Romansa Di Kota Itu, Part17

Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, terdapat sedikit keramaian di dapur yang di sebabkan oleh aktivitas dua orang wanita yang sedang memasak.

“Kak, ini daging langsung di masukin ke bumbu ini atau di tunggu dulu?” tanya seseorang

“Di tunggu dulu aja, kamu mending bangunin Dendhi.” perintah wanita yang lebih tua pada adiknya sedangkan adiknya hanya merengut sebal, dengan langkah malas ia menuju ke kamar kakaknya yang berada di lantai dua. Baru saja ia sampai pintu kamar kakaknya terbuka. Keluarlah Dendhi dengan muka bantalnya.

“Eh.. tumben udah bangun kak.” Tanya Michelle heran

“Aku ada janji sama Sofia di taman Blambangan.” Balas Dendhi singkat.

“Ooh..” balas Michelle singkat

Mereka berdua menuruni anak tangga, begitu sampai di meja makan, makanan sudah tersedia, dan bau nya seolah memanggil siapapun untuk memakannya. Tak lama kemudian kak Ve mulai menunjukkan batang hidungnya. Mereka bertiga langsung memakan makanan itu. Ketika makan sore Michelle menyenggol tangan Dendhi pelan.

“Kak….” Panggil Michelle.

“Hmmm… apa?” Tanya Dendhi.

“aku boleh masuk jadi pengurus OSIS gak?” tanya Michelle.

“Boleh kok, asalkan kamu bisa ngatur waktu antara waktu antara sekolah, OSIS, dan juga keluarga” balas Kak Ve, Dendhi mengangguk kan kepalanya tanda ia setuju dengan pendapat kakaknya ini.

“Aku usahain bakal bagi waktu aku” balas Michelle.

Mereka bertiga lalu menghabiskan makanan mereka. Dendhi lalu kembali ke kamarnya. Sepuluh menit kemudian Dendhi keluar dengan celana ¾ dan kaos oblong bertuliskan “dulunya pernah kurus” keluar dari kamar. Ketika Dendhi ke garasi rumahnya,

Dendhi segera memacu motornya ke taman Blambangan. Sedangkan itu di taman Blambangan seorang wanita terlihat sedang menunggu seseorang, sesekali ia melihat HP nya untuk melihat notifikasi nya.

“kok lama banget ya, apa mungkin dia lupa ya?” gumam Sofia.

“nungguin siapa neng?” tanya seseorang

“ini lagi nungguin temen aku, nggak tau nih ke mana dia.” Ujar Sofia sebal tanpa menoleh siapa yang bicara kepadanya

“nama nya Dendhi ya?” tanya seseorang itu

Merasa ada yang aneh Sofia segera menoleh ke lawan bicaranya itu.

“Dendhiiii.. nyebelin tau” ujar Sofia sebal

“hehehe… maaf ya, abis ada acara keluarga tadi, jadi apa yang mau kamu bicarain?” tanya Dendhi

“kamu kenal nggak sama orang yang namanya Rafles Saputra?.” tanya Sofia

“kenal kok, temen dari kecil, kamu kenal sama dia?.” Tanya Dendhi penasaran.

“kenal, sebelum dia pindah ke Banyuwangi aku sama dia sahabat deket, rumahnya sama rumah ku sebelahan.” Balas Sofia

“Oooh… oke-oke, emang kenapa?” tanya Dendhi

“Hmmm… aku dulu pernah bikin kesalahan sama dia.” Ujar Sofia

“Kesalahan? Emang kesalahan apa?” tanya Dendhi

“Aku gak sengaja nyelakain adiknya” ujar Sofia menunduk

“Adiknya? Si Violeta?” Dendhi kaget dengan perkataan Sofia, sedangkan Sofia hanya mengangguk lesu.

“Waah.. ini masalah lumayan susah, apalagi sekarang yang aku tau si Violeta udah di Berlin” jawab Dendhi.

“Tapi aku bakal berusaha buat nyelesai in masalah kalian, Cuma kalo masalah ini selesai aku mau minta satu hal dari kamu” kata Dendhi

“Apa itu?” tanya Sofia

“Jangan ulangin lagi ya, Rafles itu sayang banget sama adiknya” kata Dendhi

“Jadi apa aku ada harapan buat baikan lagi sama Rafles?” tanya Sofia

“Hmmmm… kecil sih kemungkinan nya, tapi aku bakal coba” kata Dendhi

“Makasih ya Den” kata Sofia

“Woles mbak bro” jawab Dendhi.

