My Future World Story, Part1

Dan apa yang terjadi ? Anehnya, gue terbangun ditempat yang entah berantah ini. Guepun melihat ditempat sekitar gue berada, ternyata tempat ini hancur berantakan seperti dilanda angin topan gitu. Dan guepun berdiri untuk melihat tempat ini

“Ini tempat apa yah?” gue bingung dengan tempat ini

Pada saat gue berdiri, gue terkejut bukan hanya gue saja yang ada ditempat itu ternyata ada 2 orang lagi yang tidak lain adalah adik gue. Mereka adalah Sinka dan Beby, tapi mereka belum terbangun, lalu guepun membangunkan adik gue.

“oooooiiiii!! bangun bangun” teriak gue ke mereka untuk bangun

Namun mereka tidak bangun, lalu guepun mencari sebuah benda disekitar tempat gue berada, lalu guepun menemukan benda yang mirip dengan “TOA”, dan…

“OLEOLEOLEOLEOLE!! SAHUR SAHUR!!” kata gue dengan menggunakan benda tersebut yang membuat suaru gue jadi sangat keras

Sontak mereka berdua terbangun karena mendengar suara yang keras dari gue

“Hahhh! jam berapa ini udah?!!” kata mereka dengan kagetnya karena dikira mereka ini sudah sahur

Sontak gue tertawa dengan begitu nyaringnya karena tak tahan mendengar apa yang mereka katakan

“HAHAHAHAHAHAHAHA” gue pun tertawa dengan keras

“Hahh? iiiiihhhhh KAKAK!!!” teriak mereka berdua yang sepertinya ingin memukul gue

Dan akhirnya yaa gitu deh gue dipukulin oleh mereka berdua karena gue ngerjain mereka berdua

“Aduh duh duh” guepun kesakitan karena dipukuli oleh mereka

“Nahh, itu balasannya karena udah ngerjain kami berdua” kata si Beby buat gue

“Iya kakak juga niat banget ngerjain adek-adeknya yang cantik dan imut gini” begitupun juga dengan Sinka

“Hehe maaf yaa, soalnya kalian juga udah kakak bangunin malah gak ada yang bangunnya, makanya kakak pakai benda yang ada ditangan kakak ini” ucap gue

“Hmmm itu benda yang mirip seperti ‘TOA’ yaa?” Tanya mereka ke gue

“Yaiyalah memangnya ini apa? Tongkat apa?” guepun menjawabnya dengan rasa yang bingung ke mereka kalau mereka gak tau ini apa

“Iya kali yaa, hahahaha!!” mereka menjawabnya dengan tertawa

Gue pun jadi bingung ke mereka, apa mereka gak apa-apa yah, dan gila juga yaa, walaupun adik gue cantik dan imut gini tapi mereka begitu sangarrrrr dan menakutkan tapi juga bisa bercanda gitu, haduuuhhhh pusing gue

“Tapi kakak gppkan?” Tanya Beby

“Gpp kok tenang aja” gue menjawabnya

“Oh iya kak, ini kita dimana kak? Kok kita bisa ada disini” tanya Sinka

“Iya kak ini kita dimana?” Bebypun juga bertanya yang sama

“Kita ini disini karena……” jawab gue yang merasa ada yang aneh

“Loh kita kesini karena apa yaa? Kok kakak jadi lupa gini? Hahhhh sebentar-sebentar….” Dan ternyata gue gak ingat apa-apa kenapa gue bisa ada disini

“Hmmmm… kakak lupa yah?” Tanya mereka

“Iya nih kayaknya kakak lupa, apa kalian ingat kenapa kita bisa disini” guepun berbalik Tanya ke mereka

“Coba bentar yaa kak, kami pikir dulu” merekapun juga ikut berpikir

Dan ternyata jawaban mereka sama dengan jawaban gue tadi

“Kok ini aneh yaa, kenapa kita bisa lupa gini, apa ada seseorang yang melakukan ini ke kita yaa?” kata gue

“Yaelah kak, jangan Tanya kami dong, kami aja gak tau apalagi kakak” mereka menjawabnya

