Cinta & Sepak Bola, part 45 (Side Story –Andri-)

2016-01-28_17.21.21

Setelah mendapat kabar dari rumah sakit kalau papahnya sudah sadarkan diri,

Andri dan mamahnya pun langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi orang yang mereka cintai

Sesampainya di kamar di mana papahnya di rawat, Andri melihat dokter sedang melakukan pemeriksaan terhadap perkembangan papahnya

“ Permisi dok.. “ kata Andri

Dokter itu pun menoleh dan melihat kehadiran Andri dan mamahnya

“ Bagaimana kondisi papah saya dok? “ tanya Andri

“ Kondisi papah kamu sudah dalam tahap pemulihan, tapi beliau masih perlu banyak istirahat untuk memulihkan kondisinya seperti semula. “ jawab dokter

“ Ohh.. terima kasih dok. “ balas Riyan

Dokter itu hanya membalas dengan anggukan lalu dia pamit keluar untuk memeriksa pasien lainnya

Setelah kepergian dokter, Andri dan mamahnya pun berjalan mendekati orang yang mereka cintai yang masih terbaring lemas di atas ranjang

“ Pahh.. “ panggil mamah Andri

Papahnya Andri pun menoleh ke arah istrinya walau beliau masih terlihat sangat lemah

“ Gimana keadaan papah? “ tanya mamah Andri

“ Papah baik-baik aja mah, mamah gak usah khawatir “ jawab papahnya Andri, pelan tapi masih terdengar jelas

“ Papah makan dulu yah, mamah udah buatin bubur buat papah “ pinta mamah Andri

Lelaki itu hanya mengangguk pelan sebagai jawaban “iya”

“ Pah.. “ panggil Andri

Sekuat tenaga papahnya pun menoleh ke arahnya

“ Andri minta maaf ya karena selama ini Andri sudah menjadi anak pembangkang bagi papah. “ kata Andri sambil menundukan kepalanya

Papahnya menggeleng pelan

“ Gak nak, harusnya papah yang minta maaf karena selama ini papah sudah salah menilai  kamu “ balas papahnya pelan

Andri pun menganggat kepalanya dan di tatapnya mata papahnya yang sayu itu

“ Papah sudah salah menilai tentang kamu, seharusnya sebagai orang tua, papah seharusnya mendukung impianmu bukan malah melarangmu untuk mengejar impian kamu “ kata papahnya lagi

Andri mulai heran kenapa tiba-tiba papahnya menjadi baik padanya, tapi Andri bersyukur karena hati papahnya sudah di bukakan untuk menerima Andri

“ Kamu maukan maafin papah? “ tanya papahnya tetap pelan

Andri mengangguk, tak sadar air matanya keluar begitu saja tanpa persetujuan darinya, hari ini Andri benar-benar bahagia

“ Tapi ada satu hal yang pengen banget papah wujudkan, kamu kamu mewujudkannya buat papah? “ pinta papahnya

“ Iya pah, papah ngomong aja, pasti Andri bakal mewujudkannya, bahkan kalau papah minta Andri buat berhenti bermain sepak bola, Andri bakal berhenti kalau itu keinginan papah “ balas Andri

“ Bukan itu nak, papah gak akan melarang kamu bermain sepak bola lagi, tapi papah ingin sekali kamu menerima perjodohan yang dulu pernah papah katakan sama kamu “ jawab papahnya

Seketika Andri terdiam, dia bahkan tidak berfikir sampai ke situ,

Tapi ini permintaan papahnya, apa dia harus menurutinya atau menolaknya untuk mempertahankan cintanya pada Naomi

“ Kamu mau kan? “ tanya papahnya

“ Kalau beloh, beri waktu buat Andri berfikir dulu pah, Andri gak bisa menjawabnya sekarang, boleh kan? “ jawab Andri

“ Ya, tapi papah harap jawaban kamu nanti tidak mengecewakan papah, “ kata papahnya

Andri mengangguk dan memperlihatkan senyuman kecil yang di paksakan.

