Pengagum Rahasia 2, Part 14

Kreeng! Kreeng!

Bel Berbunyi…

“Huh,” wanita itu mengipas-ngipas rambutnya menggunakan buku

“Rapat OSIS nya udah selesai lid?” ucap Shania

“udah…,”

“Btw Sinka mana?” tambah Lidya

“Tuh…,” ucap Shania sembari menunjuk ke bangku seberang

“Wuih! Udah berani yah sekarang dia. Hahahaha!”

Sementara itu…

“Lah sekarang lu beneran pindah bangku, Bukan cuma ikut duduk doang,”

“Hehe, gak apa-apa kali dev. Bosen duduk di bangku belakang terus. Awas, aku pengen duduk deket tembok!” balas Sinka

“Huft…,” Deva menyingkir dari sana dan duduk di sampingnya

“Duh, jadi gak bisa selonjoran kan gw gara-gara lu duduk disini,” ucap Deva

“yaudah tinggal selonjoran aja, apa susahnya sih!”

“Oke!”

Deva langsung tiduran di paha sinka dan kakinya berselonjoran bebas.

“EH! K..Kamu kalau ada yang liat nanti gimana!” ucap Sinka dengan suara pelan

“Biarin lah! Kan lu sendiri yang minta tadi,”

“aduuh…,” Sinka tampak gelisah

Kemudian sinka melihat ke arah teman-temannya di seberang.

Mereka tampak menertawai sesuatu dari arah sana.

“Mereka pasti lagi mikir yang aneh-aneh sekarang. Dev, kamu boleh tiduran di paha ku, tapi bukan sekarang! Ini bukan waktu yang tepat dev!” ucap Sinka dalam hati

“Tumben gak marah sin. Biasanya gw cubit dikit langsung di bentak, sekarang gw tiduran di paha lu gak marah nih?” ucap Deva

“AH! Eng…ehehe, gak kok. Kamu pasti masih ngantuk gara-gara kemarin tidurnya kemaleman,” Jawab Sinka

“Ah, enggak gitu ju…,”

Ceklek!

“EH! Ada guru!” ucap Sinka

Deva langsung buru-buru bangun.

“Eh bukan guru, ternyata cuma mahasiswa,” ucap Sinka kembali

“Mahasiswa?” Deva langsung melihat ke depan kelas

“Lah, itu kan!?”

“Semangat pagi semua!”

“Pagi kak!” Jawab semua murid

“Kita berdua minta waktunya sebentar yah. Gak apa-apa kan?”

“G..Gak apa-apa kak! Sampai pulang aja sekalian!” teriak Shania

“Ahahaha…Bisa aja kamu,” ucap Mahasiswi itu

“Oke sebelumnya kita perkenalan dulu ya. Nama kakak Bima Satria,”

“dan ini teman kakak namanya…,”

“Jessica Veranda Tanumihardja,” lanjut Mahasiswi itu

“Hai kak Jessica!” ucap semua murid

“Kalian bisa panggil kakak ve aja oke…,” ucap Ve

“Oke kak!” balas semua murid

Suasana kelas langsung menjadi kondusif.

“Dia kakaknya aaron yah?” tanya Sinka

“Iya,” Jawab Deva

“Kita disini mau ngadain psikotes. Gak perlu pake biaya, jadi semuanya udah gratis. Kalian cuma harus mengisi formulir yang nanti kakak kasih,” ucap kak Ve

“Dan juga waktu tesnya hanya 1 jam, jadi manfaatkan waktu kalian sebaik mungkin. Gak perlu terburu-buru juga untuk ngisinya. Gampang kok,” ucap kak Bima

“Kalian siap?” ucap kak Ve

“Siap kak!” Jawab semua murid

“Oke…,”

Kak ve tampak sedang merapihkan kertas formulir dan juga kertas psikotes itu.

Setelah itu, mereka berdua mulai membagikannya.

“Awas aja kalau hasil punya kamu jelek,” ancamnya ketika sampai di bangku deva

“Huh, apaan sih kak ve. Belum juga diisi kertas tesnya,”

“Haha…Deva-deva, pokoknya hasil tes kamu harus tinggi ya!” ucap kak Ve pada Deva

“Hem, terserah kakak aja deh,” balas Deva

Kak ve pun pergi dari bangku deva.