“Tapi beneran ini aneh, kenapa gue dan adik gue bisa lupa seperti ini yaa, haaahhh jadi pusing gini memikirkannya” kata gue dalam hati

Kamipun berjam-jam memikirkan tentang bagaimana kami bisa ada disini, berjam-jam lamanya akhirnya gue mendapatkan jawabannya

“Sepertinya kakak tau kenapa kita bisa ada disini” ucap gue dengan yakin

“Haaahhh, apa itu kak?” mereka ingin tau apa jawabannya

“Jawabannya adalah…… kakak menyerah!!” jawab gue dengan pasrah

“Apa!!!?? Iiihhhh kakak iniiiiii!!!!” kata mereka yang ingin nampar gue lagi, haduuuhhhh jangan lagi dong

“Ahhhh jangan-jangan, jangan pukul kakak lagi dong!!” guepun dengan terpaksa bilang begitu

Tapi yaa apa daya, mereka gak dengerin apa yang gue katain dan akhirnya gue kena lagi, haduhhhh apes dah gue kalo gini

“Haduhhhh sakit tau!!” guepun menjawab begitu karena baru saja dipukul malah dipukul lagi

“Habisnya sih kakak ini bercanda mulu, kami jadi gak suka nih” merekapun kesal dengan jawaban gue tadi

“Tapi itu kakak gak bercanda, itu kakak beneran gak tau mau jawab apa lagi” guepun menjelaskan tentang jawaban gue tadi

“Yaaa kalo gitu bercanda kakak gak lucu!, malah bikin kami kesal aja” dan mereka menanggapi jawaban gue dengan rasa tidak enak

“Yaa habisnya kita semua jadi bingung begini, kenapa kita bisa disini, dan kakak juga bisa lupa begini” guepun semakin pasrah dengan yang barusan

“Kalo gitu kakak gak usah jawab!, cukup kakak simpan aja jawabannya, hmm!!” dan akhirnya mereka kesal dengan gue, haduuhhh kok jadi gini yaa

“Yasudah deh klo gitu kakak maafin, kakak gak akan mengulanginya lagi, kakak janji” kata gue

Lalu merekapun kembali tidak kesal dengan gue

“Beneran kakak janji, gak akan mengulanginya lagi?” Tanya mereka

“Iya kakak janji, peace!!” jawab gue dengan menunjukkan tangan gue berbentuk huruf “V” sambil tersenyum riang

“Baiklah klo begitu, hehe” mereka membalasnya dengan seperti yang gue lakukan tadi dan mereka akhirnya kembali ceria, hahhhh akhirnya

“Oh iya kak, daripada kita memikirkan yang tadi bagaimana kalau kita keluar aja dari tempat ini?” kata beby ke gue

“Iya kak betul kata Beby, kita keluar aja dari tempat ini, soalnya disini rasanya agak menakutkan deh ” Sinkapun juga berkata demikian

“Hmmmm, baiklah klo gitu ayo kita keluar dari sini, kakakpun juga merasakan apa yang dirasakan oleh Sinka” guepun menjawabnya

Kamipun akhirnya keluar dari tempat itu, tapi pada saat ingin keluar terlintas sebuah bayangan yang lewat dalam pikiran gue dan gue pun terhenti oleh itu

“Haahh? Apa itu tadi?” guepun mencari-cari dimana bayangan itu

Dan merekapun berhenti juga melihat gue seperti orang bingung gitu

“Hmmm kenapa kak?” Tanya Sinka yang kebingungan melihat gue

“Iya kak, ada apa kak? Ada sesuatu yang menganggu pikiran kakak?” Beby pun juga bertanya seperti itu

“Gak tau nih, kayaknya ada yang….” Gue berhenti bicara karena pada saat gue mencari-cari bayangan itu, gue melihat sebuah bangunan yang sepertinya barusan kita keluar tadi

Dan sepertinya bayangan tersebut memberikan petunjuk kepadaku kalau yang barusan kita keluar dari bangunan itu adalah….

