Pengagum Rahasia 2, Part 15

“Eh tunggu kak,”

“Kenapa dev?”

Deva seperti mengambil sesuatu di dekat pohon itu.

“Dompet siapa itu dev?”

“Kayaknya dompet ini gak asing. Ah! Ini dompetnya Sinka!”

“Tau darimana kamu?”

“ya tau lah kak, orang dia itu suka ceroboh dan setiap kali dompetnya ilang, selalu aja deva yang nemuin,”

“Gitu ya,” Balas Ve dengan dingin

“Oke, nanti deva kembaliin deh,”

“Eh jangan sekarang!”

“Eng…I-Iya gak sekarang, kak…,” Deva sedikit takut pada Ve karena membentaknya

“udahlah yuk pulang!” ucap Ve sambil menarik tangan Deva

“Eh-Hey tunggu!”

*

*

Kediaman rumah Deva…

Bem..Bem..Bem…

Deva memarkirkan motor itu di depan teras rumahnya. “Eh ada BBM dari kak mel,”

“Hmm?” ucap Ve

“Oh, Katanya kak melody lagi di jalan. Bentar lagi juga kayaknya nyampe,”

Deva kemudian membuka pintu rumahnya.

“Ternyata bener yah, kakak kamu kadang-kadang pulangnya siang,” ucap Ve lalu duduk di sofa

“Sebenarnya Deva yang nyuruh kak melody buat pulang cepet,” Jelas Deva

“Hah? Maksud kamu?”

“Iya tadi pas di taman deva diem-diem chattingan sama kak melody, Hehe…,”

“Jadi kamu nyuruh melody pulang cepet dev!?” Nadanya sedikit tinggi

“EH!? I..Iya kak, biar urusan kakak biar cepet selesai. Yah, takutnya kak ve bosen nunggu lama-lama,” ucap Deva

“Huh, Terserah…,” balas Ve ketus

“umm,”

Deva berjongkok di hadapan Ve.

“Kak, Maafin deva yah kalau deva punya salah,” Deva memohon

“EH!? K..Kamu kenapa dev!?” ucap Ve

“Deva gak kenapa-kenapa kak, tapi kak ve pasti ngambek sama deva kan. dan Deva gak tau salah apa kak, Tolong maafin deva,”

“Mungkin kak ve orangnya emang suka nunggu yah. Kalau tau, Deva gak akan suruh kak melody pulang cepet kok,” Tambahnya

“Iya! Aku suka nunggu dev!” balasnya dengan nada keras

“AH!? I..Iya kalau gitu maafin deva kak,” Deva kini memegang kedua tangan Ve

“Emm…,” pipi Ve tiba-tiba memerah

“EH!?” Tiba-tiba deva terkejut entah kenapa

Perlahan Deva mundur menjauhi Ve dan pada akhirnya…

*BLTAK!

            Deva menduduki meja itu hingga patah.

“aduuh…,” Deva mengusap pinggulnya

“K..Kenapa pipi kak ve jadi kayak tomat sih. Deva gak tahan liatnya kak!” ucap Deva

“Bener-bener pengen di cubit yah kak ve!” lanjutnya

“EH!? yaudah nih cubit!” Ve memejamkan matanya sambil menunjukan pipinya

Tanpa basa-basi deva langsung mencubit kedua pipi Ve.

“Aduuh! Dev…J-Jangan kenceng-kenceng…,” ucap Ve seperti merintih

“Hahaha! Empuk banget kak!” ucap Deva

Sementara itu…

“AH! D..Dev, Pelan-pelan dev, ASH!”

“Hmm!? M..Mereka lagi ngapain di dalem!” ucap Melody yang baru melepas sepatunya

“Ashh! AH!”

Teriakan itu semakin keras terdengar.

“Jangan-Jangan mereka…,”

Melody langsung membuka pintu itu.

DAK!

“Kalian lagi ngapain hah!” ucap melody dengan keras

“Lah, kak melody udah pulang yah,” ucap Deva yang tampak sedang mencubit pipi Ve

“Emm, kenapa mel?” ucap Ve juga

“Hah? Hahahaha!” melody tiba-tiba tertawa

“Dih, kenapa tuh orang?” ucap Deva

“ya ampun dev-dev, kakak kira kamu lagi macem-macem sama ve,” ucap Melody

“Macem-macem gimana kak?” tanya Deva polos

“EH!” ucap Ve dan Melody secara bersamaan

“Ahahaha…enggak kok gak ada apa-apa dev,” ucap Ve tersenyum. “Entah kamu emang polos, atau cuma pura-pura polos. Huh Dev-dev, ingin rasanya aku meluk kamu,” batin Ve

“Muuuuuuu!” Deva mencubit kedua pipi Ve

“Aduh!” Ve langsung memegang tangan Deva

“Sakit ih! Pelan-pelan kenapa!” bentak Ve

“M..Maaf kak, Deva gak sengaja,” lagi-lagi Deva memohon

“Hemm, yaudah dev kamu temenin ve ngobrol dulu. Kakak mau ganti baju,” ucapnya

“Oke kak,” balas Deva

Sementara itu, Deva masih memohon pada Ve.

