Wrestling & Love part 62

wpid-pizap_1437301468174-1.jpg

“Hai..
maaf ya lama nunggu” Kelvin datang dengan nafas memburu

Nampaknya dia terlihat buru-buru saat di perjalanan tadi

“Iya gapapa kok” jawab Andela tersenyum

“Ohiya, udah malem nih..
yuk pulang, ayo Syel” Andela menarik tangan Michelle

Kelvin mengangguk lalu mereka berjalan bersama menuju parkiran..

Selama mereka berjalan, Andela menceritakan tentang pertemuannya tadi dengan Elaine

“Haah ??! Kamu tadi ketemu Elaine ?
tanya Kelvin setengah kaget

Andela balas dengan anggukan

“Terus ? terus ? gimana kabarnya ?
Adit gimana ?” Kelvin memberondong pertanyaan kepada Andela, dia seakan penasaran

“Mmh.. ya gitu, Elaine baik..
tapi…” ucap Andela tertahan

“Tapi … ?”

“Tapi dia udah putus sama Adit” jawab Andela lesu

“Apaa ??!?! putus ? kok bisa ?!”

“Entahlah, Elaine bilang sih gara2 Adit sekeluarga sekarang pindah ke Jepang, maka dari itu Adit mutusin Elaine” jawab Andela
Kelvin hanya mengangguk-angguk tanda mengerti..

Kemudian, Kelvin, Andela dan Michelle masuk ke dalam mobil dan bergegas pulang

*skip

“Kenapa ya Adit tega ngelakuin hal itu ?” batin Kelvin dalam hati

Ia sekarang tengah berada di dalam kamarnya, setelah hari yang melelahkan dan panjang, akhirnya dia kembali ke kamar tercinta (?)

Pikirannya melayang ke masa-masa SMK, dimana dirinya dan Adit masih bersama-sama sebagai teman akrab..

*Flashback On*

Kelvin sedang mengendap-endap di
taman sekolah, disana ia melihat Adit dan Elaine tengah duduk berdua disana..

“Dit, kamu bener-bener cinta sama aku?” tanya Elaine sambil kepalanya bersandar di pundak Adit

“Tentu Len, aku itu cinta banget sama kamu” jawab Adit

“Kamu janji akan selalu ada buat aku?” entahlah ada apa Elaine bertanya seperti itu

“Mmh.. aku ga janji, tapi aku akan berusaha untuk selalu ada di dekat kamu” Adit mengelus lembut rambut Elaine

“Kok ga janji sih ?” Elaine mengerucutkan bibirnya

“Iih.. gausah ngambek gitu, jelek tau”
Adit mencubit pipi Elaine

“Iih.. Dit.. sakit” Elaine mengelus pipinya

“Ahaha” Adit tertawa lepas pada saat itu, seperti tidak ada beban dalam hidupnya

“Hmm.. Oke Len..
aku janji akan selalu ada deket kamu” ujar Adit tersenyum

“Janji ?” Elaine menawarkan jari kelingkingnya

“Janji” Adit menyambut kelingking Elaine dan jari kelingking mereka saling berkaitan

Kelvin yang ada di balik semak, sontak tersungging senyum di bibirnya, dia sangat senang melihat hubungan kedua temannya itu semakin erat
~~

Pada waktu kelulusan

“Semoga sukses ya Bro..” Kelvin memeluk sahabatnya Adit

“Sip, lu juga”

“Jagain Elaine terus, dia juga temen gw, awas aja kalo lu buat dia sakit hati” ancam Kelvin tapi sedikit bercanda

“Ahaha.. tenang..
Elaine akan selalu gw jagain, lu juga jagain si Ndel.. dia cewek yang baik..

