Annihilation part 5

Cover

“Mereka seharusnya tidak berperang, bagaimanapun mereka berasal dari ras yang sama. Banyak dari teman, saudara kandung, guru, bahkan orangtua, yang tak jarang harus membunuh satu sama lain demi kepentingan satu kelompok Klan yang memecahkan Kerajaan mereka. Andai saja pertempuran bisa dihindari.  Namun mungkinkah ? Karena terkadang sejarah hanya bisa diperbaiki dengan menggunakan pedang”

“Apa yang kalian bicarakan, Yang Mulia ?” Kelvin langsung bergegas mendekati Pangeran Aidan yang baru saja sampai ke rombongannya

“Hanya sedikit negosiasi perang” jawab Pangeran Aidan

Kelvin dan Ve hanya menengok satu sama lain seperti sedang memikirkan apa yang dimaksud oleh Raja mereka

“Maksud Yang Mulia ?” bukannya menjawab, Pangeran Aidan mengarahkan pandangannya ke semua pasukan di depannya

“Dengar semuanya!!!” Pangeran Aidan berteriak, ribuan Iblis di depannya langsung berubah diam dan bersiap mendengarkan apa yang Pangeran Aidan katakan

“Untuk saat ini, perang besar tidak akan terjadi. Aku baru saja mengajukan permintaan kepada Wildann untuk mengadakan Duel antara tiga dari kalian dan tiga dari pasukan mereka, jika pasukan kita berhasil menang, aku akan mendapatkan Vanguard, tapi jika tidak, terpaksa perang harus terjadi” ucap Pangeran Aidan panjang lebar memberitahu

“Tetapi, aku belum tahu pasti apakah Vanguard setuju atau tidak akan hal ini…
aku masih menunggu kepastian darinya” lanjut Pangeran Aidan

Masing-masing dari Iblis Lucyfer mendengarkan dengan seksama pengumuman yang baru saja diberikan Pangeran Aidan, ada beberapa dari mereka yang kecewa karena perang besar urung terlaksana, tetapi sebagian lagi menghembuskan nafas lega karena perang besar tidak terjadi. Berkaca dari jumlah pasukan Lucyfer yang memang lebih sedikit dari pasukan Vanguard, seharusnya Duel ini menjadi kabar baik.

DBUUUM..

Suara pintu gerbang besar Vanguard terbuka, menimbulkan suara yang sangat kencang dan memekakkan telinga, karena begitu kencangnya, bahkan Pangeran Aidan dan Iblis Lucyfer yang berada ratusan meter jauh di depan mendengar gerbang itu terbuka.

“Ini saatnya, Wildann sudah keluar” gumam Pangeran Aidan pelan, namun masih bisa didengar oleh Kelvin dan Ve

“Umm.. Kelvin, Ve, Kruzu !”

“Siap, Yang Mulia” jawab ketiga Iblis yang dipanggil namanya serentak sambil berlutut hormat

“Kalian bertiga, temani aku, bersiaplah untuk duel”

“Baik, Yang Mulia” Pangeran Aidan terbang paling dulu kemudian diikuti oleh Ve, Kelvin dan Kruzu.

Baik ketiganya sudah tahu bahwa masing-masing dari mereka yang akan diutus untuk berduel, dilihat memang ketiganya lah yang paling ahli dalam berperang setelah Pangeran Aidan sendiri.

“Vinze, apakah kau pikir, pihak kita akan menang ?” tanya Artha

“Aku sangat berharap seperti itu” jawab Vinze

“Kalian tenang saja, Ve, Kelvin dan Kruzu merupakan Iblis-iblis terbaik di Lucyfer. Mereka bertiga pasti bisa mengalahkan tiga pasukan Pangeran Vanguard” tiba-tiba Stanley ikut dalam pembicaraan

Artha dan Vinze hanya mengangguk menanggapi pendapat Stanley. Mereka berdua berharap apa yang dibicarakan temannya tadi menjadi kenyataan. Sehingga Pangeran Aidan dapat berduel satu lawan satu dengan Pangeran Vanguard tanpa perlu adanya perang besar-besar yang kemungkinan akan memusnahkan kaum Iblis sendiri

“Untung saja Yang Mulia tidak memilihku” kata Vinze sambil menghembuskan nafas lega

“Memangnya kenapa ? apakah kau takut ?” Artha mendekatkan wajahnya ke wajah Vinze sambil alisnya dinaik turunkan

“Tentu saja tidak, hanya saja…”

“Hanya saja apa ?”

