Silat Boy : Perkelahian Maut Part 40

Rusdi sejenak menatap mereka berdua. Orang itu memberi kode pada Boim
agar ia meletakkan senjatanya, tapi Boim malah menembak. Orang itu
membalikkan pistolnya hingga peluru itu terpental.

Lalu dengan sigap orang itu menarik tangan Boim dan merebut
senjatanya. Lalu membanting Boim ke tanah. Boim mengaduh, kemudian
melompat dan berdiri.

Orang itu mundur beberapa langkah. Boim tidak ragu membunuhnya. Orang
itu punya sebuah pistol dan sebuah shotgun, ia juga pasti tidak akan
ragu untuk membunuh Boim. Rusdi kemudian menghampiri Boim.

Orang itu mengangkat kedua tangannya seraya mengeluarkan amunisi
pistol miliknya. Kemudian membuang shotgun milik Boim, setelah itu ia
memberi kode agar mereka berdua mengikutinya.

“Dia mengajak kita!” Rusdi memegangi keningnya yang masih sakit.
“Ayo ikuti dia!” Boim kemudian mengikutinya, Rusdi menyusul dibelakangnya.

Mereka tiba di sebuah ruangan. Ruangan itu cukup gelap, pencahayaannya
kurang. Bahkan untuk ruangan seluas itu hanya punya beberapa lampu.
Orang itu kemudian membuang pistolnya, lalu menghadap mereka berdua.

Lalu ia membuka topengnya. Betapa terkejutnya mereka, ternyata orang
itu adalah Jack. Boim terkesiap karenanya, apalagi Rusdi. Ia mundur
beberapa langkah.

“Jack!” ujar Rusdi.
“Kau terkejut? Aku juga!” Jack menatap mereka dengan ekspresi datar,
luka bekas perkelahian waktu itu masih membekas di wajahnya.

“Kenapa kau menggangguku lagi? Bukankah sudah cukup waktu itu?” tanya Jack.
“Jack, kau ada disini. Berarti Mister Liem juga ada disini.” tebak Rusdi.

“Benar, dialah orang dibalik semua ini.” balas Jack.
“Setelah pergi dari kampung Tengsaw, ia mencari tempat lain. Dan
inilah tempatnya, di pedalaman hutan!” sambungnya.

“Sudah cukup!” bentak Rusdi.
“Kalian sudah berani menyerang kami disini, jadi kalian harus kuberi
pelajaran! Kalian berdua lawan aku, kita bertarung sampai salah satu
dari kita mati!” Jack balas membentak.

“Kau sudah pernah ku kalahkan, Jack!” Rusdi menyeringai.
“Waktu itu aku lengah di saat-saat terakhir, tapi sekarang aku sudah
tau sejauh mana kemampuanmu!” balasnya.

Tanpa diduga, Boim melompat dan memukul wajah Jack. Jack kemudian
berbalik dan menendang perut Boim, lalu memukulnya bertubi-tubi. Rusdi
tidak tinggal diam, ia melompat dan menendang Jack.

Boim berlutut seraya memegangi tangan kirinya yang terasa sakit. Jack
kembali terlibat perkelahian dengan Rusdi. Rusdi sudah sedikit
berkembang, gerakkan-gerakkannya makin cepat.

Tapi sayangnya Jack berhasil mengimbangi kecepatan itu. Jack kemudian
menahan tangan Rusdi, lalu membantingnya ke lantai. Boim berlari
kearah Jack, ia berusaha mengimbangi Jack.

Jack melakukan gerakkan-gerakkan lincah seperti menari, mungkin
Capoeira. Jack kemudian menendang kaki Boim, lalu memukul wajahnya
dengan kuat hingga Boim tumbang.

Sekarang giliran Rusdi, ia menyerang Jack dengan sangat cepat. Jack
berkali-kali gagal menangkis, bahkan beberapa kali terkena pukulan di
dada dan wajahnya. Rusdi kemudian berlutut karna Jack menendang kaki
kirinya.

Boim maju, ia sama sekali belum menyerah. Rusdi kemudian berdiri,
sekarang dua lawan satu. Kelihatannya Jack masih unggul, tapi beberapa
kali Rusdi dan Boim berhasil memukulnya.

Jack marah, lalu memukul wajah Rusdi hingga rahangnya berdarah. Rusdi
berbalik karna pukulan itu terlalu kuat, lalu ia tumbang. Jack kini
menyerang Boim bertubi-tubi.

Lalu Jack membantingnya ke meja hingga meja itu patah. Boim terlihat
kesakitan, Jack hanya menatapnya sinis. Jack kemudian mengelap darah
yang ada di bibirnya, ia terengah-engah.

“Kalian cukup hebat bisa membuatku terluka, tapi kalian tidak akan
bisa mengalahkanku!” Jack mengangkat Boim, tanpa diduga Rusdi memukul
perutnya dengan kuat.

Jack terpelanting, Rusdi kemudian menangkap Boim. Darah muncrat dari
mulut Jack, ia terlihat sangat kesakitan. Jack tersungkur seraya
mengerang karna kesakitan.

“Sekali lagi kau lengah, Jack! Kau melupakan kemampuanku menggunakan
Teknik Pukulan Kuat.” Rusdi menatapnya datar.
“Arrrrrggg!!!” Jack mengerang keras.

Rusdi tidak mempedulikannya, ia membopong Boim dan hendak meninggalkan
tempat itu. Tapi tiba-tiba sebuah pisau terlempar dan melukai tangan
kanan Rusdi.

Rusdi mengaduh, Boim kemudian berbalik. Ia melihat Jack memegangi
sebuah belati dan pisau kecil. Lalu pisau kecil itu kembali
dilemparkan kearah Rusdi.

Dengan cepat Boim mengambil belatinya, lalu hendak menangkis pisau
itu. Tapi ia terlalu lambat, pisau itu menancap di tangan kirinya.
Rusdi berbalik seraya menekan luka di bahu kanannya.

Rusdi terkejut melihat Boim dengan santainya mencabut pisau itu. Ia
seperti tidak merasa kesakitan. Boim kemudian menatap tajam Jack,
tiba-tiba Boim meringis kesakitan.

“Jangan pergi, ayo lanjutkan pertarungan kita sampai salah satu dari
kita mati!” Jack menyeringai.
“AYO!!!” teriak Boim, ia berlari kearah Jack seraya menggenggam belatinya.

Gerakan Boim sangat cepat, bahkan Jack tidak sempat menghindar. Boim
menusuk Jack dengan sangat cepat. Ia mempelajari gerakan itu dari para
pemberontak dua hari lalu.

Jack terbatuk-batuk, ia menjatuhkan belatinya. Boim kemudian mencabut
belatinya dari perut Jack. Jack tumbang, ia mengerang keras. Boim
kemudian menghampiri Rusdi yang terkejut melihatnya tega begitu saja
membunuh Jack.

“AKU MASIH BELUM MENYERAH!!!” teriak Jack, tanpa diduga Boim menembak
kepalanya hingga Jack mati detik itu juga.
“Boim? Kau… membunuh?” Rusdi terlihat ketakutan.

“Aku terpaksa, dan maaf sudah mengambil senjatamu. Dan yah, kau tidak
mau membunuh kan? Jadi biar aku yang menyimpan senjata ini.” Boim
kemudian hendak keluar dari ruangan itu.

“Kapan kau mengambil senjataku?” tanya Rusdi.
“Saat kau membopongku!” Boim keluar dari tempat itu, disusul oleh
Rusdi yang mengikutinya dari belakang.

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

Iklan

2 tanggapan untuk “Silat Boy : Perkelahian Maut Part 40

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s