BIKERS, I LOVE YOU (BAGIAN 2)

“ Papah “ ucap Naomi terkejut saat melihat orang itu

Papahnya pun keluar lalu berjalan menghampiri Naomi dan Riyan

“ Naomi.. “ ucap papahnya

Tatapan kesal pun di perlihatkan Naomi saat melihat papahnya kini ada di hadapannya

“ Papah udah mencari kamu kemana-mana sayang, sekarang.. kamu pulang bersama papah yah “ ajak papahnya

“ Gak, aku kan udah bilang aku gak akan kembali ke rumah itu kalau keputusan papah masih sama “ balas Naomi ketus

“ Tapi mamah kamu udah nunggu kamu di rumah, kamu pulang sekarang yah “ ucap papahnya

Naomi hanya terdiam tidak menjawabnya.

“ Apa kamu tidak kasian sama mamah dan papah, mamah nangis terus loh di rumah karena kamu gak pulang “ ucap papahnya

“ Tapi apa papah juga perduli sama Naomi, sebaiknya papah pikirkan lagi keputusan papah dulu deh sebelum bawa Naomi pulang “ ucap Naomi ketus

Papahnya hanya menghela nafas melihat Naomi yang keras kepala

“ Kita pergi aja Yan, ayok.. “ ucap Naomi pada Riyan

Riyan yang tadinya terdiam saja pun menuruti permintaan Noami, Riyan pun langsung melajukan motornya pergi dari tempat itu

Papahnya Naomi hanya terdiam saat melihat kepergian anaknya itu, ia tidak tau harus gimana lagi membujuk Naomi untuk pulang

****

“ Lu kenapa sih sama papah lu sendiri begitu banget? “ tanya Riyan heran

“ Lagian dia juga seenaknya aja main jodohin aku, “ jawab Naomi

“ Ya seenggaknya lu turuti permintaannya untuk pulang, mungkin dengan begitu dia akan berubah fikiran “ ucap Riyan

“ Ohh.. jadi kamu nyuruh aku pulang supaya aku gak nyusahin kamu lagi, gitu? “ ucap Naomi

“ Bukan itu maksud gue, gue gak keberatan lu tinggal di tempat gue sampai kapan pun, tapi menurut gue menolak permintan orang tua itu gak baik, turutin aja permintaan itu kalau masih terbilang wajar “ balas Riyan

Sejenak Naomi terdiam, dia bingung harus menjawab apa karena yang di ucapkan oleh Riyan itu ada benarnya

“ Itu sih terserah lu, gue gak berhak ikut campur urusan pribadi lu “ ucap Riyan

“ Gue Cuma ngingetin doang, turuti aja semua permintaan orang tua lu kalau itu masih bisa lu lakuin, mumpung mereka masih ada di dunia, kalau mereka udah gak ada baru nyesel lu “ tambahnya

“ Iya, iyaa.. bawel “ balas Naomi

Riyan hanya menghela nafas mendapat respon seperti itu dari Naomi, gadis itu benar-benar keras kepala

-skip-

Malam harinya terlihat Naomi tengah melamun di depan kost’an, tiba-tiba Riyan datang dan mengagetkannya

“ Woyy..!! “ Ucap Riyan berteriak di dekat telinga Naomi

Sontak Naomi pun terkejut karena ulah jail Riyan itu

“ Kamu apaan sih, seneng banget bikin kaget aku, “ ucap Naomi cemberut

“ Lagian malem-malem ngelamun, sambet baru tau rasa lu “ balas Riyan

“ Apaan sih “ kata Naomi sambil tertawa kecil mendengar perkataan Riyan itu

“ Ouh iya, nih buat lu.. “ ucap Riyan memberikan sepiring nasi goreng pada Naomi

Naomi pun menoleh dan menatap nasi goreng yang di berikan oleh Riyan itu

“ Cobain, ini gue sendiri yang bikin “ ucap Riyan langsung melahap nasi goreng bagiannya

Naomi pun memasukan satu suap nasi goreng itu ke dalam mulutnya, dan ternyata..

