Tak Selamamnya Cinta Itu Berakhir Dengan Duka, Part 2 : Memulai hidup baru

 

“Para penumpang yang terhormat, Selamat datang di Narita, Prefektur Chiba, Jepang. Kita telah mendarat di Bandar Udara Narita Internasional Jepang. Kami persilahkan kepada anda untuk tetap duduk sampai pesawat ini benar-benar berhenti dengan sempurna pada tempatnya dan lampu tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan. Berakhirlah sudah penerbangan kita pada hari ini. Atas nama Garuda Indonesia kapten Anton, dan seluruh awak pesawat yang bertugas mengucapkan selamat berpisah dan semoga dapat berjumpa lagi di lain waktu.

Sebelum meninggalkan pesawat, kami ingatkan kembali kepada anda untuk memeriksa kembali bagasi kabin anda agar tidak ada barang yang tertinggal. Para penumpang dengan lanjutan penerbangan silahkan melapor pada bagian layanan pindah pesawat di ruang penerbangan. Terima kasih”

Pukul 15:00 waktu Jepang

Setelah pesawat benar-benar berhenti dengan sempurna, seluruh penumpang di dalam pesawat itu pun mulai beranjak dari tempat duduk nya dan mengambil kembali barang-barang bawaan mereka dari bagasi kabin pesawat termask juga Christ.

Setelah Christ mengambil barang bawaan nya, dia langsung menuju pintu keluar pesawat berbarengan dengan penumpang lainnya. Setelah turun dari pesawat, Christ melanjutkan langkah nya menuju pintu utama bandara tersebut untuk menunggu jemputan dari keluarganya.

Di dalam bandara khusus ruang tunggu buat tamu yang baru datang, kedua orang tua Christ, kakaknya dan keempat teman kakak nya menunggu Christ yang di katakana sudah tiba di bandara.

“Christ mana ya? Kok belum keliatan juga” kata ayah.

“Mungkin masih di dalam pesawat ayah” ucap Keicchi.

Tak berselang lama, Keicchi pun memfokuskan pandangan nya kepada seorang laki-laki yang sedang melambaikan tangan kepadanya.

“Christ” ucap Keicchi tersenyum.

Mendengar Keicchi memanggil nama Christ. Kedua orang tua nya dan juga ke empat teman nya mengalihkan pandangan yang sedang di lihat oleh Keicchi. Dan akhirnya, Christ menampakan dirinya di tengah-tengah kerumunan penumpang yang juga baru tiba di bandara.

Christ yang sudah melihat kedua orang tuanya dan juga kakaknya, mempercepat jalan nya dan setelah sampai di hadapan kedua orang tuanya dan kakaknya, Christ meletakan barang bawaan nya dan langsung memeluk kedua orang tuanya.

“Aku kembali, ibu. ayah” ucap Christ sembari memeluk kedua orang tuanya.

“Ibu sama ayah sudah kangen sekali sama kamu nak. Dan akhirnya kamu kembali lagi kedalam keluarga kita” ucap ibu tak kuasa menahan tangis kerinduannya terhadap anaknya itu.

“Kamu sekarang sudah besar nak. Dan udah menunjukan kedewasaan mu sekarang” ucap ayah.

Christ pun melepaskan pelukan dari kedua orang tuanya.

“Aku masih anak remaja kok ayah, umur ku baru 18 sekarang. Tapi, di balik sifat keremajaan ku sekarang, aku sudah bisa menujukan sikap kedewasaan aku saat ini” jelas Christ tersenyum ke arah ayahnya.

Sehabis berbicara dengan kedua orang tuanya, Christ mengalihkan pandangan ke seorang perempuan yang berada di belakang kedua orang tuanya, yaitu Keicchi kakaknya. Christ berjalan mendekati kakak nya yang di sambut dengan sebuah senyuman darinya.

“Aku kembali Keicchi” ucap Christ.

“Selamat datang kembali Christ” ucap Keicchi lalu langsung memeluk adiknya.

“Kakak udah kangen sekali sama dek” kata Keicchi.

“Christ juga kangen sama kakak” ucap Christ.

Tiba-tiba, Christ merasakan kalau dada nya basah dan ternyata kakaknya menangis di pelukanya. Christ melepaskan pelukan dari kakaknya tersebut lalu memandang kakaknya yang menangis tadi.

“Aku gak mau kedatangan ku disambung dengan sebuah tangisan” ucap Christ sambil menghapus air mata kakak nya yang mengalir.

