Annihilation part 4

Cover

Waktu istirahat mereka sudah selesai, para Iblis sudah sepenuhnya bersiap dengan
perang yang akan mereka hadapi beberapa saat lagi. Itu semua terlihat dari wajah-wajah Iblis yang serius, apalagi ada Pangeran Aidan disana yang akan ikut berperang tidak ada waktu untuk main-main bagi mereka. Ini merupakan perang yang sangat penting, penuh dengan dendam, gengsi dan nama besar.

Kini sekarang, Pangeran Aidan sudah berada di depan ribuan Iblis, bersama Kelvin dan Ve disamping kanan kirinya. Iblis-iblis di depan Pangeran Aidan seperti sudah siap untuk pergi ke medan perang, sayap masing-masing dari mereka pun sudah dikeluarkan.

“Baiklah. Hanya tinggal setengah perjalanan lagi, kita akan mencapai tempat mereka, jadi kuharap kalian mempersiapkan diri kalian. Aku tidak mau ada kekalahan kali ini, cukup kejadian 100 tahun lalu” Pangeran Aidan berkata dengan suara lantang dan tegas, membuat setiap Iblis di depannya mendengarkan dengan seksama. Aura di dalam tubuh Pangeran Aidan memang sangat menyeramkan.

“Siap, Yang Mulia” jawab Vinze dan Kruzu yang maju seakan mewakili jawaban ribuan Iblis di belakangnya

Pangeran Aidan sedikit menganggukkan kepala sebelum ia mengepakkan kedua sayapnya dan terbang memimpin Iblis lain yang membuntuti di belakang.

Rombongan Iblis Lucyfer pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke
Vanguard. Sejauh mata memandang, kabut berada dimana-mana, langit tetap berwarna
hitam kelam dikarenakan matahari sudah tidak ada lagi. Hawa dingin yang kembali menerpa tidak begitu dipedulikan oleh mereka. Yang ada di tujuan mereka saat ini hanyalah cepat sampai di Vanguard dan
berperang.

Sekitar beberapa jam perjalanan terbang, akhirnya mereka mendarat. Mereka sampai pada suatu dataran luas yang datarannya tertutupi kabut tebal yang menghalangi pandangan. Jadi, mereka seperti menginjakkan kaki di awan, tanah di bawah sudah tertutupi sepenuhnya oleh kabut, suasana terbilang mencekam, bahkan
bahaya bisa datang dari mana saja, apalagi ini adalah markas musuh mereka.

“Awasi sekitar, berhati-hatilah, bisa saja musuh bersembunyi” perintah Kelvin kepada Iblis-iblis lainnya, Pangeran Aidan berdiri di depan sambil menatap kearah depan yang penuh kabut

“Kelvin, Ve, kemarilah kalian” perintah Pangeran Aidan yang berada beberapa langkah di depan yang lainnya

“Iya, Yang Mulia ?” ucap keduanya serentak sambil sedikit membungkuk hormat

“Kita sudah sampai”

“Maksud Yang Mulia ?” tanya Kelvin bingung

“Lihatlah ke depan” Kelvin, Ve beserta Iblis lainnya melihat kearah lurus kedepan, kabut perlahan tertiup angin dan membuka pandangan ke depan

Betapa terkejutnya mereka ketika melihat dataran luas di depan. Disana terlihat ratusan bahkan ribuan Iblis yang sudah berbaris rapi dengan berbagai macam senjata yang dipegang mereka. Jarak kedua rombongan klan masih dipisahkan jarak kurang lebih 200 meter.

Ribuan Iblis itu berdiri di depan sebuah pintu gerbang raksasa berwarna hitam/ Pada bagian atas gerbang tersebut, terdapat bendera Klan Vanguard yang disebut
“Flaming Arrows”, dilihat dari lambang benderanya, sebetulnya lambang mereka
hampir mirip dengan yang dipunya Klan Lucyfer, hanya terdapat perbedaan di bagian api dan inisial huruf yang terdapat di bendera. Api Klan Vanguard berada di atas tengah sayap dengan huruf “V” diatasnya.

Klan Vanguard

Tadinya Klan Lucyfer berniat menyerang secara diam-diam dan mendadak, agar Klan Vanguard tidak mempunyai persiapan dan kehilangan banyak pasukan, tetapi kenyataannya, Vanguard seperti sudah siap 100 persen untuk ‘menyambut’ Klan Lucyfer.

“Bagaimana mereka tahu serangan kita Yang Mulia ?” nyali Kelvin sedikit ciut ketika mengetahui jumlah pasukan Iblis yang besar tepat di hadapannya, Bahkan jumlahnya sedikit lebih banyak dari keseluruhan Iblis Lucyfer.

