Lost and Back, Part70

3

“Akhirnya kau keluar…Yuvia….”

Dan ternyata orang yang menembaki Sinka dan Jiro adalah Yuvia.Terlihat kedua tangannya memegang senapan.

“Y-Yuvia..??”Yuuto cukup terkejut dengan kehadiran Yuvia.

“K-Kau….”ucap Sinka.

 

FLASHBACK ON

 

DARRRR

Seorang perampok menarik pelatuk pistolnya.

“Aaaa….”Yuvia dan seorang wanita  menutup mata.

“A…apa..??!!”

Rupanya Sinka sudh berada di depan perampok itu.Tampak sebuah peluru di antara dua jarinya.

“Hmmm….”

Lalu Sinka membuangnya.Ia pun berlari dan menendang tangan perampok itu.Alhasil pistol di tangannya ikut terlempar.Perampok itu pun terkapar.

“Sekarang,mau apa lagi kau?”tanya Sinka.

“Cih….”

Perampok itu mengambil sebilah pisau.Kemudian ia bangun dan bersiap menyerang Sinka.Namun,

“Jangan…!!!”

“Cih..,sialan kau.Lepaskan aku…!!”

Yuvia memegang lengan perampok itu.

“Lepaskan aku..!!!”

Perampok itu menghempaskan tangan Yuvia dan ia pun terjatuh.

“Dasar pengganggu….”

Perampok itu mengarahkan pisau ke Yuvia,

CEG

“Hechh…kurang ajar…!!”

Lagi-lagi Sinka berhasil menahannya.Namun,dari tangannya yang menggenggam pisau yang tajam itu mengeluarkan darah.

“Hmmm….”

Tiba-tiba Sinka menarik baju perampok.Ia pun langsung menghajarnya habis-habisan.

BRAKKK

Perampok itu menghantam tembok.Tampak kedua sudut bibirnya berdarah.Beberapa lebam juga telah menghiasi wajahnya.Perampok itu kini telah terkapar,pingsan tak berdaya.

TAP..TAP…TAP….

Sinka mendekatinya.Lalu ia mengarahkan pistol yang diambilnya ke arah perampok itu.

“Jangan….”cegah Yuvia.

Sinka pun menoleh.

“Kenapa?Orang seperti dia itu memang sepantasnya mati.”ucapnya.

“Meskipun seperti itu,tapi dia juga manusia.”ucap Yuvia.

“Hech…Apa dia layak disebut manusia?”tanya Sinka.

“Tak peduli seperti apa kelakuannya.Selamanya dia tetap manusia biasa,seperti kita.”ucap Yuvia.

“Semua hal diciptakan berdampingan.Ada baik dan buruk,senang dan sedih,dan lainnya.Kita juga diciptakan untuk saling berdampingan.Bukan untuk saling menyakiti atau membunuh.Toh jika ada yang melakukannya,kita seharusnya memaafkan.”tambahnya.

“Hmmm…begitukah,perasaan manusia disini?”pikir Sinka.

Akhirnya ia pun menarik pistolnya.

“Baiklah,untuk saat ini,kau berhasil menahanku.”ucapnya.

Lalu ia menjatuhkan pistol itu dan menginjaknya hingga hancur.

“Kalau begitu,sebaiknya kalian cepat tinggalkan tempat ini.”ucap Sinka itu seraya pergi.

“Eh.,tapi tanganmu….”

Namun Sinka tak menghiraukan Yuvia.

 

FLASHBACK OFF

 

“Maaf,a-aku terlambat.”ucap Yuvia.

“Tidak,kau tepat waktu.Ya..begitulah.Pahlawan selalu datang belakangan.Ya kan,Yuuto?”ucap Hanna.

Yuuto masih menatap Yuvia bingung.Sedangkan Yuvia hanya bisa nyengir.

“Hmmm..kau.”ucap Sinka seraya bangkit.

“J-jadi..siapa yang harus kubantu?”tanya Yuvia.

“Bantu Yuuto,sepertinya Minato sudah tidak sanggup lagi.”ucap Hanna.

“T-tunggu…aku masih….”Minato mencoba bangkit.

KRTKKK

“Arghhh..punggungku….”

