Breakers, The Super Power Agent

title-3

 

Michelle tidak menghiraukan perkataan temannya itu, matanya masih fokus terhadap murid pindahan itu yang sekarang sudah berada di pintu.

“kamu kenapa Chell ?”cowok itu pun reflek melihat kearah yang dilihat Michelle.

“tunggu”ucap Michelle pelan. Ia masih belum berani untuk mengeraskan suaranya.

“cowok itukan yang bikin kamu nangis kemarin”ucap Cowok itu kembali.

“Tunggu”Michelle langsung berlari mengejar Ridwan yang sudah keluar kelas.

“Michelle tunggu. Kamu kenapa sih sama cowok itu”teriak cowok itu yang mulai kesal dengan tingkah Michelle.

“ah sial. Murid pindahan itu siapa sih”lanjutnya sambil menendang meja dengan keras.

Cowok itu masih terdiam ditempatnya berdiri dengan tatapan menakutkan sambil memendam rasa marah terhadap murid pindahan itu.

“tunggu saja, aku akan membuat perhitungan dengan murid pindahan itu”ucapnya dalam hati sambil mengepal-ngepalkan tangan kanannya.

Di koridor. Michelle yang tengah mengejar Ridwan mulai kehabisan stamina. Dengan nafas terengah-engah Ia terus berlari mengejar Ridwan, hingga Ia melihatnya berada di depan dan tidak jauh darinya.

“hosh hosh..tung..gu.hosh”ucap Michelle pelan. Ia sudah tidak bisa berteriak karena rasa lelahnya.

Ridwan yang berada di depannya tiba-tiba menghilang ketika pandangan Michelle terhalangi oleh beberapa Murid yang berlalu lalang.

Sedangkan Ridwan sudah berada di kantin. Di sana Ia duduk sendirian di meja yang masih kosong setelah memesan makanan.

“sialan si Pak tua itu. Dia benar-benar memasukanku kesekolah ini. Tapi gak terlalu mengecewakan juga sih. Makanannya enak-enak”ujar Ridwan dalam hati.

Ridwan pun menyantap semangkuk Ramen yang berada di hadapannya.

“setelah ini aku harus kerja sambilan”ucapnya dalam hati.

“hey, kita boleh gabung gak ?”

Tiba-tiba datang dua orang perempuan menghampiri Ridwan.

“Siapa ?”Tanya Ridwan tanpa melihat kearah mereka berdua.

“jahat banget sih. Kita kan sekelas”ucap perempuan bergigi gingsul sambil memanyunkan bibirnya.

“hahaha..sudah Sis. Wajar aja kan dia gak tau. Dia kan masih baru”ujar temannya.

Ridwan hanya menyimak mereka berdua tanpa melihatnya.

“kenalin nama aku Grace dan ini temanku, namanya Sisca”ucap perempuan bernama Grace sambil mengulurkan tangannya.

“Ridwan”ucapnya dingin tanpa menjabat tangan yang diulurkan.

Melihat hal itu Grace sedikit kesal dengan sifatnya yang sangat dingin dan tidak peduli itu. Tapi karena Ia ada tujuan, Ia pun mencoba untuk bersabar. Sedangkan Sisca terlihat sangat tertarik dengan sifat dingin Ridwan.

Drrrttt Drrrttt

Ridwan langsung mengambil Smartphonenya yang berada di saku celana sebelah kirinya. Kemudian Ia melihat orang yang menghubunginya dan disana ada sebuah panggilan dari seseorang dengan Nomer yang di Privasikan.

Ridwan langsung berdiri dan bergegas untuk pergi keluar kantin tanpa berpamitan dulu kepada Grace dan Sisca.

“Michelle itu orangnya baik. Sebaiknya kamu berbicara dengannya”ucap Grace sebelum Ridwan keluar.

Setelah Ridwan keluar, Sisca dan Grace pergi untuk membayar makanan mereka tadi sekaligus mengantarkan wadahnya, lalu mereka berdua pergi dari kantin.

Sementara itu di belakang sekolah, Ridwan terlihat sedang asik mengobrol dengan seseorang lewat panggilan teleponnya.

“aduh Gre. Kakak kira ada panggilan tugas, ternyata kamu yang nelpon kakak”keluh Ridwan karena Ia kira telepon itu berasal dari Black Crow untuk pekerjaan selanjutnya.

“tehehe… kakak sih tadi pagi gak pamitan dulu sama Gre”ucap Gre diseberang panggilan sambil sedikit tertawa.

“iya kakak minta maaf. Tapi kamu tidurnya nyenyak banget Gre. Kakak jadi gak tega buat bangunin kamu”ucap Ridwan.

“iya Gre maafin kok. Tapi kakak harus beliin Gre buku baru ya. Soalnya Gre udah baca semua yang kakak kasih waktu itu”ucap Gre.

