Annihilation part 11

ckgb3gtvaaemsjl

“I..ia ditangkap oleh sekelompok Iblis di Bumi”

“Apaa ??!!”

“B..b.bagaimana bisa ?” Gabriel terlihat sudah menunjukkan raut kemarahan dari wajahnya

“M..maafkan aku yang tidak bisa menjaganya”

“Minta maaflah lain kali, yang kubutuhkan hanya cerita lengkap darimu” potong Gabriel cepat

Lalu, Padris dengan runtut menjelaskan kejadian yang mereka berdua alami kepada Gabriel, mulai dari dirinya mengawasi dan melihat kekuatan duel Para Iblis, terjebak di hutan yang berisikan kawanan Iblis, sampai akhirnya tertangkap di udara karena dikerjar oleh pasukan Iblis.

“Siaal” Gabriel hanya mengepalkan tangannya keras, ia sangat menyayangkan kejadian buruk tersebut, dalam sekejap ia merasa bersalah karena sudah menugaskan Shani tadi, sehinga sekarang Malaikat Wanita itu harus tertangkap oleh Iblis

“Kita harus segera menolongnya, Gabriel !” ucap Padris dengan tergesa-gesa

“Aku tahu itu, Padris ! tapi menyelamatkannya tidak mudah begitu saja seperti yang kau katakan”

“Lalu, apa yang harus kita lakukan, Gabriel ?” keheningan melanda mereka sebelum akhirnya Padris membuka suaranya kembali

“Ahaa.. Aku tahu, Kau harus meminta tolong kepada Yang Kuasa”

Yang Kuasa yang dimaksudkan oleh Padris adalah Tuhan Yang Maha Esa itu sendiri, dalam dunia mereka, mereka menyebut Tuhan dengan ‘Yang Kuasa’. Hanya satu Malaikat yang bisa menemui secara langsung sosok Tuhan, yaitu Gabriel. Oleh karena itu, Padris mengusulkan ide tersebut kepada Gabriel agar Gabriel segera melakukannya

“T..t..tapi”

“Hanya Dialah yang sekarang bisa membantu kita, Gabriel ! mintalah kepada-Nya agar dapat menolong sekaligus memberikan petunjuk kepada kita untuk dapat  menyelamatkan Shani beserta menghancurkan Para Iblis untuk selamanya” jelas Padris panjang lebar

Gabriel merasa ada benarnya juga perkataan dari Padris

“B..baiklah, aku segera menemui-Nya” dengan cepat Gabriel melesat terbang menuju ke Surga bagian atas, hanya dialah yang bisa menemui Yang Kuasa

Sementara Padris, hanya duduk termenung di ruangan yang besar itu sambil sesekali merutuki dirinya sendiri yang bodoh karena tidak becus dalam menjaga Shani.

~

“Aku mulai duluan, kalian tunggu saja dan lihatlah” Vinze lalu mulai mendekati Shani, perlahan ia melepaskan jubah perangnya.

Dalam sekejap, ia sudah bertelanjang dada, menunjukkan badannya yang tegap dan atletis.

“J..j…jangaaan !! jangan mendekat, pergi !!” Shani berusaha mengeluarkan Roostnya, tapi apadaya, tangannya terikat kebelakang, ia hanya bisa memejamkan matanya pasrah sambil sesekali meronta-ronta berharap agar ikatannya terlepas

“Hehe.. jangan takut, kau akan segera menikmatinya” desis Vinze dengan wajah penuh nafsu

“Apakah kau pernah melakukan ini sebelumnya, Malaikat Cantik ?” lanjut Vinze bertanya sambil perlahan mendekati tubuh Shani

Shani hanya bisa menggeleng-geleng sambil matanya terpejam, ia benar-benar berharap ada seseorang yang akan menolongnya, namun, itu sepertinya mustahil mengingat ia tengah berada di Bumi sekarang, yang merupakan markas para Iblis.