“ Kalau gitu, Andri pamit mau keluar sebentar “ kata Andri bangun dari duduknya

“ Kamu mau ke mana sayang? “ tanya mamahnya Andri saat melihatnya bangun dan beranjak pergi

“ mau cari angin bentar mah, oh iya sekalian mobilnya mau Andri bawah yah, nanti Andri balik ke sini lagi kok “ jawab Andri

“ Ya udah, kamu hati-hati “ kata mamahnya itu

Andri mengangguk dan berjalan keluar dari kamar itu, dia berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobil lalu bergegas pergi meninggalkan rumah sakit

****

10 menit kemudian, mobil yang di kendarai oleh Andr berhenti di pinggir sebuah lapangan yang sudah tak asing baginya

Ya.. lapngan itu adalah tempatnya dimana dia berlatih bersama Riyan dan lainnya sebelum mereka berangkat ke Brazil, lebih tepatnya adalah tempat ssbnya dulu

“ Gak ada yang berubah dari lapangan ini, masih tetep sama kaya dulu “ kata Andri melihat sekeliling lapangan

Andri berjalan menuju pinggir lapangan dan duduk di sana, dia masih ingat kenangan saat masih bermain bola di lapangan ini, banyak kejadian konyol yang pernah terjadi di sini

Andri hanya tertawa kecil saat mengingat semua kejadian konyol yang pernah dia lakukan bersama kawan-kawannya

“ Gue kangen main bola di sini lagi “ kata Andri

Tak sengaja pandangannya tertuju pada sebuah bola yang tergeletak di sana, Andri pun bangun dan berjalan mengambil bola yang kulitnya sudah terkelupas itu

Di pandangnya sesaat bola itu, dia masih ingat dulu dia juga bermain bola dengan bola seperti ini

Di lambungkannya bola itu ke atas dan setelah itu bola pun terjatuh tepat di kaki Andri. Lalu Andri kembali menendang pelan bola itu ke atas sehingga dia dapat melakukan juggling

Andri terbilang sangat handal dalam melakukan juggling dan freestyle bola, maka dari itu Andri sering di sebut oleh rekan-rekan timnasnya sebagai raja freestyle karena memang dia sangat handal dalam melakukan freestyle

Andri mengakhiri jugglingnya dengan tendangan keras ke arah gawang dan berhasil membenturkan bola itu ke tiang gawang

Setelah itu Andri kembali berjalan ke pinggir lapangan, tapi tiba-tiba handphonenya bergetar bertanda ada panggilan masuk

“ Mamah “ tertulis nama itu di layar handphonenya

Andri pun langsung mengangkat telfon dari mamahnya itu.

“ Hallo mah.. “ kata Andri

“ Kamu lagi ada di mana?? “ tanya mamahnya

 “ Lagi ada di lapangan tempat ssb Andri dulu mah “ balas Andri

 “ Sekarang kamu ke rumah sakit lagi yah. “ kata mamahnya

 “ Emangnya ada apaan sih? “ tanya Andri

 “ Ada yang mau bertemu sama kamu “ jawab mamahnya

 “ Siapa? “ balas Andri

 “ Pokoknya kamu cepat kesini, nanti juga tau “ kata mamahnya

 “ Ya elah bikin penasaran aja, tinggal bilang aja sih mah “ balas Andri

 “ Makanya cepetan ke sini “ kata mamahnya

 “ Iya, Andri ke sana “ kata Andri

 Andri pun menutup telfonnya dan memasukan kembali handphonenya ke dalam saku, kemudian Andri berjalan menuju mobilnya dan pergi meninggalkan lapangan itu

******

Kini mobil Andri terhenti di depan rumah sakit, yaah… mamahnya menyuruh Andri kembali ke rumah sakit karena ada yang ingin bertemu dengannya

Andri berjalan dengan malas menuju kamar di mana papahnya di rawat, karena orang yang ingin bertemu dengannya berada di sana

Sesampainya di sana, Andri sangat terkejut saat melihat orang yang sangat dia rindukan kini ada di depan matanya.

