Annihilation part 8

cover-1

“Mari bertanding”

“Mari bertanding”

Setelah kedua Iblis membungkuk memberi hormat, kedua sayap hitam dari masing-masing Iblis itu muncul, mereka berdua langsung bertarung di udara.

“Kumulai, Kelvin” secara tiba-tiba Wildann langsung menyerang Kelvin dari berbagai arah

Segala macam Roost ia lontarkan dengan kekuatan penuh, baik Es, Angin,  Listrik dan Roost andalannya Api. Kadang pula Wildann menggabungkan beberapa Roost sekaligus. Keringat sampai bercucuran dari dahinya, tetapi Kelvin tetap tidak bergerak sedikit pun. Ia hanya sesekali mengibaskan tangannya untuk membalas serangan-serangan Wildann

Kelvin tidak diam saja kali ini, ia mengulurkan kedua tangannya ke depan, tak berapa lama kemudian, muncul Listrik dari langit

CTAAR

Beruntung, Wildann mampu menghindar. Kelvin kembali menyerang dengan Roost Angin dan Es, Wildann masih mampu menangkis serangan Kelvin.

“Tidak buruk, Iblis Lucyfer” ucap Wildann dengan nafas memburu

“Terimakasih atas pujiannya” Kelvin kembali mengeluarkan Es yang sangat dingin

Kelvin berusaha menahan untuk tidak mengeluarkan Apinya terlebih dahulu. Hal yang dilakukannya itu beralasan, karena Roost Api dapat membuat si  penggunanya menjadi cepat lelah, oleh karena itu, baik Kelvin dan Wildann memilih untuk menyerang satu sama lain dengan Roost selain Api.

Wildann membalas serangan Kelvin, ia juga melontarkan Roost Es kearah Kelvin. Alhasil kedua Roost Es dari masing-masing Iblis berbenturan satu sama lain, dalam sekejap Es-es itu langsung hancur menjadi pecahan-pecahan kecil. Kelvin tidak menyerah, ia kembali melontarkan macam-macam Roost,
tak jarang juga ia menggabungkan beberapa dari Roost, sama seperti yang Wildann tadi lakukan.

Dengan sigap, Wildann beterbangan kesana-kemari, mencoba menghindari berbagai
Roost Angin, Listrik dan Es yang mengejarnya, Kelvin mengejar Wildann dari belakang. Ia seperti bernafsu untuk membuat Wildann cepat-cepat kalah darinya

“Aku tidak bisa diam saja, dia semakin menggila” batin Wildann dalam hati

Kemudian, Wildann menghentikan terbangnya, berbalik menatap Kelvin yang masih sibuk mengeluarkan berbagai macam Roost dari tangannya. Roost-roost yang dilontarkan Kelvin masih belum mampu menyentuh Wildann, sampai pada akhirnya. Wildann merasa bahwa ia sudah cukup untuk menyimpan Roost Apinya. Tak peduli nantinya jika ia merasa cepat kelelahan atau apapun, yang penting tujuannya saat ini hanya mengalahkan Kelvin, atau bisa pula membunuhnya.

Wildann mengeluarkan Roost Apinya, tapi Api tersebut tidak ia langsung lontarkan,
melainkan dikumpulkan menjadi sebuah Bola Api yang cukup besar.

“Terimalah ini” Wildann lalu mendorong kedua tangannya kedepan, Bola Api itu langsung melesat maju menuju Kelvin, suasana sontak menjadi sangat panas di sekitar medan duel.

“Sial” karena kecepatan bola Api yang luar biasa cepat, Kelvin tidak sempat membalas atau pun menahannya.

Kali ini, Kelvin benar-benar terkena serangan bola Api Wildann dengan telak, Iblis Lucyfer itu benar-benar kepanasan, kulitnya seperti terasa meleleh, panas dan sakit sekali. Kelvin hanya menggeliat-geliat menahan panas

“Bertahanlah !! keluarkan apimu segera, Kelvin” instruksi Pangeran Aidan dengan lantang, ia benar-benar cemas akan kondisi Kelvin.

