Silat Boy : Last Part Part 45

Esok paginya Rusdi dan Naomi pergi ke stasiun. Mereka hendak pergi
liburan berdua di kampung halaman Rusdi. Walaupun cuma sehari, tapi
mereka berusaha menikmatinya.

Besok Rusdi akan pergi ke Jepang, bahkan tadi malam Reza menelponnya
dan menanyakan apakah ia yakin akan ikut ke Jepang bersamanya. Rusdi
hanya menjawab iya.

Stasiun itu tidak terlalu ramai. Setelah membeli tiket, mereka lalu
menunggu kereta di kursi tunggu yang ada di stasiun itu. Sesekali
mereka bercanda ria sambil menunggu kereta.

Setelah kereta tiba, mereka langsung naik ke kereta itu. Lalu duduk
bersebelahan di kursi. Kereta itu tidak terlalu ramai. Bahkan ada
beberapa kursi yang kosong di kereta itu.

Naomi mengambil headset di dalam tas nya, Lalu ia memakainya. Setelah
itu memainkan sebuah lagu. Tak lama ia tertidur di sandaran bahu
Rusdi. Rusdi hanya tersenyum melihatnya.

Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai Kampung Tengsaw. Rusdi
kemudian membangunkan Naomi. Lalu mereka turun dari kereta. Dan
langsung berjalan kaki menuju rumah.

Sesampainya di rumah, Rusdi langsung berbaring di sofa. Naomi
membereskan barang-barangnya. Mereka hanya sehari tinggal di rumah
itu, jadi barang bawaannya tidak terlalu banyak.

Siang itu Rusdi mengajak Naomi makan di sebuah warung di alam terbuka
dekat empang. Rencananya mereka akan kembali pulang sore ini. Karna
Rusdi harus menyiapkan barang bawaannya untuk besok.

“Biar aku yang pesenin!” Rusdi merebut buku menu, lalu ia berbisik
pada salah seorang pelayan.
“Selesai, tunggu ya sayang…” Rusdi terkekeh, sudah lama ia tidak
bilang sayang pada Naomi.

Mereka mengobrol seraya menunggu pesanan tiba. Setelah pesanan tiba,
Rusdi langsung memakannya dengan lahap. Naomi tertawa kecil melihat
tingkah pacarnya itu.

“Baca doa dulu!” ujarnya.
“Eh iya, lupa.” Rusdi kemudian membaca doa.
“Ini apa?” tanya Naomi.
“Itu ikan lele, enak tau.” Rusdi kemudian kembali memakan makanannya.

Naomi sedikit aneh melihat ikan itu. Ia enggan memakannya, tapi Rusdi
terus membujuknya agar mau makan. Naomi akhirnya makan, dan ternyata
rasanya cukup enak.

“Wah, enak banget!” Naomi makan dengan lahap.
“Aku bilang apa, ayo habiskan makanannya.” jawab Rusdi seraya
mengunyah makanannya.

Mereka kemudian makan dengan lahap. Beberapa menit kemudian, mereka
akhirnya selesai makan. Setelah selesai makan, mereka lalu diam
sejenak di warung itu.

“Tenang aja, udah aku bayar kok.” Rusdi tersenyum kecil.
“Aku baru tau ikan lele rasanya enak banget.” balas Naomi disertai
senyuman manisnya.

“Orang kota mana tau makanan rendahan kayak gini.” balas Rusdi.
“Resepnya apa ya? Aku mau bikin di rumah.” tanya Naomi.
“Itu resepnya!” Rusdi menunjuk empang.

Di empang itu banyak sekali ikan lele. Tapi tepat diatas empang
terdapat MCK atau jamban. Dan disana ada orang yang sedang buang air
besar. Seketika Naomi mual, lalu ia berlari menuju tempat sampah
terdekat.

Naomi muntah disana, ia memuntahkan makanan yang baru saja ia makan.
Rusdi kemudian menghampirinya, ia sedikit tertawa. Rusdi mengusap-usap
punggung Naomi.

Naomi muntah lama sekali disana. Rusdi kemudian membelikannya sebuah
minuman. Naomi meminumnya, lalu ia kembali duduk di warung itu.
Wajahnya terlihat pucat, ia sangat lemas.

“Kamu kok jahat banget…” Naomi mulai menangis.
“Maaf, lagian kamu nanya resepnya. Ya itulah resepnya, kotoran
manusia.” Rusdi kembali terkekeh.

