lesu

Mama Razaqa kemudian mencoba menghubungi teman-teman dekat Razaqa yang dirinya ketahui seperti Kelvin, Michael dan juga pacar anaknya Michelle

“Haloo”
“Haaloo Tantee ada apa?” jawab Michelle

“Michelle, Razaqa kerumah kamu ga ? daritadi dianya belum pulang sampe sekarang” balas Mama Razaqa

“E.h ? bener tante ? Razaqa belum pulang ?” tanya Michelle setengah tidak percaya

“Iya Syel”

Yang ia tahu, Razaqa sudah pulang dari rumahnya sejak 2 jam yang lalu, bagaimana bisa ia belum sampai ke rumah

“Syel”

“Ehiya tante maaf”

“Tadi Zaqa kerumah kamu?”
“Tadi sih iya tant.. tapi dia udah pulang dari rumah aku sejak jam 10 tadi kok”

“Duuhh kemana ya tuh anak?” Mama Razaqa mulai panik, takut sesuatu terjadi menimpa anak tunggalnya

“Yaudah makasih ya Syel.. kalo ada kabar tentang dia, telepon tante ya”

“Iya Tant, Michelle juga ntar coba nyari keberadaan dia dimana”

Telepon pun ditutup

“Duhh kamu kemana sih Zaq ? bikin aku khawatir tau ga ?” keluh Michelle sambil memasang wajah panik

“Apa ini gara2 aku marahin dia tadi ?” rasa bersalah mulai menyelimutinya

“Aaah, harusnya aku ga harus secemburu kaya tadi” Michelle
mengacak-acak rambutnya sendiri

~

Tak jauh dari bar yang baru saja dikunjungi Razaqa, ada sebuah minimarket..
Dan kebetulan Elaine baru saja pulang darisana untuk membeli kebutuhan di rumahnya..

Dari kejauhan ia melihat seseorang yang tidak asing baginya sedang berjalan sempoyongan seorang diri..

“Eh itu bukannya Razaqa ya ?” batin Elaine dalam hati

Ia memberanikan diri untuk mendekati orang yang ia sangka Razaqa itu..
Dan setelah terus ia dekati, dan benar saja, itu adalah kekasih dari sahabatnya yaitu Razaqa
“Yaampun Zaqa, kok kamu mabuk gini sih” ucap Elaine sambil memapah tubuh Razaqa yang kesulitan untuk berjalan diakibatkan karena mabuk berat

Razaqa tidak menjawab, hanya terdengar gumaman tidak jelas darinya, tidak jauh berbeda seperti orang-orang mabuk pada umumnya

Karena berhubung rumah Elaine dekat dari situ, Elaine memutuskan membawa Razaqa yang mabuk ke rumahnya, dan kebetulan juga bahwa Papa Mamanya sedang ada urusan di luar kota, hanya ada Elaine seorang diri disana

“Kamu tunggu sini ya..
aku mau ngambil minum dulu buat kamu” ucap Elaine setelah Razaqa duduk di sofa ruang tamu rumahnya
Razaqa masih saja terpengaruh efek dari minuman keras.. hanya ada sedikit anggukan kecil dan gumaman tidak jelas darinya yang memanggil-manggil nama Michelle..

“Michelee Michelle” teriakan tidak jelas dari Razaqa

Tak lama kemudian, Elaine kembali dengan segelas air putih yang akan diberikan kepada Razaqa

“Nih, kamu minum dulu..” Elaine mencoba meminumkan air itu ke mulut Razaqa

“Kamu kenapa mabuk-mabukan gini sih ? aku gasuka kamu kaya gini” ucap Elaine menasehati

“Pasti Mama Papa kamu khawatir sama kamu” lanjut Elaine
Elaine melihat HP milik Razaqa di saku bajunya, ia berinisiatif untuk mengabari kedua orangtua Razaqa agar mereka tidak khawatir mencari keberadaan anaknya

“Mending aku telepon Mama Papa Razaqa” Elaine mencari-cari kontak Mama Razaqa.. dan ketemu..

Tertera tulisan “Mama” disana

Telepon pun tersambung

~

Suara getar HP menyadarkan kedua pasangan berbeda jenis kelamin itu

“Paaahh.. Razaqaa paah.. Razaqa nelpon” ucap Mamanya sumringah setelah mengetahui bahwa nama si pemanggil bertuliskan “Razaqa”
“Haloo sayang.. kamu dimana? bikin mama khawatir aja” ucap Mamanya dengan cepat

“H..h..halo Tant.. ini bukan Razaqa”

“Looh ini siapa ? Razaqanya mana ??” tanyanya panik

“Tenang Tant.. saya temennya Michelle, nama saya Elaine..
dan Razaqa ada di rumah saya, dia baik-baik aja kok”

“Oh gitu, fyuuh syukurlah.. Dimana dia sekarang, tante mau ngomong ?”