“ Enak.. “ ucap Naomi

“ Pastilah, siapa dulu yang bikin “ ucap Riyan menyombongkan diri

Naomi hanya tertawa kecil melihat Riyan yang menyobongkan diri seperti itu, terlihat sangat konyol

“ Riyan… terima kasih banyak yah atas semuanya “ ucap Naomi tiba-tiba

“ Hhhh.. mulai lagi kan “ ucap Riyan datar

“ Tapi kenapa sih kamu mau ngelakuin ini semua buat aku? “ tanya Naomi

“ Gue ngelakuin ini karena lu tinggal di rumah gue, dan sama saja lu itu tanggung jawab gue sekarang, makanya gue bersikap seperti ini sama lu “ jawab Riyan

Apapun alasannya, menurut Naomi, Riyan adalah lelaki yang sangat baik padanya, Riyan terlihat berbeda dengan yang lain di mata Naomi

Tidak secara langsung Riyan sudah mengajarkan arti tanggung jawab kepada Naomi, karena tanggung jawab bukan hanya sebuah kata-kata, tapi harus di buktikan dengan sebuah tindakan

-skip-

Sudah satu minggu berlalu Naomi tinggal di tempat Riyan, selama itu pula Riyan menjaga dan memperlakukannya dengan baik.

Dan hari ini juga Riyan bersama club motornya akan melakukan perjalanan munuju lombok, mereka semua akan berusaha menaklukan jalanan pulau jawa menuju lombok

Saat ini Riyan sedang melakukan packing berbagai keperluan yang akan dia bawa selama perjalanan, saat dia sedang mengecek kembali barang bawaannya, tiba-tiba Naomi keluar dari dalam kamarnya

“ Lu kok belum siap-siap sih, “ucap Riyan

“ Siap-siap? “ ucap Naomi bingung

“ Iya, emang lu gak mau ikut gue ke lombok? “ tanya Riyan

“ Loh, aku di ajak.. “ jawab Naomi

“ Iya lah, emang lu mau sendirian di kost’an “ balas Riyan datar

“ Lagian kamu gak bilang sama aku kalau aku bakal di ajak, “ ucap Naomi

“ Gue kira lu udah tau kalau bakal di ajak “ ucap Riyan

“ Mana aku tau, kamunya aja gak bilang “ balas Naomi

“ Udaaahh aah… sana siap-siap dulu, nanti baju lu di jadiin satu aja di tas ini, ribet kalau bawa 2 tas tuh “ ucap Riyan

Kemudian Naomi pun bergegas mandi, setelah itu menyiapkan semua keperluan yang akan di bawa dan memasukannya dalam satu tas dengan barang-barang Riyan

*****

Setelah semuanya siap, Riyan dan Naomi pun pergi ke tempat di mana semua anggota lainnya sudah berkumpul

Sesampainya di sama, mereka melihat bang Irwan dan beberapa anggota lainnya sudah datang, tapi belum semua anggotanya datang

Sambil menunggu anggota lainnya datang, Riyan memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu, supaya gak masuk angin saat di perjalanan, begitu juga Naomi, mereka makan di warung tempat biasa Riyan dan lainnya berkumpul

Riyan dan Naomi memesan nasi goreng sebagai menu sarapannya, dan segelas teh anget untuk melengkapi makan pagi mereka

10 menit berlalu, akhirnya semua anggota pun sudah berkumpul, dan sebelum mereka berangkat, bang Irwan memimpin doa untuk kelancaran perjalanan mereka

“ Sebelum kita berangkat, kita berdoa dulu agar perjalanan kita di lancarkan oleh tuhan, berdoa di mulai… “ ucap bang irwan

Lalu mereka semua menundukan wajah, berdoa dengan kepercayaan masing-masing, 1 menit kemudian..