“Vanguard. Aku lupa bahwa dia seperti mempunyai mata ketiga” gumam Pangeran
Aidan

“Mata ketiga ?” Kelvin mengernyitkan dahinya

“Ya, dia seperti mengetahui apa yang ku rencanakan dan pikirkan. Oleh sebab itu mereka tahu rencana penyerangan kita ini” Pangeran Aidan tetap menatap kedepan tanpa menengok kearah lawan bicaranya

“Apakah kita harus mundur, Yang Mulia ?” kini gantian Ve yang mendekati Pangeran
Aidan dan bertanya

“Mundur ? kau bercanda, Ve. Tindakan pengecut seperti itu hanya akan merendahkan martabatku sebagai Putra Pertama Lucyfer” sejujurnya Ve juga agak sedikit pesimis jika keadaan seperti ini, jumlah pasukan mereka memang lebih banyak dari pasukan Klan Lucyfer sendiri

“Oke, baiklah, kalian tetap disini. Aku akan berjalan kedepan sendiri menemui Vanguard” Pangeran Aidan baru saja melangkahkan kakinya sebelum Kelvin
menahan lengannya

“Yang Mulia ?!itu pasti akan membahayakan nyawa Yang Mulia, izinkan kita semua maju bersama-sama dengan Yang Mulia” jawab Kelvin

“Kau mulai berani membantah dan meremehkan kekuatanku, Kelviiin !!?” Pangeran Aidan menunjukkan raut marahnya yang menyeramkan, sontak seluruh Iblis Lucyfer yang tadinya sedikit  berisik langsung berubah hening, takut akan kemarahan Raja mereka.

“M..M..maaf Yang Mulia, hamba tidak bermaksud seperti itu.. hanya saja…”

“Cukup, hentikan bicaramu, aku akan maju sendirian” Pangeran Aidan lalu maju dengan sedikit terbang dan mendekati rombongan Klan Vanguard di depan.

Kelvin dan Ve terdiam seribu bahasa, mereka tidak bisa melarang Pangeran Aidan
lagi untuk tidak menyerang sendirian.

“Regu pemanah, bersiap-siaplah. Lepaskan panah kalian jika melihat ada yang berani menyerang Yang Mulia” perintah Kelvin kepada regu pemanah yang dipimpin Gaby dan Artha

“Oke, baiklah Vin” jawab Gaby, diiringi dengan anggukan Artha disampingnya

Regu pemanah sudah mempersiapkan busur mereka dan membidikkan kearah atas, sambil mata dari masing-masing mereka mengawasi apa yang terjadi di depan. Mereka tidak akan segan-segan untuk menghujani istana Vanguard dengan ratusan anak panah jika ada yang berani sedikit saja mencoba menyerang Pangeran Aidan.

“Lihatlah.. Aidan maju sendirian” desis Wildann mencoba memberitahu Iblis
lainnya

“Apa kita harus menyerangnya, Wildann ?” tanya Razkal disampingnya, ia sudah berniat mengisyaratkan pasukan untuk maju menyerang

“Tahan dulu Razkal, kita tidak boleh gegabah” balas Wildann

“Betul apa yang dikatakan Wildann, kita harus melihat situasi untuk menyerang, siapa tahu ini merupakan jebakan yang mereka buat” Iblis wanita yang bertubuh mungil dan pendek menanggapi

“Baiklah, jadi, apa yang akan kita lakukan ? apakah kau punya ide, Melody ?” tanya Razkal

Gadis pendek dan bertubuh mungil tadi bernama Melody, ia merupakan tangan kanan Pangeran Vanguard yang pernah diceritakan oleh Ve kepada Pangeran Aidan.

“Biarkan aku yang menemuinya empat mata” bukan Melody yang menjawab, melainkan Wildann yang sudah bersiap melangkah maju menghampiri Pangeran Aidan

“Tunggu ?!” Melody masih nampak khawatir akan keputusan Wildann

“Sudahlah, tidak akan terjadi apa-apa denganku, toh Pangeran Aidan terkenal
untuk tidak menyerang Iblis yang tidak selevel dengannya” setelah Wildann
berkata seperti itu, Melody hanya mengangguk setuju.

Akhirnya kedua Iblis yang berbeda level tersebut bertatap muka, baik keduanya
sudah berada di tengah-tengah kedua rombongan pasukan Lucyfer dan Vanguard.

“Well, penyambutan yang luar biasa, Wildann” puji Pangeran Aidan sambil sedikit
bertepuk tangan

“Terimakasih Pangeran” jawab Wildann

Meskipun Wildann berasal dari Vanguard, ia tetap menghormati putra pertama Lucyfer
tersebut dengan memanggilnya ‘Pangeran’

“Dimanakah Vanguard ? aku tidak bisa melihatnya dari sini”

“Yang Mulia Vanguard berada di dalam Istana, Pangeran” jawab Wildann

“Ciih, betapa pengecutnya adikku itu, sampai tidak mau keluar menyambut kakaknya” jawab Pangeran Aidan bernada sedikit melecehkan

Wildann hanya diam saja terhadap perkataan Pangeran Aidan, senyum
tipis menghiasi sudut bibir Wildann

Sementara itu dari kejauhan

“Dengan siapa Yang Mulia berbicara ?” bisik Ve ke telinga Kelvin, ribuan Iblis lainnya berada di belakang mereka

“Hmm.. menurut pandanganku, kalau tidak salah, itu adalah Wildann” jawab Kelvin

Ve hanya mengangguk menanggapi jawaban Kelvin

“Aneh, kenapa Pangeran Vanguard tidak muncul” gumam Ve pelan

“Entahlah, Ve. Aku punya firasat jika mereka sengaja untuk ‘menyimpan’ Pangeran Vanguard di dalam Istana”

“Bagaimanapun kita harus berhati-hati” lanjut Kelvin lagi

“Kau benar” balas Ve

Kruzu, Vinze dan Stanley berdiri memimpin ribuan Iblis di belakang sambil sedikit membicarakan kejadian di depan sana, mereka bertiga sebenarnya sudah tidak sabar dengan peperangan ini. Ketiganya seakan tidak takut akan terbunuh dan membunuh.