“Kak ve mau kan maafin deva?” ucap Deva

“Hihi…Aku bingung sama kamu dev. Kenapa kamu sampai se aneh itu kalau minta maaf sama cewe,” ucap Ve

“Bukan sama cewe kak, tapi sama cewe yang umurnya lebih tua dari deva,” balas Deva

“Hahaha…Ada-ada aja kamu dev,”

“Soalnya deva pernah punya pengalaman dulu. Yah…punya masalah sama kakak kelas cewek, dan minta maafnya tuh susaaaaaaaah banget,”

“Emm, gimana tuh? Bisa kali di ceritain, Hehe…,” Ve semakin dekat dengan Deva

“yah jadi dulu deva punya masalah sama kakak kelas, Cewe lagi. Nah udah beberapa kali deva minta maaf, tapi tetep gak di maafin. Tapi ketika cara minta maaf deva kayak tadi, dia langsung maafin deva deh,”

“ya ampun, kamu lucu banget. Hahaha…,”

“ya ampun fitnah itu! Kak ve lebih lucu daripada Deva! Apalagi ini nih-nih!” Deva lagi-lagi mencubit pipi Ve

“Aduh! Ish! Kamu kenceng-kenceng dev cubitnya!” ucap Ve menepuk tangan Deva

“Hehe, maaf deh kalau gitu. Sini biar deva usap-usap pipinya,” Deva mengusap-usap pipi Ve

“Jadi udah berapa lama kalian jadian?” ucap Melody secara tiba-tiba

“EH!” Deva langsung menjauh dari Ve

“G..Gak jadian kok, Cuma temenan aja. Iya kan kak ve?”

“I..Iya mel, Hehe…,” ucap Ve

“Ah, Jangan bohong deh,” Melody terlihat akan menyimpan gelasnya di meja, Dan…

*KRESH!

“AH!” Deva dan Ve terkejut ketika gelas itu pecah

“Kenapa…Mejanya…Bisa…Patah…,” ucap Melody sambil tertunduk

“Ah, A..Anu kak, tadi itu…,”

“KENAPA DEV!” Melody langsung berteriak

“WAAAAH!” Ve dan Deva menjadi ketakutan

~oOo~

Jam 17.00…

“Fyuh, Aku gak nyangka kalau kerja kelompoknya selesai jam segini,”

“Wajar aja len, Kita ini kelompok penyisaan, yang anggotanya juga sisa-sisa murid yang gak dapet kelompok,” ucap Rizal

“Setidaknya mading yang kita buat selesai lebih dulu di bandingkan dengan kelompok lain,” ucap Ghani

“Ekhem, Len…,”

“Hmm?” Rizal dan Ghani langsung melihat ke arah orang yang memanggil Elaine tadi

“Evan! Aku udah bilang tunggu di bawah! Kamu gak bisa di kasih tau sekali apa!” bentak Elaine

“Gw mulai khawatir karena lu gak muncul-muncul. Gw pikir tadi lu udah pulang,” Jelas Evan

“Huh, yaudah ayo!” Elaine menarik tangan Evan

Sementara itu, Ghani dan Rizal hanya bisa melihatnya saja.

“Dia keliatan benci sama si evan, tapi gw tau si elaine pasti masih nyimpen perasaan dia sebenaranya,” ucap Ghani

“Udah jelas, karena mulut bisa berbohong, tapi mata kagak bisa berbohong. Iya kan?” ucap Rizal

“Bukannya hati yang gak bisa bohong?” ucap Ghani

“Hey, itu tuh kata-kata mutiara yang sering di pake buat cinta-cintaan! Lu gak pernah merasakan cinta apa!” Rizal sedikit menertawai Ghani

“Cinta-cinta, sok-sokan ngomongin cinta lu zal. Lu cinta tanah air aja dulu, baru cinta ke lawan jenis,” Ghani pergi meninggalkan Rizal

“Dih, pake ngajarin gw tentang cinta lagi,” Rizal mengikuti Ghani dari belakang

Di Tempat Lain…

“Naik,”

“Iya-iya, sabar kali van,” ucap Elaine ketika akan menaiki motor Vixion itu

“Rumah kamu masih di sana kan?” tanya Evan setelah menyalakan motornya

“Iya van, kok tiba-tiba jadi pake kata aku-kamu? Haha…,”

“Gak apa-apa kali, tadi Cuma sedikit jaga image, Hehe…,”

“Kamu malu yah jalan sama aku van?” tanya Elaine

Sambil mengobrol, Evan mulai menjalankan motornya.