“ Selesai “ ucap bang Irwan

Perjalanan panjang pun akan mereka tempuh mulai dari sekarang, tapi itulah serunya touring, berkendaran bersama-sama menempuh perjalanan jauh untuk menuju satu tempat tujuan

Dalam perjalanan mereka di suguhkan dengan berbagai kejadian, mulai dari kecelakaan lalu lintas, menolong sesama pengendara, sampai ada salah satu dari mereka motornya mengalami masalah

Tapi solidaritas para bikers sangatlah tinggi, mereka saling membantu satu sama lain kalau salah satu dari mereka mengalami masalah

-Skip-

Jam sudah menunjukan pukul 5 sore, sudah lebih dari 9 jam mereka menempuh perjalanan dari jakarta dan sekarang mereka baru sampai di jogjakarta,

Mereka memutuskan untuk beristirahat di sebuah rumah makan sekaligus untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai lapar

“ Akhirnya istirahat juga “ kata Riyan langsung berbaring di rumah makan yang tempatnya lesehan itu

“ Iya, cape banget.. pegel nih pinggang aku “ kata Naomi

“ Hahah… baru pertama kali yah pergi jauh cuma naik motor? “ tanya bang Irwan

“ Iya bang, biasa sih aku naik mobil, jadi bisa tiduran “ jawab Naomi

“ Haha.. kalau naik motor mah gak bisa tiduran yah, “ celetuk Riyan

“ Iya lah, nanti kalau tiduran malah jatuh lagi “ balas Naomi datar

Sembari beristirahat, mereka pun memesan makanan untuk mengisi perut mereka yang sudah kosong,

“ Lu mau pesan apa, pesen aja, biar nanti gue yang bayar? “ tanya Riyan

“ Hmm.. gak usah biar aku bayar sendiri aja “ jawab Naomi tak enak

“ Udah gak nolak, mau lu gue tinggal di sini? “ ancam Riyan

“ Iy..iya.. “ ucap Naomi lalu memilih menu makanan

Naomi memesan ikan bakar sambal manis, minumnya es teh rasa lemon,

“ Aku ini aja “ ucap Naomi menunjuk menu makanan itu

“ Ya udah… bang, gue sama Naomi pesen ini aja, semua samain aja deh bira gak repot “ ucap Riyan pada bang Irwan

“ Ya udah, gue mau mesen dulu yah, lu pada istirahat aja dulu “ balas bang irwan berjalan pergi

*****

Setelah selesai beritirahat dan mengisi perut, mereka kembali melanjutkan perjalanan, supaya mereka cepat sampai di tujuan

-skip-

Setelah menempuh jarak 5827 km dari jakarta ke lombok, akhirnya mereka sampai di tujuan, pulau lombok yang menyajikan pemandangan yang indah

Sesampainya di sana mereka mencari penginapan terlebih dahulu untuk mereka tinggali, mereka akan menginap di sana selama 2 hari, setelah itu baru mereka kembali ke jakarta

Dan mereka pun menemukan penginapan yang cocok untuk mereka tinggali, penginapan yang tidak jauh dari pantai itu memberikan pemandangan yang indah,

Karena penginapan itu menghadap langsung ke arah laut

nao1

Rasa lelah dan letih pun masih terasa di badan mereka karena perjalana yang mereka tempuh tidaklah dekat, jadi mereka memilih untuk langsung beristirahat saja

-oOo-

Jam sudah menunjukan pukul pukul 5 sore, terlihat Naomi sedang asyik duduk sendirian di tepi pantai sambil menikmati makanan yang dia bawa

Tiba-tiba ada tangan yang menutup matanya dari belakang, sontak membuat Naomi agak terkejut, tapi dia tau siapa yang melakukannya

“ Iihh… Riyan, lepasin dong “ ucap Naomi

“ Kok lu tau sih itu gue? “ tanya Riyan melepaskan tangan yang menutupi mata Naomi