“Ya udah aku pulang dulu” kata Sofia

“Aku anter aja, ini udah malem lho, ntar kalo ada apa-apa gimana?” tanya Dendhi

“Gak ngerepotin nih?” tanya Sofia sekali lagi

“Nggak kok, nyantai aja lagi, tapi aku bawa motor.” balas Dendhi

“Gak apa-apa kok” balas Sofia.

Hari berganti minggu, kini Dendhi telah menyelesaikan Ujian semester. Dia berencana untuk mengajak Viny berlibur di Eropa, Dia berencana untuk meminta ijin kepada orang tua Viny untuk mengajak Viny ke Eropa.

“Papa, Mama. Ini Dendhi mau ngomong” kata Viny di depan kamar orang tuanya ketika Dendhi dan dia sudah sampai di rumah milik Viny.

“Bentar” balas mereka berdua. Viny lalu pergi ke ruang tamu, di sana terlihat Dendhi yang sedang berbicara dengan Vidy, adiknya.

“Paham kamu?” kata Dendhi pada Vidy

“Paham kak, nanti kalo ada kelanjutannya Vidy kasih tau ya” jawab Vidy yang lalu meninggalkan Dendhi.

“Ini ada apa ya?” Tanya Viny

“Adik kamu, dia mau ngajak aku gabung di bandnya, aku sih mau-mau aja, tapi kebanyakan orang main band itu buat pamer skill, sedangkan sebuah band itu kan saling melengkapi. Nggak bisa buat ajang pamer skill” balas Dendhi panjang lebar. Sedangkan Viny hanya manggut-manggut.

“Eh.. nak Dendhi. udah lama nunggunya?” sapa papa dari Viny.

“Nggak kok om, baru sepuluh menit an”  balas Dendhi.

“Ada keperluan apa kamu kok ingin ngomong sama kita?” tanya papa dari Viny.

“Gini om, saya mau ngajak Viny berlibur ke Eropa, kita nggak Cuma berdua kok, ada teman-teman sekolah kita. Sekalian kita mau merayakan tahun baru 2014 di sana” ujar Dendhi sopan.

“Jaga Viny baik-baik ya Den selama di Italia sana, Kamu boleh ngajak Viny berlibur ke Italia kok” balas papa dari Viny.

“Serius pa?” Tanya Viny. Yang di balas anggukan dari kedua orang tuanya.

“Kalau boleh tahu kapan berangkatnya ya?” tanya Mama dari Viny.

“Dua hari lagi tante” balas Dendhi sopan, kedua orang tua Viny lalu menganggukkan kepala nya.

“Permisi om, saya mau pulang dulu, udah di cariin sama kakak dan adik saya” kata Dendhi yang lalu mencium tangan kedua orang tua dari Viny.

Dendhi lalu meninggalkan rumah Viny menuju ke rumah nya, sesampainya di rumah Dendhi dia langsung membuat Grup chat di social media yang beranggotakan orang-orang yang akan ikut ke Italia. Yaitu ada dirinya sendiri, Viny, Kak Ve, Michelle, Kak Willy, Rafles, Michael, Dhike, Yoshi, Lidya, Shani, Reza

 

Dendhi create the group Black Team goes To Europe..

Dendhi Invited Yoshi, Rafles, RezaRez, Jessica V, Michelle C.K, Willy Debiean, RatuVienny, Michael, Dhike, Shani, Ilham P to the chat.

Yoshi, Rafles, RezaRez, Jessica V, Michelle C.K, Willy Debiean, RatuVienny, Michael, Dhike, and Shani joined the group.

Dendhi : Rek, kalo mau posting apapun yang berkaitan sama liburan kita posting ke sini yaaa…

Rafles : Grup opo iki?

Michelle : Siap kak J

Michael : Ini anak ikutan juga?

Michelle : iya dong :p

Dhike : Siap pak Jenderal.

Willy : sip

Michael : di sini udah siap passport semua kan?

Viny : Iya lah, masa mau ke luar negeri nggak bawa passport, gimana sih? -_-

Dhike; Ya iyalah, lu kok pe’a banget sih?