“ Kak Sendy.. “ kata Andri

“ Hay dek. “ balasnya

Andri tidak menyangka akan bertemu dengan kakaknya lagi,

Sendy Ariyani Prasetya adalah satu-satunya kakak kandung yang Andri miliki, mereka sudah hampir 4 tahun berpisah karena keduanya tinggal di tempat yang berbeda

Sendy yang sekarang kuliah mengambil jurusan kedokteran itu memilih tinggal di jepang untuk memperdalam ilmu kedokterannya di sana,

Sedangkan Andri tinggal di Brazil untuk mengikuti training soccer

Setahun sebelum Andri berangkat ke Brazil, Sendy sudah berangkat ke jepang untuk melanjutkan kuliahnya, jadi mereka sudah 4 tahun tidak ketemu

“ Kamu tambah tinggi aja yah, sekarang bahkan udah tinggian kamu sama kakak, padahal dulu masih tinggian kakak “ kata Sendy

“ Jangan samain dulu sama sekarang kak, beda “ balas Andri

Andri pun berjalan menghampirinya dan langsung memeluk kakaknya itu, tak berselang lama Andri melepaskan pelukannya dan dia juga ikut duduk di tepi ranjang,

“ Pah.. “ sapa Andri

“ Gimana, apa kamu sudah ada jawabannya “ balas papahnya

Andri hanya menggeleng pelan, bertanda dia belum memiliki jawaban atas pertanyaan papahnya itu

“ Biarin Andri mikir sampai matang dulu pah, masa baru aja beberapa jam yang lalu, papah udah minta jawabannya aja “ tambah mamahnya Andri

“ ya sudah, papah beri waktu sampai besok, jadi besok kamu harus memiliki jawabannya “ kata papahnya

“ Iya pah, “ balas Andri mengangguk

“ Kamu udah makan belum? “ tanya Sendy

“ Belum kak. “ jawab Andri

“ Ya udah, kita cari makan dulu yuk “ ajak Sendy

Andri hanya membalasnya dengan anggukan kecil, mungkin ini kesempatan untuk mereka melepas rindu karena sudah lama tak bertemu, dan ini juga kesempatan terakhir Andri sebelum dia kembali ke Brazil

“ Mah, pah.. kita keluar dulu yah, mau cari makan, mamah sama papah mau pesan apa, nanti aku beliin sekalian “ tanya Sendy

“ Tidak usah, kamu aja sana makan sama adik kamu, mamah sama papah gak mesan apa-apa “ jawab mamahnya

“ Ya udah, kita pamit ya “ kata Sendy

Sendy dan Andri pun berjalan keluar dari kamar itu, kemudian mereka berdua pergi meninggalkan rumah sakit, mereka berdua mencari rumah makan terdekat

*****

15 menit kemudian, Andri dan Sendy tiba di salah satu rumah makan yang ada di kawasan kota Bandung, mereka berdua langsung masuk ke dalamnya

Mereka duduk di dekat jendela yang langsung memperlihatkan suasana di luar rumah makan, tak lama kemudian seorang pelayan datang menghampiri mereka

“ Silahkan, mau pesan apa? “ tanya pelayan itu sopan

“ Saya pesan ayam bakar kecap pedas, minumnya jus alpukan aja “ jawab Andri

“ Kalau mbaknya? “ tanya pelayan itu pada Sendy

“ Samain aja, tapi saya minumnya ea teh manis, tapi esnya dikit aja “ jawab Sendy

“ Kalau begitu, mohon tunggu sebentar “ kata pelayan itu kemudian berjalan pergi meninggalkan mereka berdua

“ Kakak sampai di sini jam berapa? “ tanya Andri

“ Sebenarnya sih jam 8 pagi, tapi kamu tau sendirikan dari dulu di jakarta macetnya gimana, jadi baru sampai jam 1 siang deh di Bandung “ jawab Sendy

“ Jadi kakak langsung ke rumah sakit gitu “ kata Andri

“ Iya, kalau pulang ke rumah dulu takut kelamaan, jadi kakak langsung ke rumah sakit aja “ balas Sendy

Karena asyik mengobrol, akhirnya makanan yang mereka tunggu pun datang, dam mereka berdua langsung melahapnya saja

“ Dri.. “ panggil Sendy

“ Hmm.. “ balas Andri yang sedang menikmati makanannya

“ Jawaban kamu apa tentang pertanyaan papah tadi? “ tanya Sendy

“ Maksud kakak? “ jawab Andri balik tanya

“ Maksud kakak tentang perjodohan itu. “ jelas Sendy

“ Jadi kakak udah tau kalau gue mau di jodohin? “ kata Andri

“ Iya, bahkan kakak tau kamu mau di jodohin sama siapa. “ balas Sendy

“ Hh.. tau? “ kata Andri tak percaya

Andri cukup bingung dengan jawaban kakaknya itu, bagaimanya Sendy bisa tau wanita yang akan di jodohkan dengan Andri kalau selama ini dia tinggal di Jepang

