God’s Play, Part3

Delta, Viny dan Sagha yang bertugas untuk menyelamatkan Rizal dan Yupi kini sudah berada disuatu ruangan, mereka langsung mengendap – ngendap perlahan, langkah mereka di atur sedemikian rupa, agar tidak di ketahui oleh musuh.

“Inget ya, semua harus hati – hati, sekarang kita ada di kawasan musuh.” Kata Delta

“Vin, lokasinya masih jauh ?” Tanya Sagha

“Dikit lagi kita sampai, tapi apa kita yakin bisa nyelametin mereka ?”

“Harus yakinlah, biar gimanapun mereka berdua bagian dari kita, susah senang harus di tanggung bersama.”

“Tumben ucapan lo bener, Gha.”

“Otak gue lagi lapar, pengen nonjok para cecunguk.”

Mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan arahan dari Vinny.

“Stop !!! sinyalnya kuat, tempat mereka di sekap disini.” Vinny menunjuk salah satu pintu

“Sip, biar gue intip dulu, kita liat dulu jumlah mereka.”

Delta langsung meminta Sagha untuk berjongkok, sedangkan Delta langsung menaikkan kakinya ke pundak Sagha, dia langsung melihat ke dalam di balik celah – celah pintu atas.

“Gimana Del ?” Tanya Vinny

“Ada kurang lebih tujuh orang musuh di dalam, tapi Vermo gak ada disana.” Delta langsung turun dari pundak Sagha “ Gimana apa tiap orang sanggup lawan satu prajurit ?”

“Tiga prajurit gue sanggup.”

“Jangan sombong Gha, mereka bawa senjata, kamu lengah sedikit bisa melayang tuh nyawa.” Kata Vinny

“Iya – iya maaf.”

Delta langsung melihat sekeliling, memperhatikan setiap pojok yang ada, mungkin dia sedang mencari sesuatu, agar bisa di jadikan senjata.

“Eh, itu kotak apa ?” Tanya Vinny

“Coba buka.” Delta langsung menghampiri kotak itu dan langsung membukanya “Weh ada senjata nih.”

Mereka langsung mengambil beberapa senjata yang ada di dalam kotak.

“Gimana ? udah cukup ?”

“Lumayanlah.”

“Inget Gha, peluru di pistol itu cuma ada tiga, jangan di hamburin, gunain pas keadaan emang lagi terdesak banget.”

“Sip, gue paham Del.”

“Oke, rencanya gini, gue sama Vinny bakalan masuk duluan, dan dua orang langsung masuk mengendap – ngendap, jalan ke arah Rizal, Ahmad dan Yupi, lalu bebasin mereka, gimana udah paham ?”

“Sip, gue paham.”

“Oke, sekarang kita mulai eksekusinya.”

Mereka langsung mendekati pintu yang di dalamnya ada Rizal, Yupi dan Ahmad, Delta langsung membuka pintu secara perlahan dan tiga orang langsung berjalan secara mengendap – ngendap kiri kanan menuju ke arah tempat Rizal, Yupi dan Ahmad.

“HEI KALIAN, LEPASIN TEMEN GUE.”

Rupanya Sagha yang telah mengerti dengan rencana yang diberikan Delta langsung berteriak demi memancing perhatian para prajurit lainnya, agar tiga orang yang bertugas membebaskan Rizal bisa bergerak dengan lancar.

“Rupanya empat musang masuk ke dalam sarang macan, sepertinnya kalian ingin menyerahkan nyawa dengan sukarela.”

“Cih, jangan banyak bicara, kita lihat siapa yang akan menang.”

Sagha dan Delta langsung berlari dan langsung menghajar beberapa prajurit yang menghadang mereka berdua, sementara itu Vinny bersembunyi di tempat yang aman, sambil mengawasi gerak – gerik sekitar.

Sagha langsung melancarkan serangan bertubi – tubi dan alhasil dia berhasil melumpuhan dua prajurit, sementara itu Delta telah berhasil melumpuhkan tiga prajurit, kini tinggal tersisa dua prajurit lagi yang harus mereka berdua lumpuhkan,

“Gimana ? lo masih kuat, Gha ? tinggal dua lagi ?” Tanya Delta

It’s ok buat numbangin satu cecunguk gak masalah.”