“Kayaknya kakak tau tempat ini” kata gue melihat bangunan yang gue lihat

“Tau apa kak? Bangunan ini maksudnya?” Tanya Sinka ke gue

“Iya rasanya kakak pernah lihat ini sebelumnya, tapi apa yaa?” guepun memikirkan sesuatu tentang bangunan ini

“Ini kakak beneran tau atau hanya bohongan saja? Kalau ini hanya bohongan kami gak percaya sama kakak” mereka menanggapi jawaban gue dengan serius

“Iya ini kakak beneran tau, kakak gak bohong kok, coba kakak pikir dulu” dan merekapun memberikan kesempatan buat gue untuk berpikir

Setelah yang gue alami tadi pada saat gue terbangun di tempat itu dan melihat sekitar, berkeliling ditempat tersebut buat mencari benda yang mirip dengan “TOA” itu, dan keluar melihat bangunan yang menurut gue sedang saja luas bangunannya dan akhirnya… gue mendapatkan jawabannya

“Haaahhhh akhirnya dapat juga jawabannya dan kali ini kakak gak bercanda” guepun meyakinkan mereka kalau untuk kali ini gue gak bercanda

“Yaudah deh klo gitu, apa kak jawabannya?” mereka berduapun begitu terliat antusias menunggu jawaban dari gue

“Tapi yaa santai aja kali wajahnya, gak kayak gitu juga dong” guepun berkata seperti itu sebelum menjawabnya

“Ahsudahlah kakak ini cerewet banget, apa kak?” Dan mereka gak peduli dengan omongan gue barusan

“Inikan… rumah kita” dan jawaban tersebut adalah rumah kami yang sudah hancur seperti dilanda angin topan

“Haaahhh! yang benar kak!? Kenapa… kita bisa muncul dirumah kita kak?” Mereka kaget dengan jawaban gue

“Entahlah kakak pun juga gak tau dan pantesan aja tadi pada saat kakak keliling didalam tempat itu buat nyari benda tadi, perasaan mirip gitu dengan benda yang ada dirumah kita” ucap gue

“Jadi sebelum kami terbangun tadi, kakak sempat keliling dulu buat nyari benda itu? Dan kenapa kakak bisa tau kalau itu rumah kita kak?” Tanya Sinka ke gue

“Iya, sebelum kalian terbangun kakak sempat berkeliling mencari benda itu lalu kakakpun mengingat tempat yang kelilingi tersebut, dan kenapa kakak bisa tau karena ada sebuah bayangan yang terlintas dalam pikiran kakak pas kita keluar tadi dan kakakpun mencari-cari bayangan tersebut namun hal yang tak terduga terjadi pada saat mencari itu kakak jadi terdiam pada saat kakak keliling-keliling mencari bayangan itu dan melihat bangunan ini. Nah, dari situ kakak berpikir kalau bayangan yang kakak cari-cari itu sepertinya memberikan petunjuk buat kakak untuk berpikir seperti tadi ” jawaban gue panjang lebar

Mereka pun sampai menguap mendengar jawaban gue yang panjang itu

“Ohhh udah selesai yaa kak menjawabnya? Hoammm” kata Sinka

“Hoammm panjang banget jawaban kakak, sampai-sampai menguap begini” bebypun juga berkata begitu

“Yaa gpplah yang penting kalian tau kenapa kakak bisa tau ini bangunan apa” guepun menanggapinya dengan tenang saja

“Hmmmm iya deh kalo gitu” kata mereka

“Oh iya sekarang kita harus bagaimana?” Tanya Beby

Sontak kami terdiam karena tidak tau harus ngapain, lalu salah satu dari kami ada yang bertanya

“Hmmmm, sekarang ini tahun berapa yah?” guelah yang bertanya

Lalu suasana pun jadi rame lagi

“Yaelah kakak jangan tanya sama kami dong kak, kami aja gak tau apalagi kakak” kata Sinka

“Iya, mana kami juga tau soalnya kita jadi hilang ingatan gini, kakakpun juga sama” kata Beby