“Dev,” panggilnya

“Iya sin?” Deva melirik

“Kamu udah kenal deket yah sama kak ve?” tanya Sinka

“Iya. Dia itu temennya kakak gw sin,” Jawab Deva

“Owh…,”

“Tapi sebenarnya gw gak berharap bisa akrab sama dia sih,”

“Loh kenapa!?” tanya Sinka lagi

“Yah…Lebih baik akrab sama orang-orang yang masih seumuran aja,” ucap Deva

“Hemm…,”

“Tapi bukan berarti gw gak mau akrab sama kak ve ya. Tadi itu cuma pendapat gw doang,” Jelas Deva

“umur kamu 16 tahun kan dev?”

“Iya,” balasnya singkat

“Oke, tesnya di mulai dari…,”

“Sekarang!” lanjut kak Bima

Semua murid tampak serius mengisi tes tersebut.

Waktu tes itu berlangsung sekitar 1 jam lebih.

(Skip)

Tampaknya semua murid telah menyelsaikan psikotes itu.

Mereka pun duduk diam setelah selesai menjalani tes tersebut.

“Terimakasih atas perhatian kalian semua, dan terimakasih juga untuk kalian yang hadir disini,” ucap Ve

“Oh iya, kakak mau minta nomor Handphone KM. Ada gak?” ucap kak Bima

“Eh, I..Iya kak ada,” Jawab seorang wanita di bangku belakang

Kemudian ia pun maju sambil membawa handphonenya.

“Ciee…Kak bima kayaknya mau macem-macem sama KM,” ucap murid di depan

“ahaha, enggak kok. Nanti kita semua bakal kasih hasil tesnya ke KM. Jadi kakak harus punya kontak sama Ketua murid kalian,” Jelas Bima

“Siapa namanya?” ucap kak Bima kembali

“Shania kak,” ucap Shania

“Oke..Sha-Ni-A,” ucapnya sembari menuliskan di kertas

Kreeng! Kreeng!

“Lah, kok ada bel!?” ucap murid-murid

*HOREEE! PULAAANG~ Suara keramaian di luar kelas.

“Wah pulangnya setengah hari!”

“Oke, kalau gitu sekali lagi terimakasih semuanya untuk yang mau ikut tes,” ucap kak Ve

“Iya kak! Kita juga terimakasih karena ada kakak, pulangnya jadi di cepetin!”

“HAHAHA!” semua murid tertawa

“Haha…Sebenarnya kita berdua gak tau kalau pulangnya bakal di cepetin loh,” ucap kak Ve

“yaudah, sekarang kalian boleh pulang,” ucap kak Bima

Semua murid langsung membawa tasnya dan pergi.

“Eits! Tunggu dulu…,” kak Ve tiba-tiba menahan Deva

“Kenapa kak?” tanya Deva

“Pulang bareng kakak yah,” ucapnya

“Eh, T..Tapi kan kak ve masih harus ke kampus sama temen-temen kakak!?” ucap Deva

“Sok tau kamu yah. Habis ini kakak mau ke rumah kamu dev, mau ketemu sama kakak kamu,” jelas Ve

“Tapi…,” Deva menoleh ke arah Sinka

“Em, enggak apa-apa kok dev. Aku bisa pulang sendiri,” ucap Sinka kemudian pergi

“E-EH Sinka! Tunggu!” ucap Deva namun sinka sudah pergi dari kelas

“em, aku tunggu kamu di bawah ya dev,” ucap Ve

Kini tinggal deva seorang diri di dalam kelas.

“Hah, Gw gak punya pilihan. Gw harus ikut kak ve,” ucap Deva lalu pergi

~oOo~

“Huft, Gw jadi kasian ama sinka,”

“Deva!” teriak seseorang dari kejauhan

“Eh?”

Terlihat Ve yang telah menunggunya di depan gerbang.

Deva pun berlari menghampiri ve.

“Nih kuncinya,” ucap Ve

“seperti biasa, kamu yang nyupir yah,”

“Huh,” Deva menghembuskan nafasnya

“Iya deh,” lanjutnya

Deva pun menaiki motor itu.