“ Ya.. kakak tau siapa orangnya, pokoknya kamu gak bakal nyesel kalau nerima perjodohan ini, “ kata Sendy

“ Emang kakak tau dari mana, orang kakak selama ini tinggal di jepang juga “ kata Andri

“ Kakak itu kenal dia sebelum kakak pindah ke jepang, soalnya mamah sama papah pernah ngajak kakak ke rumahnya “ balas Sendy

“ Emang kayak gimana kak orangnya? Terus namanya siapa? “ tanya Andri

“ Namanya Shinta, kalau wajah jangan di tanya lagi, dulunya aja cantik apalagi sekarang, pasti cantik banget “ jawab Sendy

“ Selain cantik, dia juga pinter masak, kakak pernah nyobain masakannya, dan masakannya itu enak banget, “ tambahnya

“ Jangan optimis dulu, banyak orang yang dulunya cantik tapi pas udah gede jelek, pas kecil pinter masak malah gedenya gak bisa masak, banyak kak yang kayak gitu “ kata Andri

Sendy hanya tersenyum kecil melihat Andri tidak percaya dengan apa yang di katakannya

“ Kamu salah kalau berfikir seperti itu tentang Shinta, kalau kamu ketemu sama dia pasti langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. “ kata Sendy

“ Hahh.. gak mungkin lah kak. “ kata Andri tak percaya

Andri berfikir tidak ada lagi gadis yang bisa membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama kecuali satu gadis, yaitu Naomi

“ Sebenarnya gue pengen nolak perjodohan ini, tapi… “ kata Andri terhenti

“ Tapi kenapa? Apa kamu udah punya pacar? “ tanya Sendy

“ Gak ada kak, tapi ada satu gadis yang sangat gue cintai, sayangnya dia bernasib sama kayak gue, berakhir di perjodohan “ kata Andri tertunduk

“ Kakak ngerti gimana perasaan kamu saat ini, “ kata Sendy memegang pundak adiknya itu

“ Gak kak, lu gak ngerti perasaan gue gimana, karena lu gak tau apa yang gue rasakan!! “ kata Andri ketus

Sendy tertegun mendengar Andri berkata kasar padanya, dan baru kali ini dia mendengar Andri berkata seperti itu

“ Sorry kak, gue gak bermaksud kasar, tapi kakak gak ngerti apa yang sebenarnya gue rasain sekarang. “ kata Andri

“ Iya gak apa-apa, kakak tau kamu lagi pusing mikirin soal perjodoan ini ” kata Sendy

Perlahan Sendy mengelus lengan Adiknya supaya perasaannya bisa membaik.

” Saran kakak kamu terima aja perjodohan ini demi papah, ini sudah saatnya kamu membuat papah bahagia. ” kata Sendy lagi

Andri juga pernah berfikir seperti itu, tapi apa dengan menerima perjodohan ini Andri bisa bahagia

” Tapi semuanya kembali pada diri kamu sendiri, kakak tau kamu pasti memiliki jawaban terbaik untuk masalah ini, karena sekarang kamu sudah dewasa ” kata Sendy

” Iya kak, gue bakal pikirin baik-baik ucapan kakak barusan ” kata Andri mengangguk

Setelah selesai makan, mereka berdua memutuskan pulang, karena hari juga sudah menjelang sore

*****

Saat ini Andri berada di dalam kamarnya, dia gelisah sambil terus menatap layar handphonenya, di layar handphonenya itu tertera nama ” Naomi ”

” Telfon gak yah ” kata Andri bimbang

Sekarang ini Andri ingin sekali menelfon Naomi, dan meminta pendapatnya tentang perjodohannya itu, tapi Andri takut mendapat respon tidak baik dari Naomi

Tak di sangka, Naomi tiba-tiba menelfonnya,

” Dia telfon duluan kan. ” kata Andri

Andri pun langsung mengangkat telfon dari Naomi itu

” Hallo.. ” kata Naomi

” Yah… ” balas Andri

 ” Hmm.. gimana kabar kamu disana? ” tanya Naomi

 ” Aku baik. ” jawab Andri

 ” Syukur deh. ” kata Naomi

 ” Kamu sendiri gimana? ” tanya Andri

 ” Aku juga baik. ” jawab Andri

 Mendadak mereka terdiam membisu sesaat, tidak tau harus bicara apa

 ” Oh iya, kondisi papah kamu gimana? ” tanya Naomi lagi

 ” Alhamdulillah sudah membaik ” jawab Andri

 ” Syukur deh, aku seneng dengernya ” kata Naomi

 ” Ya, terima kasih ” kata Andri

 Ntah mengapa mereka merasa canggung seperti ini, mereka berdua bingung mau bicara apa,

