My Future World Story, Part2

“Fa-fajarrr!” ucap gue dengan sangat kagetnya

Dan orang tersebut ialah Fajar, teman gue yang dikabarkan menghilang 1 tahun yang lalu itu dan sekarang dia muncul dihadapan kami yang entah kami tidak tahu ini tahun berapa sekarang

“Fajarrr!! Bagaimana kabar loe kawan!! Apa loe baik-baik aja?” Tanya gue ke Fajar yang begitu khawatir dengannya

“Iya! Gue baik-baik aja kok vin!” jawab si Fajar yang begitu lega melihat gue

“Hahhhh syukurlah loe baik-baik aja jar, oh iya bagaimana loe bisa menghilang jar?” Tanya gue

Tapi setelah gue bertanya ke dia, guepun sejenak berpikir, kok gue bisa ingat tentang dia menghilang itu, dan juga gue baru saja kepikiran pada saat dia menjawab pertanyaan gue yang “gue sekolah SMA dimana” itu dan jawabannya benar apa yang dia jawab dan juga hal-hal lain dari gue yang dia tahu

“Vin? Kok loe diam? Ada apa vin?” Fajarpun bingung dengan gue yang langsung terdiam

Guepun terdiam sejenak memikirkan hal ini, dan dari situ gue berpikir sepertinya pikiran tentang hal-hal pribadi atau biasa seperti gue, adek gue, dan Fajar tidak dihilangkan oleh kekuatan yang menarik kami kedunia ini dan guepun terkejut dengan apa yang gue pikir ini

“Vin loe kenapa sih? Tadi terdiam sekarang malah kaget begitu, loe gila yaa?” kata Fajar yang melihat gue kaget seperti itu

Dan guepun menanyakan tentang hal ini ke dia

“Fajar, loe ingat semua gak apa yang pernah loe alami?” Tanya gue ke dia

“Yaaa.. ingat sih hanya sebagian aja yang gue ingat, gue ingat saat kita sekolah dulu lalu saat gue menghilang tapi gue gak ingat kenapa gue bisa menghilang dan gak tau kenapa gue bisa disini” jawab Fajar yang dimana ada kata-katanya yang membuat gue bingung

“Gue sih sudah tau kenapa loe bisa ada disini soalnya gue sama adek gue juga gak tau kenapa kami bisa disini dan siapa yang melakukannya, tapi ada satu hal yang gue bingung, kenapa bisa loe gak ingat itu jar?” guepun menanyakan tentang hal yang bingung itu ke Fajar

“Yaa entah juga vin, tapi pada saat itu entah itu benar atau nggaknya gue serasa ada yang mengendalikan pikiran gue untuk tertarik menuju kekuatan tersebut dan di saat itu juga ada seseorang disamping gue yang berbisik ke gue dan dia bilang “lupakanlah tentang menghilangnya kamu dari dunia ini dan pada saat kamu disana, temuilah aku nanti saat kamu mengetahui semuanya nanti” seperti itulah dia bilang karena saat itu gue gak sempat melihat mukanya dan suaranya seperti disamarkan karena gue hanya fokus kedepan saja dan begitulah akhirnya” jawabannya tentang bagaimana dia menghilang 1 tahun yang lalu itu

“Sepertinya orang itu begitu misterius banget sampai gue jadi takut begitu mendengar jawaban loe itu jar” tanggapan gue tentang jawabannya

“Yaa memang begitulah vin gue juga merasa takut saat gue mengingat itu, tapi ada juga hal yang lebih menakutkan dari itu” kata Fajar

“Apa itu?” Tanya gue bingung

“Coba liat tuh gimana reaksi adik loe melihat gue tadi” Fajarpun memberitahukan gue kalau adik gue itu sebenarnya…

Sementara itu mereka berdua ketakutan melihat Fajar tadi ketimbang cerita yang dia ceritakan ke gue, terutama si Beby yang begitu ketakutan sekali

“Kak, kak Fajar!!!” kata Sinka yang begitu kaget

“A-apaaa!!! kak Fajar adalah z-zombie!!” ucap Beby tidak percaya dengan apa yang dia liat