“Cepatlah lakukan, Vinze, aku sudah tidak sabar menunggu giliran” seru Artha tak kalah nafsu

Baru saja Vinze ingin menyentuh tubuh Shani, sebelum tiba-tiba saja ada sesuatu yang aneh mendekat

FIUUUH FFFIUHH

Ada angin besar bergulung-gulung yang mengarah ke tubuh Vinze, dalam sekejap, tubuh telanjang Vinze terpental lalu membentur batang pohon dengan keras

BRUUK

“E..eh” Shani terkejut akan desiran angin yang tiba-tiba saja terasa, ia membuka mata perlahan dan mendapati bahwa Iblis yang tadi ingin berbuat macam-macam kepada dirinya sudah tidak ada di dekatnya

“A..apa yang terjadi ?” Artha kebingungan, ia dan pasukan Iblis lainnya melihat kesekeliling, mereka tidak mendapati ada apa-apa disana

Belum sempat ia menyadari kebingungannya, tiba-tiba saja datanglah Angin besar yang kembali menerpa, kali ini disertai dengan Listrik yang turun dari langit.
Dalam sekejap mata, puluhan Iblis itu sudah terpental kemana-mana, ada juga yang mengalami luka bakar akibat terkena sengatan listrik.

DRAP DRAP DRAP

Langkah kaki terdengar, ada seseorang yang mendekat kearah Shani yang masih terdiam kebingungan. Tak lama kemudian, datanglah seseorang yang merupakan biang masalah dalam kekacauan yang barusan teradi. Rambut hitamnya terkibar angin, sedikit membuat acak-acakan namun tidak mengurangi ketampanan dari wajahnya, Shani seperti merasa tidak asing dengan sosok yang ia lihat di depannya, ia merasa bahwa seseorang di depannya ini terlibat dalam duel antara sesama Klan Iblis tadi.

Sesosok misterius itu lalu melontarkan Roost angin, sontak ikatan tangan Shani di belakang langsung terlepas

“Kau tidak apa-apa ?” Shani hanya melongo melihat uluran tangan dari si penolongnya

“E..E..eh” Shani terdiam sejenak, ia seakan terpana dengan ketampanan sosok pria di depannya

“I..iya, aku tidak apa-apa” akhirnya Shani menyambut uluran tangan sosok Pria itu dan bangkit berdiri

“Baguslah” ucapnya sedikit tersenyum

Vinze yang masih kesakitan akibat berbenturan keras dengan batang pohon tadi, mencoba melihat sambil masih tersungkur. Vinze merasa penasaran bagaimanakah sosok yang menyerangnya tadi, ia sudah hampir pasti menyimpulkan bahwa ada Malaikat lain yang datang menolong Shani, tetapi ternyata kesimpulannya salah besar.

“K..k..Ke..kelvin ??!!” Vinze seakan tidak percaya, sosok di depannya itu benar-benar merupakan Kelvin, rekan sesama Iblisnya yang tadi baru memenangkan duel.

“Kelvin ?! s..syukurlah kau sudah sadar.. tt..tapi kenapa ?! Artha seakan bertanya tentang Kelvin yang menyerang mereka dengan brutal

DRAP DRAP

“Ciih, aku malu mengakui kalian semua sebagai teman. Bagaimana bisa kalian melakukan perbuatan hina seperti itu ?!!” geram Kelvin dengan nada tinggi

“T..t..tapi, dia itu seorang Malaikat…”

“Aku tidak peduli jika ia Malaikat atau Iblis, tetapi yang jelas, tindakan kalian tadi itu tidak lebih dari tindakan seorang pengecut” potong Kelvin cepat sebelum Vinze menyelesaikan kalimatnya

“He..hei sadarlah, apakah kau sedang sakit ? kau baru saja membela musuh besar kita !!” Artha kesal dengan sikap Kelvin yang seakan sok menjadi pahlawan

“Musuh besar ? musuh besar kita itu Para Malaikat, sedangkan dia, dia hanya seorang Malaikat. Dan aku perjelas, dia merupakan Malaikat Wanita, aku benci melihat seseorang yang menyakiti wanita, tidak peduli Iblis ataupun Malaikat” jawab Kelvin panjang lebar

Kelvin mendekat kembali kearah Shani yang masih terlihat trauma akan hal tadi.