“Senyum dong” pinta Christ.

Keicchi pun mengiyakan nya dan kembali tersenyum setelah beberapa saat menangis tadi. Keicchi pun kembali memeluk adiknya.

“Kaya nya ada yang melupakan keberadaan kita nih teman-teman” ucap miru yang berada di belakang Keicchi.

Christ pun melepas pelukan kakak nya.

“Hey kalian berempat, apa kabar kalian” sapa Christ.

Miru, Fuuchan, dan Nagisa dengan cepat mendekati Christ dan tak terkecuali Akarin yang gak ikutan mendekati Christ. Karena dia memiliki sifat malu yang berlebihan.

“Kamu sekarang sudah besar ya Christ dan ganteng juga” ucap Miru malu-malu sembari menyalami Christ.

“Iya! Sepertinya kamu juga lebih tinggi dari kita-kita” ucap Nagisa.

Christ pun melayani ketiga teman kakaknya itu untuk bersalam-salaman. Christ pun kemudian matanya tertuju seorang perempuan di belakangteman-temannya itu. Christ pun berjalan mendekati Akarin dan membuat Akarin terkejut melihat nya.

“Hey! Apa kabar Akarin” sapa Christ kemudian mengajak nya tuk bersalaman.

“A..a..aku baik kok Christ” balas Akarin membalas salaman tangan nya Christ dengan terbata-bata.

“Gak usah grogi. Santai aja ngobrol sama aku” ucap Christ.

Akarin menjadi salah tingkah dibuat oleh Christ. Dia tidak memperdulikan perkataan Christ barusan melainkan terus menunduk karena malu.

“Hey! Gak sopan kalau ada orang yang sedang berbicara dengan kamu, kamu malah menunduk terus” tegur Christ.

Akarin pun terkejut lalu secara perlahan dia mulai memperlihatkan wajahnya. Christ pun tersenyum melihatnya.

“Kamu udah mulai beranjak dewasa ya Christ” ucap Akarin.

“Kamu juga! Dan kamu sekarang bertambah tinggi. Bahkan lebih tinggi dari aku” kata Christ.

Akarin pun tersenyum malu mendengar perkataan Christ barusan.

“Ya udah! kita pulang aja sekarang. Sepertinya kamu keliatan capek dan perlu istirahat” ajak ayah.

Christ pun mengiyakan ajakan ayah nya tersebut.

“Kalian pulang aja ya. Dan makasih kalian udah mau ikutan menjemput adik ku” kata Keicchi.

“Ngusir kita nih ceritanya” ucap Nagisa menyilangkan lengan nya.

“Maksudnya?” Tanya Keicchi bingung.

“Kami berempat rencananya mau bertamu ke rumah kamu setelah itu Keicchi” ucap Miru.

“Kalian mau bertamu apa mau bertemu dengan adik ku?” Tanya Keicchi penuh selidik.

Tak ada jawaban dari mereka berempat melainkan mereka Cuma tertawa aja dan tanpa terkecuali Akarin yang dari tadi diam mulu.

“Nanti saja lah, kapan-kapan aja. Adik ku kan baru juga datang dia juga capek mau istirahat” jelas Keicchi.

Mereka berempat pun hanya pasrah dan mengiyakan perkataan Keicchi tadi. Keicchi beserta ke empat teman nya itu berjalan meninggalkan bandara itu. Di luar bandara, keicchi sudah di tunggu kedua orang tuanya beserta adiknya Christ yang sudah duduk di dalam mobil.

“Aku duluan. Sampai jumpa besok” ucap Keicchi kepada ke empat teman nya.

Keicchi lalu masuk kedalam mobil ayahnya dan dia duduk di belakang dekat adiknya. Mobil pun berjalan meninggalkan bandara tersebut. di dalam mobil, Keicchi melihat adiknya yang tertidur bersandar di mobil karena kecapean. Melihat hal itu membuat keicchi tersenyum lalu Keicchi merapatkan duduk nya ke adiknya lalu memeluknya.

Kedua orang tua nya pun hanya tersenyum melihat Keicchi memeluk adiknya yang sudah lama tidak bertemu. Terlihat senyum kebahagian terlihat di raut wajah nya Keicchi ketika memeluk adiknya yang sedang tertidur.

“Aku pulang” ucap Akarin memasuki rumah nya.

“Dari mana aja kak? Kok pulang kuliahnya agak sorean” Tanya seseorang cewek yang duduk santai di ruang tamu.