Lalu Bebypun pingsan begitu saja

“Yaahhh, beb beb” Sinkapun menggoyang-goyangkan tubuh Beby

Note : Kenapa dia bisa pingsan ? karena dia sangat takut sekali kalo ada yang beginian, soalnya sewaktu dia dulu nonton film yang ada zombienya dirumah, karena saking takutnya dia nonton film itu, dia sampai tidak bisa menahannya lagi lalu dia pingsan begitu saja. Haaahhhh dasar adek-adek gue yang fanatik. Giliran Sinka takut dengan yang tadi itu sekarang Beby yang takut dengan hal ini

“Lah kenapa dia bisa pingsan gitu vin? Padahal menurut gue sama si Sinka biasa aja dengan gue yang hidup kembali gini” Tanya Fajar yang heran melihat Beby begitu

“Yaa memang begitu deh adek gue, dia memang gak tahan dengan pemandangan yang dia lihat ini seperti zombie, gue juga kadang kasihan sih melihatnya” guepun menjawabnya

“Yaelah kakak sama kak Fajar ini malah ngomongin si Beby, bantu kek si

Beby ini buat sadar kembali malah ngobrol aja” kata Sinka yang begitu membuat kami tak tau harus apa

“Yahhh maaf deh kalau begitu, kami gak sengaja” kamipun minta maaf ke Sinka

“Terserahlah, kalau begitu kak Fajar yang harus bertanggung jawab untuk semua ini” ucap Sinka buat Fajar

“Laahhh kok kak Fajar yang bertanggung jawab? Kenapa gak kakakmu aja sin?” Tanya Fajar yang gak terima dengan ucapan Sinka

“Gak tau! pokoknya kak Fajar yang harus bertanggung jawab, soalnya kakak sudah membuat Beby pingsan gini” jawaban Sinka yang begitu tegas

“Haaahhhhh, yasudahlah klo gitu kak Fajar yang bertanggung jawab deh”

Fajarpun hanya pasrah tidak bisa berbuat apapun

“Hahahaha rasain tuh jar” guepun meledeknya

“Tau ah gelap!” ucap Fajar

Beberapa jam kemudian

“beb…beb…beb…beb…beby!!!” teriak Sinka membangunkan Beby

“Mmmm, ini kita dimana?” ucap Beby begitu lemasnya

Bebypun melihat disekitarannya, dan…

“Halo beb, hiiii!” Fajar menyapanya dengan senyuman

“Hahhh!!! zombieee!!!” teriak Beby dengan histerisnya

Bebypun langsung terbangun melihat si Fajar

“Menjauh dari ku zombie, menjauh!!!” Bebypun melemparkan batu sebanyak-banyaknya ke Fajar agar dia menjauh karena kami sedang berada didalam rumah yang hancur

Dan si Fajar terus menahan rasa sakit karena lemparan tersebut

“Tenang Beby tenang kakak bukan zombie, ini kak Fajar temannya kakakmu” ucap Fajar yang terus menahan lemparan dari Beby

“Aku gak percaya! Kamu itu zombie, bukan si kak Fajar teman kakakku!” Bebypun dengan tegasnya bilang seperti itu dan terus melemparkan

“Haaahhhh gimana yaa mau bilangnya, coba deh kamu pikir Beby, masa misalkan kalo kakak zombie, pas kakak hidup tadi pasti bakalan kakak gigit kakak kamu, tapi tadi itu enggakkan kakak cuma hanya menyapa kakakmu tadi” kata Fajar yang ingin meyakinkan si Beby

Lalu Bebypun berhenti melemparkan batu ke Fajar karena apa yang dibilang oleh Fajar memang benar dan Bebypun kembali tenang

“Aaahhh iya juga sih, klo begitu maaf ya kak hehe” Bebypun meminta maaf ke Fajar

“Iya gpp tenang aja” Fajarpun memaafkannya

“Oh iya ini kita dimana sekarang? Kok tempatnya seperti rumah gini ya?” Beby bertanya ke mereka

“Ini kita dirumah kosong dekat tadi kita bertemu kak Fajar” gue yang menjawabnya

“Oohh pantesan kenapa tempatnya ini mirip dengan sebuah rumah, terus kenapa ada api unggun disini ?” Bebypun bertanya lagi