Kelvin berusaha keras untuk menahan rasa sakit dan panas di sekujur tubuhnya. Dikumpulkannya sisa-sisa tenaganya untuk mengeluarkan Roost Es miliknya. Akhirnya ia berhasil memadamkan bola Api tersebut

“Uggh” rintih Kelvin kesakitan sambil memegangi dadanya

~

“Kekuatan yang luar biasa, tak kusangka mereka mempunyai kekuatan sehebat ini” ucap seseorang yang berada di balik hutan yang tak jauh dari medan duel

“Kau benar, Padris. Panas dari apinya bahkan terasa sampai tempat kita” ternyata yang sedang mengawasi di balik hutan itu adalah Malaikat Padris dan Shani yang memang sedang ditugaskan Pimpinan mereka, Gabriel, untuk melihat kekuatan Para Iblis.

“Menjauhlah, Shan, kau bisa kepanasan nantinya”

“Kau terlalu berlebihan” Shani sedikit tersenyum senang karena perhatian dari
Padris

“Aku tidak habis pikir dengan Gabriel, kenapa ia menugaskanku dengan Malaikat
Wanita, bukannya Pria”

“Jangan meremehkank..”

“Aku bukan meremehkanmu, hanya saja. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padamu” potong Padris cepat sambil melihat mata lembut Shani

Keheningan melanda mereka selama beberapa detik. Wajah Shani perlahan-lahan
menimbulkan semburat merah, setelah itu, ia memalingkan wajahnhya dari Padris

“Kau duduk saja dibawah pohon besar itu, biar aku saja yang melihat kekuatan
musuh” perintah Padris

“Ba..baik, kau berhati-hatilah” Shani mengeluarkan Roost Esnya dan membuat
suasana di sekitar mereka menjadi sejuk

“Terimakasih atas udara sejuk ini” Padris tersenyum tipis, setelah itu, Shani pergi menjauh, meninggalkan Padris seorang diri di rerimbunan rumput dan pohon

“Bola Api yang besar itu bisa dipadamkan” gumam Padris pelan sambil matanya menatap kearah duel dua Iblis dari Klan berbeda

~

“Kurasa ini waktunya” Kelvin menunduk, bola matanya berubah menjadi warna
merah darah yang menyeramkan, seperti ada aura menakutkan dari dalam tubuhnya
yang bersiap untuk keluar

“A..a.apa ini ?” Wildann sedikit ketakutan, ia dapat merasakan kekuatan yang besar akan segera muncul dari dalam tubuh Kelvin

“Aku tak menyangka kau akan mengeluarkan jurus mematikan itu, ini sangat  berbahaya bagi Iblis Vanguard dan dirimu sendiri, Kelvin” batin Pangeran Aidan, ia mengetahui dengan baik bahwa Kelvin akan mengeluarkan jurus Api mematikan yang luar biasa.

Berbicara tentang jurus Api Kelvin, hanya sedikit Iblis yang bisa menggunakan jurus itu, diantaranya adalah Pangeran Aidan sendiri, Pangeran Vanguard,  Lucyfer dan beberapa Iblis lainnya, jumlahnya sangat sedikit. Dapat dihitung dengan jari. Jurus Api mematikan itu dinamakan “Explosion Flame”, tidak dapat dibayangkan kekuatannya, panasnya benar-benar melelehkan, dan membakar apa dan siapa saja disekitarnya

“Jangan gunakan itu, Kelvin !! Itu sangat berbahaya !” teriak Pangeran Aidan

“Sial, ternyata selain diriku dan Aidan, masih ada yang menguasai jurus itu” batin Vanguard dalam hati

“Kelvin !!!” teriak Ve khawatir dengan sahabatnya

“Maafkan aku Yang Mulia, Ve. Tidak peduli akhirnya, aku akan tetap menggunakan ini demi kemenangan” gumam Kelvin pelan

“Fir de explosion la flame ivinamon” Kelvin merapalkan mantra Iblis kuno untuk mengeluarkan jurus mematikan tersebut. Kecemasan Pangeran Aidan menjadi kenyataan. Tiba-tiba dari dalam tubuh Kelvin
keluar kobaran lidah api yang disertai raungan keras melolong-lolong, membuat
nyali siapapun yang mendengarnya menjadi ciut. Lidah-lidah api itu menyambar kemana-mana. Suara raungan semakin lama semakin keras menyakitkan telinga, Explosion Flame telah menampakkan wujudnya.