“Kau tenanglah, tidak perlu takut lagi, ada aku yang melindungimu” Kelvin menarik tangan Shani, sementara Shani hanya pasrah saja mengikuti Iblis penolongnya

Ada perasaan tenang dan nyaman di dalam diri Shani ketika melihat sosok Iblis yang bernama Kelvin itu, entah perasaan apakah itu.

~

“Bagaimana, Gabriel ?” tanya Padris harap-harap cemas menantikan apa petunjuk yang ia bawa setelah menemui ‘Yang Kuasa’

Padris sekarang tidak sendiri, sudah ada 8 Malaikat lainnya yang sudah bersama dengan dia disana. Mereka semua adalah Michael, Rafael, Chris, Yuvia, Shania,
Violeta, Zen dan Luis.

Di saat Gabriel tengah menemui ‘Yang Kuasa’, Padris menceritakan kepada 8 Malaikat lainnya tentang kejadian yang tadi dialaminya bersama Shani di Bumi, kedelapan lainnya mendengarkan secara seksama setiap perkataan yang dikeluarkan dari mulut Padris

“Baguslah, kebetulan kalian sedang berkumpul” Gabriel menyadari bahwa Padris sekarang sudah ditemani 8 Malaikat lainnya

“Cepatlah katakan, Gabriel ! Apa yang dikatakan oleh-Nya ?” Padris seakan tak sabar

“Tenanglah, Padris” Rafael berusaha menenangkan Padris

“Beliau hanya mengatakan satu hal..”

“Apa itu ?” tanya Padris memotong

“‘Yang Kuasa’ berkata bahwa kita tidak perlu cemas akan Shani..”

“Tidak perlu cemas ??! bagaimana bis..”

“Biasakan jangan memotong perkataanku dulu, Padris !” bentak Gabriel

“B.baiklah”

“Kuulangi,’Yang Kuasa’ berkata bahwa kita tidak perlu cemas akan Shani, karena ia akan ditolong oleh seseorang, aku tidak tahu siapakah orang itu. Kita harus mempercayai perkataan-Nya. Dan terakhir tentang cara melenyapkan kaum Iblis selamanya, Beliau berkata bahwa akan tiba masanya Kerajaan Iblis akan runtuh dan hancur selamanya oleh ia yang dilahirkan antara persekutuan hitam dan putih”

“Sudah ?” Padris bingung

“Ya, sudah”

“A..a.aku tidak mengerti sama sekali” Padris mengernyitkan dahinya

“Aku juga” Rafael dan Michael juga kebingungan akan maksud petunjuk dari ‘Yang Kuasa’

“Sudahlah, untuk sementara ini. Kita hanya bisa mempercayai-Nya. Kita lihat kondisi di Bumi dan tunggu saja situasinya berjalan” perintah Gabriel

“T..ta.”

“Aku tidak mau ada bantahan, takdir sudah diatur oleh-Nya. Jika kita ingin mengalahkan Para Iblis itu, kita ikuti apa kata-kata-Nya

~

“Masuklah” sosok yang dipersilahkan masuk merasa canggung dan tidak enak

“Tenanglah, aku tidak akan berniat macam-macam denganmu” ucap sosok itu sambil tersenyum

Kelvin baru saja mengajak Shani untuk masuk kedalam tendanya

“Maaf jika berantakan” ucap Kelvin sambil mengambil minum di meja disamping lemari

Shani menanggapi dengan tersenyum tipis sambil mengangguk. Matanya melihat kesekeliling ruangan tempat Kelvin itu.

“Mau minum ?” tawar Kelvin sambil memegang gelas

“Tidak, terimakasih” jawab Shani sopan

Shani perlahan mendekati Kelvin yang sedang duduk di sudut ranjangnya

“Terimakasih, Kelvin”

“Eh.. untuk ?”

“Untuk tadi karena sudah menyelamatkanku” lanjut Shani sambil tersenyum manis, ia tidak merasakan ketakutan sedikit pun berada di dalam satu ruangan bersama Iblis

“I..itu, tidak apa-apa, aku hanya sekedar lewat dan tidak suka melihat wanita diperlakukan seperti itu” Shani tahu bahwa Kelvin mempunyai alasan lain, ia hanya gengsi untuk mengakui bahwa dirinya menyelamatkan Malaikat

“Eh.. tunggu, bagaimana kau tahu namaku ?” lanjut Kelvin bertanya

“Iblis-iblis di hutan tadi jelas-jelas memanggilmu dengan nama itu, dan aku tidak tuli” balas Shani menjawab

Kelvin mengangguk-anggukan kepalanya

“Kau sudah tahu namaku, sementara aku, belum mengetahui namamu sampai sekarang. Siapakah namamu ?”