“Siap” jawab Kelvin singkat padat jelas

“Dan terakhir jangan selingkuh, jaga mata lu.. biasanya liat cewek bening dikit.. langsung hajar” ucap Adit terkekeh
“Sialan lu, engga lah.. gw udah tobat kaya gitu” jawab Kelvin dengan wajah segaris

Mereka berdua terus bercanda ringan di tengah acara kelulusan mereka..
Michael sedang bersama Shani, entahlah mereka kemana..

“Ohiya.. soal Elaine…” Adit terlihat ingin berbicara suatu hal

“Kenapa ?” tanya Kelvin

“Mmh.. kalo misal gw ninggalin dia tanpa alasan..
gw minta maaf”

“Haah ??!! apa maksud lu ??” tanya Kelvin kaget sambil sedikit teriak

Sontak mata para siswa yang lain tertuju kepada mereka berdua
“Sst.. anjir bacot lu..
malu diliatin yang laen” bisik Adit

“Oke-oke, tapi soal tadi maksudnya apa ?” tanya Kelvin kembali setelah dia bisa menenangkan dirinya

“Entahlah.. mungkin setelah kuliah, gw akan pergi jauh” ucap Adit lesu

“Dan mungkin hanya sampai batas waktu itu gw bisa ada di samping Elaine” sambung Adit lagi

“Ayolah Dit.. ada apa ini ? jangan bercanda”

Adit malah diam saja, bibirnya seakan bisu dan tidak dapat mengeluarkan sepatah kata pun

BRUKK..

Kelvin memukul keras wajah Adit

Adit tetap berdiri, hanya saja ada sedikit darah mengalir dari sudut bibirnya

Para siswa yang lain mencoba melerai mereka berdua

“Lu jelasin ke gw.. apa maksud dari “pergi jauh” tadi ?” Kelvin memegang kerah baju Adit

“Gw ga bisa jelasin ke lu..
maaf”

Kelvin kemudian kembali tenang setelah emosi yang menyerangnya tadi

Tangannya sudah terlepas dari kerah baju Adit, Adit berdiri dan setelah itu berlari pergi meninggalkan tanda tanya yang besar di dalam benak Kelvin
*Flashback Off*

“Ada apa dengan dia?” batin Kelvin dalam hati..

Kemudian, Kelvin tersadar dari lamunannya, dia memutuskan untuk melupakan sejenak perihal Adit..

“Mending gw nonton Summerslam” batin Kelvin

Yap, jika Kelvin sedang penat dan nampak lelah, menonton WWE adalah cara baginya untuk menghilangkan kepenatannya itu.

*
John Cena melawan Seth Rollins untuk dua gelar US Champion dan WWE World Heavyweight Champion..

Saat pertandingan dimulai, Cena mendominasi di awal, dengan gerakan
gerakan andalannya..
Seth Rollins membalas di tengah pertandingan, momentum kini berada untuknya..

Singkat cerita, Cena ingin melakukan Attitude Adjustment, namun kaki Seth Rollins mengenai wasit dan menyebabkan wasitnya cedera…

Di saat tidak ada wasit..
datanglah Jon Stewart dengan kursi lipat di tangannya..

Jon Stewart adalah seorang artis di Amerika Serikat, dia merupakan prsenter sebuah acara talkshow “Daily Show” di salah satu stasiun TV USA, dia dipilih WWE saat itu untuk menjadi host untuk event SummerSlam

Jon Stewart berada di dalam ring..
Dan tiba-tiba, Stewart memukul perut John Cena dengan kursi tersebut..

“Anjir.. orang tua kampret” keluh Kelvin di saat menonton

Cena terkapar..
Rollins kemudian bangun dan “menyelesaikan” John Cena dengan Pedigree ke kursi..

Wasit kembali, 1,2,3..