“Oke kita mulai eksekusi terkahirnya sekarang.”

Dua prajurit yang tersisa langsung menyerang Sagha dan Delta, dua prajurit itu tanpa piker panjang langsung mengarahkan tombak mereka ke arah Delta dan Sagha. Beruntung Delta dan Sagha berhasil menghindar tepat waktu sebelum tombak itu mencabut nyawa mereka berdua.

Sagha dan Delta kini telah ada di dua posisi yang berbeda, Sagha di kanan sementara Delta di kiri, dan dua prajurit masih berda di tengah – tengah.

“Del, biar gak makan waktu, boleh gue pakai ini ?” Delta langsung menunjukkan pistol yang tadi ia dapat

“Pakai aja Gha, kita juga udah gak punya banyak waktu, gue juga mau pakai ini.” Delta juga langsung mengeluarkan sebuah pistol yang biasa ia pakai.

Delta dan Sagha langsung mengarahkan kedua pistol itu kea rah dua prajuti yang tengah mereka kepung.

“Dalam hitungan ketiga, kita habisi mereka Gha.”

“Oke..”

“Satu…”

“Dua….”

“Ti…….”

BRUGGG !!!!

Rupanya keberuntungan belum berpihak pada Delta dan Sagha, sebelum Delta berhasil menyelesaikan hitungannya, kedua prajurit itu telah lebih dahulu melemparkan kedua tombaknya ke arah mereka. Tapi beruntung bagi mereka berdua, berhasil menghindar dengan tepat waktu, selamat untuk kedua kalinya

DOR !!!

DOR !!!

Tanpa menunggu komando dari Delta, Sagha langsung saja melancarkan tembakan ke arah dua prajurit yang tersisa, dan dua tembakan itu berhasil kena tepat sasaran.

“Kelamaan ah Del, jadi sorry gue eksekusi langsung aja.”

“Selow Gha, gue makasih banget sama lo.”

Tiga orang yang bertugas membebaskan Rizal , Yupi dan Ahmad telah berhasil membawa mereka bertiga keluar dari sarang musuh. Delta, Vinny dan Sagha langsung menyusul mereka keluar.

“Lo gak apa – apa Zal ?” Tanya Sagha

“Santai Gha, gue baik – baik aja, uhuk.. cuma emang sedikit lemes aja.”

“Untung kalian dating tepat waktu.” Kata Ahmad

“Kak Vinny, aku takut banget.” Yupi langsung saja memeluk Vinny seperi anak kecil

“Untunglah kalian bertiga masih selamat, gue jadi lega.” Kata Delta

“Makasih ya Del, lo semua mau nyelematin kita bertiga.”

“Santai aja Zal, kita disini semua udah kayak keluarga, dan itu udah jadi kewajiban buat saling tolong menolong.”

“Eh bentar – bentar, Chris menghubungin nih.” Vinny langsung menjawab panggilan Chris

“Hallo, kenapa Chris ?”

“Vin, gimana ? berhasil ?”    

“Berhasil, Rizal, Yupi dan Ahmad udah selamat, terus alat yang di butuhin buat device gimana? Apa udah berhasil ?”

“Tim pencuri udah berhasil bawa alat – alat yang kita butuhin dari laboratorium mush, mendingan sekarang lo semua cepetan balik, musuh pasti gak bakal tinggal diam.”

“Siap, Aku dan yang lainnya sekarang mau balik ke markas, nanti kita bicarain rencana selanjutnya di markas.”

“Oke siap, hati – hati Vin, dan makasih atas bantuannya.”

“Oke sama – sama.” Vinny langsung mengakhiri percakapannya dengan Chris

“Mendingan sekarang kita segera balik ke markas, takutnya musuh balik lagi.” Kata Delta

“Gue setuju.”

Delta dan tim penyelamat lainnya yang telah behasil menyelamatkan Rizal, Ahmad dan Yupi langsung berjalan menuju ke tempat persembunyian mereka.

……..

“Apa yang terjadi ? dimana tawanan ?”

“Ma..ma.. maaf ketua, mereka berhasil lolos, tadi Delta dan yang lainnya datang kesini membebaskan para tawanan.”

