Annihilation part 12

img_20160511_164557

“K..Kelvin !!!”

Kelvin dan Shani yang mendengar teriakan itu, reflek menjauhkan wajah mereka masing-masing, dan menengok kearah sumber suara

“V..V..Ve” Iblis Wanita Lucyfer itu menatap seakan tidak percaya

“E.e.eh ini tidak seperti yang kau pikirkan” lanjut Kelvin mengklarifikasi

“A..a.aku tidak menyangka kau seperti ini.. dan dia !” Ve menunjuk kearah Shani yang berdiri di samping Kelvin

“Apakah kau berkhianat ? dia adalah seorang Malaikat” lanjut Ve dengan nada meninggi

Ve pernah melihat Shani sebelumnya, salah satunya adalah ketika perang di Surga 100 tahun yang lalu, mereka berdua pernah berhadapan satu sama lain dan beradu Roost

“Heeii Ve, dengarkan dulu penjelasanku !” Kelvin maju mendekati sahabat Iblisnya

“Apa yang kau lihat hanyalah salah paham”

“Maksudmu ?” Ve mengernyitkan dahinya sambil menatap marah Kelvin

“Pertama, aku tidak berkhianat dengan Malaikat, kedua, kami berdua tidak melakukan apapun”

“Lalu kenapa dia bisa ada di dalam tendamu jika kau tidak melakukan apa-apa dengannya ?” potong Ve cepat

“Itu kesalahanku, aku yang mengajaknya kesini setelah tadi menyelamatkannya di hutan, dari perbuatan Para Iblis yang hina” Ve masih bingung dengan perkataan
Kelvin

Sebelum akhirnya semua kebingungannya hilang, karena Kelvin menceritakan dengan detil persoalan yang terjadi, mulai dari Shani yang tertangkap sampai insiden dengan Vinze, Artha di hutan

“Ve.. a..aku”

“Diamlah kau, Malaikat. Aku tidak butuh kau untuk berbicara” Ve nampak kesal dengan Shani yang membuka suara

“Kau tidak berniat melepaskannya bukan ?” Ve mengarahkan pandangannya kearah Kelvin

“E..eh a.aku tidak tahu” ada sedikit niat Kelvin untuk melepaskan Shani kembali ke Surga, ia merasa kasihan dengannya jika nanti harus dipaksa membocorkan rahasia Para Malaikat di depan Pangeran Aidan

“Kalau kau melepaskannya, aku tidak akan segan-segan melapor kepada Yang Mulia Aidan akan hal ini”

“Kau tenang saja, aku tidak akan kabur” Shani tiba-tiba mendekati dan memandang mata Ve

“Huh.. baguslah” ucap Ve acuh tak acuh memalingkan wajahnya dari Shani

“Kau lihat ? dia sendiri yang bilang tidak akan kabur, jadi kau tidak usah khawatir tentang aku berkhianat. Fokus saja pada duelmu esok hari” selepas Kelvin berbicara seperti itu, Ve langsung keluar dari tenda, meninggalkan Kelvin dan Shani berdua

Sebenarnya salah satu alasan Ve marah terhadap Kelvin bukan karena ia menyelamatkan Shani, tetapi ada sedikit perasaan cemburu di dalam hatinya ketika
melihat Kelvin yang tadi hampir berciuman dengan Shani

“Kau yakin tidak mau kembali ke tempatmu ?” Kelvin masih berniat untuk melepas Shani, tidak peduli dengan dirinya nanti ketika Pangeran Aidan mengetahui perbuatannya

“Hmm.. t..tapi, kau pasti akan dihukum karena melepaskanku”

“Jangan pedulikan diriku, aku bisa mengarang alasan nantinya jika Pangeran Aidan bertanya kenapa kau bisa kabur” Shani sontak merasa tersentuh karena kebaikan Iblis di depannya

“Kau benar-benar berbeda dari Iblis lainnya” Shani tersenyum tipis

“Ayolah, aku dan mereka tidak ada perbedaan. Sayapku hitam, sama dengan mereka, mataku berubah merah jika menahan amarah, sama dengan mereka…”

“Tetapi tidak dengan sikapmu” potong Shani cepat ketika Kelvin belum menyelesaikan kalimatnya

“Kau sangat baik, bahkan kau baik terhadapku, padahal aku ini seorang Malaikat” lanjut Shani

“Iblis yang lain pasti akan berlaku sama ketika melihat kau tadi diperlakukan tidak baik di hutan tadi”

“Aku tidak yakin”

“Sudahlah, jika kau tidak ingin pergi kembali ke tempatmu. Tetaplah disini, aku akan keluar sebentar” ujar Kelvin mengalihkan pembicaraan lalu berjalan keluar tendanya, Shani tersenyum tipis sambil menatap punggung si Iblis

Waktu terus berlalu, Shani tetap berada di dalam tenda Kelvin, itu dikarenakan karena kemauan Kelvin sendiri, yang menganggap tenda tempatnya merupakan tempat yang paling aman saat ini bagi Malaikat tersebut