“Kakak pulang kuliah tadi langsung ke bandara ikut teman kakak yang lagi jemput adiknya” balas Akarin yang ikutan duduk di sebelah perempuan yang ternyata adiknya.

“Kamu udah makan dek?” Tanya Akarin.

“Belum kak! Sae dari tadi kelaparan nungguin kakak pulang untuk buatin makanan” balas Sae sambil mengelus perutnya.

“Maafin kakak yang Sae. Ya udah kakak mau masak dulu ya” ucap Akarin.

“Ngomong-ngomong ayah sama ibu mana dek?” Tanya Akarin saat berjalan menuju dapur.

“Ayah udah pulang. Tapi, tadi pergi lagi bersama ibu. Katanya sih ada acara gitu” balas Sae.

Sesampainya di dapur, Akarin membuka kulkas untuk mencari bahan-bahan yang ingin dia masak.

“Mau masak apa ya?” ucap Akarin bingung.

“Sae! Kakak buatin nasi goreng special mau gak?” Tanya Akarin sembari teriak dari dalam dapur.

“Boleh kak. Di tambah telor mata sapi sama kentang goreng ya kak” pinta Sae juga sembari teriak dari arah ruang tamu.

Akarin pun mempersiapkan beberapa bahan seperti nasi putih secukupnya, garam, gula, bawang putih, bumbu khusus nasi goreng, 2 buah telor dan 1 buah kentang. Setelah menyalakan kompor gas  dan meletak kan penggorengan di atasnya, akarin lalu menungkan minyak goreng secukupnya ke dalam penggorengan.

Sambil menunggu minyak goreng tersebut panas, Akarin kemudian memotong bawang putih dan di irisnya tipis-tipis. Setelah selesai, Akarin melanjutkan mengupas kulit kentang lalu setelah semuanya terkupas, Akarin memotong kentang tersebut dan di buatnya memotong memanjang. Akarin meletakan tangan nya di atas penggorengan untuk memastikan minyak goreng nya sudah panas atau belum.

Serasa minyak goreng tersebut sudah panas, Akarin memulai masaknya dengan kentang goreng dulu yang dia masukan kedalam penggorengan. Setelah beberapa menit, kentang goreng tersebut sudah matang dengan warna nya yang sudah berubah kuning ke emasan. Akarin mengangkat semua kentang goreng tersebut dari penggorengan lalu dia tiriskan.

Serasa masih ada minyak sehabis menggoreng kentang tadi dan masih panas, Akarin lalu memasukan bawah putih yang sudah dia iris tipis-tipis tadi dan mulai menumis nya. bau harum dari bawang putih tersebut sudah keciuman dirinya, akarin lalu memasuka nasi putih secukupnya dan dicampurkan nya dengan tumisan bawang putih tadi.

Lalu Akarin memasukan bumbu khusus nasi goreng ke dalam penggorengan. setelah semuanya di campurkan, Akarin mengaduk rata nasi goreng tersebut agar tumisan bawah putih sama bumbu khusus nasi goreng tadi menyatu. Akarin juga menambahkan sedikit garam dan juga gula ke dalam nasi goreng.

Serasa sudah hampir masak, Akarin megambil dua buah piring beserta sendok dan juga garpu dan dia letakan dengan rapi di samping kompor gas. Akarin kemudian mengambil nasi goreng tersebut yang sudah matang lalu menuangnya ke dalam 2 buah piring yang sudah dia siapkan tadi.

Setelah 2 piring tersebut di isi penuh oleh nasi goreng buatan Akarin tadi, Akarin membiarkan kompor gas nya tetap menyala kemudian Akarin mencuci bersih sebentar penggorengan yang dia buat untuk menggoreng nasi goreng tadi. Setelah bersih, Akarin kembali meletakan penggorengan tersebut di atas kompor gas lalu sedikit menuangkan minyak goreng di atasnya.

Sambil nunggu minyak goreng tersebut panas, Akarin sedang menata kentang goreng yang sudah dia goreng tadi. Akarin meletakan kentang goreng tersebut mengelilingi nasi goreng. serasa minyak goreng tersebut sudah panas. lalu Akarin memecahkan telor yang sudah dia siapkan tadi dan memasukan nya kedalam pengorengan yang sudah terisi sedikit minyak goreng.