Michael : Pe’a begini yang penting kamu sayang kan?

Dhike : iya sih :$

Reza : Hargai yang Jomblo woii..

Willy : Persiapkan semuanya dengan baik ya, jangan sampe ada yang ketinggalan ya, bakal ribet ntar kalo ketinggalan bakal ribet, karena Imigrasi Italia nggak tolerir sama segala bentuk pelanggaran.

Rafles : Siap kak.

Dendhi : Nanti sore bisa nggak kita ke restoran Nelayan, di Ketapang jam enam sore ON TIME, buat ngomongin ini lebih lanjut.

Reza : Bisa.

Dhike : Bisa (2)

Shani : Bisa (3)

Jessica : Nanti kakak agak telat datang ya, ada tugas kelompok

Dendhi : Siap kak, langsung aja meluncur ya kak kalo udah selesai

Willy : aku juga Den

Jessica : kamu kan sekelompok sama aku Wil, lemotnya jangan kambuh deh

Willy : ooh iya

Viny : ooh iya Den, Kinal mau ikutan. Gimana nih?

Dendhi : langsung masukin ke sini Vin

RatuVienny invited DeviKinal to the chat.

Devi Kinal Joined the group.

Kinal : Thanks guys, ini nanti apa aja yang mau di bawa ke Italia?

Dendhi : Passport aja nal. Nanti sore dateng ya ke Restoran Nelayan di Ketapang, kita omongin lebih lanjut tentang ini.

Kinal : siap pak Jenderal.

 

Dendhi lalu menaruh HP nya di tempat tidur nya, sekilas ia melihat jam dinding yang ada di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul dua siang. Dia berinisiatif untuk mengemasi barang-barang yang akan di bawa ke Italia untuk berlibur. Di tengah kegiatan berkemas itu pintu kamarnya terbuka terlihat Michelle dengan wajah bantal nya masuk ke dalam kamar kakaknya.

“Lagi packing ya kak?” tanya Michelle dengan suara khas orang yang baru bangun tidur.

As You See, kamu udah Packing?balas Dendhi.

“belum kak, besok aja” Balas Michelle singkat, Dendhi lalu pergi meninggalkan Michelle di kaamrnya. Dia menuju ke Keyboard yang ada di ruang tamu rumahnya. Samar-samar Michelle mendengar irama lagu yang sangat nyaman dan enak di dengar. Tak lama kemudian terdengar suara Dendhi menggema di ruang tamu.

Aku, kan menghilang, dalam pekat malam

Lepas ku Melayang.

Biarlah ku bertanya

Pada bintang-bintang

Tentang arti kita

Dalam mimpi yang sempurna.

Tepat setelah lagu itu berakhir Hp Dendhi berdering lagi, dengan malas ia membuka hp nya, terlihat Viny mengirimkan pesan LINE kepada nya.

Den, kamu nanti bisa jemput aku gak?”

“Bisa kok” balas Dendhi singkat.

Lalu ada chatting masuk lagi, kali ini dari Shani. Dia meminta hal yang sama dengan Viny, minta di jemput. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, kini waktu menunjukkan pukul empat sore, Dendhi segera ke kamar nya untuk membersihkan diri. Lima menit berselang Dendhi keluar dari kamarnya dengan kaos oblong dan celana ¾ nya.

“Kak, kita makan dulu ya” ajak Michelle.

“Nanti aja le, sekalian kita makan di Ketapang, kalo kamu mau makan, makan dulu aja sama roti” tolak Dendhi halus. Michelle menunjukkan ekspresi sebalnya.

“Kak, ini liburan yang paling rame kayaknya. Aku dulu pas di Jogja nggak se rame kayak gini deh” ujar Michelle.

“Makanya, jangan terlalu lama di Jogja, aku udah sering nge trip begini sama temen-temen” Dendhi setengah mengejek Michelle.

“Iya-iya” balas Michelle lesu.

“Kamu udah mandi? Kalo udah berangkat sekarang yuk”  ajak Dendhi pada Michelle.

“udah mandi kok kak” balas Michelle singkat.

