BEL SEKOLAH ADALAH LAGU CINTA CHAPTER 12

bel

 

Michelle hanya terdiam tidak tahu harus apa. Sebagian dari dirinya merasa kangen dengan gw, sebagian lagi dia merasa marah dengan gw. Tanpa pikir panjang gw langsung melakukan sesuatu.

 

CUPPSS

 

“Jangan marah lagi ya Ichel.” Ucap gw.

 

Michelle hanya terdiam setelah gw menciumnya. Mungkin saat ini dia masih belum memaafkan gw. Tapi gw yakin suatu saat dia akan mengerti semuanya.

 

“Lele, udah makan belum malam?” Tanya gw.

“Belum.” Jawabnya.

“Makan bareng aku yuk. Aku laper nih.” Ajak gw.

 

Michelle bangkit dari tempat tidurnya. Gw menggandeng tangan dia dan kami menuju ke meja makan. Di meja makan tidak ada pembicaraan yg kami lakukan. Setelah selesai makan gw langsung menuju ke kamar lagi. Karena sekarang gw sudah pulang jadi Michelle kembali tidur bersama adik gw Yuriva.

 

Tung

 

Tiba-tiba ada line masuk di hp gw. Dan ternyata itu adalah line dari Michelle.

 

MichelleLe      : Besok aku pengen nonton pertandingan kamu boleh gk?

Adi Nugroho   : Boleh banget kok.

MichelleLe      : Asiikk. Makasih ya..

 

“Nih cewek aneh banget. Tadi pas ketemu juteknya parah banget. Sekarang di chat malah gemesin banget sikap nya. Jadi pengen gw pacarin nih anak.” Batin gw.

 

Adi Nugroho   : Yaudah kalo gitu aku tidur dulu ya.

MichelleLe      : Iya. Good night ya.

Adi Nugroho   : Good night too.

 

Kami selesai chattingan. Gw langsung istirahat menuju ke dalam dunia mimpi. Hanya dalam kurun waktu lima menit gw sudah tertidur pulas.

 

-o0o-

 

Kring… Kringg… Kringgg…

 

Gw terbangun dan langsung memejamkan mata gw.

 

“Yosha, udah waktunya. Pertandingan play-off tingkat provinsi.” Batin gw.

 

Gw langsung mandi. Selesai mandi gw langsung mempersiapkan perlengkapan gw untuk pertandingan. Setelah itu gw langsung menuju meja makan. Gw lihat di sana sudah ada Wawan dan kak Melody yg sedang membuatkan makanan.

 

“Kayanya udah ada yg gk sabar nih buat bertanding.” Ucap Wawan.

“Hihi, maklum lah Wan. Gw udah lama gk ngasah skill gw di pertandingan resmi.” Ucap gw.

“Udah sekarang kalian makan dulu nih. Semangat ya nanti di pertandingan. Kakak, Yuri, dan Michelle bakalan tonton kalian kok nanti.” Ucap kak Melody.

“Siap kak.” Ucap kami berdua.

 

Waktu menunjukkan pukul lima pagi. Yuriva dan Michelle yg tadi masih tertidur akhirnya bangun. Gw dan Wawan pun sudah selesai sarapan. Kami berdua memutuskan untuk berangkat duluan. Karena kami para pemain dan official tim akan pergi ke tempat pertandingan menggunakan bis sekolah.

 

“Kami pamit ya. Jangan lupa kami nanti bertanding jam 10. Jangan sampe ketinggalan ya.” Ucap gw kepada mereka.

“Siap kak. Semangat ya bertandingnya nanti.” Ucap Yuriva yg sedang makan.

“Oke.” Ucap gw.

 

Gw dan Wawan mengambil motor di garasi. Setelah itu kami menggeber motor kami berdua sampai ke sekolah.

 

-o0o-

 

-Di Venue Pertandingan-

 

Suasana Tribun

 

“Hay, semuanya.” Teriak kak Melody memanggil teman-teman di tribun.

 

Di sana sudah berkumpul para ledies dari SMA gw sedang berkumpul. Ada Gracia, Nadse, Sinka, Anin, dan kak Naomi. Sedangkan kak Melody baru datang bersama Yuriva dan Michelle.

 

“Hay, Mel. Baru sampai nih kamu?” Tanya kak Naomi.