Tak butuh waktu lama, telor tersebut sudah matang dengan sangat sempurna. Kuning telurnya tepat di tengah-tengah putih telor. Akarin lalu megangkat telor tersebut dan meletakkan nya di atas nasi goreng tadi. Dan akarin kembali memasukan telor satunya dan sudah matang dia angkat dan meletakkan di atas nasi goreng satunya.

Setelah semua nya selesai, Akarin tidak lupa mematikan kompor gas tersebut. meletakkan penggorengan di tempat cuci lalu membersihkan sisa-sisa bekas masakannya tadi di sekitar dapur tempat dia masak tadi. Akarin mengambil dua buah gelas dan di isi denga air dingin.

“Sae! Mari ke dapur sebentar” panggil Akarin.

Mendengar kalau kakak nya memanggil dirinya, Sae lalu pergi ke dapur tempat kakak nya memasak tadi.

“Wah! Sudah siap ya makanan nya. makasih ya kak” ucap Sae senang kemudian memeluk kakanya.

“Sama-sama! Ayo kita makan bareng” ajak Akarin.

Sae menganggukan kepala nya lalu membawa sepiring nasi goreng di tangan kanan nya dan sebuah air minum dingin di tangan kirinya. Akarin pun mengikuti adiknya dari belakang menuju tempat makan.

Di malam harinya, Christ terlihat sedang duduk santai dekat jendela kamar nya. Dia menatap langit yang di penuhi oleh bintang-bintang.

“Sedang apa kamu di sana Ve. Semoga kamu baik-baik saja” batin Christ.

Tiba-tiba, pintu kamar Christ di ketuk oleh seseorang.

“Masuk” ucap Christ.

Masuklah Keicchi ke kamar adiknya.

“Makan malam dek. Ayah sama ibu sudah nunggu di meja makan” kata Keicchi.

“Sebentar lagi kak” balas Christ.

Keicchi lalu menghampiri adiknya yang sedang duduk termenung itu.

“Lagi ngapain kamu dek?” Tanya Keicchi.

“Lagi menenangkan pikiran aja kak” balas Christ.

Keicchi diam lalu dia ikutan menatap langit dari jendela kamar adiknya.

“Kamu rindu padanya?” Tanya Keicchi.

“Semua orang pasti sangat rindu kepada seseorang yang kita sayang” balas Christ.

“Mungkin sekarang dia sudah bahagia di alam sana. Asalkan perasaanmu senang, dia pasti senang di sana. Dan seandainya perasaanmu sedih, dia pun juga ikutan sedih” jelas Keicchi.

“Christ..Keicchi..! cepetan turun nak. Sudah waktunya makan malam” ucap ibunya sedikit berteriak.

“Ibu udah manggil kita. Ayo kita turun dek” ajak Keicchi.

Christ pun bangkit dari kursinya lalu menutup jendela beserta gorden jendela kamarnya. Sesaat mau menutup jendela kamarnya, Christ melihat sebuah bayangan wajah dari kekasihnya yang tersenyum ke arahnya.

“Doakan aku semoga aku selalu berbahagia di dunia ini supaya kamu juga bahagia di alam sana sana” batin Christ.

Sesampainya Christ dan kakak nya di meja makan, mereka di sambut oleh kedua orang tuanya.

“Lama sekali kalian. Cepat makan! Nanti keburu dingin makan nya” perintah ibu.

“Christ! Ayah mau Tanya sama kamu?” ucap ayah di sela-sela Christ tengan sibuk melahap makanan nya.

Christ tidak langsung menjawab pertanyaan ayahnya itu melainkan menghabiskan makanan nya yang tinggal se sendok.

“Tanya apa ayah?” Tanya Christ.

“Kedepan nya kamu mau melanjutkan kuliah kamu atau berhenti lalu bekerja? Tanya ayah.

“Misalkan kamu mau melanjutkan kuliah kamu, ayah sarankan kamu kuliah di Universitas Kyoto sama seperti kakak mu. Universitas Kyoto adalah Universitas terkenal kedua di jepang setelah Universitas Todai. Dan kalau kamu mau bekerja, sebaiknya kamu kerja di perusahaan nya ayah. Gimana?” tawar ayah.

(NOTE : Christ dan keluarganya kebetulan tinggal di daerah Kyoto, jepang).

“Kalau ibu terserah kamu aja nak yang memilih. Dan kedua tawaran tadi juga,  ayah kamu juga merupakan alumni mahasiswa Universitas Kyoto tersebut” ucap ibu.

“Nanti aku pikirkan dulu. Mau melanjutkan kuliah atau bekerja” ucap Christ.