“Razaqanya lagi tidur Tant, tadi saya ngelihat dia di pinggir jalan lagi mabuk, maka dari itu saya bawa kesini, ke rumah saya” ucap Elaine menjelaskan

“Apa ?? mabukk ?!?!” tanya Mama Razaqa kaget, tidak menyangka
anaknya seperti itu

“Iya Tant.. entah gimana, aku juga gatau kenapa Razaqa bisa mabuk kaya gini” balas Elaine

“Oh gitu.. yaudah, tante titip Razaqa yaa nak Elaine.. besok pagi, kami jemput ke rumah kamu, alamat rumah kamu dimana ?”

“Di Jalan Sudirman no 48 Tant”

“Yaudah, besok tante kesana jemput Razaqa, sekarang.. jagain dia baik-baik ya” pesan Mamanya

“Iya Tant.. saya jagain Razaqa”

“Makasih ya nak Elaine, maaf ngerepotin kamu, makasih juga udah ngabarin tadi”
“Sama-sama Tant, engga engga, ga repot sama sekali kok”

“Yaudah, selamat malam Elaine”

“Iya, malem Tant”

Telepon terputus

“Gimana Maa ??? dimana Razaqa ?” tanya Papanya menuntut penjelasan

“Papa tenang aja, Zaqa baik-baik aja kok, dia lagi ada di rumah temannya Michelle”

“Ta..tapii..” lanjut Mamanya menggantung

“T..tapi apa Maa ??”

“Teman Michelle tadi ngasih tau kalo Razaqa mabuk”
“Apaa ?!? mabukk ??”

Mamanya hanya mengangguk lemah sambil menangis

“Kenapa anak kita, bisa mabuk-mabukan kaya gitu?” kata Papanya

~~

“MICHELLE MICHELLE, MAAFIN AKU” Razaqa mengigau tidak jelas

“Michelle ?? aku Elaine Zaq.. Elaine..
bukan Michelle” kata Elaine sambil memegang kedua bahu Razaqa yang masih berbaring

“Kamu nginep di rumah aku dulu ya, abisnya kamu mabuk gini” ucap Elaine khawatir

Razaqa malah tidak menjawab, dia hanya memegang kepalanya yang pusing sambil duduk di sofa, pengaruh minuman kerasnya belum hilang sepenuhnya..

“Ayo, kamu tidur di kamar aku aja.. kalo disini nanti kamu kedinginan, yang ada jadi sakit lagi” Elaine memapah tubuh Razaqa yang dua kali lebih tinggi dari tubuh mungilnya, meskipun kesulitan pada awalnya, akhirnya Elaine bisa membawa
Razaqa ke kamarnya..

Razaqa dibaringkan di kasur yang tidak terlalu besar itu, di pinggir ranjang terdapat boneka bebek berwarna kuning yang tidak terhitung jumlahnya, Elaine memang seorang wanita pecinta bebek, khususnya boneka bebek.

“Eh.. badan kamu anget banget..” kaget Elaine ketika ia menempelkan tangannya ke kening Razaqa

“Tunggu disini ya, aku ambil kompres dulu buat nurunin panas kamu” lanjut Elaine berbicara kepada Razaqa yang tidak merespon daritadi

Elaine pun pergi ke dapur untuk mengambil air, untuk dibasahkan dengan sapu tangan yang sudah ia bawa di tangannya

“Aaaakk” Razaqa tidak bisa berpikir jernih, ia memegang kepalanya yang seakan berdenyut-denyut

“MICHELLE MICHELLE” lagi-lagi ia meneriaki nama itu

“Zaqa !! Zaqaaa !! kamu kenapaaa?” teriak Elaine dari dapur, karena suara teriakan Razaqa cukup keras sehingga bisa terdengar oleh Elaine

Elaine yang sudah membawa kompresan dengan panik langsung berlari ke kamarnya, takut terjadi sesuatu yang buruk menimpa Razaqa

“Zaaq zaqaa.. ada aku disini.. kamu tenang ya… iya-iya, nanti kalo kamu udah sehat, kita ketemu Michelle” ucap Elaine menenangakan

“Sekarang kamu tiduran dulu
aku mau kompres” perintah Elaine

Tetapi Razaqa tidak menuruti perintah Elaine, melainkan ia malah semakin ngamuk tidak jelas

“E..Eh.. eh kamu mau ngapain ?!?! ” Elaine setengah panik ketika wajah Razaqa tiba-tiba mendekat ke wajahnya

“Michelle aku cinta kamu, jangan tinggalin aku” ucap Razaqa setengah sadar

“Eh.. aku Elaine Zaq.. Elaine.!! bukan Michelle!!” teriak Elaine berusaha menyadarkan Razaqa

CUPS..