Ucapan tersebut membuat Ridwan sedikit lega karena Gre adalah satu-satunya keluarga yang saat ini Ia miliki. Setelah kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakaan pada saat mereka masih kecil. Sedangkan Gre harus menderita penyakit yang membuatnya terus terbaring dirumah sakit selama beberapa tahun.

“iya Gre kakak beliin. Tapi satu hal lagi Gre”ucap Ridwan.

“apa kak ?”Tanya Gre penasaran.

“kalo mau nelepon kakak, gak usah di Private Number juga Gre, kan kakak nyangkanya bukan kamu”ucap Ridwan sedikit kesal dengan tingkah adiknya itu.

“iya Gre minta maaf. Hehehe..Gre gak akan ngulangin lagi kak. Janji”ucap Gre cengengesan.

“yaudah. Kakak tutup dulu ya teleponnya. Bentar lagi masuk kelas nih”ucap Ridwan.

“iya kak. Bye bye”kata Gre.

“Bye”balas Ridwan.

Panggilan pun berakhir, Ridwan bergegas untuk kembali ke kantin karena Ia lupa belum membayar makanan yang tadi. Setelah membayar Ia segera pergi menuju kelasnya karena bel masuk sudah berbunyi.

Diperjalanan Ia bertemu dengan seorang siswi kelas X yang kelihatan sedang mencari barang yang hilang. Karena kasihan, Ridwan pun membantu siswi itu mencarinya sehingga membuatnya terlambat masuk kedalam kelas dan Ia pun di marahi oleh guru yang mengajar.

><><><><

 

Waktu pulang pun tiba. Semua siswa kelas XI IPS 1 dengan semangat pulang kerumahnya terkecuali Ridwan yang dipanggil ke kantor guru karena keterlambatannya tadi masuk kelas.

Di sana Ia harus menerima hukuman dari guru yang tadi mengajar sehingga membuatnya pulang agak malam dari sekolah. Dengan terpaksa Ia menelpon atasannya karena tidak bisa bekerja pada hari ini.

“hadeeh… hari ini jadi gak kerja deh”keluh Ridwan.

Diperjalanan Ia ingat akan janjinya kepada Gre untuk membelikan beberapa buku baru untuk dibaca Gre di rumah sakit. Karena meskipun Gre tidak sekolah keinginannya untuk belajar sangat tinggi, sehingga Ridwan selalu membawa buku-buku kerumah sakit untuk dibaca oleh Gre. Dimulai buku pelajaran, Novel, Komik, kamus dan sebagainya.

Sampainya di toko buku, Ridwan langsung mencari buku-buku yang belum dibaca oleh Gre. Ia mengambil beberapa buku Pelajaran dan Novel lanjutan yang dibaca oleh Gre. Setelah semua buku ketemu Ia langsung membayar dan membungkus buku tersebut untuk dibawanya ke rumah sakit.

Diperjalanan menuju rumah sakit Ia mendengar suara seseorang meminta tolong dan letaknya tidak terlalu dari sana.

“tolong”

Kira-kira seperti itulah suara yang didengarnya. Ridwan pun segera berlari menuju arah suara berasal. Kemudian Ia bersembunyi dan melihat sekitar terlebih dahulu.

Disebuah jalanan sepi dan gelap terlihat 4 orang laki-laki sedang mengerumuni 2 orang perempuan. Kedua perempuan itu berusaha untuk mengusir keempat laki-laki yang berusaha menculiknya.

“cepat pergi”salah seorang perempuan terlihat sangat ketakutan.

Perempuan itu merangkul tangan temannya dengan sangat erat dan bersembunyi dibelakangnya. Sedangkan salah satunya lagi berusaha untuk membela diri, karena terlihat dari kuda-kuda yang Ia pakai adalah kuda-kuda dalam bela diri karate.

“tenang saja. Kita gak bermaksud jahat kok”ucap salah satu dari keempat laki-laki itu.

“apa yang kalian mau ?”Tanya perempuan yang tadi sambill terus memasang kuda-kuda karatenya.

“Le, aku takut”ucap temannya kepada perempuan itu yang ternyata adalah Michelle.

“tenang sis, aku akan ngelindungin kamu, kamu tenang aja”Michelle berusaha menenangkan sahabatnya yang tak lain adalah Sisca.

Tak lama kemudian salah seorang laki-laki itu mendekati mereka untuk menangkapnya.

“berhenti”

Duaakk..

Laki-laki itu terpental kebelakang karena dagunya berhasil ditendang oleh Michelle dengan sangat keras. Sedangkan teman-temannya menertawakan laki-laki yang terpental itu.