TAP
TAP
TAP

“Sudahlah,Minato.Sebaiknya kau istirahat.”ucap Hanna.

“Tapi aku…eh?Y-Yuvia..???”Minato baru sadar bahwa Yuvia sudah ada di belakangnya.

“Hai….”sapa Yuvia.

“Kenapa kau ada disini?Dan kenapa kau membawa pistol-pistol itu?”

“Kau pikir siapa yang menyelamatkanmu dari Jiro?”tanya Yuuto.

“Jadi kau?”

Yuvia mengangguk.

“Sudahlah,ayo.”

Yuuto membantu Minato menjauh dari tempat itu.

“Yuuto….”bisik Minato.

“Aku tau.Sebenarnya aku juga tidak yakin.”ucap Yuuto.

“Lalu?”

“Aku akan memikirkan rencana yang tidak terlalu membahayakannya.”

“Hmmm..baiklah.Sebaiknya,kau harus benar-benar melindunginya.”

“Tentu saja.”

Setelah membawa Minato ke tempat yang aman,Yuuto kembali ke tempat semula.

“Jadi..apa yang harus kulakukan?”tanya Yuvia.

“Dengarkan aku.”

 

~o0o~

 

Terlihat goa tempat mesin waktu Yuuto berada.

CRATTT
CRATTT
CRATTT

Percikan bunga api keluar dari sela-sela kerangka mesin.

Tiiit
Tiiit
Tiiit

Tiba-tiba salah satu monitor mesin itu menyala.

“DESTINATION FINDED”

Kemudian disusul monitor-monitor lainnya.

 

~o0o~

 

Terlihat Shafa sedang berada di sebuah lahan yang cukup luas.Dengan memakai penutup mata,ia sedikit menundukkan kepalanya.

WUSSSSHHH
WUSSSSHHH

Dua buah tombak meluncur ke arahnya.

JLEBB
JLEBB

Shafa membuat dinding pelindung dari tanah dan tombak-tombak itu menancap.Lalu ia merasakan sesuatu dari belakangnya.Dengan cepat ia berbalik.

TAKK
TAKK
TAKK

Puluhan batu melesat ke arahnya tapi berhasil ditangkisnya.

“Huhh…??”

SRiNKKKK

BRUAGKKKK

“Ughhh….”

“Eh….”Shafa melepas penutup matanya.

Lalu ia melihat Genta terkapar agak jauh darinya.Ia pun segera menghampirinya.

“G-Genta…kau tidak apa-apa?”

“Ya.aku tidak apa-apa.”

Lalu Genta bangkit.

“Baiklah,sepertinya sekarang ini kau sudah bisa menjaga dirimu sendir.Ayo kembali.”ajaknya.

Shafa mengangguk.

<skip>

“Silahkan.”Natalia memberikan minuman.

“Terima kasih.”

Baru saja Genta hendak meminumnya,

“Emhh….”

“Ehh..Yang Mulia.”

Raja Ozora bergerak-gerak.Tampak dahinya yang mengerut seperti ingin menyampaikan sesuatu.

“Yang Mulia….”

“Suhu tubuhnya tidak bertambah.Tapi detak jantungnya menjadi tidak beraturan.”gumam Shafa sambil memegang nadi Raja Ozora.

“Hmmm..apa ada sesuatu yang akan terjadi?”pikir Genta.

 

~o0o~

 

“Ingat baik-baik.Jangan sampai membunuhnya.”ucap Yuuto.

Yuvia mengangguk.

“Baiklah,ayo!!”

Yuuto berlari ke arah Jiro yang sudah bangkit.Ia kembali mengeluarkan sayap apinya.

“WOAAAAHHH….”

Lagi-lagi Jiro melesatkan bola-bola peledaknya.

WUSSSHHH
WUSSSHHH
WUSSSHHH

Yuuto hanya menghindar dengan melakukan gerakan zig-zag.

DARR
DARR
DARR

Terdengar suara tembakan.

WOARRRRR

Tiba-tiba sayapnya mengembang sangat luas.Dan secepat kilat Yuuto melesat ke dekat Yuuto.

“Huhh..???!!!”

JDUMMM

BLARRR
BLARRR
BLARRR

“Arrrrgghhhh….”

“Shodan…!!!!”teriak Sinka.