“Iya nih. Tadi macet banget di jalan masuk nya.” Ucap kak Melody.

“Hay, Michelle. Sini duduk di samping aku.” Sapa Gracia. Michelle hanya tersenyum dan menghampirinya.

 

Suasana Locker Room

 

“Baik semuanya. Hari ini kita akan menggunakan formasi diamond seperti biasa. Riko kamu sebagai kipper. Willy kamu defence. Adi dan Gabriel kalian midfield. Dan Wawan kamu striker. Paham?” Ucap pelatih.

“Paham.” Ucap seluruh pemain.

“Yosh, semuanya mari kita tunjukkan pada mereka permainan tim baru kita.” Ucap Riko sang kapten.

“Semuanya, kita akan bermain man-to-man marking saat defence. Kawal target masing-masing dengan baik. Paham!” Ucap gw.

“Paham.” Ucap para pemain.

 

Seluruh pemain kemudian menuju ke dalam lapangan.

 

Suasana Di Atas Lapangan

 

Kedua kapten dari masing-masing tim melakukan coin tos. Setelah melakukan coin tos mereka kembali ke tim masing-masing. Kami bersiap di posisi masing-masing. kick-off akan di ambil oleh tim lawan.

 

PRIITTT…

 

Pertandingan antara SMA 01 Rawamangu vs SMA 48 Sudirman dimulai.

 

Kick-off di mulai. Tim lawan langsung mengambil inisiatif menyerang. Mereka saling melakukan pressing ke kubu kami. Dua menit mereka berusaha membongkar pertahanan kami. Akhirnya bola mereka shoot…

 

“Riko, Nice save.” Teriak pelatih.

“Oke, semua counter attack.” Teriak Riko.

 

Riko memberi umpan pendek pada Willy. Dia menggiring bola sampai ke garis tengah lapangan. Bola langsung di oper kepada gw. Gw dan Gabriel langsung melakukan umpan tiki-taka dan langsung kami beri trobosan kepada sang pivot kami yaitu Wawan. Tanpa pikir panjang Wawan yg melihat celah langsung melakukan shoot…

 

GOLLL…

 

Seluruh supporter tim kami langsung berteriak. Kedudukan 1-0 untuk keunggulan tim kami. Kami langsung berpelukan untuk selebrasi.

 

“Nice goal, Wan.” Ucap gw.

“Nice pass, Di.” Ucap Wawan.

 

Pertandingan di lanjutkan. Tim lawan langsung melakukan serangan. Tapi tim kami melakukan defence dengan baik. Pemain dari tim lawan yg membawa bola berusaha menerobos gw dan Willy. Tapi gerakan dia terbaca dengan baik oleh Willy. Dia berhasil mencuri bola. Kami langsung bergerak menuju gawang lawan. Willy mengumpan langsung pada Wawan. Wawan langsung menggocek bola dan di shoot.. Tapi bola berhasil di tepis. Gw langsung mengambil bola mentah di daerah seperempat wilayah lawan. Gw lihat ada peluang. Dengan tenang gw shoot bola dan…

 

GOLLL…

 

Gol kedua kami sarangkan ke tim lawan. Gw berlari menuju pelatih, dan langsung memeluknya. Kedudukkan 2-0 untuk keunggulan kami. Pertandingan di lanjutkan. Tapi tidak ada gol tambahan terjadi di sisa babak pertama. Semua langsung menuju bench pemain di pinggir lapangan untuk membahas jalannya pertandingan babak kedua.

 

“Oke semuanya. Pertahankan ritme permainan di babak kedua nanti. Dan jangan beri celah pada mereka.” Ucap pelatih.

“Untuk pergantian pemain. Billy kamu ganti Riko. Aryo kamu ganti Willy. Alvin kamu ganti Gabriel. Adi kamu pimpin mereka.” Tambah pelatih.

“Baik pelatih.” Ucap para pemain. Riko langsung memberikan badge kapten kepada gw.

“Sebelum di mulai kamu ikut kakak dulu sekarang.” Ucap kak Ve kepada gw. Gw langsung mengikuti dia menuju tempat medis tim kami di pinggir venue.

 

Suasana Di Tribun

 

“Eh, lihat. Kak Ve mau bawa Adi kemana tuh.” Ucap Nadse.