Razaqa yang sudah dikuasai oleh pengaruh minuman keras dengan kasar mencium bibir mungil Elaine

“Zaaqaaa.. aahh jangaaann.. jangan lakuin itu” Elaine berusaha memberontak..

Namun apadaya, tubuhnya yang mungil jelas bukan sebanding dengan tubuh Razaqa yang tinggi dan atletis..

Razaqa dengan mudah mendorong Elaine ke kasur

“Aaaw” Elaine mengerang kesakitan akibat didorong kasar

Razaqa secara perlahan mulai membuka kancing bajunya satu per satu hingga menampilkan dadanya yang bidang dan tubuhnya yang sixpack

“Razaqaaa.. hikss.. pliss sadar.. aku gamau” isak tangis sudah terdengar dari Elaine

Namun, Razaqa yang mabuk tidak merespon kata-kata Elaine barusan, melainkan malah semakin bernafsu untuk “meniduri” Elaine yang mungkin ia sangka Michelle (?)
Razaqa menindih tubuh mungil Elaine..
bibirnya dan bibir Elaine saling mengikat satu sama lain, lama kelamaan remasan-remasan kecil mulai terasa ke dada si gadis

“Razaaaqaaa jangaaann aaaaahh” desah Elaine memberontak

Singkat cerita.. kalian tau sendiri apa yang terjadi (?) tidak usah diceritakan kejadian yang ena ini :v

~

“Zaqaa !! kamu dimana sih?” Michelle di rumahnya sedang mengkhawatirkan kekasihnya yang tidak ditemukan
keberadaannya sejak tadi