Seth Rollins memenangkan pertandingan.. Ia kini menjadi WWE World Heavyweight Champion dan sekaligus United States Champion

Penonton terlihat terdiam, begitu juga dengan Kelvin yang menonton di rumahnya..
Seolah menuntut penjelasan ada apa Stewart menyerang Cena tanpa alasan

*
Main Event
Brock Lesnar vs The Undertaker

Di dalam rekor pertemuan mereka, The Undertaker tidak pernah menang melawan Brock Lesnar, mereka terakhir bertemu pada WrestleMania 30 dimana pada saat itu “streak” (rekor) The Undertaker dipatahkan oleh Brock Lesnar, dan sekarang Taker menuntut balas dendam..

Sepanjang pertandingan, Brock Lesnar lebih mendominasi pertandingan..
Suplex demi Suplex dilancarkan..
hingga sampai Brock Lesnar “F-5” Undertaker ke meja komentator..

Taker menolak untuk menyerah, kini dia berbalik menyerang dengan Chokeslam kemudian Tombstone Pilderiver..

Lesnar secara mengejutkan dapat
bangun sebelum hitungan ketiga..

Taker nampak frustrasi..
Begitu juga dengan Lesnar, berbagai gerakan sudah dia lakukan, namun The Undertaker belum bisa dikalahkan..

Kimura Lock !

Taker terlihat tap out/menyerah tetapi wasit tidak melihatnya, karena di saat bersamaan, pundak Lesnar menyentuh matras..
Tetapi anehnya..
Bel pertandingan berbunyi,

Wasit Charles Robinson memprotes aksi petugas bel yang membunyikan..
Menurutnya pertandingan belum berakhir, Lesnar sudah merayakan kemenangannya.. tetapi dari arah belakang Taker bangkit kembali dan low blow Lesnar..

Wasit tidak melihat low blow Taker..
karena pada saat itu dia tengah berbicara kepada petugas di pinggir ring yang bertugas membunyikan bel,

Setelah low blow.. Lesnar terkapar, Taker langsung memanfaatkan kesempatan dan mengunci Lesnar dengan Hell’s Gate

Lesnar berusaha berontak dan keluar dari kuncian Taker..
Tapi tidak bisa, lucunya Lesnar malah memberi jari tengah kepada Taker yang kemudian tersorot oleh kamera..

Setelah sekitar 10 detik kemudian, Lesnar tidak bergerak..
Nampaknya dia pingsan, wasit memutuskan untuk menyudahi pertandingan untuk kemenangan The Undertaker..
Lagi-lagi penonton dibuat terdiam, kali ini karena kontroversi yang terjadi di match Taker Lesnar ini..

SummerSlam berakhir dengan Paul Heyman yang menolak kliennya Brock Lesnar kalah,
diabkemudian mengumumkan bahwa Lesnarlah yang keluar sebagai pemenang

*

Setelah selesai dengan SummerSlam..
Kelvin memutuskan untuk tidur..

Tak lama kemudian ia pun terlelap

~~

“Zaaq.. Zaqaa” ucap Michelle dalam tidurnya, dia tidak henti-hentinya memanggil nama kekasihnya itu
“Heei.. Syell.. syel.. kamu kenapa sayang ?” Mama Michelle datang menghampiri anaknya

Karena teriakan Michelle tadi bisa dibilang cukup keras, apalagi kamar    Mamanya dan Michelle bersebelahan

Michelle bangun dari tidurnya, dari dahinya keringat bercucuran dengan deras.. Padahal malam itu bisa dibilang cukup dingin dengan AC di kamarnya

“Minum dulu” Mama Michelle memberikan segelas air kepada anaknya

“Kamu kenapa sayang ? kamu mimpi buruk ?” tanya Mama Michelle setelah Michelle selesai minum

“Mmh.. i..i.iya maah..
entah kenapa aku khawatir sama
Razaqa” jawab Michelle

“Heei.. pasti Razaqa baik-baik aja disana..
kamu jangan terlalu khawatir yaah” Mamanya mengelus rambut anaknya

“Mmh.. aku udah coba Maah..
tapi hati Michelle selalu gelisah mikirin dia” jawab Michelle lagi