“Aku sudah selesai makan nya. aku mau ke kamar aku dulu ya ayah, ibu, kakak. Mau istirahat” kata Christ bangkit dari tempat duduknya.

Tak lupa Christ mengucapkan selamat malam kepada kakak nya dan kedua orang tuanya.

Sesampainya di dalam kamar, Christ langsung merebahkan tubuh nya ke tempat tidurnya.

“Aku tidak boleh terlalu menjadi sedih begini. Jangan sampai ada kehampaan di dalam hidupku. Aku sudah berjanji sama dia akan membuat dia bahagia meskipun dia telah tiada” ucap Christ.

Christ lalu menarik selimut nya dan langsung menyelimuti seluruh tubuhnya.

“Selamat malam dan selamat tidur Ve. Aku akan selalu merindukan mu” ucap Christ lalu menutup kedua matanya.

Di luar kamar Christ, terlihat kakaknya yaitu Keicchi sedang berdiri bersandar di pintu kamar nya Christ. Kemudian dia meneteskan air matanya. Keicchi merasa sangat sedih di saat sang adik di terpa kesedihan dan kepedihan yang teramat dalam di dalam hidupnya. Hal itulah yang membuat Keicchi meneteskan air matanya.

“Begitu pedih nya hidup yang di alami oleh adik ku sekarang. Aku yakin tuhan sedang menguji adik ku dan aku yakin akan ada hari esok yang lebih baik menjumpai adik ku. Tuhan! Semoga setelah ini, adik ku selalu diberikan kebahagiaan yang luar biasa di hidupnya, di hari-harinya dan selamanya” batin Keicchi.

“Selamat malam adik ku. Kakak sayang sama kamu” ucap Keicchi.

 

Di pagi yang cerah di kota Kyoto, Jepang berhembus angin yang sangat menyejukan tubuh bagi siapa saja yang merasakan nya. terlihat dua orang perempuan sedang bersandar di pintu mobil dengan mimik wajah seperti menunggu seseorang dan yang satunya sedang sibuk memainkan smartphone nya.

“Kakak kok lama sekali ya” kata salah satu perempuan dengan ciri-ciri fisik tinggi, cantik (ya pastilah cantik, cewek jepang gitu :D) dan rambut panjang belah tengah yang telah di cat warna kecoklatan.

“Nah tuh kakak sudah datang” tunjuk salah satu perempuan lainnya dengan ciri-ciri fisik tinggi, cantik dan rambut hitam panjang terurai dan ada tahi lalat di pipi kirinya.

“Maaf! Maaf lama. Tadi kakak nunggu antrian yang banyak di kasir. Sekali lagi kakak minta maaf” ucap salah seorang perempuan lagi yang barusan keluar dari sebuah mini market dengan ciri-ciri fisik tinggi bandan yang sedang (tidak tinggi tidak pendek) cantik, dan rambut kecoklatan yang terurai.

Tiba-tiba saat mereka bertiga mau masuk ke dalam mobil mereka, mereka di kejutkan oleh seorang pria yang berpakaian layak nya seorang penjahat. Mereka berjumlah lima orang.

“Hey kalian! Serahkan uang dan juga barang-barang berharga kalian” ucap penjahat 1.

“M..m..maaf! kami tidak punya uang dan juga barang-barang berharga” ucap seorang cewek berambut kecoklatan panjang terurai.

“Jangan bohong kamu. Cepat serahkan tas-tas kalian. Cepat!” bentak penjahat 2.

Penjahat 3, 4 dan 5 bertugas untuk mengawasi tempat tersebut di mana penjahat 1 dan penjahat 2 yang sedang melakukan aksinya agar tidak ketahuan oleh orang-orang. Tiba-tiba, ada salah seorang lelaki yang berlari dengan kencang nya. setelah hampir dekat jarak dia dengan mobil dari perempuan yang sedang di paksa oleh penjahat, lelaki itu melompati mobil yang ada di hadapan nya.

Lelaki misterius itu mengarahkan kedua lututnya dengan sangat kerasnya menghantam bagian dada dari penjahat 1 dan 2 yang membuat mereka jatuh tersungkur dan langsung pingsan di tempat. Lelaki itupun mendarat dengan mulusnya setelah menghantamkan lutut nya ke arah dada kedua preman. ketiga perempuan itu pun di buat kaget oleh kedatangan lelaki misterius yang tak tahu datang nya dari mana.