“ Iya lah, tangan kamu kan bau “ celetuk Naomi

“ Gak ah, “ ucap Riyan mencium tangannya sendiri, memastikan apa yang di katakan oleh Naomi itu

“ Hahaha, kamu mau aja aku boongin “ ucap Naomi sambil tertawa

“ Dasar yah.. rasain nih “ ucap Riyan langsung menggelitiki Naomi

“ Riyan udah dong, geli tau, hahahah. . . “ ucap Naomi menahan rasa geli di pinggangnya

“ Boda amat. “ ucap Riyan tak menghiraukan ucapan Naomi

“ Iya iya, ampun, hahaha.. aku ngaku salah, aku minta maaf, hahaha… “ ucap Naomi

Akhirnya Riyan berhenti menggelitikinya,

“ Lagian lu benar-beraninya boongi gue “ ucap Riyan

“ Iya maaf “ balas Naomi

Di sela-sela obrolan mereka, tiba-tiba langit mulai berubah menjadi orange, mempelihatkan salah satu keindahan ciptaan tuhan

“ Indah banget yah sunsetnya “ ucap Naomi menatap lurus kedepan

“ Iya. “ balas Riyan menoleh dan menatapnya

Angin pun menerpa wajah cantik Naomi dan membuatnya terlihat sangat mempesona, sehingga membuat Riyan terpesona akan kecantikan Naomi

“ Lu tuh cantik banget sih Naomi, pasti di luar sana banyak lelaki yang suka sama lu, tapi apa gue juga salah satu dari mereka ?? “ pikir Riyan terus menatap wajah Naomi dari samping

Riyan pun menggeleng cepat, menyangkal apa yang dia pikirkan tadi itu tidaklah benar, mana mungkin dia bisa menyukai Naomi yang notabenya baru ia kenal 2 minggu

“ Tapi apapun itu, gue merasa nyaman kalau lagi sama lu, Naomi “ pikirnya lagi

“ Riyan… “ Panggil Naomi tiba-tiba

“ Ya “ balas Riyan

“ Aku mau bilang. . . “ ucap Naomi terpotong

“ Gue tau? “ potong Riyan

Naomi pun menoleh padanya dengan tatapan heran

“ Lu mau bilang terima kasih kan? “ tebak Riyan

Naomi menangguk sambil tersenyum, bagaimana Riyan tau kalau dia akan mengucapkan kalimat itu

“ Gue kan udah bilang, lu gak usah ucapan itu lagi “ ucap Riyan

“ Kenapa? “ tanya Naomi

“ Yaa gue bosen aja denger kalimat itu keluar dari mulut lu, gak ada kalimat lain apa? “ jawab Riyan seadanya

Naomi tertawa kecil mendengarnya, memang sih dia sangat sering berucap terima kasih ketimbang berkata lain

“ Dengerin gue yah, mungkin lu bukan siapa-siapa gue, bahkan kita baru kenal 2 minggu “ ucap Riyan

Lalu Noami pun menoleh dan menatap wajah Riyan yang tengah menatapnya, manik-manik mata mereka pun bertemu

“ Tapi. . . karena lu udah masuk ke dalam kehidupan gue, jadi sekarang gue wajib jaga dan bikin lu senang, gue gak minta balasan apapun dari lu, tapi gue minta satu hal sama lu. . . “ ucap Riyan menatap Naomi makin dalam

“ Teruslah berada di samping gue, dan biarin gue ngebahagiain lu, supaya lu terus nyaman berada di samping gue “ sambung Riyan

Naomi terdiam, sedetik kemudian mengangguk dia tidak tau harus berkata apa lagi untuk membalas ucapan Riyan itu

“ Aku boleh peluk. . . kamu gak ? “ tanya Naomi sambil menundukan kepalanya di akhir kalimat

Tanpa membalas, Riyan pun langsung memeluknya erat, Naomi pun membalas pelukan itu dengan nyaman