“Ya udah, berangkat sekarang yuk” ajak Dendhi yang di balas anggukan oleh Michelle. Mereka berdua lalu pergi meninggalkan rumah mereka. Lima menit kemudian mereka sampai di rumah Shani, terlihat Shani sedang duduk di bangku depan rumah nya.

“Kok tumben kamu berangkat nya pagi den” tanya Shani.

“Iya, takut telat” balas Dendhi singkat.

Mereka lalu menuju ke rumah Viny, suasana di tengah perjalanan ke rumah Viny sangat hening.

“Oooh iya, tadi Shani sama Viny minta di jemput dulu, gak apa-apa kan?” tanya Dendhi, lagi-lagi di balas anggukan oleh Michelle.

“Heh, kalo di tanya itu jawab. Lagi apa sih?” tanya Dendhi sebal.

“Aku lagi chatting an sama kak Adi” balas Michelle setengah berteriak.

Satu detik…

Dua detik…

Lima Detik..

 

Michelle lalu menutup mulutnya. Sedangkan Dendhi, Viny dan Shani hanya tertawa lepas.

“Ciye…” Dendhi, Viny dan Shani meledek Michelle

“Adi? Anak kelas XI IPS 1 itu ya?” tanya Dendhi memastikan.

“I..iya kak” balas Michelle dengan pipi nya yang memerah. Terlihat Dendhi hanya menggeleng kan kepala nya pelan. Sepanjang perjalanan Michelle hanya mendengarkan lagu milik band terkenal One Republic, sedangkan Dendhi sesekali menyanyi kan lagu dari band itu.

“Kak, kak Dendhi kan jago main keyboard kan? Tolong coverin lagu nya One Republic yang Apologize dong?” pinta Michelle.

“Iya, kita liat nanti ya” balas Dendhi singkat. Setelah menempuh waktu sekitar setengah jam, mereka sampai di rumah Viny. Viny yang melihat mobil Dendhi lalu masuk ke dalam mobil Dendhi.

“Kita kalo berangkatnya pelan-pelan ke Ketapang gak apa-apa kan?” tanya Dendhi

“Gak apa-apa Den, waktu nya masih jauh banget, masih ada se-jam lagi” balas Viny.

“Sekalian menikmati Kota Banyuwangi” timpal Shani.

Di sela-sela perjalanan mereka menyanyikan lagu dari beberapa musisi yang terkenal.

The light on the Horizon was brighter than yesterday

With shadows floating over, the scars begin to fade

We said it was forever but then it slipped away

Standing at the end of the final Masquerade.

Mereka dengan merdu menyanyikan bagian reff dari lagu Final Masquerade yang dinyanyikan oleh Linkin park. Viny sekilas melihat wajah Dendhi menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan.

“Judul lagu itu tadi apa ya?” tanya Viny

“Lah.. kamu belum tau judulnya, tapi kok kamu bisa nyanyiin sih?” tanya Shani

“Adik aku sering muter lagu itu.” Balas Viny

“Ooh.. itu lagu nya Linkin park, judulnya Final Masquerade” balas Dendhi.

“Kok tumben Linkin park bikin lagu yang gak bikin sakit telinga, biasanya lagu nya linkin park bikin sakit telinga” balas Viny.

“iya, udah gitu biasanya penyanyi nya teriak-teriak gak jelas” timpal Michelle.

“Itu nama nya teknik Vokal Screaming, bukan teriak – teriak gak jelas” balas Dendhi. sedangkan Michelle hanya mengangguk pelan, pertanda ia paham.

Mereka tiba di tempat pertemuan lebih awal setengah jam dari yang dijanjikan, terlihat suasana di restoran yang terletak di pinggir laut itu lumayan ramai, banyak dari mereka makan di restoran itu karena dari situ mereka bisa melihat pemandangan pulau Bali.

“Kita dateng duluan yah, padahal itu tadi kita udah santai banget” ujar Shani.

“Masih ada setengah jam, kita tunggu aja mereka di sini, sambil kita selfie di Instagram sama di Snapchat kak Shani” balas Michelle.

“Waaah… boleh tuh” Ujar Viny.

“Daripada mati gaya” timpal Viny

“Dasar remaja masa kini” cibir Dendhi, tapi dia malah ikutan selfie bersama dengan Viny, Shani, dan Michelle. Michelle melihat hasil fotonya sedikit kaget karena adanya orang ke empat yang ikut selfie

“Itu tadi Cuma sekedar formalitas aja” ujar Dendhi terkekeh, dia lalu menjauh dari mereka bertiga.