“Arghhh sialan kau Delta, lagi – lagi kau selalu saja menghancurkan rencanaku, dua kali kau menghancurkan rencanaku, pertama saat aku akan menangkap Chris dan Gery, dan sekarang kau membebaskan tawananku, akan kubunuh kau Delta.”

“Ketua, saya menemukan ini, apakah ini milik ketua ?” Salah satu prajurit menyerahkan sebuah benda kepada orang yang di panggilnya ketua, yang tidak lain adalah Vermo.

“Ini bukan milikku, tapi ini bisa jadi sumber informasi bagi kita.” Kata Vermo “Bawa ini ke markas, dan suruh orang IT untuk membukanya, ini akan sangat berharga.” Sebuah senyuman licik terbesit di wwjah Vermo

……..

“Syukurlah kalian sudah kembali dengan utuh dan selamat.”

Melody langsung menyambut kedatangan Delta dan yang lainnya, sementara itu Rizal dan Ahmad langsung di baringkan di atas kasur, karna luka mereka berdua cukup parah, hanya Yupi yang tidak mengalami luka sedikitpun, paling hanya memar di pergelangan tangannya.

“Maaf ya, kita buat kak Melody dan yang lainnya khawatir.” Kata Yupi

“Gak apa – apa kok Yup, udah jangan dipikirin lagi ya, yang penting kalian bertiga udah selamat itu udah lebih dari cukup.”

“Iya Kak, aku kira aku bakalan mati tadi, tapi untungnya Tuhan masih sayang sama aku, nyelametin aku dan yang lainnya lewat kak Delta.”

“Hus jangan ngomong gitu Yup, biar gimanapun kita semua disini adalah keluarga.”

“Makasih ya kak, aku bersyukur banget bisa kenal sama kak Melody dan semuanya.”

Sementara itu, Chris, Gery, dan Alpha sedang sibuk mengotak – atik struktur kode yang ada dalam device.

“Gimana Chris ? udah berhasil ?” Tanya Delta

“Sip, alat – alat yang dibilang Alpha cocok, dan struktur data dalam device ini udah gue sesuain dengan struktur yang ada di chip, sekarang lagi proses pencocokan dan scan.”

“Syukurlah, seenggaknya harapan kita muncul, biarpun cuma sedikit.”

“Lo bener Del, mudah – mudah semua bakalan sesuai harapan kita.” Kata Gery

Vinny terlihat sedang membaringkan tubuhnya diatas kursi, sepertinya dia juga kelelahan karna telah menjadi pemandu jalan menyelamtkan Rizal.

Vinny tengah asik memainkan handphonye, tetapi beberapa detik kemudian raut wajahnya tiba – tiba saja berubah, seperti orang sedang kebingungan.

“Mad, handphone kamu mana ?” tanay Vinny

“Handphone ? bentar.” Ahmad langsung menggeledah seluruh sakunya, mulai dari saku celana, jaket dan tas nya.

“Gak ada Vin, handphone aku ilang kayaknya.”

“HAH ? Ilang ? seriusan ?”

“Beneran Vin, udah aku cari gak ada, terakhir aku simpan disaku celana.”

“Waduh gawat, jangan – jangan …..”

“Jangan – jangan apa Vin ?”

Vinny tidak menjawab pertanyaan Ahmad, dia langsung berjalan cepat menghampiri yang lainnya, yang tengah sedang asik mengobrol.

“Kak Mel, ini gawat.”

“Gawat kenapa Vin ?”

“Kita harus segera pergi dari sini.”

“Emangnya kenapa ?”

“Musuh udah tau keberadaan kita, dan sekarang meraka menuju kesini.”

“Kok bisa ?”

“Iya, handphone Ahmad ilang, dan aku curiga ditemuin sama musuh, di tambah lagi, aplikasi yang menghubungkan handpnohe aku dan Ahmad belum di nonaktifkan, dan mereka ngelacak jejak kita lewat aplikasi itu.”

“Aduh Vin, gimana ini ?”

“Tenang kak, sekarang kita kasih tau yang lainnya, dan aku udah ada tempat persembunyian yang aman.”

 

To Be Continued

@anto_teo25

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s