“Aku pesimis dengan kekuatan Roostku” jawab Vinze

“Kau memang tidak bisa diandalkan, Vinze, kau seharusnya melatih Roost Listrikmu lebih giat lagi” Vinze hanya menanggapi dengan santai dan tidak terpancing emosi

“Ya, memang mungkin” Kedua Iblis itu terus saja membicarakan peluang Klan mereka dalam duel ini, kadang mereka bisa menjadi musuh yang sering bertengkar, tapi, kadang pula sebaliknya. Vinze dan Artha bisa menjadi teman yang sangat dekat. Stanley di belakangnya sampai geleng-geleng dan tersenyum perihal itu

Usia kedua Iblis, baik Vinze dan Artha tidak terpaut jauh, bahkan kedua orangtua mereka juga saling mengenal satu sama lain, maka dari itu, tidak heran jika mereka berdua terlihat sangat akrab, sangat berbeda dari Iblis-iblis lainnya yang lebih suka menyendiri.

“Heei.. Stanley” panggil Vinze

“Ada apa ?” Stanley menghampiri Vinze

“Siapakah ketiga Iblis yang Pangeran Vanguard turunkan menurutmu untuk melawan Ve, Kelvin dan Kruzu ?” Vinze masih penasaran siapa yang berada di pihak lawan, bagaimanapun ia berada jauh di belakang medan duel. Sulit untuk mengetahui wajah Iblis dari kejauhan

“Dilihat dari tiga Iblis terbaik di Vanguard, yang jelas dan pilihan pertama, pasti Melody”

“Melody yang pendek itu ?” potong Artha menyahut

“Yap, kau benar”

“Aku tidak tahu ia sehebat itu” gumam Vinze

“Kemampuan Melody benar-benar berkembang pesat dari yang diperkirakan, apalagi dalam hal Roost, nampaknya Pangeran Vanguard benar-benar mendidiknya dengan baik” lanjut Stanley menjelaskan

“Siapa yang kedua ?” tanya Artha

“Hmm.. aku tidak begitu yakin.. tapi sepertinya, Wildann”

“Wildann ? Yang ahli dalam Roost api itu ?” Vinze menanggapi

“Yap, tepat sekali. Kelvin akan mendapat lawan yang sepadan” Artha dan Vinze hanya mengangguk-angguk

“Iblis terakhir  ?”

“Antara Yona si pemanah.. umm.. atau bisa juga Dhike si ahli Roost angin.. atau Razkal si ahli Roost Es dan pedang, aku tidak tahu pasti” jawab Stanley

“Kau tahu banyak tentang Iblis Vanguard, Stanley, aku cukup kagum” kata Vinze sambil merangkul pundak temannya itu

“Beberapa Iblis Vanguard dahulu merupakan temanku saat kerajaan belum terpecah, oleh sebab itu aku mengenal beberapa dari mereka” jelas Stanley

“Kalau begitu.. kenapa kau memutuskan membela Lucyfer daripada Vanguard, Stanley ? kenapa kau tidak mengikuti jejak teman-temanmu ?” Vinze terus saja bertanya dan bertanya tanpa henti, membuat Stanley sedikit kesal

“Astaga kau ini.. terlalu banyak pertanyaan dari mulutmu” desis Stanley dengan nada tinggi

“Hehe, maafkan aku, aku cuma sedikit ingin tahu kenapa kau membela Lucyfer. Iya kan Art ?” Vinze mencoba mencari dukungan dengan sedikit menyenggol lengan Artha

“I..i..iya-iya”

“Dasar kalian ini.. tentu saja ada alasan tersendiri kenapa aku memilih Yang Mulia Aidan ketimbang Pangeran Vanguard, beliau lebih berkharisma dan menurutku ia mempunyai sifat kepemimpinan yang lebih baik dari Pangeran Vanguard, aku yakin Yang Mulia Aidan-lah yang dapat memimpin kita mengalahkan Para Malaikat” jelas Stanley panjang lebar

Artha dan Vinze sepertinya puas akan jawaban Stanley, ia berdua mulai berhenti bicara dan menyaksikan apa yang terjadi di depan mereka.

Disisi lain, Wildann keluar melewati ribuan rombongannya yang membukakan jalan untuknya. Begitu sampai di rombongan terdepan, Wildann berhenti mengepakkan sayapnya sejenak, dan menatap ke arah dua Iblis di sampingnya

“Melody, Razkal, ikut denganku” perintah Wildann

“Ada apa, Wildann ?” tanya Razkal bingung

“Kalian berdua beserta denganku diutus Yang Mulia untuk berduel” Melody dan Razkal terdiam sejenak, kemudian mengangguk.

“Yang lainnya, tetaplah disini” sesudah
berkata demikian, Wildann kembali mengepakkan sayapnya, dan terbang ke tengah medan pertempuran, diikuti oleh Melody Razkal di belakangnya.