“Upload ya di Instagram, lalu tag ke kita ya” pinta Shani.

“Siap kak” balas Michelle singkat.

Dendhi terlihat memandang ke arah pantai. Shani, Viny dan Michelle lalu memainkan Hp nya, Kinal lalu bergabung dengan mereka.

“Gue gak telat kan?” tanya Kinal dengan nafas tersengal-sengal.

“Nggak kok nal, masih ada lima menit” Balas Viny.

“Pak Jenderal mana?” tanya Kinal.

“Tuh” balas Shani menunjuk Dendhi yang sedang berdiri menghadap ke pulau Bali.

“Jend, lu kenapa?” tanya Kinal yang lalu menghampiri Dendhi.

“Nggak kok” ujar Dendhi yang lalu tersenyum, entah kenapa Viny tidak suka melihat Dendhi tersenyum kepada Kinal, Cemburu? Mungkin saja.

Reza, Rafles, Yoshi, Michael, dan Dhike datang menghampiri mereka.

“Kita gak telat kan?” Tanya Yoshi.

“Nggak kok, kalian On Time” balas Dendhi.

“Yang lain mana?” tanya Reza.

“Masih di jalan” balas Viny.

“Kita pesen makan aja dulu” timpal Dendhi yang lalu memanggil pelayan restoran itu. Satu persatu dari mereka lalu menyebutkan menu makanan yang ingin mereka makan.

“Di mulai sekarang?” Tanya Kinal

“Ntar aja nal, nunggu temen-temen, kasih waktu sepuluh menit lagi.” Ujar Dendhi.

Mereka lalu menunggu teman-teman yang lain. Lima belas kemudian kak Ve, kak Willy, dan Ilham datang.

“Sorry guys kita telat” ujar Willy.

“Gak apa-apa kak, lagian ini bukan rapat OSIS” Balas Rafles.

“Langsung duduk aja lu. Jelasin lu dari mana ham?” ujar Kinal.

“Sorry rek, ban motorku bocor. Jadi nyari tukang tambal ban dulu” balas Ilham.

“Ya udah, kita mulai ya rapat nya” ujar Dendhi.

Mereka lalu membahas apa saja yang harus di bawa, dan yang akan menjadi perhatian mereka. Karena ini adalah kali pertama mereka pergi ke luar negeri, biasanya sih sendiri-sendiri.

“Jadi ini fix ya, tiga negara, Inggris, Italia, sama Jerman” ujar Dendhi.

“Iya, sekalian mau jenguk si Violeta, kangen banget aku” balas Rafles.

“Eh… Rafles punya adik ya?” ujar Dhike.

“Iya key, di Jerman, jadi sekalian kalo ntar mau ketemu hayuk aja” ujar Rafles.

“Inget ya rek, jangan sampe kita misah, di tiga negara itu udah di pastiin rame kalo tahun baru kayak sekarang ini” Ujar Dendhi.

“Tenang, kalo misah kan masih ada Skype, kalo gak LINE” ujar Ilham.

“Ya udah deh, pokoknya kita berangkat dua belas orang, pulangnya juga harus tetep dua belas orang” ujar Dendhi.

“Black Team” ujar Dendhi.

“Huuuuurrraaaa..” ujar semuanya.

Setelah di rasa cukup, mereka lalu membubarkan diri. Dendhi masih tetap bersama Michelle, Shani dan Viny, namun kali ini muatan mereka bertambah, kak Ve ikut dalam rombongan mereka. Suasana di perjalanan hening karena Viny, dan Kak Ve tertidur, sedangkan Shani dan Michelle mendengarkan lagu lewat headset mereka. Setelah menurunkan satu persatu penumpang, Dendhi bergegas pulang ke rumah mereka. Sesampainya di rumah nya, Dendhi langsung memasukkan mobilnya ke dalam garasi, Michelle dan kak Ve langsung masuk ke dalam kamar mereka masing-masing. Setelah mengunci garasi Dendhi lalu masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.

 

To Be Continued.

@Dendhi_Yoanda

Iklan

Satu tanggapan untuk “Romansa Di Kota Itu, Part17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s