“Menjauhlah, Ve” ucap Pangeran Aidan pelan

Pangeran Aidan menuntun Ve agar tidak terlalu dekat menyaksikan duel dahsyat tersebut, panas apinya benar-benar terasa menyakitkan. Begitu juga dengan Vanguard yang sedikit mundur beberapa langkah ke belakang beserta Razkal dan Melody. Wildann yang berdiri di hadapan Kelvin langsung terdiam membeku, ia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan. Wildann telah mencoba menyelubungi dirinya sendiri dengan Es yang dibuatnya, tetapi beberapa detik kemudian Es itu mencair karena panasnya Api Kelvin, Wildann terus mengulangi itu berkali-kali. Tetap saja tidak bisa menghindarkan dirinya dari rasa panas yang menerpa.

“Bagaimana ini ? aku bisa terbunuh” Wildann sudah panik, ia tidak menyangka jika Kelvin memiliki kekuatan sebesar itu.

Wildann segera terbang menjauh, menghindari lidah api Exflame (Explosion Flame), tetapi Exflame lebih cepat pergerakannya, sehingga dalam sekejap, sayap Wildann sudah terbakar, ia panik dan terbangnya menjadi tidak stabil. Lidah-lidah api lainnya terus menyerang dengan dahsyat, Wildann berusaha mengeluarkan Apinya, namun tenaganya sudah cukup terkuras akibat terbang berputar-putar tanpa arah dan akibat dari mengeluarkan Roost Bola Api tadi, tanpa disangka, ada lidah
Api lagi yabg melesat dengan cepat..

Wildann langsung terpental dan terjatuh ke tanah dengan keras

BRUUK BRRUK

“Uggh” Darah mengucur deras dari sudut bibirnya, Jubah perangnya sudah robek sana-sini akibat terbakar Exflame.

Kelvin mendarat ke tanah, melipat sayapnya. Ia tidak henti-hentinya menyerang Wildann dengan brutal. Api terus keluar dari tubuhnya, mata merahnya tetap menyala-nyala menyeramkan.

Pekikan-pekikan kesakitan terdengar dari mulut Wildann. Ia benar-benar tidak tahan lagi. Kulitnya memerah kepanasan, sangat berbeda dengan Kelvin. Walau Api keluar dari tubuhnya, tetapi wajah Kelvin tetap biasa-biasa saja, seperti tidak merasakan panas sedikit pun.

“Sudah cukup, Kelvin !! Wildann sudah kehabisan tenaga dan kesakitan” seru  Pangeran Aidan berusaha untuk menghentikan amukan Iblisnya

“Aaarrrrgghh” hanya teriakan yang bisa dikeluarkan Wildann, Roost balasannya
seperti tidak berarti apa-apa jika melawan Exflame

BRUGHH

Akhirnya Wildann jatuh pingsan kepanasan. Ia terkapar di tanah tak bergerak. Darah masih mengucur dari sudut bibirnya.

Setelah melihat Wildann pingsan, Kelvin langsung menghentikan serangannya

“Fir de explosion la flame pulstemon”setelah Kelvin merapalkan mantra Iblis kuno itu, Api seketika padam dan kembali ke dalam tubuh Kelvin Perlahan-lahan, panas yang tadi menyengat, berubah menjadi suhu normal, Api Exflame sudah berakhir. Kelvin berdiri tegak disana dengan tatapan kosong, matanya sudah kembali berwarna hitam.

BRRUKK

Kelvin ambruk ke tanah, ia tak bergerak sama sekali.