“Oohh ini, ini sudah malam beby, jadi kita harus mencari penerangan dulu buat kita istirahat soalnya tadi kak Fajar sama kakakmu kewalahan membawa kamu saat pingsan tadi dan juga si Sinka memarahin kak Fajar habis-habisan, haaahhhh sakit sekali rasanya dimarahin sama perempuan” jawab Fajar yang merasa tersakiti daripada gue

“Yaa habisnya sih kak Fajar memperlihatkan hal itu ke Beby, mana si Beby takut dengan zombie gitu” Sinka tetap sebal dengan Fajar gara-gara itu

“Yaa maaf deh klo begitu heheeee, kak Fajar menyesal!” dan Fajar hanya bisa minta maaf dengan cara itu

“Yaudah aku maafin kak Fajar, tapi ingat jangan perlihatkan lagi yang seperti itu didepan Beby” Sinkapun membuat janji ke Fajar untuk tidak mengulanginya

“Baiklah!! Nyonya!!!” Fajar dengan sigap menjawabnya dengan rasa penyesalan

Dan tentu saja hal itu membuat aku dan Beby tertawa melihat mereka berdua apalagi si Fajar

“Yaelah jangan diketawain dong, malu gue jadinya, nanti hilang image gue sebagai laki-laki” Fajarpun sampai tersipu malu diketawain oleh kami

“Tapi Beby juga akan menjadi terbiasa melihat si kak Fajar mati dan hidup lagi” kata gue

“Iya juga sih, aku juga bakalan terbiasa melihat kak Fajar seperti itu nanti” Bebypun juga beranggapan seperti itu

“Ahhhh, yasudahlah kalo gitu aku mau istirahat dulu” kata Beby

“Ohh ok lah kalo begitu, istirahat yang cukup Beby!!” ucap kami bertiga

Bebypun beristirahat karena kejadian yang menimpanya

“Oh iya jar, gue boleh nanya sesuatu gak sama loe?” gue bertanya ke Fajar

“Oh boleh tanya aja” Fajar dengan senang hati menjawab apa yang gue tanyakan

“Ini sekarang udah tahun berapa jar ?” gue menanyakan tentang tahun ini

“Iya kak ini tahun berapa kak ?” Sinkapun juga

Karena dia bilang seperti itu, lalu Fajar pun menjawabnya

“Tapi ada satu syarat yang harus kalian penuhi” Fajarpun memberikan satu syarat ke kami

“Apaan tuh? Harus pake syarat segala” ucap kami berdua

“Yaa gpp lah terserah gue dong, kalian gak boleh kaget apa yang kalian dengar nanti” dan Fajarpun memberitahukan syarat tersebut
“Mmmm kira-kira kita bisa gak yaaa?” kamipun mengejeknya dengan tingkah yang aneh

“Yaelah lebay loe berdua, gue tonjok juga loe vin kecuali si cantik manis ini yang enggak” kata Fajar ke kami berdua

“Iiihhh apaan sih kak Fajar iniii” Sinkapun tersipu malu dengan yang dikatakan oleh Fajar

“Dasar loe klo sama perempuan loe ke gr-an gitu, dasar payah dasar lemah loe :v” ucap gue yang begitu menyakitkan buat Fajar

“Njirrr kata-kata loe nyakitin banget vin, tapi bodo amat lah vin terserah gue, tapi loe berdua janji gak akan kaget kan?” Tanya Fajar lagi tentang itu

“Iya deh iya, bawel banget sih” jawab gue dan Sinka

“Baiklah klo begitu, kita sekarang berada di tahun 2048” ucap Fajar

“Hmmm, hahhh!! tahun 2048?!!!” dan akhirnya kamipun tetap kaget dengan yang dia katakan

“Nah kan sudah gue duga dengan yang gue bilang, walaupun gue bilang begitu tapi sama aja gak ada yang menerimanya” Fajarpun kesal dengan kami berdua

“Yang benar loe jar? apa loe gak bohong?” guepun ingin memastikan hal ini

“Iya kak apa kakak gak bohong?” Sinkapun juga sama

“Yaelah gak ada yang dengerin omongan gue tadi -_-, iyalah masa kalian berdua gak percaya sama gue yang ganteng ini” Fajarpun mulai ke gr-an

