Wrestling & Love part 61

wpid-pizap_1437301468174-1.jpg

Razaqa berpamitan dengan kedua orangtuanya, suasana menjadi diliputi haru karena kepergian Razaqa ini, banyak yang merasa kehilangan, baik itu teman-temannya terlebih lagi Michelle kekasihnya

“Selamat tinggal Michelle” Razaqa perlahan menghilang dari kerumunan orang dan pergi menuju pesawatnya

Michelle hanya bisa menangis sesenggukan, Andela menenangkannya dan memeluk temannya itu

“Udah Syell.. Zaqa kan cuma sementara perginya, aku yakin dia bakal rindu kamu disana”

Michelle sedikit mengangguk
“Aku.. takut Ndel” jawab Michelle sesenggukan

“Takut ? takut kenapa ?” Andela mengerutkan dahinya

“Mmh.. aku punya firasat buruk.. haah entahlah” ucap Michelle menghela nafas panjang

“Heei pikir positif aja yaa, Zaqa akan baik-baik aja kok” ucap Andela yang kemudian dibalas anggukan kecil oleh Michelle

Dari kejauhan, Kelvin dan yang lainnya dapat melihat pesawat yang dinaiki Razaqa baru saja terbang..
Michelle hanya menatap ke langit dengan pandangan lesu..

Jejak pesawat yang dilangit
Garis putih lurus memanjang
Perasaan siapa yang masih ada
Tanpa mampu menoleh kebelakang
Jejak pesawat sewaktu-waktu
Seperti cakar tajam menusuk
Meninggalkan bekas tipis
Luka baru
Dengan tatapan kosong diriku memandang

Mungkin lirik lagu tersebutlah yang sangat cocok dengan kejadian yang dialami Michelle..

*skip

Sepulangnya dari bandara

“Hufft, aku kasian deh sama Michelle” ucap Andela yang kini tengah berada di depan rumahnya

“Hmm.. iya, aku juga, tapi ya gitu..
mungkin ini udah keputusan terbaik yang diambil Razaqa” jawab Kelvin
“Kuharap begitu” balas Andela

“Kamu jangan pernah ninggalin aku yaa ? aku takut kehilangan kamu” Andela bergelayut manja di lengan Kelvin

“Hihi dasar.. iyaa aku ga akan pernah ninggalin kamu.. jangan khawatir yaah” Kelvin memegang kedua pipi Andela dengan kedua tangannya

“Hehe makasih” Andela kemudian memeluk Kelvin erat

*skip

Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan berlalu, Michelle masih berusaha tegar dalam kesendiriannya, dia mencoba untuk melupakan Razaqa di dalam pikirannya, karena setiap kali dia beraktivitas.. selalu ada wajah Razaqa yang terbayang
Sementara itu, Kelvin setelah lulus dari kuliahnya, dia mencari kerja di suatu perusahaan, tidak terlalu sulit untuknya.. karena prestasinya terbilang bagus.
Dengan tekun Kelvin bekerja hari demi hari agar bisa mengais rezeki dan juga nanti uangnya bisa dipergunakan untuk dirinya dan Andela kelak jika menikah.

Di lain pihak, Michael juga mencari kerja di suatu perusahaan, singkat cerita Kelvin memberitahukan kepada Michael kalau di kantornya sedang ada lowongan kerja, Michael mencoba melamar disana dan akhirnya diterima

“Waah thank you banget ya Vin, gw jadi bisa kerja” ucap Michael sambil bersalaman gaya anak sekarang

“Yoi, sama-sama..
haha ga nyangka mulai dari SMK,
Kuliah sampe kerja bareng mulu sama lu, bosen gw” ucap Kelvin

Michael menjitak kepala Kelvin

“Aduhh. ga berubah-berubah sikap lu, kerjaannya jitak pala orang mulu” keluh Kelvin

“Hahaha bodo”

“Oiya, Shani gimana ? kita kan udah lama ga ketemu sejak Zaqa pergi itu” tanya Kelvin

“Mmh.. lebih fokus bantuin Mamanya di rumah, dan belajar-belajar masak juga hehe” ucap Michael

“Cieilah, sekalian latihan buat nanti jadi ibu rumah tangga ye ?” goda Kelvin

“Naah itu lu tau haha, Andela sendiri gimana ?” Michael bertanya balik
“Mmh.. ampir sama sih kaya Shani, dia juga lagi belajar masak” jawab Kelvin

Michael hanya manggut-manggut saja

Sementara itu di Jerman

“Hmm tiba-tiba kangen Lele disana” gumam Razaqa ditengah kesendiriannya, ia tengah duduk di sebuah kursi dekat kampusnya

Razaqa cukup fasih dalam berbahasa Inggris..
Jadi dia disana lebih banyak berkomunikasi dengan teman-teman barunya menggunakan bahasa Inggris

Tiba-tiba saja di sampingnya ada seorang gadis muda yang  menghampirinya, seorang mahasiswi yang berasal dari Jepang tetapi sedang berkuliah di Jerman
Berhubung Razaqa juga bisa dalam bahasa Jepang, mereka berdua sekarang berteman..