“Hehe kalo gitu maaf deh” jawab gue yang hanya cengengesan saja

“Yasudahlah, kalo gitu kita pergi dari sini saja dan cari tau dulu dan sepertinya kita harus ke kota. Soalnya gak mungkin kan kita ada disini hanya untuk berdiam diri saja dan gak ngapa-ngapain, pasti ini kita berada di masa depan” ucap gue dengan meyakinkan mereka

“Iya juga sih kak soalnya pas kita muncul didalam rumah kita, pasti udah lama itu hancurnya” ucap Beby

“Betul juga apa yang kamu katakan beb, aku setuju sama kamu” Sinkapun menanggapi jawaban Beby

“Hehe aku gitu loh” kata Beby

“Yasudah ayo kita ke kota sekarang” ucap gue

“Ok kak ayo!!” mereka menjawabnya

Akhirnya kamipun pergi meninggalkan tempat itu yang tidak lain adalah bekas perkomplekan rumah kami dulu. Pada saat kami berlari kami melihat disekitar kami, seluruh rumah disitu semuanya hancur sama seperti rumah gue.

“Ternyata gak cuma rumah gue saja yang hancur, ternyata yang lainnya juga hancur begini” kata gue dalam hati

Pada saat kami melihat kedepan kami, kami terhentikan oleh sosok asing berjubah hitam didepan kami.

“Siapa kau hahhh ?” gue bertanya ke orang tersebut

Lalu sosok jubah hitam itu menjawab

“Aku… adalah temanmu!” ucap sosok itu dengan suara seperti disamarkan

Mendengar jawabannya tersebut gue kaget, mana mungkin gue yang baru pertama kali datang kesini punya teman, apalagi dengan orang ini?!

“Hahh!! teman dia bilang? buset ini orang, gue aja yang baru kesini udah punya teman? emang gue punya teman didunia ini hah?” kata gue dalam hati

“Hahh!! teman ? jangan bercanda loe! memangnya gue punya teman didunia ini hah?!! asal loe tau ya, jangankan gue yang gak tau dunia ini, adek-adek guepun juga gak tau dunia ini apa. Dan sekarang ada orang misterius yang hadir di depan gue dan bilang ”aku adalah temanmu” cihhh, jangan bikin gue ketawa dong!!” jawab gue dengan sinisnya

“Yaa itu memang benar, bahwa faktanya aku ini adalah temanmu” jawabannya yang begitu polos

“Yaelah ini orang! benar-benar bikin gue kesal aja dengan jawabannya!” kata gue dalam hati

“Lalu kenapa kamu bisa tau kalau aku ini adalah temanmu” gue bertanya ke dia mengapa dia bisa tau gue kalau gue adalah temannya

“Karena dulunya kita adalah teman yang begitu akrab di masa lalu” jawabannya

“Hmmm jadi itu jawabanmu… hehhhh masa lalu? Memangnya seperti sebuah lagu apa?” kata gue kaget dengan jawabannya “di masa lalu” itu

“Hahhh? Memangnya ada yang seperti itu?” Tanya dia ke gue

“Iyalah ada gini nih, ehem… “Masa lalu… biarlah masa lalu… karena aku.. ingin berjumpa denganmu” itu lagunya” jawab gue dengan gilanya menyanyikan sebuah lagu (maaf yaa saya gak tau lagunya kek gimana makanya saya tulis kek gitu)

“Maaf saya tidak tau lagu tersebut” jawabannya yang begitu singkat

“Jiahhh ini orang, seandainya hargai kek lagu yang gue nyanyikan, tapi memang benar sih soalnya ini kan masa depan, jadinya dia gak tau lagu itu apa” kata gue dalam hati

Sementara itu Sinka dan Beby merasa bingung dengan apa yang mereka lihat

“Kita kembali ke jawabanmu sebelumnya, (yang ”Yaa itu memang benar, bahwa faktanya aku ini adalah temanmu” itu)  kenapa kamu bisa seyakin itu hahhh?!” Tanya gue yang mulai kesal dengannya

“Maaf saya tidak bisa mengulanginya karena kamu sudah mendengar jawaban saya tadi” jawabannya yang simple sekali