“Tuhan, tolong lindungi dia dimanapun dia berada, aku sangat mencintainya” doa Michelle sambil tangannya menelungkup di depan perut

~~~

Fajar mulai menyingsing..
sang surya mulai menampakkan dirinya di ufuk timur…

Razaqa terbangun dari tidurnya..
Matanya menerawang ruangan yang terlihat asing baginya

“Eh gw dimana ?” batin Razaqa sambil membuka selimut putih yang menutupi tubuhnya

Pakaian dan celananya tetap terpasang di tubuhnya, mungkin Elaine yang memasangkannya semalam,

Kepala Razaqa masih terasa pusing meskipun sudah tidak terlalu,

Ia tidak ingat sama sekali apa yang terjadi semalam, dan ia juga tidak tahu sekarang berada di rumah siapa

“Eh, kamu udah bangun Zaq ?” terlihat gadis mungil yang terlihat tidak asing baginya masuk dari pintu

“E..e..elaine ?? a..ak.. aku ada dimana ?” tanya Zaqa kebingungan

“Heei.. tenang, gausah panik gitu..
kamu ada di rumah aku” balas Elaine memberitahu

“Rumah kamu ?”

“Iyaa.. rumah aku”
“Semalem emang aku kenapa ? kol bisa ada di rumah kamu ? aku gainget sama sekali Len” ucap Razaqa

Lalu Elaine menceritakan dengan detail kepada Razaqa tentang dirinya yang mabuk berat semalam, sampai Elaine memutuskan untuk membawa Razaqa ke rumahnya

“Eh iya kah ?? duuh maafin aku Len, ngerepotin kamu” Razaqa merasa tidak enak

“Gapapa kok, aku senang…yang penting kamu nanti jangan pernah mabuk lagi” ujar Elaine menasehati sambil sedikit tersenyum getir

“Oiya, Mama Papa kamu kemana Len ? tanya Razaqa lagi

Elaine sedikit bingung dan termenung, apakah ia harus menceritakan juga
kejadian semalam ? Razaqa baru saja menghancurkan “tembok kesucian” Elaine

“Engga engga, aku gamau ceritain itu dulu” batin Elaine dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri

Ia lebih ingin memendam kejadian tersebut, dia terlalu takut jika Razaqa marah..

“Leen.. heeii kok bengong ??” Razaqa membuyarkan lamunan Elaine

“Eh.. iya.. iyaa, ada apa ?”

“Issh kamu kenapa sih bengong gitu, aku tanya, kemana orangtua kamu ?” ucap Razaqa mengulangi pertanyaannya

“Oh.. itu..
Mama Papa aku lagi ada kerjaan di luar kota, mungkin besok atau lusa baru pulang” jawab Elaine sambil sedikit pura-pura cemberut

Razaqa hanya mengangguk-angguk saja tanda mengerti

“Oiya, ini jam berapa ?” Razaqa menerawang ke langit-langit rumah Elaine mencari-cari jan dinding disana

“Jam 8 pagi Zaq…
kenapa emangnya ?” balik Elaine bertanya

“Gapapa kok cuma nanya aja..
dan oiya aku harus pulang sekarang, Mama Papa aku pasti nyariin” Razaqa bergegas bangun dan bersiap mau pergi dari rumah Elaine

“Eh.. t..tunggu” Elaine menahan lengan Razaqa

“Kamu tenang aja..
Mama Papa kamu udah aku kabarin kok semalem.. mereka udah aku bilangin kalo kamu ada di rumah aku” ucap Elaine menjelaskan

“Dan nanti.. mereka sendiri yang jemput kamu kerumah aku, mungkin bentar lagi sampe..
jadi kamu disini aja ya dulu, istirahat” Elaine begitu peduli terhadap Razaqa

“E..ehh.. iy..iya deh” Razaqa secara perlahan mulai tertarik kepada Elaine..

Gadis pencinta bebek itu sangat perhatian kepada dirinya, tanpa sadar, Razaqa mulai membuka perasaannya untuk Elaine, tetapi ia sadar.. disisi lain, ada Michelle disana yang merupakan kekasihnya

Tak lama kemudian
ada sebuah mobil yang berhenti di depan rumah Elaine..

“Aah.. itu mungkin orang tua kamu..
aku keluar nemuin mereka dulu ya” ucap Elaine lalu bergegas keluar rumahnya

“Permisi” teriakan seorang wanita yang merupakan Mamanya Razaqa

“Iya Tant.. tunggu sebentar” teriak Elaine sambil membuka pintu

“Haai.. kamu yang namanya Elaine ya?” tanya Mamanya Razaqa

“Iya Tant.. aku Elaine, Om.. aku Elaine” Elaine menyalimi kedua tangan orang tua Razaqa

“Razaqanya mana ?” tanya Papa Razaqa
“Ada kok didalem.. ayo masuk dulu Om, Tant” ucap Elaine mempersilahkan

Setelah mereka bertiga sampai di dalam ruang tamu..

“Om Tant.. aku ambilin minum dulu sekalian panggilin Razaqa nya ya, dia ada di kamar” ujar Elaine sopan sambil berlalu

Mama Papa Razaqa hanya mengangguk sambil melihat-lihat sekeliling rumah Elaine yang lumayan besar itu..

Di sudut-sudut rumah, terpampang foto-foto Elaine dengan keluarganya, ada satu wanita dan laki-laki paruhbaya yang merupakan Papa Mamanya dan sesosok laki-laki muda yang merupakan Kakak Elaine dan juga sosok Elaine itu sendiri

“Zaqaa.. ” panggil Elaine dari luar kamar

“Iya Leen ?”

“Aku boleh masuk?” tanya Elaine

“Masuk aja Len.. ini kan kamar, kamar kamu.. hihi kamu ini lucu pake minta izin segala” Razaqa terkekeh

Elaine lalu masuk membuka pintu

“Mama Papa aku udah ada ?” Razaqa langsung bertanya

Elaine mengangguk

“Iya, mereka ada di ruang tamu, kamu temuin mereka gih” perintah Elaine

“Oke, makasih ya Len” ucap Razaqa tersenyum

Elaine membalas tersenyum

Razaqa keluar dari kamar Elaine, berjalan menuju ruang tamu, ia melihat sepasang pria dan wanita yang merupakan Mama Papanya..

Di satu sisi ia sangat takut jika kedua orangtuanya memarahinya, tetapi disisi lain, ia merasa bersalah dan ingin meminta maaf kepada mereka atas perilakunya semalam yang sudah keluyuran hingga mabuk

“Ma, Pa” Razaqa sudah berada tepat di depan kedua orangtuanya sambil tertunduk

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

Satu tanggapan untuk “Wrestling & Love part 73

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s