“Kelvin !!” Pangeran Aidan langsung dengan cepat berjalan menghampiri Kelvin yang sedang tersungkur di tanah

Ve mengikuti dari belakang dengan tatapan yang sangat cemas

“Baiklah, Aidan. Sekarang keadaan menjadi 1-1, Iblismu menang dalam duel ini” ucap Vanguard dengan dingin

Razkal dan Melody mengangkat tubuh pingsan Wildann

“Berikan aku waktu satu hari untuk mengurus Iblisku ini, sebelum masuk
ke duel terakhir” pinta Pangeran Aidan sambil menopang kepala Kelvin di tangannya, ia tengah terjongkok untuk memeriksa keadaan ‘tangan kanannya’

“Baiklah, aku setuju dengan itu” kata Vanguard menyetujui lalu berjalan kebelakang menuju kearah Istananya, diikuti dengan Razkal Melody

“Bagaimana keadaan Kelvin, Yang Mulia ?” tanya Ve dengan wajah cemas

“Kau tenang saja, Ve. Ia hanya pingsan, tidak mati” jawab Pangeran Aidan. Sontak, Ve menghembuskan nafas lega setelah mengetahui Kelvin tidak mati

“Tenaganya sudah benar-benar terkuras habis karena mengeluarkan Exflame tadi” kata Pangeran Aidan pelan kepada Ve

“Masih beruntung ia hanya pingsan, dahulu kala, ada beberapa Iblis yang mati  setelah mengeluarkan jurus mematikan itu” lanjut Pangeran Aidan

~

“Heei, Padris.. apa yang kau lihat ? sudah selesaikah mereka berduel ?” teriak Shani sedikit keras, karena jarak mereka cukup jauh

“Kekuatan yang luar biasa” desis Padris reflek

“A.. apa ? apa yang kau bilang barusan ?” Shani mengernyitkan dahinya bingung

Padris berjalan menghampiri Shani yang sedang duduk di bawah pohon besar

“E..eh.. a..aku, kau bertanya apa tadi, Shani ?” Padris malah bertanya balik, ia tidak mendengar pertanyaan Shani

“Dasar kau ini, aku bertanya tadi apakah kaum Iblis sudah selesai berduel ? dan apa yang kau lihat ?” Padris hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“Oh.. itu.. duel mereka sudah selesai. Tapi aku yakin, masih ada duel berikutnya. Dan soal yang aku lihat. Aku melihat kekuatan luar biasa dari Iblis Lucyfer itu” jelas Padris

Shani hanya mengangguk-angguk

“Bagaimana luar biasanya ?”

“Entahlah.. sulit dijelaskan, aku hanya melihat lidah-lidah api keluar dari tubuh Iblis itu, kekuatan Apinya sangat luar biasa panas dan menghanguskan”

“Kau tahu siapa Iblis itu ?” Shani memiringkan kepalanya

“Aku hanya melihat wajahnya samar-samar, kalau kuingat-ingat dan tidak salah,  hmm.. dia salah satu tangan kanan Aidan” Padris menaruh jari telunjuk di dagunya seperti sedang berpikir

“Hmm.. aku lupa namanya”

“Kelvin” potong Shani cepat

“Eh”

“Kau tahu dia ? ya.. ya aku ingat sekarang. Kelvin. Namanya Kelvin” Padris mengangguk-angguk

“Aku tahu bahwa tangan kanan Aidan ada dua, satu wanita bernama Ve, dan satunya pria bernama Kelvin”

“Ingatanmu memang luar biasa, Shani”

“Kau saja yang pelupa, Padris. Padahal belum lama Gabriel memberitahu kita hal itu” potong Shani cepat

“Hehe” Padris hanya terkekeh pelan

“Kau pernah bertemu dengan Iblis yang bernama Kelvin itu ?”

“Aku pernah bertemu dengannya. Hmm.. pada perang 100 tahun lalu” jawab Shani menatap mata Padris

DRAP DRAP DRAP

Sedang asik mereka berbicara, tak lama terdengar derap langkah kaki di hutan itu, sepertinya ada beberapa Iblis yang mendekati tempat mereka berdua.

“Sssst..” Shani menatap bingung kepada Padris yang menaruh jari telunjuk di hidungnya

“Kita harus pergi dari sini, ada Iblis yang segera kemari” timbul raut ketakutan dari wajah Shani setelah Padris berkata seperti itu

Padris dengan cepat menarik tangan Shani, membawanya pergi menjauh dari pohon besar tempat tadi mereka berada.

“Jangan takut, Shan, aku bersamamu” Padris terus berlari dengan cepat, genggaman tangannya tidak pernah terlepas dari Shani

*To Be Continued*

Created By : @KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s