“Udah yaa..
kamu mending lanjut tidur lagi, mama temenin kamu disini..
jangan terlalu mikirin Razaqa, nanti juga dia kan balik lagi sayang” jelas Mamanya

“I.iya Maah, mama temenin yaah..
Michelle takuutt” ucap Michelle bergelayut manja di lengan Mamanya

“Iya sayang” jawab Mama Michelle tersenyum

Malam itu berakhir, Michelle memutuskan untuk tidur dengan ditemani Mamanya..
Entah kenapa hari itu Michelle selalu memikirkan tentang kekasihnya yang sedang berada di Jerman

*skip

Keesokan harinya

~~

“Razaqa-Kun” teriak Naachan

“Eh ? iya ada apa ?” Razaqa membalikkan badannya

“Mmh.. abis ini kamu ada kelas lagi kan ?” tanya Naachan, matanya terus memperhatikan wajah Razaqa
“Iya, emang kenapa ?” tanya Razaqa

“Ga.. gapapa kok, cuma nanya aja hehe” Naachan menggeleng

“Oiya, sekarang kamu mau kemana ?” sambung Naachan bertanya

“Ke kantin” jawab Razaqa singkat

“Mau ikut?” sambung Razaqa

Naachan hanya menjawab dengan anggukan

“Oke, ayo” Razaqa kemudian berjalan diikuti Naachan yang membuntuti dibelakangnya

*skip

“Aah kenyangnya” Naachan mengelus perutnya, mereka berdua sudah selesai makan siang pada saat itu

“Huu dasar rakus..
udah abis 2 piring kamu” ledek Razaqa

“Wlee biarin” Naachan menjulurkan lidahnya

Setelah selesai makan siang, masih ada waktu setengah jam lagi hingga kelas selanjutnya dimulai..

Mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol ringan berdua, Razaqa dan Naachan berbicara tentang berbagai hal, seputar kehidupan di negara masing-masing dan pengalaman-pengalaman menarik yang pernah dialami mereka berdua

“Ahahaha.. serius ? terus ? terus ? Razaqa tampak penasaran

“Iih, kamu mah malah ketawa” Naachan mengerucutkan bibirnya,
yang semakin membuat wajahnya lucu dan menggemaskan >…<

Saat itu mereka tengah membicarakan hal-hal lucu yang pernah terjadi di kehidupan mereka masing-masing, Naachan barusan bercerita bahwa saat SMP dulu dia pernah jatuh dari sepeda dan kemudian sepedanya dan juga dirinya tercebur ke dalam selokan, Alhasil, bagian bawah tubuhnya atau kakinya menjadi hitam akibat air selokan yang kotor

“Ya terus, aku nangis deh.. soalnya sakit banget pas jatuh” ucap Naachan

“Hahaha.. cengeng banget sih kamu” Razaqa terus bercanda dan meledek wanita Jepang itu

“Iih Zaqa nyebelin, awas yaa..”Naachan lalu memasang wajah garang   meskipun tidak ada garang2nya

Kemudian, wanita Jepang itu mencubit lengan Razaqa

“Duduh.. sakit Nana-san” keluh Zaqa

Tak lama kemudian Naachan melepaskan cubitannya dari lengan Razaqa, wajahnya masih tetap cemberut, mungkin dia sedang ngambek (?)

“Cie ngambek”

“Engga”

“Yaudah kalo engga, senyum dong..
jangan cemberut gitu” bujuk Razaqa

“Iya-iya, nih aku senyum” Naachan kemudian menyunggingkan senyum yang manis

“Sekarang gantian dong, kamu yang
cerita” perintah Naachan

“Eh ? cerita apa ? males ah” Zaqa menolak

“Iih curang.. apa kek, kan tadi aku udah cerita pengalaman konyol aku, sekarang gantian kamu yang cerita”

“Iya-iya, aku cerita deh” Razaqa akhirnya bersedia untuk bercerita

“Eh tunggu.. sebelum aku cerita, aku mau tanya..” sambung Razaqa

“Tanya apa ?”

