Silat Boy : Final Dimulai Part 26

CnJGPUtWgAEeomp

Istirahat kali ini adalah satu jam. Jadi Kak Melody dan teman-teman
memutuskan untuk menghampiri Rusdi dan Kak Ve. Epul berjalan
tertatih-tatih menghampiri mereka.

“Wah! Hebat! Hebat banget kamu bisa sampe final!” Kak Melody memeluknya.
“Rusdi hebat!” Naomi dan Yona juga ikut memeluknya.
“Ekhm…” Rusdi pura-pura batuk, lantas mereka melepaskan pelukannya.

“Maaf menyela, kalian bisa ikut aku sebentar?” Kak Ve memotong momen itu.
“Oh, bisa kok!” seru Kak Melody.
“Epul mau ikut?” tanya Naomi, Epul hanya menggeleng pelan.

Kini mereka pergi entah kemana bersama Kak Ve. Tapi Epul dan Rusdi
masih disana. Epul kemudian mendekat pada Rusdi yang sejak tadi
menatapnya prihatin.

Epul semakin dekat, Rusdi sejenak memperhatikan bekas darah yang
mengering di seragam sekolahnya. Itu pasti bekas kemarin. Epul kini
sudah berada tepat di hadapannya.

“Rusdi sahabatku, saat pertama kali aku mengenalmu. Aku pikir kau anak
yang biasa saja. Tapi aku salah, sebagai anak baru kau berani sekali
melawan Boim. Orang yang selama ini berluasa di sekolah.” Epul
kemudian menepuk bahunya dengan lembut.

“Aku juga harus berani melawannya. Jangan takut saat melawannya nanti,
karna kami semua akan selalu mendukungmu. Aku, Kak Ve, Kak Melody,
Naomi, juga Yona akan selalu ada di pihakmu.” kini perkataan Epul
perlahan membuat semangatnya kembali membara.

“Semoga kau menang melawannya. Aku tidak mau dia terus berbuat
seenaknya di sekolah ini. Sekali lagi, semoga kau menang kawan.” Epul
kemudian berlalu meninggalkannya.

Beberapa menit kemudian, Kak Ve sudah kembali. Dan kini Kak Melody dan
yang lainnya sudah kembali duduk di tribune. Kak Ve menatapnya sejenak
dengan tatapan prihatin.

“Menang atau kalah tidak penting bagiku, yang terpenting adalah kau
sudah berani melawan dan menerima tantangannya untuk bertanding
disini.” Kak Ve menyentuh bahunya lembut.

“Tapi bagiku menang adalah segalanya!” Rusdi mengibaskan tangan Kak Ve.
“Baiklah, tapi jika kau kalah jangan pernah takut lagi. Ambil sisi
positifnya, yaitu kau sudah bisa beladiri.” jawab Kak Ve.

Rusdi kemudian berlalu begitu saja setelah Kak Ve menyelesaikan
kalimatnya. Rusdi berjalan penuh amarah menuju arena pertandingan.
Sorot matanya menatap tajam ke depan.

“Nampaknya Rusdi sudah tidak sabar. Baiklah! Pertandingan final akan
segera dilaksanakan. Pastikan kalian tidak berkedip menyaksikan dua
jagoan ini. Boim, silahkan naik!” ujar komentator.

Boim kemudian berlari menuju arena pertandingan, lalu melompat. Para
penonton berdecak kagum melihat aksinya. Lantas bertepuk tangan seraya
berteriak.

Boim berjalan santai menuju Rusdi. Tatapannya datar, terlihat biasa
saja. Lain lagi dengan Rusdi. Tatapannya terlihat mengendalikan, tajam
sekali. Wasit kemudian menurunkan bendera diantara dua jagoan itu.

Detik-detik dimulainya final. Rusdi sama sekali tidak gentar melawan
orang yang sebelumnya sudah membuat ia dan sahabatnya babak belur.
Mereka kemudian dalam posisi kuda-kuda yang berbeda.

Di tribune, Epul terlihat sangat cemas. Begitu juga dengan Kak Melody
yang sudah tahu tujuan Rusdi belajar beladiri. Bahkan Naomi juga sudah
memberitahu Kak Melody bahwa waktu itu Rusdi lebam karna dipukuli oleh
Boim dan teman-temannya.

Tadi Kak Ve sengaja meninggalkan Rusdi sendirian disana. Dan ia
menceritakan tujuan Rusdi belajar beladiri. Bahkan sampai sekarang pun
semangatnya tidak juga padam, ia benar-benar ingin mengalahkan Boim.

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s