“Bukan aku yang malu, tapi aku takut kamu yang malu len. Selama ini kamu udah menanggung malu dan itu semua salah ku kan. Aku minta maaf ya len,” ucap Evan berterus terang

“Emm, Iya kamu emang bener. Aku gak mau nanggung malu lagi kayak dulu. Aku jadi ngerasa bersalah karena berikap kasar di depan kamu tadi,” Jelas Elaine

“Aku ngerti kok,” ucap Evan

~oOo~

“Huh, Ujung-ujungnya kita malah di suruh bakar kayu-kayu ini,”

“Ini kan salah kamu dev! Pake dudukin meja sampai patah segala!” ucap Ve

“Dih, Salah kak ve lah! Kenapa pipi kakak tiba-tiba jadi kayak tomat!” Deva tidak mau kalah

“Gini-gini juga kamu suka kan!” teriak Ve

“Eh!?” Deva tiba-tiba terdiam sambil menatap Ve

“Ah! M..Maksud aku…Kamu suka kan sama pipi kakak!” ucap Ve kembali

Deva tidak menjawabnya.

“Kenapa aku malah ngomong gitu sih!” batin Ve menyesali dirinya

“Deva emang suka sama kak ve,” ucapnya

“EH!?” Ve sungguh kaget dengan apa yang di katakan oleh Deva

“Kak ve punya segalanya yang deva suka. Sifat kakak, cara ngomong kakak, dan juga yang pasti pipi kak. Tapi deva minta maaf,” ucap Deva kembali namun ia tidak memandang wajah ve sedikit pun

“Deva gak bisa mencintai kak ve,” lanjutnya

*DEG!

            Kata-kata terakhirnya seperti sebuah peluru yang menembus jantung Ve. Hatinya remuk dan matanya mulai berkaca-kaca.

“Tapi sekarang Deva lega karena udah mengungkapkan semuanya sama kak ve. Sekarang kak ve udah tau perasaan deva yang sebenarnya kan,” ucap Deva

Tiba-tiba air mata itu menetes ke pipi Ve.

“K..Kak ve, Deva…,”

Deva berhenti membakar kayu-kayu itu lalu mendekat pada Ve.

“Kak, Deva minta…,” *PLAK!

            Belum selesai deva berbicara, Ve langsung menampar deva dengan keras.

“Aku benci sama kamu dev!” Ve langsung pergi darisana

“K..Kak! Tunggu kak!” Deva berusaha menghentikan Ve

“Tunggu kak, Deva gak tau harus ngomong apalagi sama kak ve!” Deva menghalangi jalan Ve

“Minggir! Atau aku tabrak kamu!” Bentak Ve

“Tabrak deva kak! Deva emang pantas di tabrak karena udah nyakitin hati kakak!” Deva menantangnya

“HAH! Minggir dev!” Teriaknya

“Please kak, deva mohon! Deva minta maaf kak! Deva gak mau kejadian lama terulang kembali sekarang!” Deva terus saja menghalangi Ve

Lalu Deva memegang kedua tangan Ve.

“Lepas Dev!” Ve memaksa namun tangan Deva begitu kuat sehingga Ve tidak bisa melepasnya

“Dev! Kalau kamu gak lepasin, aku bakal teriak dan…,” *CUPS!

            Ciuman hangat itu mendarat di bibir ve. Lalu ve tampak memejamkan matanya dan menikmatinya bersama Deva.

“Emhh…,”

Tangan kanan Deva kini mengelus pipi kanan Ve sambil terus mencumbu.

Tapi tak lama kemudian, Deva menghentikan ciuman itu.

“Uh…Huh…,” Nafas deva begitu berat namun Ve masih memejamkan mata

“Aku minta maaf…Kak,” ucap Deva, Perlahan mata Ve terbuka dan langsung menatap wajah Deva

Setelah itu Deva mengelap air mata di pipi Ve.

Ve terdiam dan tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Kemudian Ve memundurkan motornya lalu pergi. *BRUM!

“Ek…Kak!” teriak Deva namun Ve sudah pergi

~oOo~

DAK!

