Silat Boy : Penduduk Sukabumi Part 34

 

CnJGPUtWgAEeomp

“Aku mau dibawa kemana?” Reza dibawa dengan kasar oleh Rusdi.
“Pulang ke rumahmu!” jawab Rusdi ketus.
“Hey, perlakukan dia dengan sedikit lembut. Karna biar bagaimana pun
dia adalah hadiah untuk klien kita.” balas Boim.

“Dia yang memaksaku memperlakukannya dengan kasar, kau tidak
melihatnya tadi dia menantangku!” jawab Rusdi geram.
“Kau pasti akan menyesalinya!” Reza berontak.

Rusdi dan Boim terus membawa Reza ke terminal kota. Tapi tepat di
tengah hutan mereka dihadang oleh tujuh orang pria. Lima berbadan
kecil dan dua lagi berbadan besar.

Rupanya salah seorang diantara mereka adalah teman Reza yang
sebelumnya menghadang Rusdi dan Boim keluar dari warung makan itu.
Ternyata ia meminta bantuan.

“Tolong aku…” Reza meringis kesakitan.
“Tenanglah, kami pasti akan menolongmu! Tidak akan kami biarkan orang
luar bertindak seenaknya lagi di desa ini!” sahut orang itu.

“Minggir, ini bukan urusan kalian. Jadi tolong jangan ikut campur!”
saat Rusdi hendak melewati mereka, tiba-tiba ia dihadang oleh dua
orang berbadan besar itu.

Salah seorang pria menantangnya menggunakan Bahasa Sunda. Rusdi
kemudian melepaskan Reza, tapi tidak melepaskan ikatannya. Reza hanya
terdiam, lalu menyeringai.

“Hajar wa!!!” teriak Reza.
“Mereka menantang kita, apa boleh buat!” bisik Boim, kemudian ia
meletakkan tas nya.
“Jangan beri mereka ampun!” Rusdi pun meletakkan tas nya, lalu
melepaskan jaketnya.

Rusdi mulai menyerang dua orang berbadan besar itu. Padahal belum ada
aba-aba, tapi ia tidak sabar untuk melawan orang itu. Tiga detik,
salah seorang dari mereka tumbang.

Sementara yang lainnya berusaha menyerang Rusdi. Boim dengan sigap
menendangnya hingga orang itu terjengkang. Dalam sekejap terjadilah
perkelahian antara Rusdi dan Boim dengan para penduduk Sukabumi.

Rusdi sangat gesit menghindari pukulan-pukulan itu. Rusdi menyerangnya
dengan sangat mudah, bahkan lawannya sekarang jauh lebih mudah ketika
saat melawan Capu waktu itu.

Itu tidak terlalu sulit bagi mereka. Rusdi pernah mengalahkan lawan
yang jauh lebih hebat, petinju dari Amerika yang bernama Jack.
Sementara Boim sangat berpengalaman soal beladiri, bahkan ia memiliki
segudang prestasi.

Boim melompat dan menendang wajah orang itu, dan akhirnya ia tidak
bisa bangkit lagi karna sudah kehabisan tenaga. Sementara Rusdi sudah
mengalahkan satu orang lagi sejak tadi.

Mereka berhasil menang melawan orang-orang itu hanya dalam waktu
kurang dari lima menit. Boim menepuk-nepukkan tangannya, sementara
Rusdi kembali memakai jaketnya.

Orang-orang itu terkejut dengan kemampuan beladiri Rusdi dan Boim.
Reza malah lebih terkejut lagi. Ia membuka matanya lebar-lebar seraya
sedikit membuka mulutnya.

Orang-orang itu kemudian pergi sambil membopong dua temannya yang
terluka. Mereka meninggalkan Reza begitu saja. Sebelum pergi, salah
seorang diantara mereka sempat mengancam sesuatu yang tak dimengerti
oleh Rusdi maupun Boim.

“Dia mengancam kita!” ucap Boim.
“Aku tahu!” balas Rusdi, kemudian kembali menuntun Reza dengan kasarnya.
“Hey pelan-pelan!” protes Reza, tapi Rusdi tidak menggubrisnya.

Kali ini Reza tidak berontak lagi, ia sedikit takluk karna takut pada
Rusdi dan Boim. Ia tidak mau jadi sasaran pukulan lagi. Reza
memutuskan untuk diam, ia tidak banyak bicara.

Malam itu mereka tidur di sebuah gubuk kecil milik warga, mungkin
milik petani. Reza masih dalam keadaan terikat. Boim tidak bisa tidur,
ia sudah puas tidur saat di dalam bus. Boim memutuskan untuk
berjaga-jaga jika ada seseorang yang menyerang mereka.

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s