“ Aku beruntung bertemu kamu malam itu “ ucap Naomi

“ Kalau lu beruntung, gue juga beruntung bisa kenal sama lu “ balas Riyan

Seketika Naomi meneteskan air matanya, dia sangat bahagia saat ini, dan dia juga belum pernah merasa senyaman ini ketika dalam pelukan, hanya dari Riyan saja lah dia baru merasakannya

*****

Keesokan harinya, Naomi dan Riyan berkeliling pulau Lombok hanya berdua, Riyan juga sudah bilang pada bang Irwan kalau dia bakal pergi berdua sama Naomi

Riyan dan Naomi berkeliling naik motor ke berbagai tempat wisata yang ada di sana, tidak hanya tempat wisata saja, mereka juga mampir ke pasar-pasar tradisional

Di pasar itu menjual berbagai barang, mulai dari pakaian sampai makanan tradisional

“ Coba liat deh, lucu banget yah bentuknya “ ucap Naomi saat mereka ada di toko yang menjual berbagai pernak-pernik

“ Iya, bagus “ balas Riyan

Sedang asyik melihat-lihat, tidak sengaja Riyan melihat sebuah kalung dengan lionten berbentuk bintang

Dia tersenyum kecil melihat kalung itu, dan sekarang dia harus berfikir bagaimana cara membeli kalung itu tanpa sepengetahuan Naomi, karena dia akan membelikan kalung itu untuk Naomi

“ Kita ke tempat lain yuk.. “ ajak Naomi

“ Ouh iya, ayok.. “ balas Riyan yang tersadar dari pikirannya

Saat baru beberapa langkah mereka setelah keluar dari toko itu, tiba-tiba. . .

“ Aduh Mi, gue ke toilet dulu yah, bentar doang kok, gue kebelet nih “ ucap Riyan berpura-pura menahan pipis

“ Iya, iya.. “ balas Naomi

Riyan pun langsung bergegas pergi, tapi sebenarnya bukan toilet lah yang dia tuju.

Tak lama kemudian Riyan kembali menghampiri Naomi yang kini tengan duduk menyender di atas motor Riyan

“ Sorry.. lama yah “ ucap Riyan

“ Gak kok, “ balas Naomi

“ Ya udah, ayok “ ucap Riyan

Mereka bedua pun kembali melanjutkan perjalanan mereka berkeliling di pulau Lombok
*****

Jam sudah menunjukan pukul setengah 5 sore, setelah Riyan dan Naomi puas berkeliling ke berbagai tempat wisata, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke penginapan

Tapi sekarang mereka sedang berjalan beriringan di tepi pantai yang tidak jauh dari penginapan mereka

“ Kamu tau gak, ini pertama kalinya aku pergi gak bareng keluagya, apalagi jauh kayak gini “ ucap Naomi

“ Oh yah? “ balas Riyan

“ Iya, biasanya sih aku bareng keluarga aja, tapi kali ini mereka gak ada di sini bareng aku “ ucap Naomi

Mereka pun duduk sambil menghadapan ke arah laut lepas

“ Kalau gue sih sering banget pergi tanpa keluarga, mungkin lebih sering bareng temen-temen dari pada bareng keluarkan “ kata Riyan

“ Emang keluarga kamu ada di mana? “ tanya Naomi

Riyan terdiam sambil terus menatap lurus ke laut lepas yang memanjakan mata, lalu ia menoleh dan menatap Naomi

“ Mereka ada di jakarta, sibuk sama pekerjaan masing-masing “ jawab Riyan

“ Emang orang tua kamu kerja apa? “ tanya Naomi lagi

“ Kayaknya gak perlu di bahas deh, gak penting juga “ jawab Riyan

Dia tidak ingin ada yang tau siapa dan apa pekerjaan kedua orang tuanya, karena mungkin semua cewek akan mencoba mendapatkannya kalau tau siapa orang tua Riyan sebenarnya