“Aku Shani”

“Shani ? nama yang bagus” puji Kelvin sambil bersalaman dengan Shani

“Terimakasih”

“Kau benar-benar Malaikat yang tidak bosan mengucapkan kata itu” ledek Kelvin bercanda Sementara, Shani hanya tertawa ringan saja. Ia bingung untuk membicarakan apa dengan Iblis di depannya

“Jadi, bagaimana ceritanya kau bisa tertangkap ?” Kelvin memiringkan kepalanya

“Kau mau tahu ? ini benar-benar menyita waktu lama”

“Aku punya waktu seharian” kata Kelvin

Mulailah, Shani bercerita panjang lebar, mulai dari dirinya dan Padris ditugaskan oleh Gabriel, sampai tertangkap di langit Bumi karena dikejar Iblis. Tidak ada kejadian yang tertinggal sedikitpun di dalam cerita Shani, ia benar-benar jujur, tidak mengada-ada ceritanya.

“Lalu, Yang Mulia Aidan berniat mengorek keterangan darimu ?” tanya Kelvin

“I..iya” Shani menjawab dengan lesu, ia sudah membayangkan jika nantinya harus berhadapan dengan Raja Iblis itu. Ia pasti akan dipaksa untuk membocorkan rahasia dan kekuatan dari Kerajaannya, jika tidak, pasti akan ada penyiksaan yang menyakitkan baginya.

“Hufft..” Kelvin sebenarnya tidak tega dengan Shani, ia berniat melepaskannya
kembali ke Surga, tetapi jika ia melakukan hal itu. Bisa-bisa ia dibunuh oleh Pangeran Aidan karena dianggap berkhianat membela musuh.

“Nasibku memang tidak bagus” Shani meneteskan air matanya tanpa ia sadari, membuat Kelvin sedikit kaget dan reflek menyeka bulir-bulir bening tersebut dengan
tangannya, wajah mereka sangat berjarak dekat sekali.

“E.eeh..” sontak wajah Shani berubah merah, perasaan yang ia alami ketika bersama Kelvin terasa lebih besar ketimbang waktu dirinya bersama dengan Padris

“T..ter..”

“Jika kau mengatakan itu lagi, aku akan membakarmu dengan Roostku” ancam Kelvin

Tentu saja itu hanya sebuah candaan
“Eh..hihi m..maaf”

Selama beberapa jam, mereka berdua terus tak henti-hentinya berbicara, kadang-kadang membicarakan hal-hal serius tentang Kerajaan dan Perang, sampai ke urusan pribadi tentang asal-usul keluarga masing-masing. Dalam sekejap, keduanya berubah menjadi akrab, mulai timbul perasaan aneh di dalam diri masing-masing

“Ahahaha” tawa Shani dan Kelvin bersamaan ketika mereka menceritakan pengalaman lucu yang pernah dialami

Keduanya tertawa ringan satu sama lain, sampai akhirnya dimana momen ketika wajah Kelvin mendekati wajah Shani perlahan

“Arggh.. apakah aku jatuh cinta dengan Malaikat ini ?” batin Kelvin ketika wajahnya sudah berjarak sangat dekat dengan Shani

Shani perlahan menutup matanya, di satu sisi ia merasakan perasaan yang sangat bersalah karena mencintai seseorang Iblis, yang notabene merupakan musuh dari kaumnya, dan di sisi lain, ia senang dan nyaman berduaan dengan Iblis Lucyfer itu.

“Tuhan.. apakah kau mengizinkanku untuk mencintai Iblis ini ?” batin Shani

Belum sempat kedua bibir Malaikat dan Iblis itu bertemu ketika tanpa ia sadari ada seseorang yang masuk ke dalam
tenda Kelvin

“K..Kelvin !!!”

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s