“Dimana Malaikat itu ?” baru saja Kelvin keluar, ia langsung dikejutkan dengan pertanyaan dari seorang Iblis

“Hei.. tenanglah, dia ada di dalam tendaku, Vinze” ucap Kelvin tenang

“Aku tidak akan melepaskannya, jadi kau tidak perlu khawatir” lanjut Kelvin

“Kau begitu menyebalkan tadi” kata Vinze kesal

“Itu karena sikapmu dan puluhan Iblis lainnya”

“Kau hanya munafik. Aku tahu rencanamu, kau pasti berencana menikmati tubuhnya sendiri di dalam tenda…”

BRUKK

“Jaga ucapanmu, tidak terbersit di pikiranku sedikit pun untuk berbuat seperti itu, aku bukanlah dirimu” Vinze hanya memegangi pipinya yang sedikit sakit karena pukulan Kelvin

“Ughh.. kau memang benar-benar bersikap aneh hari ini” ucap Vinze sambil tetap tersungkur di tanah menahan sakit

Kelvin tidak memperdulikan Vinze, ia berjalan meninggalkan sahabatnya itu.
Kelvin berjalan ke salah satu tenda yang tidak begitu jauh dari tenda miliknya

“Bolehkah ku masuk ?” teriak Kelvin bertanya

“Ada tujuan apa kau kemari ?” Kelvin langsung masuk tanpa menjawab pertanyaan Iblis tersebut

“E..eh.. aku belum mengizinkanmu masuk” si Iblis nampak terkejut ketika Kelvin langsung masuk begitu saja ke dalam tenda miliknya

“Aku tidak peduli” balas Kelvin

“Ada perlu apa kau kemari ?” si Iblis melipat kedua tangannya di depan dada

“Ve, aku tahu bahwa kau berpikir yang macam-macam tentang diriku perihal aku berduaan dengan Shani di dalam tenda tadi”

Ternyata Iblis itu adalah Ve

“Shani ? siapa dia ?”

“Malaikat tadi”

“Oh, ternyata nama Malaikat bodoh itu Shani” Ve mengangguk-angguk sambil berjalan mondar-mandir di depan ranjangnya

“Jaga bicaramu”

“Kau marah ? memang dia bodoh”

“Berhenti, Ve”

“Aku tanya padamu, ada apa dengan dirimu ? apakah kau jatuh cinta terhadap Malaikat tadi ?” tanya Ve dengan nada meninggi

DEG

Pertanyaan yang benar-benar menusuk bagi Kelvin, ia bingung untuk menjawab apa

“T..t..tentu saja tidak, kau bercanda, Ve” jawab Kelvin gelagapan, tentu saja ia berbohong

“Oh, benarkah ?” Ve menaikkan satu alisnya keatas

“Aku hanya merasa kasihan saja dengan Malaikat itu, tidak lebih” lanjut Kelvin lagi

“Baiklah.. baiklah, aku pegang perkataanmu, jika sampai kau terbukti menaruh perasaan terhadap Malaikat itu, aku tidak akan segan segan melaporkan kepada Yang Mulia Aidan”

“Sekarang aku bertanya padamu, kenapa kau mengungkit-ungkit masalah ini berlarut -larut ? Ve yang kukenal hanyalah seorang Ve yang cuek dan tidak peduli terhadap masalah orang lain” balas Kelvin tak mau kalah, dalam sekejap, mereka berdua terlibat dalam perdebatan yang rumit

“A..a..e..i..itu” Ve nampak seperti kehabisan kata-kata, ia tidak bisa berkelit lagi

“Izinkan aku bertanya, apakah kau cemburu ?” Ve membelalakkan matanya tak percaya, ia seakan tidak percaya bahwa Kelvin bisa menebak isi hatinya

“C..cemburu ?”

“Yaaa.. bukannya aku terlalu percaya diri. Hanya perasaanku saja mengatakan demikian”

Ve hanya terdiam saja. Tubuhnya membeku, ia perlahan menundukkan wajahnya

“Hei.. jawab pertanyaanku” Kelvin mengangkat dagu Ve perlahan, ia bisa melihat bulir bening sudah menghiasi sisi kedua matanya

“K..kenapa kau menangis ?” Kelvin bingung, ia reflek menyeka air mata Ve dengan tangannya

“Y..ya sudah, abaikan saja, jika pertanyaanku tadi salah” lanjut Kelvin lagi

“Kau tidak akan pernah mengerti..” gumam Ve pelan sambil menggeleng-geleng

“Maksudmu ?”

“Sejak aku putus dengan Razkal, aku mulai menjauhi diri dari lingkungan sekitar, aku terlalu takut untuk memulai suatu hubungan meskipun banyak Iblis pria yang berusaha mendekatiku” Kelvin masih bingung dengan apa yang Ve katakan

“Lalu ?”