“Hey! Bisa pelan-pelan kan tutup pintunya dev!” ucap Melody yang sedang mencuci piring

Deva tidak membalasnya dan langsung pergi ke kamarnya.

“Kenapa dia?” Pikir melody kebingungan

Kini deva berada di kamarnya dan merebahkan tubuhnya di kasur.

“Jam 6,” ucapnya

Ia terus memandangi dompet di tangannya itu. “Sinka…Gw harus kembaliin dompet ini sekarang juga,”

Deva beranjak dari kasur dan langsung memakai jaketnya.

“Eh dev, mau kemana lagi!?” tanya Melody yang melihat Deva mengenakan jaket

“Deva ada urusan kak,” Jelasnya

“Urusan apa! Yang jelas kalau ngo…,”

“Urusan penting,” Potong Deva

*DEG! “Ek…,” Melody tidak bisa berkata apa-apa

Tanpa disadari deva sudah pergi dari rumahnya.

“Tatapannya sangat berbeda dari biasanya. Apa yang terjadi sebenaranya!? Kakak harap kamu gak kenapa-kenapa di jalan,” ucap Melody

~oOo~

Srek! Srek!

“Sin…Makanannya udah siap nih, cepetan turun!” Suara yang terdengar dari luar kamar

“Sinka!” teriaknya lagi

“Sinka lagi gak lapar kak!” balas Sinka beteriak

Suara itu tidak terdengar lagi.

Srek! Srek!

Sinka lanjut merobek-robek foto di tangannya itu. “Aku benci sama kamu dev!”

Setelah mensobek foto itu, ia membuangnya ke tempat sampahs.

“Aku benci sama kamu!” ucapnya dengan air mata yang mengalirs

“Sinka!” seseorang berteriak

“udah di bilang Sinka gak lapar kak!” teriak Sinka

“Ini ada deva pengen ketemu sama kamu!”

“AH!?” Sinka terkejut

“De-Va…,” ucapnya Pelan

Tuk! Tuk! Tuk!

“Sin…Devanya nunggu tuh,” ucap Naomi di luar pintu

“Suruh dia pulang aja kak, Sinka lagi gak enak badan,” ucap Sinka

“Ah!? Maksud kamu apa sin!? Deva pengen ketemu sama kamu tuh!” ucap Naomi kembali

“Sinka bilang suruh dia pulang aja kak!”

“Em…yaudah kalau kamu gak mau ketemu sama Deva,” Suara Naomi menghilang dari balik pintu itu

“Hiks…Aku benci sama kamu dev!” Sinka menangis sambil menutup wajahnya dengan bantal

~oOo~

“Ah, Gimana kak?”

“M..Maaf dev, Sinkanya lagi tidur,” ucap Naomi

“yaudah biar deva aja yang bangunin yah kak,” Deva melangkah ke dalam rumah

“Eh!? G..Gak perlu dev, Sinkanya gak mau di ganggu,”

“Hah? Gak mau di ganggu?”

“AH! M..Maksud kakak, dia mungkin kecapean sekarang dan lebih baik jangan di bangunin deh,” ucap Naomi kembali

“umm, kalau gitu…maaf ya kak udah ganggu. Deva pulang dulu,” Dengan wajah murung, Deva pergi dari kediaman Sinka

“Maaf dev, aku tau Sinka lagi gak mau ketemu sama kamu. Tapi aku gak tau alasan kenapa dia gak mau ketemu sama kamu dev,” batin Naomi

~oOo~

“Hari apa ini!? Ini bukan hari kamis, tapi ini hari SIAL!” ucap Deva sambil menendang batu itu

“Hmm!?” Deva menghentikan langkahnya ketika melihat keramaian disana

“Kenapa rame banget!?” Dengan rasa penasaran, Deva pun langsung berlari ke tempat keramaian itu

Saat ia sampai disana, orang-orang tampak ramai membicarakan sesuatu.

“M..Maaf pak, tapi ini ada apa ya?” tanya Deva

“Ada yang kecelakaan dek,” Jawabnya

“Hah kecelakaan!?” ucap Deva

“Iya dek, cewek pula,”

“Cewek!?” Deva semakin penasaran dan langsung menuju TKP

“Iya, kayaknya mahasiswi unpad,” ucap bapak itu lagi

Deva menerobos masuk ke dalam kerumunan orang-orang itu.

“Minggir-minggir!” ucap Deva

Ketika Deva sampai menuju barisan terdepan, ternyata…

“AH!?” Deva begitu terkejut

“K..Kak VE!”

 

BERSAMBUNG…

Author : Shoryu_So

Iklan

Satu tanggapan untuk “Pengagum Rahasia 2, Part 15

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s