Tak lama setelah ketiganya lewat, Pangeran Vanguard dengan anggunnya terbang melewati ribuan rakyat Iblisnya yang langsung otomatis berlutut memberi hormat. Rambut dan jubah perangnya terkibar angin sehingga membuat rambutnya semakin acak-acakan.

Wildann, Melody dan Razkal yang terbang paling depan menyadari bahwa Raja mereka, Pangeran Vanguard berada di belakang, mereka berhenti sejenak dan membiarkan Vanguard  terbang paling depan

“Yang Mulia” Wildann, Melody dan Razkal menunduk memberi hormat

Vanguard membalas dengan sedikit anggukan dan terbang paling depan memimpin ketiga Iblis yang diutusnya berduel

Sampailah kedelapan Iblis itu di tengah-tengah medan pertempuran, dengan Aidan dan Vanguard yang berada paling depan barisan. Baik Aidan dan Vanguard tersenyum tipis satu sama lain, seakan menyambut musuh di depannya.

Mendaratlah kedelapan dari mereka, dan mulai menginjak tanah yang berwarna coklat kemerahan itu.

Ve selaku Iblis Lucyfer menyadari ada mantan kekasihnya Razkal disana, sampai sekarang ia tidak percaya bahwa Iblis pria yang dulu ia cintai membela pihak yang berlawanan darinya. Ve berusaha bersikap biasa saja dan tetap tenang, ia hanya fokus terhadap duel yang akan berlangsung sesaat lagi.

“Ve, kau tidak berubah. Tetap cantik seperti dulu. Aku sangat merindukanmu, tapi sayang kita di pihak berbeda” batin Razkal sambil melihat kearah wajah mantan kekasihnya

“Razkal, tolong jangan tatap aku seperti itu, aku sedang berusaha keras melupakanmu” batin Ve sambil menunduk disaat Razkal menatapnya, ia tidak mau kenangan indah dengannya dulu, melintas kembali di pikirannya ketika melihat sosok Iblis pria yang bernama Razkal itu

Kedua Raja dari masing-masing Klan sudah berhadapan satu sama lain

“Selamat datang kakakku tercinta” sambut Vanguard dengan senyuman tipis

“Hmm.. tidak perlu ramah denganku, aku benci mengatakan hal ini, tapi aku juga sedikit merindukanmu” balas Pangeran Aidan

Akhirnya setelah sekian lama, bertemulah kedua Raja dari masing-masing Klan Iblis. Putra pertama dan kedua dari Lucyfer. Dari kedua orang inilah perpecahan terjadi, pembantaian sesama kaum dimana-mana. Bagaimanapun kekuasaan telah membutakan hati nurani masing-masing dari mereka.

Jika perpecahan tidak terjadi, pasti yang terjadi sekarang adalah persatuan kaum Iblis, berperang melawan Para Malaikat, dan membalaskan dendam Lucyfer. Tetapi harapan banyak Iblis tidak menjadi kenyataan, melainkan mereka harus siap membunuh satu sama lain antar sesama Iblis.

“Sebagai tuan rumah dan adik yang baik, bolehkah aku.. ?” Vanguard merentangkan kedua tangannya seakan mengajak Kakaknya untuk berpelukan

“Hmm.. baiklah, mungkin Ayah akan sedikit bangga” Pangeran Aidan berpelukan dengan Vanguard untuk waktu yang singkat

Ketiga Iblis dari Lucyfer dan Vanguard hanya terdiam dan melihat Raja mereka berpelukan

“Cukup sudah berbasa-basinya, kita kembali ke urusan awal” Vanguard membuka pembicaraan

“Aku sudah menunggu lama akan hal ini, cukup adegan beramah tamahnya. Aku siap untuk melenyapkanmu, Kak” desis Vanguard dengan senyum sinis

“Aku menantikan hal itu, coba saja kalau kau bisa” jawab Pangeran Aidan santai, ia seakan tidak terpancing dengan usaha provokasi dari Vanguard

“Tunggulah sampai saatnya tiba, aku benar-benar akan…”

“Bisakah kau berhenti bicara dan kita mulai saja duel ini ?” potong Pangeran Aidan

“Baiklah, sebelum masuk ke duel.
Aku bertanya kepadamu, duel seperti apakah yang kau inginkan ?”

“Dua duel Roost, satu duel pedang”

“Oke-oke.. baiklah..”