“Kamu tau WWE ?”

Naachan tampak berpikir sejenak, matanya melihat langit-langit kantin..

“Tau ga ?”

“WWE ? itu apa ? sejenis makanan ? tanya Naachan polos..

“Hadeh.. bukan, itu loh.. gulat-gulat gitu, atau orang biasa nyebut SmackDown” jelas Razaqa

“Ooh.. kalo itu aku tau.. huh dasar, ribet amat bilangnya WWE segala” keluh Naachan

“Lah emang itu nama organisasi gulatnya Nana-san” jawab Razaqa tak mau kalah

“Oiya, negara kamu juga aku suka pro wrestlingnya” ucap Razaqa

“Bagus deh kalo kamu suka..
emang sih di Jepang, gulat-gulat gitu merupakan olahraga yang cukup terkenal setelah sepakbola” jelas Naachan

“Kamu suka pegulat Jepang siapa ?” tanya Naachan

“Shinsuke Nakamura”

“Ooh.. iya, aku juga pernah denger nama itu” Naachan mengangguk-anggukan kepalanya

“Dia skill gulat nya keren.. pokoknya seru kalo nonton dia, apalagi dia juga kemaren masuk peringkat ke 5 dari 500 pegulat versi situs terkenal tentang wrestling gitu

Naachan hanya mengangguk-angguk

“Ohiya.. ayo kami cerita tentang pengalaman kamu !!” perintah Naachan

“Ah iya lupa hehe…
gara-gara ngomongin soal gulat”
Zaqa hanya cengengesan

“Ayo buruan, kamu cerita! rengek Naachan sambil menggoyang-goyangkan lengan Razaqa

Razaqa menarik nafas panjang, memang sulit untuk menolak keinginan seorang wanita.. jika tidak dituruti mereka pasti akan mengeluarkan jurus andalan, yaitu ngambek

“Yeay.. gitu dong” Naachan nampak kegirangan

“Mmh.. kejadiannya pas aku SD”

“Kejadian apa ? Naachan penasaran

“Issh sabar dong.. aku kan belom cerita” keluh Razaqa

*Flashback On*

Pada pagi hari yang mendung.. bosen cerah mulu :v

Seorang anak laki-laki terbangun dari tidurnya..
Waktu menunjukkan pukul 06:45 atau jam 7 kurang 15 menit..

“Aahh.. aku kesiangan” teriaknya kepada diri sendiri

Anak itu lalu bangun dengan tergesa-gesa dan segera bergegas mandi..

Anak laki-laki itu adalah Razaqa, pada waktu itu ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar

“Pagi maah” sapa Zaqa kecil kepada Mamanya

“Eh ? Pagi.. tumben kamu udah bangun sayang” jawab Mamanya

“Lho ?? kan aku bangun telat Maah..” ucap Razaqa bingung

“Eh ? aduh sayang..
ini kan hari Minggu, ya sekolah kamu libur lah” jawab Mama Razaqa sambil sedikit menahan tawa

Razaqa kecil melongo, kemudian dia menepukkan tangannya ke dahinya sendiri

“Ah iya.. kok Zaqa lupa gini yaa..” keluh Zaqa sendiri, dia merutuki dirinya sendiri yang pelupa..

“Haha.. dasar kamu” Mama Razaqa mengelus kepala anaknya

“Yaudah, sana kamu lanjut tidur lagi kalo emang masih mau tidur” perintah Mamanya
“Iya Maah” Zaqa kecil balik ke kamarnya

*Flashback Off*

“Ahahahaha” kini gantian Naachan yang tertawa terbahak-bahak..