“hahahaha….cewek ini jago juga bela dirinya”

“tch…sialan, gue kira Cuma gertakan doang. Ternyata karatenya jago beneran”laki-laki yang tadi terpental pun sudah bangun kembali.

“Sis, kamu tunggu sebentar, aku akan membereskan mereka dulu”ucap Michelle.

Sisca pun melepaskan Michelle.

“sini maju kalian semua”tantang Michelle.

Laki-laki yang tadi terlihat marah dan langsung berlari kearah Michelle sambil melancarkan pukulan.

Hap

Bugh

Michelle berhasil menepisnya dan membalasnya dengan pukulan lurus kearah hidungnya.

“pertahananmu lengah”ucap temannya yang sudah berada di samping Michelle sambil melancarkan pukulan. Michelle yang mengetahuinya langsung menurunkan tubuhnya, sehingga pukulan berhasil dihindari.

Duagh

Ketika masih dibawah Michelle langsung menendang kaki si penculik sehingga Ia terjatuh.

“hyaaat”

Duagh

Michelle memukul tengkuk di penculik sebelum Ia menyentuh tanah sehingga menculik itu langsung pingsan.

“sialan lo wanita jalang”teriak penculik lainnya yang berada dibelakang Michelle.

Wuuuk

Penculik itu melancarkan pukulan kearah Michelle yang masih dibawah.

Tap

Michelle sedikit melompat kedepan, sehingga pukulan berhasil Ia hindari, kemudian Ia memutar tubuhnya 180° dan melakukan Uppercut kearah penculik tersebut dengan sangat keras.

Bruaakkk

Penculik itu pun terlempar dan langsung jatuh pingsan.

“Michelle”

Tiba-tiba Sisca berteriak, karena satu lagi penculik yang tersisa memanfaatkan keadaan untuk menangkap Sisca.

“Sisca, hey pengecut lepaskan Sisca”bentak Michelle kepada penculik yang berhasil menangkap Sisca.

“jangan melawan!! Atau cewek ini gue bunuh”Gertak penculik itu sambil menghunuskan pisau kearah Sisca.

Sisca terlihat sangat ketakutan. Tubuhnya tidak bisa berhenti gemetar dan Ia mulai terlihat menangis.

“apa yang harus aku lakukan ?”ucap Michelle dalam hati.

“cepat lepaskan Sisca!!”teriak Michelle.

“cukup Le, jangan perdulikan aku. Sebaiknya kamu lari sebelum mereka sadar”ucap Sisca.

“tidak, aku tidak akan meninggalkanmu”ucap Michelle.

“diam kalian semua, cepat ikut gue masuk mobil sekarang!!”perintah penculik itu.

Saat Penculik itu mulai berjalan, tiba-tiba seseorang sudah berada di belakangnya.

“oy lo mau kemana ?”

Duaakk

Penculik itu pingsan karena tengkuknya di pukul oleh seseorang yang tiba-tiba datang dan Sisca pun selamat.

“Lele”ucap Sisca sambil berlari menghampiri Michelle.

“aku takut Le”ucap sisca yang memeluk Michelle sambil menangis.

“tenang Sis, mereka semua sudah pingsan”Michelle mencoba untuk menenangkan Sisca.

“terima kasih karena sudah menolong kami”ucap Michelle kepada orang yang tiba-tiba datang itu. Ia tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, dikarenakan pencahayaan di tempat ini sangat kurang.

“sebaiknya kalian cepat pulang!! Aku sudah menelepon polisi untuk datang kesini”hanya itulah respon yang diterima Michelle.

“terima kasih. Tapi kami harus pergi ke kantor polisi untuk memberi keterangannya”ucap Michelle.

“sudah kalian pulang, tidak baik perempuan masih keluyuran di luar rumah, cepat pulang!! Biar aku yang mengurus sisanya”Perintah orang yang menyelamatkan Sisca.

“ba…baik, terimakasih”balas Michelle.

Michelle pun memapah Sisca untuk pulang kerumahnya, karena masih syok Sisca dan tidak dapat berjalan dengan baik.

Setelah Michelle dan Sisca pergi. Polisi pun datang dan langsung menangkap penculik-penculik itu.

“kamu yang tadi menelepon ?”Tanya perwira polisi kepada orang yang menyelamatkan Michelle.

“iya”jawabnya.

“siapa nama anda ?”Tanya Polisi.

“Ridwan”ucapnya.

“baiklah, kamu ikut saya ke kantor untuk memberikan keterangan”ucap Polisi.

Tapi, tiba-tiba Ridwan sudah menghilang dari tempatnya tadi berdiri. Polisi sempat kebingungan, tapi mereka tidak terlalu memperdulikannya dan langsung saja pergi dari TKP sambil menangkap penculik-penculik itu.

 

 

To Be Continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s