 ” Andri… “

 ” Naomi.. ”

 Tak sengaja mereka bersamaan memanggil nama,

 ” Kamu dulu deh. ” kata Andri

 ” Iya… Aku mau minta maaf sama kamu yah, karena dari dulu aku gak pernah peka terhadap perasaan kamu. ” kata Naomi

 ” Iya, Gak apa-apa. ” balas Andri

 ” Tapi aku seneng kenal sama kamu, bisa deket sama kamu itu membuat aku bahagia.. ” tambahnya

” Aku juga.. ” balas Andri

 Di sebrang sana Naomi tersenyum karena Andri masih memiliki rasa cinta padanya

 ” Aku minta maaf karena hubungan kita gak bisa berlanjut karena perjodohan aku itu ” kata Naomi

” Kamu gak salah, kita ini sama-sama di jodohkan dengan orang lain, ” kata Andri

 Andri terdiam sejenak saat menyadari bahwa mereka berdua tidak bisa menyatu

 ” Tapi… aku percaya kalau kita memang jodoh, tuhan pasti akan menyatukan kita, bagaimana pun caranya ” kata Andri

Tidak di sangka di sebrang sana Naomi sudah menitihkan air matanya

 ” He’em.. tapi kamu harus tau kalau kamu memiliki tempat khusus di hati aku, aku cinta sama kamu. ” kata Naomi yang semakin deras air matanya keluar

 ” Terima kasih karena kamu sudah mencintai aku, aku juga cinta kamu. ” kata Andri

 ” Tapi untuk terakhir kalinya aku minta sama kamu, kalau kamu mencintai aku.. tolong lupain aku. ” kata Naomi

 Andri terkejut mendengarnya

 ” Kenapa? Apa cinta kamu udah gak kaya dulu lagi? ” tanya Andri

 ” Kamu tau sendiri kenapa, karena sebentar lagi aku akan menikah, dan lusa aku udah tunangan dengan lelaki itu, kamu maukan liat aku bahagia, hanya dengan cara itu saja aku bisa bahagia.. ” jawab Naomi

 Andri terdiam sejenak, lalu berkata

 ” Baiklah, aku bakal lupain kamu kalau itu bisa membuat kamu bahagia, aku bakal berusaha sebisa mungkin. ” balas Andri

 ” Aku tau melupakan orang yang di cintai itu sulit, tapi aku percaya kamu bisa lupain aku. ” kata Naomi

 ” Iya, aku akan mencobanya.. ” balas Andri

 ” kamu pasti bisa.. ” kata Naomi

 ” Kamu taukan, sampai kapanpun kamu adalah wanita pertama yang aku cintai ” kata Andri

 ” Heem.. ” balas Naomi

 ” Sampai kapanpun rasa ini aku akan tetap sama, I Love You.. Naomi ” kata Andri

 ” I Love You Too… Andri.. ” balas Naomi

 Sambungan pun terputus setelah itu juga, Andri mencoba menahan sesuatu yang memaksa keluar dari matanya

Dia tidak menyangka kalau Naomi akan meminta untuk melupakannya begitu saja,

 Asal kalian tau.. hal yang paling sulit di dunia itu cuma satu, Melupakan orang yang kita cintai

 Hari ini Andri benar-benar lelah, semua bebannya dia tanggung sendiri…

 Akhirnya Andri memutuskan tidur untuk menghilangkan rasa penat yang menghampirinya

 *****

 ” Apa kamu serius dengan jawaban kamu itu? ” tanya papahnya

Saat ini Andri sedang berada di dalam kamar di mana papahnya di rawat

” Iya pah ” jawab Andri

” Terima kasih banyak nak, papah seneng kamu menerima perjodohan ini ” kata papahnya

” Iya pah, Andri seneng kalau papah juga seneng ” kata Andri

Semua orang yang ada di dalam kamar itu pun tersenyum bahagia, Sendy juga ada di dalam kamar itu