“Iishh.. malah diketawain”

“Yee biarin.. tadi juga kamu gitu”

“Lucu banget sih kamu pelupa ahaha” sambung Naachan lagi

“Aku ga tau.. entah kenapa jadi pelupa gitu” Razaqa menaikkan kedua pundaknya

“Ya makanya jangan ngeselin jadi cowok, jadinya pelupa kan” ledek Naachan

“Lah apa hubungannya coba?” Razaqa
bingung..

“Hehe aku bercanda doang kok” Naachan mengacungkan kedua jari telunjuk dan tengahnya sehingga membentuk huruf V

“Eh iya.. masih ada waktu nih sebelum kelas mulai.. aku mau nanya-nanya boleh ?” sambung Naachan lagi

Dia nampak kelihatan nyaman jika bersama dengan cowok Indonesia itu..

“Boleh, tanya aja” Razaqa menyeruput minuman di depannya menggunakan sedotan

“Mmh.. negara kamu itu kaya gimana sih ? aku pernah denger sedikit sih tentang Indonesia” ucap Naachan

“Negara aku ?”
Naachan mengangguk

“Mmhh.. negara aku itu, negara yang nyaman, bagus, banyak pulaunya dan lain-lain.. ya tapi akhir-akhir ini negara aku lagi tercemar dengan korupsi dan macam-macam kejahatan lainnya..
mata uang negara aku juga makin lemah dan masih banyaknya warga miskin yang kurang diperhatikan oleh pemerintah” jelas Razaqa panjang lebar

“Pokoknya sulit untuk diungkapin dengan kata-kata, kamu mesti dateng sendiri kesana suatu hari” sambung Razaqa lagi

“Semoga aja..
aku juga pengen banget bisa ke negara kamu” ucap Naachan sambil diikuti senyum simpul

“Oiya, ngomong-ngomong negara aku
dulu pernah ngejajah negara kamu ya ? tanya Naachan

Razaqa mengangguk

“Maaf ya..
negara aku dulu pernah kasar sama negara kamu” Naachan menunduk

“Ya itu kan masa lalu, kamu gausah sedih gitu dong..
orang Jepang sekarang udah baik-baik kok, buktinya negara kamu jadi negara maju dan bisa jadi Macan Asia kan ?”

Kini Naachan yang mengangguk

“Pernah aku berpikir agar negara Indonesia bisa jadi negara maju kayak Jepang, pasti bakal keren”

“Aku salut sama negara kamu, bisa ngehasilin berbagai produk.. mulai dari alat transportasi, teknologi, animasi
dan lain-lain” Razaqa terus mengungkapkan rasa kagumnya terhadap negeri Matahari Terbit tersebut

“Makasih ya” Naachan tampak senang karena pria di depannya sedang memuji negaranya

“Oh iya, selain itu semua..
kamu tau apalagi dari negara aku ?” sambung Naachan bertanya

“JAV” potong Razaqa cepat

“Eh keceplosan” Razaqa menutup mulutnya

“Iih.. dasar mesum”

“Eh kamu tau ?

“Ya tau lah.. itu lumayan terkenal di Jepang” jawab Naachan sambil
tertunduk malu

“Eheheh” Razaqa menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“Hayooo.. kamu sering nonton gituan ya ?” goda Naachan

“Eh ?!? Razaqa salah tingkah, wajahnya memerah.

“Jarang kok.. cuma kalo lagi bosen aja”  ucap Razaqa

“Huh dasar..”

“Eh.. aku mau nanya nih, tapi kamu jangan marah yaa…” ucap Razaqa yang tampak ragu

“Yaudah tanya aja” jawab Naachan

“Eh gajadi deh.. nanti kamu marah lagi”
“Iiih.. gapapa tanya aja” Naachan tampak kesal karena penasaran

“K..k.kenapa kamu engga jadi bintang JAV ? hehe peace” Razaqa langsung kabur dan lari meninggalkan kantin

“Zaqaaaa”

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

Satu tanggapan untuk “Wrestling & Love part 62

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s