“Tetaplah membidik, bagaimanapun kita harus berhati-hati” perintah Artha
kepada pasukan panahnya

~

“Jadi bagaimana ? apakah Pangeran berniat untuk berperang dengan kami ?” Wildann menatap mata Pangeran Aidan

“Tentu saja. Tapi.. karena jumlah kalian sedikit lebih banyak dari pasukanku, aku meminta untuk mengadakan duel satu lawan satu terlebih dahulu”

“Jika tiga pasukanku bisa mengalahkan pasukan kalian, aku meminta duel melawan Vanguard satu lawan satu” lanjut Pangeran Aidan berbicara

“Bagaimana jika pihak kami yang menang ?”

“Tentu saja perang besar yang berbeda jumlah ini akan terjadi. Meskipun aku tahu,
pasukanku pasti tetap menang walau kalah jumlah” kata Pangeran Aidan sedikit sombong

Wildann nampak berpikir sejenak, seperti hendak memikirkan jawaban dari persyaratan Pangeran Aidan

“Bagaimana, Wildann ? aku tidak punya banyak waktu”

“Hmm.. sebentar, Pangeran. Izinkan aku meminta persetujuan Yang Mulia Vanguard
akan hal ini”

“Baik, cepatlah” Wildann membalikkan badannya, dan terbang kembali kearah Istana mereka, begitu juga dengan Pangeran Aidan

Sesampainya Wildann di rombongan pasukan Vanguard

“Ada apa Wildann ?”

“Apa yang kalian bicarakan ?”

“Apakah kita jadi berperang ?”

Pertanyaan-pertanyaan terus muncul, tetapi tidak ada satupun yang Wildann jawab, ia seperti tidak memperdulikan pertanyaan pertanyaan itu.

“Aku harus bertemu Yang Mulia Vanguard sekarang juga” balas Wildann sambil tetap
terbang melewati pasukannya

“Buka pintu gerbang !!!” seketika pintu gerbang yang besar itu terbuka, menimbulkan bunyi berdecit yang memekakkan telinga

Wildann masuk dan terbang menuju ke dalam Istana Vanguard. Tentara-tentara yang berjaga seakan bingung terhadap sikap Wildann yang terbang dengan buru-buru

“Yang Mulia”

“Yang Mulia”

Panggilnya dengan suara keras dari depan pintu masuk Istana.

Pangeran Vanguard yang mendengar teriakan itu, langsung berdiri dari singgasana nya dan bersiap menanti Wildann..

Wildann akhirnya sampai di depan Rajanya, dengan nafas terengah-terengah dan keringat yang membasahi dahinya, ia perlahan memulai bicaranya

“Ada apa Wildann ? apakah diluar, perang sudah terjadi ?” sambut Pangeran Vanguard dengan pertanyaan

“Belum, Yang Mulia, Pangeran Aidan meminta pertempuran duel satu lawan satu
antara pasukan kita dengan pasukan mereka” ucap Wildann memberitahu

“Hmm.. Kakakku itu memang aneh”

“Beliau meminta, jika pasukan mereka menang duel, Yang Mulia diminta untuk
duel satu lawan satu dengannya”

“Jika pasukan kita menang, perang besar akan terjadi” lanjut Wildann

Pangeran Vanguard terdiam sambil berjalan mondar-mandir di depan Wildann, seakan
memikirkan jawaban dari permintaan kakaknya ini

“Jadi, bagaimana Yang Mulia ? apakah Yang Mulia setuju akan hal itu ?” Wildann bertanya dengan hormat

“Tentu saja. setujui permintaannya” jawab Pangeran Vanguard

Wildann mengangguk

“Siapakah yang akan Yang Mulia turunkan untuk duel ?” tanya Wildann lagi

“Persiapkanlah Razkal, Melody, dan yang terakhir, dirimu sendiri Wildann.” Wildann seakan mengerti dan langsung berbalik menuju medan perang

Razkal, Melody dan Wildann memang sengaja Vanguard turunkan, karena mereka
merupakan Iblis terbaik di dalam Klannya. Ia sangat yakin bahwa ketiga pasukannya
itu bisa mengalahkan pasukan milik Aidan

“Baiklah, sudah lama aku merindukanmu, Kak” Vanguard mengeluarkan kedua sayap hitamnya, dan terbang keluar membuntuti Wildann dari belakang

*To Be Continued*

Shani ve

Created by @KelvinMP_WWE

Iklan

3 tanggapan untuk “Annihilation part 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s