Serentak kamipun terdiam mendengar perkataan “ganteng” nya itu

“Lah kenapa terdiam? Memangnya gue salah apa?” Fajarpun bingung kenapa kami terdiam

“Idih apanya yang ganteng, biasa aja loe jar malah gue yang lebih ganteng maksimal daripada loe :v” guepun menyindirnya

“Kampret loe vin!! -_-” ucap Fajar

“Hmm iyalah iyalah gue percaya” guepun percaya dengan apa yang dia bilang

“Iya kak aku juga percaya kok” Sinka juga sama

“Pasti dah, klo gue beritau ini loe sama adik loe pasti kaget mendengarnya dan gak percaya sama apa yang gue bilang” kata Fajar

“Yaa mana gue tau kalo bakalan kek gini jadinya” gue gak tahu harus bilang apa jadi gue bilang begitu saja

“Iya kak aku juga gak tau” Sinka juga

“Haaahhhh! dasar kakak adek sama aja” ucap Fajar

“Hehehehe” ucap kami yang hanya cengengesan saja

“Yaa sebenarnya gue juga kaget mendengar hal begini” Fajarpun mulai curhat dengan kami

“Hmmmm hmmmm” kamipun mengangguk

“Dan juga…… gue gak nyangka…… bakalan ketemu kalian bertiga…… disini” dan Fajar mulai mengeluarkan air matanya

“Gue kira…… hanya gue aja yang berada didunia ini, dan merasakan nasib ketidaktahuan didunia yang gue injak ini, tapi ternyata…… gue secara tidak sengaja…… bertemu dengan kalian waktu itu, perasaan gue waktu itu senang sekali bertemu kalian. Padahal gue ingin sekali menunjukkan diri gue kepada kalian waktu itu, tapi…… gue urungkan niat itu dan mencoba untuk berpura-pura tidak mengenal kalian, gue ini bodoh juga yaa…….. gue…… gue……” Fajarpun menangis sejadinya

“Tenang jar tenang loe gak perlu menangis, sekarangkan ada gue dan adek-adek gue disini yang akan menemani loe dan juga gue gak tau kalo waktu itu sosok jubah hitam itu adalah loe, jar” guepun mulai menenangkan Fajar

“Iya kak, aku dan Beby juga gak tau klo itu adalah kakak, dan juga maafin kak Alvin yaa kak, kak Alvin begitu sadisnya sama kakak waktu itu, aku juga gak tau kenapa kak Alvin jadi begitu” begitu juga dengan Sinka

“Oh iya gue lupa, maafin gue yaa jar waktu itu, huuuuhhhh untung Sinka ngingetin gue” ucap gue

“Oh iya gpp kok tenang aja, gue maafin” ucap Fajar yang mulai berhenti menangis

Fajarpun menghapus air matanya itu

“Thanks ya jar, oh iya jar kenapa loe bisa jadi kek gitu jar, gue jadi takut ngeliatnya jar” gue bertanya tentang dia yang bisa hidup kembali itu

“Iya kak aku juga takut ngeliatnya kak, bahkan Beby bilang begini waktu itu ”A-apaaa! kak Fajar adalah z-zombie” gitu kak bilangnya, lalu dia pingsan, haduhhhhh” kata Sinka

“Haduuuhhh ceritanya panjang deh klo begini” ucap Fajar

“Masaaa? gpp kok jar ceritakan aja, sama ceritakan juga dari awal loe datang kesini sampai sekarang” guepun mulai memaksanya untuk bercerita

“Gpp mata loe vin, enak banget loe bilangnya, panjang njirrr ini cerita” ucap Fajar mulai kesal

“Yaaahhhh terus mau gimana lagi, kan ada pepatah yang mengatakan ”susah bertanya, sesat dijalan” iyakan?” kata gue sok bijak

“Iya kak ceritain dong please!” Sinkapun berharap ke Fajar untuk menceritakannya

“Haaaaahhhhhh!! dasar kamprettt loe vin, yaudah deh gue ceritain” Fajarpun mulai kesal dan akhirnya diapun cuman pasrah karena kami memaksanya untuk bercerita