“ Ouh iya, gue punya sesuatu buat lu.. “ ucap Riyan

“ Apa? “ tanya Riyan

“ Tutup mata dulu dong “ jawab Riyan

“ Ya udah aku merem nih “ ucap Naomi sambil memejamkan matanya

Riyan pun mengambil sesuatu dari dalam saku celananya dan memakaikannya pada Naomi, Naomi sadar ada sesuatu yang Riyan pakaikan padanya

“ Nah.. sekarang buka mata kamu “ pinta Riyan setelah memakaikan itu

Ketika Naomi membuka matanya, dia sangat terkejut sekaligus senang, melihat sebuah kalung yang indah melingkar di lehernya

“ Inii. . . bagus banget.. “ ucap Naomi sangat senang mendapat kalung itu

“ Iya, gue sengaja beliin itu buat lu, lu suka? “ tanya Riyan

“ Iya aku suka banget.. “ jawab Naomi

Tapi saat Naomi akan berkata sesuatu, Riyan langsung membungkam mulutnya

“ Gak usah bilang terima kasih, atau… gue ambil lagi nih kalungnya “ ucap Riyan yang sudah bisa menebak pikiran Naomi

“ Eh..eh, jangan dong, Iya iya aku gak bakal ngomong kalimat itu lagi, “ balas Naomi sambil menggenggam dan menyembunyikan kalung itu

“ Tapi gue seneng kalau lu suka sama kalungnya “ ucap Riyan

Tiba-tiba….

nao3

Langit berubah warna menjadi jingga, dan memperlihatkan matahari yang hampir menenggelamkan diri di ujung laut sakan laut akan menelannya

Naomi dan Riyan sama-sama menatap lurus kedepan, melihat keindahan ciptaan tuhan yang sangat memanjakan mata itu

“ Indah banget yah “ ucap Naomi

“ Ya.. semua ciptaan tuhan itu memang indah, termasuk kamu… “ balas Riyan lalu menatap Naomi

Seketika Naomi menatap sambil tersenyum kecil, pipinya juga agak memarah setelah mendengar perkataan Riyan itu

“ Kamu apaan sih, gombal “ ucap Naomi kembali memalingkah wajahnya karena tersipu malu

“ Nggak, gue serius “ ucap Riyan

Tiba-tiba wajah Naomi menjadi memerah mendengar ucapan Riyan itu

Sesaat kemudian, tiba-tiba Riyan menggenggam tangan Naomi, sontok Naomi pun terkejut

“ Gue mau ngomong serius sama lu kali ini. “

Naomi pun memberanikan diri untuk menatap wajah Riyan yang sedang tersenyum padanya

“ Mau ngomong apa? “ tanya Naomi

“ Mungkin gue bukan orang pertama yang ngucapin ini ke lu, tapi bagaimana pun juga lu harus tau kalau perasaan gue ke lu tuh beda “

“ Emang sih kita baru 2 minggu kenal, tapi ntah kenapa rasa sayang gue ke lu tuh tumbuh, gue ngerasa ada perasaan yang berbeda kalau lagi sama lu, gue… sayang sama lu. “

Seketika Naomi terdiam terpaku dengan ucapan yang di keluarkan oleh Riyan

“ Gue cinta sama lu, lu mau kah menyempurnakan rasa itu? “ tanya Riyan makin erat menggenggam tangan Naomi

Sedetik kemudian Naomi tersenyum manis ke arah Riyan, lalu menggeleng pelan

“ Gak Yan, kamu itu gak pantas buat aku… “

DEGH…!!