Sendy tidak menyangka Andri akan menerima perjodohan ini, bahkan dia sempat berpikir, Andri tidak akan menerima perjodonan ini karena ini bukan keinginannya

Sendy tau kalau Andri tidak akan melakukan sesuatu hal yang bukan keinginannya sendiri, tapi kali ini dia benar-benar melakukannya

” Kalau begitu besok kamu harus siap, karena keluar teman papah itu ingin bertemu dengan kita… ” kata papahnya

” Iya pah, kapan pun Andri siap. ” balas Andri

-Skip-

Keesokan harinya, keluarga Andri sudah berada di sebuah rumah makan yang terbilang mewah,

Semua keluarganya hadir, bahkan papahnya memaksa untuk ikut walau belum sembuh 100%

” Apa gak sebaiknya papah istirahat aja? ” tanya Andri

” Gak usah, papah gak apa-apa.. lagian ini tuh hari terpenting dalam hidup kamu, makanya papah harus hadir dan menyaksikannya ” jawab papahnya

Jam sudah menunjukan pukul 8 malam, kedua keluarga sudah berjanji untuk bertemu jam 8 malam di rumah makan itu

Dan keluarga Andri sudah ada di rumah makan itu, mereka memesan begitu makanan, karena akan makam malam bersama keluarga teman papahnya Andri

” Mah, pah, kak Sendy.. Andri permisi ke toilet dulu yah.. ” pamit Andri

” Dia gerogi pah, mah, haha… ” kata Sendy di iringi tawa kecil

” Nggak, apaan sih lu kak. ” balas Andri lalu berjalan pergi menuju toilet terdekat

Keluarganya Andri tertawa saat melihat kepergian Andri dengan wajah yang sempat menahan malu.

Saat Andri berjalan menuju toilet, tak sengaja dia melihat beberapa orang yang berjalan menghampiri keluarganya

Mungkin itu adalah keluarga yang sedang di tunggu-tunggu oleh keluarga Andri.

*****

5 menit kemudian, Andri kembali menemui keluarganya, tapi Andri sangat terkejut saat melihat seorang gadis cantik duduk bersama keluarganya

” Na..Naomii… ”

Andri tak percaya melihat ada Naomi duduk bersama keluarganya

” Andri.. ” balas Naomi

” Kamu sedang apa di sini? ” tanya Naomi

” A..aku.. ” jawab Andri terpotong

” Kalian udah saling kenal? ” tana papahnya Andri

” Iya pah. ” jawab Andri lalu duduk berhadapan dengan Naomi

” Syukur deh, kalau begitu kami gak akan susah menjodohkan kalian.. ” kata papaahnya Naomi

” Apa..?! ” kata Naomi dan Andri bersamaan

” Jadi aku di jodohin sama Andri?? ” tanya Naomi tak menyangka

” Iya sayang.. ini orang yang waktu itu mamah ceritakan ” jawab mamahnya Naomi

” Tapi kenapa gak bilang kalau Andri yang pemain timnas.. kalau dia ini aku kenal. ” kata Naomi menahan malu

Semua yang ada di situ tertawa melihat expresi Naomi yang menahan malu

” Jadi gimana? Apa kalian menerima perjodohan ini? ” tanya papahnya Andri

” Kalau aku iya.. ” jawab Andri tersenyum sambil melihat Naomi

Sedangkan Naomi hanya mengangguk pelan sebagai tanda dia menerimanya

” Alhamdulillah… kami seneng dengernya ” kata mamahnya Naomi

” Papah tau kenapa dulu Andri menolak untuk di jodohkan? ” tanya Andri

Papahnya pun menoleh dan menatapnya dengan tatapan bingung

” Karena Andri sudah mencantai seorang gadis yang sangat baik dan tentunya cantik di mata Andri.. ” kata Andri

” Kalian tau siapa dia? ” tanya Andri ke semuanya

Kedua keluarga itu menatap Andri dengan tatapan bingung.