“Horeeee!!!” ucap kami berdua kegirangan kayak anak kecil

“Widiiihhh loe gila yaa vin?” kata Fajar melihat gue kegirangan gitu

“Hehe maaf-maaf” ucap gue

“Yasudahlah, jadi begini…” belum sepatah katapun Fajar bercerita, lalu…

Saat mendengar perkataan ”cerita”, secara refleks Beby langsung terbangun begitu saja dan duduk manis disekitar gue

“Ihiiiiiiii!!!!!” guepun kaget setengah mati saat melihat Beby duduk disebelah gue

“Ini anak benar-benar gila atau apa yaa? Gue jadi gak ngerti lagi sama si Beby ini, apa dia kerasukan atau apa yaa?” gue jadi semakin heran dengan tingkah Beby yang begini *dalam hati

Begitu juga dengan yang lainnya karena saking kagetnya kami…

“Bangkeeee loe beb!!!!” teriak kami bertiga dengan kesalnya

“Hehe maaf” ucap Beby

“Aaaahhhhh yasudah lanjut-lanjut” ucap gue

“Haaahhhh jadi begini” ucap Fajar

Fajarpun mulai bercerita tentang kejadian yang menimpanya sejak pertama kali dia kesini

(Waktu itu gue juga mengalami hal yang sama dengan loe vin, gue juga tau loe muncul darimana vin dan juga tempat kemunculan loe itu adalah tempat pertama kalinya gue menginjakan kaki didunia ini. Waktu itu gue gak tau harus ngapain, karena gue gak tau sama sekali tempat itu apa, dan karena gue merasa tidak enak sama sekali dengan tempat itu, gue pun akhirnya keluar dari tempat itu dan kagetnya tempat itu adalah sebuah rumah. Dan rumah itu seperti terlihat tak asing menurut gue, dan gue pikir-pikir ternyata gue ingat itu rumah dan rumah itu adalah rumah loe vin. Dan gue juga penasaran kenapa bisa muncul dirumah loe vin, karena gue bingung kenapa, guepun tidak menghiraukannya dan langsung pergi begitu saja tanpa berpikir panjang. Setelah itu, gue lari melintasi daerah sekitar situ, dan anehnya gue seperti melewati sebuah perkomplekan rumah yang sudah hancur seperti dilanda angin topan itu. Pada saat gue lari, gue secara tidak sadar menabrak sebuah dinding kecil yang ada dibawah kakiku dan jatuh karena terlalu fokus melihat ke depan, gue pun tidak sadarkan diri beberapa saat. Pada saat gue ingin melihat kedepan ada sebuah sosok hitam dan besar menghampiriku, tapi karena gue masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, guepun melihatnya samar-samar, karena gue tadi jatuh cukup kencang sampai penglihatan gue jadi kabur, akhirnya guepun kembali tidak sadarkan diri lagi. Lalu beberapa menit atau jam kemudian, guepun akhirnya siuman, dan guepun melihat disekitaran gue.)

“Gue dimana ini?” ucap gue (Fajar) yang masih setengah sadar

Lalu seseorangpun menjawab pertanyaan gue
“Ini kamu berada di laboratorium saya” jawab orang itu

Saat penglihatan gue mulai membaik…

“Haaahhh!!” guepun kaget dan terbangun dari tempat istirahat gue

“Anda siapa?” gue bertanya ke orang itu

“Senang bisa bertemu denganmu, perkenalkan nama saya adalah Professor Jacob, saya adalah professor dari masa depan” Professor Jacob memperkenalkan diri ke gue

“Haahh!! jadi saya sekarang berada dimasa depan?” gue kaget dengan yang dikatakan oleh Professor

“Iya kamu sekarang berada dimasa depan, dan kamu pasti berpikir dunia ini apa iyakan?” Tanya Professor Jacob ke gue

“Loh kok Professor tau?” dan sepertinya dia tau apa yang gue pikirkan

“Yaiyalah saya bisa tau karena dilihat dari mukamu yang kebingungan itu” dan tentu saja benar karena gue menunjukkan muka bingung ini ke Professor Jacob

“Hehe benar juga yaa” guepun hanya mengiyakannya

“Saya kira anda adalah seorang peramal juga” ucap gue

“Yaa tentu bukanlah, masa ada seorang peramal memakai baju lab begini” Professor Jacob tersinggung dengan kata “peramal” yang gue ucapkan