“Jangan cepet-cepet yah,” ujar Ve

“Loh? Remnya masih blong kak?” tanya Deva

“Enggak kok. Kakak cuma pengen nyantai aja,” Ve kemudian memeluk deva dari belakang

“Eh kak, J..Jangan peluk-peluk, malu di liatin sama orang,” ucap Deva pelan

“Ssssttt! Keselamatan adalah kuncinya dev! Jadi kakak peluk kamu!” ucap Ve sedikit memaksa

“Hah…apa hubungannya sama meluk orang coba,” batin Deva

Kemudian mereka pun pergi dari sekolahan.

Brum…

“De-Va…,”

“Sin? Nungguin siapa?” tanya orang itu

“Hiks…,” air mata itu menetes

“Loh? Kok kamu nangis sin? Sinka!” ucapnya semakin keras

“EH!? K..Kenapa shan!?” Sinka buru-buru menghapus air matanya

“Kamu kenapa nangis sin!?” Shania tampak khawatir sekarang

“Eng…umm, enggak kok. M..Maaf shan, aku harus pergi,” ucapnya kemudian pergi

“Pasti ada yang gak beres,” ucap Shania

~oOo~

Bem…Bem…Bem…

“Kok keliatannya sepi dev?”

“Bukan keliatannya, tapi emang gak ada siapa-siapa. Kak melody kan pulangnya jam 5 an,” ucap Deva

“ya ampun aku lupa!” ucap Ve

“Berarti sekarang deva anterin kakak ke rumah aja yah,”

“Eh gak usah dev! Kakak…mau tunggu aja sampai jam 5,”

“Hah!? T-Tapi masih lama kak,” ucap Deva

“Kan ada kamu dev. Emangnya kamu gak mau nemenin kakak?”

“Huft…Kita mau ngapain di rumah kak? Gak ada apa-apa di rumah deva,” ucap Deva

“yaudah deh, sekarang kita ke taman aja yuk. Mumpung masih siang gini,” ucap Ve

“Taman!?”

“T..Tapi kita mau ngapain kak!?” tambah Deva

“Yah…sekedar jalan-jalan, sampai kakak kamu pulang, hehe…,” ucap Ve

“ya ampun kak, tapi…,”

“Sssttt! Gak ada tapi-tapian, ayo cepetan berangkat!’ ucap Ve lagi-lagi memaksa

“aduuh…i-iyaudah deh kak,” Deva mengalah

Mereka pun pergi ke taman.

~oOo~

Deva memarkirkan motornya.

“Liat, kak ve masih pake almamater. Gak takut kotor almamaternya?”

“Dih, Kita ini main ke taman, bukan main ke kubangan lumpur dev. Mana mungkin almamaternya kotor,” balas Ve

“Hem, yaudah terserah kakak aja deh. Jadi sekarang kita mau ngapain?”

“em, panas-panas gini enaknya makan es krim sih. Tapi cuma ada tukang cingcau, kamu mau gak?” tanya Ve balik

“Eh, Deva gak bawa uang kak. Kakak aja yang beli sendiri, deva lagi gak haus kok,” Jawab Deva

“Aku tanya kamu mau gak, bukan tanya kamu punya uang atau enggak dev!” ucap Ve

“AH!? Eh, em…Gak deh kak,” balas Deva

“Oh, gak nolak. Oke…,” Ve langsung pergi ke tukang cingcau itu

“EH kak ve! Tadi deva bilang gak mau! Bukan gak nolak!” teriak Deva

“Bodo!” balas Ve berteriak

“Huh…Kenapa dia keras kepala sih,” ucap Deva

Setelah menunggu, ve pun datang dengan cingcau es krim di tangannya.

“ternyata kak ve dengerin omongan deva tadi. Bagus deh kak ve cuma beli satu doang,” Deva pun duduk di kursi taman itu

“enggak, Kita segelas berdua yah dev,”

“Hah!? Maksudnya apa kak?” ucap Deva tampak kebingungan

“Tadi kata mas-masnya Cuma bisa satu gelas doang. Soalnya udah mau habis eskrimnya, yaudah aku beli aja satu tapi kita abisin berdua deh,”

“em tapi kak, deva udah bilang kan tadi,” ucap Deva kembali

“Kakak gak sanggup abisin cincau ini sendirian dev,” Ve mendekati Deva dan terlihat mengaduk cincau itu

“Aku suapin yah,”

“AH!?” Deva sedikit kaget

Tiba-tiba…

“Ve kamu ngapain ada disini!?” ucap lelaki itu secara tiba-tiba

“Dimas!? Emangnya kenapa! Apa masalahnya buat kamu hah!” balas Ve sedikit menyentak

“Siapa laki-laki ini ve!? Kenapa kamu tega selingkuh dari aku ve!”