“Bangsat ini orang! Udah baik-baik gue bertanya gitu malah di jawab seperti itu, benar-benar gue hajar dia nanti!” kata gue dalam hati yang begitu kesal dengan jawabannya

“Hmmm, jadi begitu jawabanmu baiklah kalo begitu, gue akan memberimu sebuah pertanyaan yang katanya “aku ini adalah temanmu” dan loe harus bisa menjawabnya!” kata gue kepadanya

“Baiklah kalau begitu” ucap sosok tersebut

Sementara itu…

“Ssss beb, kayaknya apa yah yang akan kakak berikan pertanyaan pada dia” Sinka berbisik-bisikan dengan Beby

“Entahlah sin, aku juga gak tau. Pokoknya kita lihat aja” Beby membalas bisikan Sinka

“Hmm” Sinka menjawabnya dengan maksud “baiklah”

Guepun memikirkan sebuah pertanyaan yang harus bisa dia jawab oleh gue. Dan akhirnya guepun dapat!

“Baiklah, ini dia pertanyaannya. Waktu di masa lalu dulu, gue sekolah SMA dimana dan juga siapa nama gue?” pertanyaan gue untuknya

“Kamu sekolah SMA disebuah kota atau negara bernama ”Banjarmasin, Indonesia” dan juga nama kamu adalah Alvin Dwiseptian Pinanggi atau biasa dipanggil Alvin dan juga….” jawaban orang itu

“Hahhhh, memang gue ada lagi selain itu?” kata gue dalam hati

“Juga apa hahh?” kata gue bingung

“Juga suka hal-hal yang berbau negatif” ucap sosok itu

“Hahhh!!! Apa yang loe bilang?” ucap gue kaget dengan jawabannya

“Apaaa!!!” mereka berdua kaget dengan jawaban tersebut

“Oooiii!!! kenapa loe jawab itu juga hahh!!” Tanya gue berteriak ke dia

“Lah kan seperti yang kamu bilang, jawab pertanyaan yang ”loe harus bisa menjawabnya” kan dan guepun terserah mau menjawabnya, aku benarkan?” jawabannya yang membuat gue semakin kesal

“Tapi gue kan cuma hanya beritahu itu aja, kenapa loe yang nambah-nambahin?” kata gue

“Terserah aku lah” jawabnya yang begitu sederhana

“Ciiihhhh ini orang, tapi gawat ini… kalo adek gue sampai tau kalo jawaban itu benar yang dia bilang, bisa mati gue” kata gue dalam hati

Lalu merekapun menanyakan hal tersebut

“Apa itu benar kak, apa yang dia jawab itu ?” ucap Sinka

“Iya kak, apa itu benar kak” ucap Beby

“Oiii orang yang disana, apa itu benar apa yang loe katakan itu?” Beby sampai nanya hal itu ke sumbernya langsung (maksudnya si orang jubah hitam itu)

“Njayy, adek gue sampe nanya-nanya kek ngemis gitu dan juga si Beby sampai nanya ke dia lagi” ucap gue dalam hati

“Tapi, bagaimana ini!! Apa yang harus gue lakukan”

“Aaahhh, tidak ada cara lain, gue harus membunuhnya sebelum dia menjawab iya”

“Kakk, kok gak jawab kak” Beby sampai memaksa gue untuk menjawabnya

“Iya kak, jawab dong” Sinkapun juga

Tanpa pikir panjang guepun langsung lari tanpa menjawab pertanyaan adek gue, soalnya kan itu privasi gue jadi yaa kalo gue atau orang itu menjawab iya, nanti yaa bakalan tau apa yang akan terjadi pada gue

“Kakk, mau kemana?!” mereka berdua berteriak ke gue mau kemana

“Sini loe, lawan gue kampret!!!” gue berteriak mau melawannya

Orang itupun hanya terdiam saja mendengar apa yang gue ucap

Guepun  berlari menghampirinya dan akhirnya sampai didepan dia, lalu gue mengeluarkan dua buah pisau di saku celanaku yang gue dapat pas dirumah tadi. Guepun akhirnya melawan dia, dan terus melawannya hingga dia mati ditangan gue, karena gue hanya tau sedikit tentang cara bertarung melawan orang jadi guepun memanfaatkannya dan sekaligus menambah keterampilan gue dalam bertarung. Karena orang ini sudah mulai kewalahan melawan gue karena gue saking semangatnya melawannya, terpaksa dia mengeluarkan sesuatu dari dirinya itu