“Hehe yaa bisa aja anda adalah seorang amatiran juga” guepun tidak tahu harus bilang apa kepadanya

“Dasar kamu ini! -_-” ucap Professor Jacob

“Oh iya prof ini sekarang udah tahun berapa prof ?” tanya gue ke professor

“Kamu sekarang berada di tahun 2047″ jawab si professor

“Haahhh! tahun 2047?” guepun kaget

“Iya, memangnya kenapa?” kata Professor Jacob

“Aaaaaahhhhhh gpp kok prof saya kaget aja hehe” jawab gue

“Hmmmm, yasudah klo begitu, bagaimana kalau kita ke lab saya untuk melihat lab saya sambil minum teh?” Tawaran Professor Jacob ke gue

“Wiiiittttsssss kok professor main ajak-ajak aja, emang saya tamu anda apa? saya jadi curiga sama professor” gue terkejut dengan tawarannya itu

“Tenang tenang saya bukanlah orang jahat yang kau pikirkan dan saya juga hanya mengajakmu ke lab saya saja sambil minum-minum, saya gak bermaksud melakukan apapun pada kamu” ucap
Professor Jacob

“Apa yang anda katakan itu benar?” kata gue yang tidak percaya dengan omongannya

“(Ini orang keras kepala banget), iyaaaa!” jawabnya kesal dengan gue

“Hmmm yasudah klo begitu, baiklah saya juga ikut, saya juga penasaran dengan lab yang ada
dimasa depan ini” guepun menerimanya

Pada saat gue ingin berjalan, tiba-tiba salah satu bagian kaki gue… Krakkkk!!

“Aduh duh lutut gue!” ucap gue yang kesakitan *dalam hati

“Kamu kenapa, kamu kesakitan?” Tanya Professor Jacob bingung

“I-iya, tadi pas saya jatuh tadi” gue menjawabnya

“Hmmmm, oh iya kalau gitu saya juga nanti akan menunjukkan suatu benda yang akan membuat rasa sakitmu itu hilang” ucap Professor Jacob

“Yang benar prof?” ucap gue

“Iyaaa” kata Professor Jacob

“Baiklah kalau begitu” ucap gue

Yaa dan akhirnya guepun berjalan pelan-pelan dengam menahan rasa sakit gue. Beberapa menit kemudian…

“Akhirnya kita sampai” ucap Professor Jacob

“Waaaa-aaaahhhh biasa aja menurut saya” dan gue gagal terpesona dengan labnya

“Memang biasa saja dan gak terlalu besar karena saya bukan professor atau ilmuwan yang luar biasa menurutmu, tapi saya hanyalah seorang professor peneliti manusia abadi atau mereka menyebutnya ”Demi-Human”” Professor Jacob menjelaskan tentang apa yang dia lakukan

“Mereka? mereka siapa prof?” Tanya gue bingung
“Mereka yang pernah mengalami hal ini dimasa lalu dan dimasa depan ini saya tidak tau lagi” ucap Professor Jacob

“Ooooohhhhhh” ucap gue

“Dan juga, Demi-Human? apa itu?” Tanya gue lagi

“Kan seperti yang saya sebutkan tadi, Demi-Human adalah sebuah spesies manusia yang tidak bisa mati atau manusia abadi. Dan hal seperti ini pertama kali ditemukan disebuah negara atau benua yang bernama ”Afrika” saat mereka melawan sebuah prajurit unknown dan prajurit itu digelari ”Prajurit Tuhan” karena tidak bisa mati walaupun yang menyerangnya waktu itu banyak sekali. Dan juga hal yang membuat mereka abadi adalah ada sebuah makhluk yang berada didalam tubuh seorang Demi-Human” Prof. Toni menjelaskan tentang Demi-Human itu

“Tapi kalau dimasa depan ini sepertinya mulai punah hal seperti itu” ucapnya lagi

“Hmmmm” kata gue

“Tapi sebenarnya ada 1 orang dimasa depan ini yang mempunyai itu” kata Professor Jacob

“Siapa itu prof?” tanya gue

Bersambung

Bagaimanakah kelanjutan cerita dari Fajar? Nantikan minggu depan

Created by : @AlvinDSPinanggi

Iklan

2 tanggapan untuk “My Future World Story, Part2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s