“Selingkuh? Gak salah tuh? Bukannya udah lama yah kita putus? Kamu jangan pura-pura bego deh!” balas Ve lagi

“T..Tapi dia ini siapa ve!”

“Dia? Dia ini pacar aku! Dan dia sayang sama aku! Dan dia gak akan selingkuh kayak kamu!” bentaknya

“AH!” Deva sedikit terkejut

“T..Tapi kak v…,”

“Diem sayang!” bentak Ve pada Deva

“Oh…Jadi ini pacar kamu yang baru yah. Oke! Gw juga udah muak pacaran sama lu! Bitch, Cuih!” lelaki itupun pergi

“Hiks…,” Ve tiba-tiba menangis

“K..Kak ve…,” ucap Deva sembari mengusap pundak Ve

“Kak…,” panggilnya lagi

“Teganya dia sebut aku wanita jalang!” Ve terus saja menangis

“Huuuuuuh! Dasar Cowok sialan!” Ve kemudian memeluk Deva dengan erat

“Ah!? Eh…K-Kak ve,” ucap Deva seperti gugup

-Di Tempat Lain-

Terlihat seorang wanita yang sedang mencabuti kelopak bunga itu.

“Mungkin…Enggak…Mungkin…,”

“Enggak…,”

Air matanya tiba-tiba menetes.

“Apa aku gak mungkin jadi pacarnya…,”

Ia mengelap air matanya. “Sinka…Untuk apa kamu menyakiti diri sendiri kayak gini. Kamu gak perlu memikirkannnya sampai sejauh itu,” ucapnya dalam hati

Sinka pergi dari jembatan itu.

“Kak ve jangan nangis terus, malu di liatin orang,”

“Hmm!?” Sinka mendengar sesuatu

“Aku masih kesel dev!” ucapnya

“I..Iya kak deva ngerti tapi…,”

Sinka pun bersembunyi di balik pohon itu.

“Hiks…,” Ve berhenti menangis

“Nah gitu dong. kalau kakak gak nangis, cantiknya keliatan lagi kan,” ucap Deva

“em…cuma kamu yang bisa bikin aku seneng. Makasih ya dev,”

“Hehe, bisa aja nih kak ve. Iya sama-sama kak,”

Tiba-tiba mereka saling bertatapan.

Senyuman itu terpancar dari wajah ve dan deva, lalu mereka saling mendekatkan wajahnya.

Ve terlihat memejamkan mata.

“HUH!” Dengan perasaan yang amat kesal, Sinka pergi dari tempat itu

Namun sesuatu jatuh dari saku baju sinka dan ia tidak menyadarinya.

Sementara itu…

“A..Aku sayang sama kamu dev…,” ucap Ve dalam hati sambil memejamkan matanya

Saat bibir deva semakin dekat dengan bibir ve…

“Waaaa! Deva gak tahan liatnya kak! Deva gak tahan sama pipi kakak!” Deva tiba-tiba mencubit pipi Ve

“AH!? Dev…K-Kamu!” ucap Ve menggantung

“S..Sorry ya kak, deva udah gak tahan liatnya. Hahaha…,” Deva terus saja mencubit pipi ve

“umm,” Wajah ve tiba-tiba memerah

“Aku kira dia berani ngelakuin itu di depan umum, Huh! Aku benar-benar mengharapkan itu dari kamu dev!” batin Ve

“Kak? Hallo…,” ucap Deva sembari menatap tajam wajah Ve

“Eh…umm, maaf dev,” ucap Ve

“Kok minta maaf sih kak? Udah deh, mending sekarang kita pulang. Deva pengen istirahat nih,” ucap Deva

“em, i..iya deh,” balas Ve

 

            BERSAMBUNG…

Author : Shoryu_So

Iklan

6 tanggapan untuk “Pengagum Rahasia 2, Part 14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s