“ Kamu itu terlalu baik buat aku, kamu itu terlalu sempurna buat aku, aku itu gak pantas jadi kekasih kamu Riyan, aku gak pantas “ jawab Naomi

“ Hei, dengerin yah, pantas atau gaknya itu Cuma gue yang bisa menilai, bukan lu atau orang lain, jadi gue mohon.. “ ucap Riyan lembut

“ Kalau begitu beri aku waktu untuk menjawabnya, kamu mau kan menunggu? “ tanya Naomi yang di balas anggukan pelan dari Riyan

“ Gue harap jawaban lu itu yang terbaik buat kita “ ucap Riyan

“ Iya, tapi aku minta sama kamu jangan tanya terus soal jawaban aku, kalau aku udah ada jawabannya aku pasti langsung kasih tau kamu “ pinta Naomi, Riyan kembali mengangguk sebagai jawabannya

-skip-

2 hari berlalu, kini Riyan dan lainnya akan kembali ke Jakarta, perjalanan panjang akan mereka tempuh kembali, rasa lelah pasti akan mereka rasakan kembali

Tapi itulah keseruan yang namanya touring, semua rasa lelah akan terbayar lunas kalau kita berhasil sampai tujuan

Setelah mereka sampai di jakarta, mereka semua kembali ke aktivitas seperti semula, yang bekerja kembali bekerja, yang kuliah kembali kuliah

Tak terkecuali Riyan, dia kembali kuliah, bahkan kali ini tugas kuliahnya bertambah banyak karena ia sudah memasuki semester baru

*****

Saat ini jam menunjukan pukul 10.30 malam, Naomi terbangun dari tidurnya karena perutnya merasa lapar, dia pun memutuskan keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur

Tapi di dapur tidak ada makanan yang sudah jadi, lalu dia memutuskan membangunkan Riyan untuk menemainya membeli nasi goreng

“ Riyan bangun dong.. “ ucap Naomi menggoyangkan tubuh Riyan

“ Hmm… “ hanya itu tanggapan Riyan

“ Bangun dong.. aku laper nih, temenin aku beli nasi goreng yuukk.. “ akhinya dengan sedikit paksaan Riyan pun terbangun walau matanya masih tertutup

“ Bangun Riyaan.. ayok temenin aku “ paksa Naomi

“ Iya iya bentar, gue cuci muka dulu “ ucap Riyan berusaha membuka matanya kemudian bangun dan berjalan menuju WC

Setelah itu mereka berdua pergi keluar rumah untuk membeli nasi goreng di tempat biasa Riyan membeli nasi goreng

Sesampainya di sana, Naomi langsung memesan nasi goreng untuknya kemudian duduk menunggu pesanannya datang

“ Lu tungguin aja nasi gorenya, gue mau ke mini market dulu mau beli minuman buat ngilangin ngantuk “ ucap Riyan bangun dari duduknya

“ Iya, jangan lama-lama ya “ balas Naomi

Dengan malas Riyan pun berjalan pergi meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju mini market yang tidak jauh dari tempat itu

10 menit kemudian Riyan kembali ke tempat penjual nasi goreng itu, tapi suasananya terlihat sangat berbeda, kali ini terlihat sangat ramai tapi agak jauh dari tempat penjual nasi goreng itu

Riyan yang penasaran pun bertanya pada warga yang ada di sekitar tempat itu

“ Ada apa mas, kok ramai banget? “ tanya Riyan

“ Itu, ada orang yang tertabrak mobil tapi yang nambraknya langsung kabur. “ jawab warga itu

“ Tabrak lari, “ ucap Riyan

“ Iya mas, katanya sih yang ketabrak itu perempuan yang habis membeli nasi goreng di sana “ balas warga itu

DEGH..!

Riyan terkejut mendengranya, tiba-tiba dia terfikirkan Naomi yang ada di sana, dia mulai khawatir dan langsung berjalan menuju kerumunan warga itu

Matanya membulat sempurna, tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, seorang wanita yang kini terkapar di tengah kerumunan itu ternyata wanitu yang Riyan kenal

“ Astaga, Naomi! “

 

-Bersambung-

 

 

Tunggu kelanjutannya yah, masih ada satu part lagi.

By ; FansFar_Indarmayu.

Iklan

Satu tanggapan untuk “BIKERS, I LOVE YOU (BAGIAN 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s