“Perlu kau ingat, pemenang duel ini ditentukan dari Iblis yang terjatuh pertama kali menyentuh tanah, atau bisa juga terkena sabetan pedang dan tertusuk sampai mati. Satu lagi.. tidak boleh ada sayap yang keluar, ini merupakan duel di tanah, bukan udara” lanjut Vanguard panjang lebar memberitahukan aturan Duel yang ia inginkan

“Aku tahu itu” Pangeran Aidan hanya mengangguk kecil

“Oke-oke.. baiklah…” Vanguard menatap kearah belakangnya

“Razkal, kau maju terlebih dahulu” bisik Pangeran Vanguard pelan

Razkal lalu mengangguk patuh, lalu ia mengeluarkan Pedang dari sarung di pinggangnya. Vanguard, Melody dan Wildann mundur beberapa langkah, membiarkan Razkal sendirian di depan untuk berduel.

Di pihak lain, Pangeran Aidan melihat satu persatu dari Iblis setianya, seperti sedang memilih-milih siapa yang akan diturunkan untuk melawan Razkal

“Kruzu, majulah”

“Baik, Yang Mulia. Hamba akan mencoba segala yang hamba punya” ucap Kruzu hormat

“Berhati-hatilah, jangan sampai terbunuh. Aku percaya pada kekuatanmu” Kruzu mengangguk, tak ada rasa ketakutan sedikitpun dalam hatinya. Ia sepenuhnya
rela berkorban demi Pangeran Aidan dan Klan Lucyfer

Kini Pangeran Aidan, Kelvin dan Ve juga ikutan mundur beberapa langkah, dan membiarkan kedua Iblis yang akan bertarung berada di tengah.

Kruzu sudah maju dan berhadapan dengan Razkal, ia juga mengeluarkan pedang  miliknya. Pertempuran antara kedua ahli pedang dari masing-masing klan akan segera tersaji. Langit yang gelap dan mencekam,seakan mendukung suasana pertempuran. Aura di lokasi duel menjadi sangat menegangkan.

Apapun kondisinya, darah siap tertumpah pada saat itu juga demi kepentingan Klan.

“Mulailah” Vanguard memberikan aba-aba pertanda duel dimulai

“Bersiaplah.. “gumam Razkal pelan, namun terdengar oleh Kruzu

“Kapanpun, Iblis Vanguard” balas Kruzu pelan

Begitu Vanguard menyatakan duel dimulai, Razkal langsung melompat menyerang Kruzu sambil menghunuskan pedangnya. Dengan santainya Kruzu menghindari serangan itu, ia hanya memutar tubuhnya saja.

Namun, Razkal menyerang dengan semakin ganas sehingga mau tidak mau Kruzu terpaksa melompat keatas. Razkal mengikutinya, tidak sekalipun ia memberikan kesempatan kepada Kruzu untuk balas menyerang.

Lama-kelamaan, pertempuran menjadi semakin sengit, kedua Iblis itu hampir tidak pernah ada yang terjatuh menyentuh tanah. Keduanya tetap tegak berdiri sambil menghunuskan pedang kesana-kemari. Razkal berkelit ke belakang untuk menghindari serangan Kruzu dan ia pun melompat dan menggerakkan pedangnya berputar-putar.Ketika Kruzu hampir berhasil menebaskan pedangnya. Razkal berguling ke samping sehingga pedang Kruzu hanya mengenai daerah kosong.

Razkal kembali melompat ke udara dan menyerang Kruzu dari atas, tapi Kruzu cepat-cepat melompat ke belakang. Akhirnya, Razkal mendarat dengan kedua tangannya. Menyadari posisi Razkal yang menguntungkan itu maka Kruzu mengayunkan pedangnya secepat kilat.

Razkal mengangkat tangannya dan hanya bertahan menggunakan tangan kiri saja. Pedangnya berusaha menangkis serangan Kruzu yang membabi buta. Akhirnya Razkal berhasil menebas kaki Kruzu sehingga Iblis itu terjatuh

“Sial” batin Kruzu dalam hati, ia merasa bahwa dirinya akan segera kalah, kakinya terasa sakit sekali setelah tertebas pedang Razkal. Darah mengalir deras dan mengubah warna tanah menjadi merah pekat

“Lihatlah, Aidan, kemampuan Iblismu itu jauh dibawah Iblisku” batin Vanguard sambil tersenyum penuh kemenangan

Pangeran Aidan tetap fokus melihat pertempuran, sambil kedua tangannya mengepal keras, seperti sedang menahan amarah.

“Ayolah, Kruzu, ini belum berakhir” Kelvin terus berharap agar Kruzu bangkit dan menyerang balik Razkal

Razkal melompat, ia bersiap menghunuskan pedangnya ke perut Kruzu

“Sudah berakhir, tamatlah riwayatmu Iblis Lucyfer !!”

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

7 tanggapan untuk “Annihilation part 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s