Penjahat 3 dan 4 melihat teman nya pingsan, membuat mereka geram dan bergerak mau menghajar lelaki itu. Penjahat 3 melayangkan pukulan nya dari arah kiri namun, pukulan nya berhasil di tahan oleh tangan kiri lelaki itu lalu dengan cepat tangan kanan lelaki itu memukul keras perut penjahat sehingga membuat preman itu jatuh kesakitan di bagian uluh hatinya.

Kemudian penjahat 4 bersiap-siap mau menendang lelaki itu dari arah kanan dengan kaki kirinya namun dapat di tahannya lalu menggapitkan kaki penjahat tersebut dengan tangan kanannya. lelaki itu kemudian memegang kaki penjahat tersebut dengan kedua tangan nya lalu dengan sekali putar ke arah kiri, membuat kaki penjahat itu patah yang kemudian membuat penjahat merasa sakit yang luar biasa.

Penjahat itu jatuh kesakitan sambil menahan kaki kirinya yang patah karena ulah lelaki misterius tadi. Tersisa 1 penjahat lagi di hadapan lelaki itu. Lelaki itu pun mendekati penjahat tersebut yang membuat penjahat itu sedikit agak mundur kebelakang. Seakan semakin dekat dengan lelaki tersebut, penjahat itu mengeluarkan sebuah pisau lipat dari kantong celananya.

Ketika sudah dekat dengan penjahat tadi, lelaki itu tidak menyerang penjahat tersebut melainkan menatap tajam ke arah penjahat itu. Penjahat itu juga tidak menyerang lelaki yang sudah berada di hadapan nya. melainkan penjahat tersebut mulai ketakutan. Lelaki itu melihat ke atas dan di atas nya ada sebuah bola lampu besar bergantung.

Lelaki itu melompat dengan tumpuan kaki kirinya dan melakukan sebuah jamping salto. Dan menggerak kan kaki kanan nya seperti menendang bola dan mengarahannya ke bola lampu yang bergatung itu. Alhasil yang terjadi adalah bola lampu yang bergantung tadi pecah akibat tendangan dari lelaki tersebut dan lelaki itu turun dengan kedua kaki nya dengan sempurna dan berdiri kembali dengan mulusnya dihadaan penjahat itu.

Penjahat tersebut terdiam meilhat aksi dari lelaki yang berada di hadapan nya. Tak berapa lama setelah perkelahian antara seorang lalaki misterius dengan kelima orang preman, datang lah mobil polisi ke tempat kejadian. Beberapa polisi menangkap dan memasukan kelima penjahat tersebut ke dalam mobil polisi termasuk 4 yang sudah di lumpuhkan lelaki itu dan 1 yang masih bertahan. Tidak lupa polisi tersebut berterima kasih kepada lelaki misterius itu.

“Jepang tak beda jauh sama indonesia. Selalu ada kejahatan” ucap lelaki misterius. saat mau melanjutkan jalan nya, tiba-tiba ada sebuah tangan yang memegang tangan lelaki misterius itu sehingga langkah lelaki itu terhenti. “Hey! Kamu mau kemana? Terima kasih tadi sudah nolongin aku dan juga kedua adik ku” ucap salah seorang perempuan beramput coklat panjang teruai. Lelaki misterius itu membalikan badan nya dan…………………………….

 

Twitter            : @AhmadChrist_K

 

 

 

Bersambung…

 

 

Akhirnya gue bisa kembali membuat cerita lagi setelah hampir 1 tahun vakum karena kesibukan sebagai seorang mahasiwa semester 3(sekarang). Sebelumnya gue sudah membuat 25 cerbung(bukan sombong)  dan ada dua cerbung dari gue yang gue share ke karyaotakgue.com. karena gak ada kelanjutan nya, terpaksa kedua cerbung gue itu di blacklist oleh admin sini. Tapi gak masalah karena itu juga akibat kesibukan gue sebagai seorang mahasiswa baru kemarin. Dua cerbung yang pernah gue share di sini adalah memilikimu, adalah keinginanku dan tak akan terganti. Dan cerbung gue yang baru ini yang bisa di katakan judulnya panjang banget seperti kaki ultraman (ngaco :p) ini adalah cerbung ketiga gue yang gue share di sini. Kritik dan saran nya di tunggu buat apresiasi gue sendiri sebagai penulis.

Iklan

3 tanggapan untuk “Tak Selamamnya Cinta Itu Berakhir Dengan Duka, Part 2 : Memulai hidup baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s