Tanpa berkata apapun lagi, Naomi meninggalkannya. Rusdi kemudian
menyusulnya dengan tergesa-gesa. Setelah sampai rumah, Naomi langsung
masuk ke kamar Rusdi.

Rusdi ikut masuk ke kamarnya. Ia melihat Naomi sedang berbaring, Naomi
menutup kepalanya dengan bantal. Di rumah itu tidak ada siapa-siapa,
hanya mereka berdua.

Rusdi melihat rok Naomi sedikit terangkat hingga diatas lutut.
Kesempatan tidak datang dua kali, inilah kesempatannya. Ah tidak! Ia
salah fokus, dasar pikiran kotor.

Rusdi dengan cepat menyingkirkan pikiran-pikiran itu. Lalu bergegas
keluar dari kamarnya. Lalu menutup pintu kamar itu rapat-rapat. Naomi
mengintip, napasnya masih tersenggal-senggal karna ia sedang menangis.

Sorenya, mereka membereskan barang-barangnya. Lalu berjalan kaki
menuju stasiun. Setelah itu menunggu sejenak disana. Tidak ada
percakapan sama sekali diantara mereka.

Ini benar-benar hari terakhir yang kacau. Rusdi sangat murung melihat
Naomi seperti itu. Mereka lalu mulai masuk kereta saat kereta baru
saja tiba di stasiun itu.

Keesokan harinya, tepatnya di pagi hari. Rusdi, Reza, Anin, dan Kak
Melody sedang menunggu pesawat di bandara. Orang tua Anin baru saja
pergi saat ketiga sahabat Rusdi tiba di bandara itu.

Epul dan Yona memeluk Rusdi. Epul terlihat yang paling sedih.
Sementara Boim hanya memandangi mereka dengan tatapan prihatin. Lalu
mereka melepaskan pelukannya.

“Mana Naomi?” tanya Rusdi, Epul dan Yona menggeleng pelan.
“Begitu ya, dia masih marah…” Rusdi menundukkan kepalanya, Kak
Melody kemudian memeluknya.

Dari jauh nampak dua orang sedang bercakap-cakap. Tidak terlalu jelas,
Rusdi hanya melihatnya sekilas. Kak Melody kemudian melepaskan
pelukannya seraya mengusap matanya yang basah.

Pesawat kemudian tiba, lalu mereka mulai menaiki pesawat. Saat pesawat
hendak lepas landas, Reza melihat dari jendela mereka sedang
melambaikan tangan kearahnya.

Sementara Rusdi hanya diam tidak ikut menatap jendela. Itu hanya akan
membuat hatinya semakin terluka. Hanya akan membuat detik-detiknya
semakin terasa sedih.

“Lihatlah, kau punya banyak sekali teman. Tapi siapa wanita itu? Ia
terlihat sangat sedih. Apa dia pacarmu?” tanya Reza.
“Dia kakaku, namanya Kak Melody.” jawab Rusdi.

“Bukan! Itu bukan Kak Melody! Kak Melody terlihat sedang menahan
wanita itu, lihatlah!” ucap Reza, Rusdi lalu ikut menatap jendela.
“ITU NAOMI!!!” teriak Rusdi.

Naomi terlihat sangat histeris, ia hendak menyusul Rusdi ke dalam
pesawat. Terlihat Kak Melody sedang menahannya. Tapi tangisan Naomi
terlihat semakin menjadi.

Beberapa detik sebelum pesawat itu terbang, dari tempat lain Rusdi
melihat Kak Ve sedang tersenyum kearahnya. Lalu pesawat itu
benar-benar telah terbang, tujuannya menuju Jepang.

“Selamat tinggal semuanya, dan terima kasih semuanya…” Rusdi
meneteskan air mata seraya menatap jendela, menatap orang-orang
terdekatnya untuk yang terakhir kalinya.

TAMAT

NOTE : Akhirnya fanfic ketujuhku ini tamat juga. Ini adalah fanfic ku
yang paling panjang. Dan update setiap hari setelah fanfic sebelumnya
yang berjudul Ghost Theater. Maaf ini adalah fanfic pertamaku yang
dikejar deadline, efek dari kesibukan di sekolah baru :v Author fanfic
ini baru masuk SMK, doakan aku 2 tahun lagi biar bisa kerja di Jepang
dari sekolah dan lulus dari tes nya. Amin…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s