“Aku menolak semua pria itu, lebih memfokuskan diri kepada kerajaan dengan terus berlatih ilmu senjata dan Roost, hingga pada akhirnya, aku diangkat menjadi
tangan kanan Yang Mulia. Sama seperti dirimu yang sudah terlebih dahulu menjadi bawahan setia Yang Mulia” Ve terus bercerita panjang lebar

“Kita sering berlatih bersama, mengobrol bersama, melayani Yang Mulia Aidan bersama, hingga pada akhirnya, aku menyadari, bahwa aku sangat merasa nyaman ketika berada bersamamu”

“Jadi ?” entah bodoh atau apa, Kelvin masih tidak mengerti maksud pembicaraan Ve

“Kau bodoh !! bodoh.. bodoh bodoh !!”

Kelvin hanya mengernyitkan dahinya bingung

“A..a..apa maksudmu ?”

“Aku menyukaimu ! aku mencintaimu !! kau puas ?!?” ucap Ve dengan nada meninggi. Tangisnya langsung pecah setelah menyatakan perasaan yang dipendamnya

“E..e..eh” Kelvin kaget, ia tidak menyangka bahwa Ve memiliki perasaan terhadap dirinya, sejauh ini, ia hanya menganggap Ve hanya sebagai kawan dan lawan tanding yang sepadan. Mata mereka masih saling memandang satu sama lain.. Keheningan terjadi diantara keduanya selama beberapa saat.

Melihat Ve yang tidak berhenti menangis, Kelvin reflek mendekatkan dirinya kearah Ve dan langsung memeluknya erat

“M..maaf” hanya kata itu yang terucap ketika ia berpelukan dengan Ve

Sementara Ve masih menangis sesenggukan di pundak Kelvin

“A..aku tidak pernah menyadari.. aku memang bodoh” lanjut Kelvin sambil mengelus-elus punggung Ve

Lama mereka berpelukan, sampai akhirnya, Kelvin melepaskan pelukannya terhadap Ve

“Kau tidak memiliki perasaan yang sama denganku, kan ?” Ve masih terisak

Kelvin masih terdiam

“Kelvin !! jawablah”

“I..i..itu.. maa..maaf, aku belum bisa menjawabnya” Kelvin langsung membalikkan badannya, dan berjalan keluar tenda Ve. Tidak mempedulikan Iblis Wanita di belakangnya

~

Keesokan harinya, Para Iblis sudah bangun pagi-pagi buta, bersiap untuk peperangan yang bisa terjadi kapan saja.

“Shani, kau tetaplah disini, jangan pernah keluar sedikitpun dari tendaku. Aku harus berperang” perintah Kelvin kepada Shani yang tengah duduk di sisi ranjang

“Ba..baik” ucap Shani patuh

“Heeei” baru saja Kelvin keluar dari tendanya sebelum Shani kembali memanggilnya

“Ada apa ?” Kelvin berbalik menengok kearah Shani

“Berhati-hatilah, aku tidak ingin kau terbunuh” Kelvin tersenyum tipis lalu
mengangguk, sebelum akhirnya ia benar-benar keluar dari tendanya

Duel terakhir akan segera bergulir, Iblis dari Lucyfer yang diwakilkan oleh Veranda Giliftine melawan Iblis dari Vanguard yang diwakilkan oleh Melody Vianne dalam adu Roost. Keduanya merupakan Iblis wanita yang terbaik dari masing-masing Klan, apalagi dalam hal ilmu Roost, Ve kuat dengan Esnya sementara Melody dengan
Listriknya

Pertarungan yang benar-benar menentukan, duel ini akan menentukan apakah Duel Pangeran Aidan dan Pangeran Vanguard akan terealisasi, atau perang besar antara kedua belah pihak yang harus terjadi. Dalam beberapa saat kedepan, jawaban akan segera mereka dapatkan, masing-masing dari mereka hanya bisa menunggu

Sementara itu, di dalam Istana Vanguard

“Bagaimana keadaan dia, Razkal ?”

“Lukanya sangat buruk Yang Mulia, beruntung ia masih sempat diselamatkan, ia hanya butuh waktu istirahat lebih lama” Razkal memberitahu kepada Pangeran Vanguard tentang kondisi Wildann pasca duel melawan Kelvin kemarin

“Hmm.. yasudah, biarkan dia istirahat. Perintahkan satu atau dua orang Iblis
untuk menjaganya di kamar”

“Sudah, Yang Mulia. Ornald dan Dhike sudah kuperintahkan untuk menjaganya” kata Razkal. Pangeran Vanguard hanya mengangguk-anggukan kepalanya

“Kita tinggalkan masalah Wildann, dan sekarang kita fokus kembali ke duel” Pangeran Vanguard mengganti topik pembicaraan

“Melody, kau sudah siap ?” lanjutnya lagi bertanya, mengarahkan pandangannya
pada Iblis yang berpostur pendek namun memiliki kemampuan yang menakjubkan

“Siap, Yang Mulia” Melody berlutut memberi hormat kepada Pangeran Vanguard

“Baiklah, aku mengandalkanmu”

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s