“Mereka menuju ke tempat medis.” Ucap Sinka.

“Hah, apa cideranya kambuh?” Tanya Michelle panik.

“Gk usah panik Chel. Lihat, dia cuma di kasih airspray untuk meregangkan kakinya untuk dia jaga-jaga.” Ucap Gracia.

“Syukur deh kalo kaya gitu.” Ucap Yuri yg juga khawatir.

 

Suasana Di Lapangan

 

“Gimana udah enakan?” Tanya kak Ve.

“Udah kak makasih ya.” Ucap gw langsung kembali menuju ke dalam lapangan.

 

Kick-off babak kedua di mulai. Bola di bawa oleh Alvin menuju ke depan pertahanan lawan. Alvin di kepung oleh tim lawan. Dia tidak bisa mengoper pada pemain lain. Dia langsung berinisiatif untuk melakukan shooting namun gagal. Bola di ambil oleh tim lawan. Permainan di babak kedua berlangsung sengit. Saling terjadi jual beli serangan tapi tidak ada satu pun yg berhasil mencetak gol. Di sisa 40 detik terakhir kami berhasil menguasai bola. Dan langsung melakukan serangan cepat.

 

“Alvin!!! Kasih bola ke gw.” Teriak gw.

 

Alvin langsung memberi bola ke gw. Dengan nekad gw menggocek gw menggocek tiga pemain. Satu lewat. Dua lewat. Yg ketiga sangat sulit untuk di lewati. Waktu tersisa sepuluh detik. Gw langsung melakukan shooting…

 

GOLLL…

 

Gw berhasil mencetak gol ketiga. Semua supporter kami tampak antusias sekali dengan gol ini. Gw pun langsung melakukan sujud syukur di pinggir lapangan.

 

PRIITTT…

 

Pertandingan antara SMA 01 Rawamangu vs SMA 48 Sudirman berakhir. Skor akhir 3-0 untuk kemenangan sekolah kami. Kami para pemain langsung menuju ke tribun supporter kami untuk berterima kasih karena telah mendukung kami. Terdengar teriakkan dari para penonton kepada kami.

 

“Adi, selamat ya.” Teriak Gracia dan Michelle bersamaan.

“Wawan. You is number one.” Teriak kak Naomi.

“Riko love you.” Teriak Shania dari kejauhan.

 

Kami semua langsung menuju ke locker room. Hanya sedikit hal yg perlu kami evaluasi. Setelah evaluasi kami berniat untuk melahat pertandingan berikutnya, karena pemenang pertandingan berikutnya akan jadi lawan kami besok. Kami langsung menuju tribun sekolah kami. Beberapa orang supporter kami sudah banyak yg pulang. Gw lihat yg tersisa hanya kak Melody, Michelle, Yuri, Gracia, kak Naomi, dan Sinka saja.

 

“Hay, semua. Makasih ya buat dukungannya.” Ucap Riko.

“Sama-sama. Kan demi sekolah kita. Jadi kami akan mensupport kalian terus.” Ucap kak Naomi.

 

Kami semua duduk di tribun penonton. Wawan dan Alvin bersama dengan kak Naomi, kak Melody, Sinka, dan Yuriva. Gabriel bersama dengan pemain lainnya di belakang kami. Dan gw duduk di antara Gracia dan Michelle. Oke, kelar nih hidup gw.

 

“Kayanya bakal ada civil war nih.” Ucap Billy meledek gw.

“Kamvret lu bil.” Celetuk gw yg sedikit bete.

“Udah-udah jangan ribut dong kalian.” Ucap Gracia melerai kami berdua.

 

Semua orang yg melihat tingkah kami langsung tertawa. Tiba-tiba Michelle berbicara kepada gw.

 

“Selamat ya.” Ucap Michelle dengan nada jutek.

“Udah kali juteknya. Kalo ngasih selamat tuh harusnya senyum jangan jutek gitu.” Ucap gw sambil mencubit pipi Michelle. Disisi lain Gracia merasa cemburu dengan sikap gw ke Michelle.

“Lepasin ih. Gk lucu tau gk.” Ucap Michelle dengan nada membentak. Lalu di beranjak dari posisi dia sekarang menuju ke tempat kak Melody.