Ia berniat membantunya,tapi Hanna menghadangnya.

“Lawanmu aku.”ucapnya sambil mengacungkan senapan.

DARR
DARR

Sinka melompat menghindari tembakan Hanna.

“Cihh….”

Ia melihat Jiro yang sudah kembali ke wujud manusia terkapar.

“B-bagaimana bisa….”

Yuuto menonaktifkan knight mode-nya dan menghampiri Jiro.

“Saat kau mengeluarkan bola-bola peledakmu,aku sengaja menghindarinya.Agar Yuvia bisa menembakinya.Peluru di senapannya hanya bisa memantulkan bola-bola peledak itu.”ucapnya.

“Jadi..suara tembakan tadi itu…Pantas saja aku tidak mendengar suara ledakan sedikitpun.”gumam Jiro.

“Dan begitu berbalik arah,aku langsung menangkapnya dengan sayapku.Seperti pertarungan kita sebelumnya,kau pasti sudah tau kalau apiku bisa menunda waktu peledakan bola-bolamu itu.Karena itu bola-bola itu tidak meledak saat kutangkap.Dan begitu aku sampai di dekatmu,kulepaskan bola-bola itu dan kutarik semua apiku.”

Lalu Yuuto berbalik.

“Aku yakin bola-bola itu tidak akan membunuhmu saat mode monster.Jadi,selagi masih bisa,berhentilah menghalangiku untuk menghentikan Hanzai.”ucapnya lalu pergi menghampiri Yuvia.

“Begitu ya?Taktikmu cukup bagus.Tapi..Hehehh….”gumam Jiro.

“Kazama..eh,maksudku Yuuto,apa kita berhasil?”tanya Yuvia.

“Secara teknis,aku yang berhasil.Kau hanya sedikit membantu.”ucap Yuuto.

“Huh??Apa???”

“Sudah,ayo bantu mereka.”

Yuuto berjalan menuju ke Hanna dan Naomi yang masih menghadapi Sinka.Sementara Yuvia menatapnya kesal.

“Dasar,tidak tau berterima kasih.”gumamnya.

Ia berniat mengejar Yuuto namun..

BLARRRRR

Tiba-tiba timbul ledakan dari bawah Yuvia hingga membuatnya terlempar cukup tinggi.

“Aaaaaaarrhh….”

“Yuvia…!!!”teriak Minato yang melihatnya.

Begitu Yuuto tau,ia langsung melompat dan menangkap tubuh Yuvia agar tidak jatuh.

TAP

“Yuvia..Yuvia….”

“Y-Yuuto….”rintih Yuvia.

Dan akhirnya ia pingsan.

“Yuvia….”

Lalu Yuuto menatap Jiro yang mencoba bangkit.

“Hehehh..apa kau lupa?Aku punya elemen tanah.Jadi…membuat ranjau bukan masalah bagiku.”ucapnya.

“K-kau….”

Yuuto membawa Yuvia ke samping Minato.Lalu ia kembali untuk menghampiri Jiro.

“Awas kau….!!!”

Yuuto berlari.Kali ini ia benar-benar tidak menggunakan knight mode-nya.

“Huhh..??”

JDUGGG

Bogem mentah telak mengenai pipi Jiro hingga membuatnya terpelanting dan kembali terkapar.

“Ughh….”

Yuuto mencengkeram leher Jiro dan mengepalkan sebelah tangannya.Jiro sendiri sudah tidak sanggup menepisnya karena energinya sudah terkuras.

“Hyaaa….”

JDUMMM

“Hosshhh..hosshhh….”

Dan ternyata Yuuto hanya memukul permukaan tanah di samping kepala Jiro.

“K-kenapa..???”

“Hmmm…kau beruntung kali ini.Lain kali,kalau kau berani menyakiti Yuvia lagi,aku tidak akan segan-segan membunuhmu.”ucap Yuuto.

 

~o0o~

 

“DESTINATION FINDED”

Tiitt
Tiitt
Tiitt

WRRRRRRRRR

SRiNKKKKKKK

 

 

*to be continued

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Numpang nitip link thor… :3

https://karyaotakgue.com/announcement/

Iklan

Satu tanggapan untuk “Lost and Back, Part70

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s