“Keluarlah kau!!” kata dia

Karena gue gak tau apa yang ingin dia keluarkan lalu guepun mengabaikannya dan langsung menyerangnya, namun gue terhenti karena secara ajaib keluar sebuah partikel hitam yang ada ditubuhnya dan partikel hitam tersebut berkumpul menjadi satu dan membentuk sebuah makhluk seperti sebuah mumi

“Hahhh? Makhluk apa itu? Rasanya gue gak pernah melihat makhluk itu” kata gue dalam hati

“Serang dia hantu hitam!” orang tersebut memerintahkan makhluk itu untuk menyerang gue

Lalu “hantu hitam” tersebut menyerang gue dengan cepat dan guepun tidak akan diam begitu saja, guepun juga menyerang tapi karena dia terlalu cepat jadi guepun tak bisa menyerangnya  dan guepun terus melawan dia, tapi hal tersebut sia-sia karena gue tidak bisa melawan makhluk astral yang diserang Cuma tembus saja. Dan diapun mengenai tubuh gue di bagian lengan tapi gue gak akan kesakitan karena gue bisa menahannya dan karena gue tidak bisa melawannya akhirnya guepun langsung melawan orangnya untuk menghilangkan makhluk ini.

Karena orang ini tau bahwa gue ingin menyerang lalu secara reflek hantu hitam itu melindungi orang itu tapi gue terus melewatinya dan sampailah gue didepan orang tersebut

“Saatnya untuk kau mati sekarang, Hyaaahhh!!!” ucap gue yang ingin menusuknya di titik kelemahan semua manusia yaitu jantung

Pada saat gue ingin membunuhnya dia tiba-tiba tersenyum ke gue dan guepun kaget melihatnya, tapi pada saat itu juga gue berhasil membuka tutup kepala jubah itu dan ternyata…

“Hahh!” gue terkejut dengan apa yang gue liat tadi

Diapun melihat gue dan… karena tidak sempat berhenti dan yaa begitulah diapun tewas ditangan gue dan terjatuh kebawah dan juga hantu hitam tersebut hilang dengan sendirinya

“Kyaaaaaaa!!!” teriak sinka yang begitu histerisnya

Sementara itu Beby, dia biasa-biasa saja melihat pemandang yang beginian, karena yaa dia udah terbiasa dengan hal yang begini (seram banget yaa, apa Beby ini seorang psikolog yaa jadi melihat hal yang menurutnya ini biasa saja)

“Apa yang kakak lakukan hahhh!!! kenapa kakak begitu kejamnya terhadap orang yang belum kita kenal ini? kan seharusnya kita bisa ngobrol dulu baik-baik, tapi gak gini juga kali kak!!” Sinkapun marah dengan gue dan diikuti sedikit tangisan

“Yaa, tapikan…..” guepun menoleh ke Sinka dan menyesal dengan apa yang gue lakukan ini bersalah

Baru dibiarkan beberapa menit, tapi anehnya dia…

“Kakkk, liat!” ucap Sinka

“Hahh!” gue kaget dengan apa yang Sinka bilang

Guepun melihat kebawah dan anehnya sebuah partikel hitam tersebut muncul dan mengelilingi orang tersebut di bekas tempat gue tusuk tadi dan ajaibnya luka bekas gue tusuk tadi hilang dan diapun bangkit dan hidup lagi walaupun bekas bercak darah tadi masih melekat di jubah hitamnya itu, dan orang itu berdiri dihadapan gue dan dia adalah…

“Hihi, hai vin. Lama yah kita gak bertemu” kata sosok itu tersenyum ke gue

“Hahhhh… kau kan?” ucap gue

Bersambung

Created by : @AlvinDSPinanggi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s