 

Suasana di sekitar menjadi hening. Gw hanya termenung setelah kejadian barusan. Pertama kalinya gw lihat Michelle semarah ini ke gw. Kayanya emang dia udah gk akan maafin gw.

 

“Adi, lu gapapa kan?” Tanya Sinka yg menghampiri gw.

“Eh, gapapa kok Sin. Masalah kaya gini doang gk akan ngeganggu permainan gw kok.” Ucap gw menutupi kesedihan di balik senyuman gw.

“Riko. Gw ijin ya. Mau cari udara segar dulu di luar.” Ucap gw kepada Riko.

“Oke deh. Tapi, sepuluh menit lagi harus kembali kesini lagi ya buat prepare pulang.” Perintah Riko. Gw hanya mengangguk dan berjalan ke luar venue.

 

Gw menuju ke kursi yg terletak di pinggir kolam air mancur. Gw mencoba menenangkan diri di sana. Saat gw sedang menenangkan diri tiba-tiba seseorang duduk di samping gw.

 

“Hay. Aku numpang duduk di sini ya?” Tanya seorang cewek yg duduk di samping gw.

“Iya, silakan.” Jawab gw.

 

“Kayanya gw pernah liat nih cewek. Tapi di mana ya?” Batin gw.

 

“Selamat ya. Tadi kamu menang. Kelihatannya kamu makin hebat aja sekarang.” Ucap cewek itu sambil tersenyum.

“Hah, makin hebat? Emang lu tau dari mana?” Tanya gw penasaran.

“Kamu lupa ya.” Ucap cewek itu.

 

Tiba-tiba seseorang memanggilku dari kejauhan.

 

“Adi!!!” Teriak orang itu. Gw menoleh ke arah teriakkan itu. Gw lihat Sinka sedang datang menghampiri gw.

“Sinka, lu kenapa manggil gw?” Tanya gw.

“Lu di suruh balik ke bus. Sekarang kita balik ke sekolah buat latihan.” Ucap Sinka.

“Emang pertandingan setelah kita udah selesai?” Tanya gw.

“Udah, baru aja selesai. Makanya gw kesini nyariin lu.” Ucap Sinka.

“Jadi, siapa lawan kita besok?” Tanya gw.

“Lu tuh kaya reporterya kebanyakan nanya.” Ucap Sinka yg mengeluh.

“Ya, maaf. Gw kan penasaran Sin.” Ucap gw memelas.

“Gk usah di gituin deh muka lu. Prihatin gw lihatnya. Jadi pengen ngasih donasi rasanya.” Ucap Sinka meledek.

“Sial lu. Lu pikir gw korban peduli kasih apa sampe mau di kasih donasi.” Ucap gw cemberut.

 

Saat sedang asik bercanda cewek yg tadi tiba-tiba pamit untuk pergi.

 

“Aku pamit ya. Udah di tungguin temen aku soalnya.” Pamit cewek itu.

“Eh, tung..” Ucap gw terhenti karena dia langsung pergi meninggalkan gw dan Sinka.

“Itu siapa?” Tanya Sinka penasaran.

“Gk tau gw juga.” Ucap gw.

“Yaudah yuk kita ke tempat yg lainnya kumpul.” Ajak Sinka. Dia langsung meraih tangan gw dan menggandeng gw untuk berkumpul dengan yg lain.

 

DEG

 

Hati gw terasa canggung sampai tidak bisa melangkah ketika dia menggandeng tangan gw.

 

“Lu kenapa?” Tanya Sinka.

“Eg,, gapapa kok. A,, aku baik-baik aja.” Ucap gw yg terbata-bata karena gugup.

“Yaudah ayo kita ke tempat yg lainnya.” Ajak Sinka sambil menarik tubuh gw.

 

Saat kami sudah sampai di tempat yg lainnya berkumpul tiba-tiba ada yg meledek kami.

 

“Ehem, pantes aja lama. Pacaran dulu ternyata kalian berdua.” Ledek Wawan.

“Apaan sih Wan.” Ucap gw yg sewot. Gw langsung melepas genggaman Sinka. Dan gw menapap Gracia.

 

“Aduh gawat. Abis nih gw kalo dia ngambek lagi.” Batin gw.

 

Tiba-tiba Gracia datang menghampiri gw. Dan…

 

 

-To Be Continued-

 

@Nugroho_AJ93

Line     : adi93saya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s