” Dia adalah… Naomi. ” kata Andri menatap Naomi

Seketika senyuman terukir di wajah kedua keluarga itu setelah mendengar bahwa Andri mencintai Naomi

” Sekarang mamah tau kan kenapa aku gak mau di jodohin.. ” kata Naomi juga

” Karena kita berdua saling mencintai.. ” tambahnya

” Mamah seneng, ternyata Andri lah lelaki yang kamu cintai, mamah seneng banget dengernya ” kata mamahnya Naomi memeluk anaknya dari samping

” Ya sudah, kalau begitu kita langsung ke acara intinya saja. ” kata papahnya Naomi

Lalu mamahnya Andri dan juga mamahnya Naomi mengeluarkan sebuah kotak kecil dari tas masing-masing dan memberikan kepada anaknya

” Kalau begitu kalian langsung bertunangan ” kata mamahnya Andri memberikan kotak kecil itu pada Andri

Andri mengangguk lalu tersenyum, dia mengambil dan membuka kota kecil itu, dan ternyata isinya adalah sebuah cincin

Begitu juga kotak yang di terima oleh Naomi, isinya sama-sama sebuah cincin pertunangan

Andri tersenyum saambil menatap Naomi, lalu di pakaikanlah cincin itu di jari manis milik Naomi, begitu juga sebaliknya

” Yeeayy… Selamat yah ” sorak sirai kedua keluarga itu

” Yahh.. aku di duluin sama adik aku sendiri. ” celuk Sendy

Semua yang mendengarnya pun tertawa mendengar penuturan Sendy

” Makanya, cepet cari cowok ” kata Riyan

” Eeeh.. jangan salah yah, kakak juga punya pacar, tapi pacar kakak ada di jepang ” kata Sendy membela diri

” Emang siapa sih namanya? ” tanya mamahnya

” Hmm.. rahasia dong, nanti juga mamah tau ” jawab Sendy

” Bilang aja gak punya, pake acara ngeles lagi.. ” celetuk Andri

Tawa pun kembali pecah saat berdebatan kecil terjadi antara kakak beradik itu

” Ouh iya, Sinka kemana, kenapa dia gak ikut ” tanya Andri

”  Dia ikut pulang sama Riyan ke rumahnya ” jawab Naomi

” Nginep gitu di rumahnya Riyan ” kata Andri

” Iya. ” balas Naomi mengangguk

-skip-

Setelah cukup lama membicarakan acara perjodohan Andri dan Naomi

Mereka memutuskan untuk menikahkan keduanya setelah Andri kembali dari Brazil

” Jadi kita setuju nih pernikahan kalian di lakukan tahun depan? ” tanya papahnya Andri

” Andri sih gak masalah mau kapan pun, asal itu terlaksanakan ” jawab Andri

” Iya, aku juga om ” tambah Naomi

” Kok om sih panggilnya, papah dong, sekarang kan kamu sudah menjadi calon istri Andri ” kata papahnya Andri

” Iy..iya pah ” kata Naomi agak canggung

Setelah acara selesai, kedua keluarga memutuskan untuk pulang karena hari juga sudah menjelang malam

” Terima kasih atas kehadirannya ” kata papahnya Andri

” Tidak, seharusnya kami yang berterima kasih karena sudah di ajak makan malam di sini ” balas papahnya Naomi

” Ya sudah, kalau begitu kami duluan yah, sampai bertemu lagi ” kata paapahnya Andri

Lalu Andri dan keluarga pun pergi meninggalkan rumah makan itu dan kembali ke rumahnya

Begitu juga dengan keluarganya Naomi, mereka memutuskan untuk pulang saja

-oOo-

Keesokan harinya sudah waktunya Andri kembali ke jakarta, karena lusa dia akan kembali ke Brazil

Hari itu juga Naomi ikut ke jakarta bersama Andri

” Kalian hati-hati di jalannya yah ” kata mamahnya Andri

” Iya mah, kalau begitu kita pamit yah, sampain aja salam buat kak Sendy dan papah yah ” balas Andri

” Iya.. ” kata mamahnya

” Ya udah tante, kita pamit yah ” kata Naomi

Lalu Andri pun mencium punggung tangan mamahnya, di ikuti oleh Naomi setelah itu

Mereka memutuskan untuk langsung berangkat ke terminal, tidak mampir ke rumah sakit dulu karena takut ketinggalan bus

TO BE CONTINU

 

From @Gue_nawan123 : sorry baru update lagi…. Sorry juga cuma bisa begitu endingnya..

 

 

Iklan

Satu tanggapan untuk “Cinta & Sepak Bola, part 45 (Side Story –Andri-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s