Wanita itu bernama Okada Nana atau biasa dipanggil Naachan oleh Razaqa

*ceritanya ngomong pake bahasa jepang*

“Mmh.. Zaqa ?? sapa Naachan

“Heei iya ? ada apa ?” balas Razaqa tampak lesu

“Kamu kenapa ? kayaknya lemes banget, atau kamu sakit ? kalo sakit yuk aku anter pulang” tanya Naachan dengan berbagai macam pertanyaan

Naachan memang diam-diam memendam rasa suka terhadap pria asal Indonesia tersebut, tetapi Naachan lebih memilih untuk tetap
memendam perasaannya karena dia tau bahwa Razaqa sudah mempunyai kekasih di negaranya

“Aku gapapa kok, cuma lagi kangen aja sama pacarku yang ada di Indonesia” ucap Razaqa pelan

Naachan hanya bisa manggut-manggut, dia mengerti apa yang Razaqa rasakan

“Hmm.. udahlah..
beruntung banget ya wanita itu bisa dapet pacar kayak kamu” ucap Naachan tanpa sadar

“Eh ? maksud kamu apa?”

Wajah Naachan berubah menjadi merah

“Mmh.. eh..
engga-engga kok bukan apa-apa hehe”
jawab Naachan tergagap

“Mmh.. lebih baik, kita pulang yuk..
udah sore nih” ajak Naachan sambil menarik tangan Razaqa

“Eh iya-iya” Razaqa mencoba menyeimbangkan badannya karena ditarik begitu saja oleh wanita Jepang itu.

Razaqa tinggal di kost, sama seperti Naachan, ruangan mereka bersebelahan.. maka dari itu mereka berdua tampak dekat..

*skip

Balik ke Indonesia

Satu tahun kemudian

Kelvin sudah menginjak usia 24 tahun saat itu, kerjaannya pun
berjalan lancar, begitu juga dengan Michael sahabatnya..

Shani dan Andela selalu berada di belakang keduanya untuk mendukung masing-masing kekasihnya, tidak lupa juga Michelle selalu diajak untuk bermain oleh Andela dan Shani..

Mereka tidak akan lupa dengan sahabatnya yang satu itu..

“Syeel, Shaan, gimana kalo kita pergi ke mall ? bosen nih aku” usul Andela

“Mhm.. boleh juga Ndel, sekalian nungguin Michael dan Kelvin pulang kerja

“Gimana kamu Syel?” Andela mengalihkan pandangannya kearah Michelle

“Oke deh, ayo” Michelle menyetujui
Andela dan Shani tersenyum lalu mereka bertiga bersenang-senang dengan pergi ke suatu mall..

Mereka pergi menggunakan mobil milik Orangtua Shani, Shani yang mengemudi, semenjak dia lulus kuliah, kedua orangtuanya mengizinkannya untuk membawa mobil sendiri

Sesampainya di mall

Mereka sangat menikmati suasana kebersamaan disana, mulai dari makan-makan, main dan menonton bioskop.
Ini juga Andela dan Shani lakukan agar Michelle tidak terus-terusan termenung memikirkan Razaqa.

Memang akhir-akhir ini semenjak Razaqa pergi ke Jerman, Michelle lebih senang menyendiri, dan juga kehilangan rasa semangat
Sementara Andela dan yang lain tengah berada di mall, Kelvin kini sedang berada di kantornya..

Matanya fokus terhadap layar komputer di depannya, tangannya tidak berhenti untuk mengetik..
Itu semua ia lakukan untuk kebahagiaan keluarganya dan terutama wanita yang dicintainya, Andela

“Vin, vin.. udah sore nih..
lanjutin besok lagi aja kerjanya” saran teman satu kantornya

“Mmh.. iya Pak, gapapa..
saya lanjutin aja dulu, tanggung bentar lagi selesai” jawab Kelvin sopan

Memang teman satu kantor yang sedang berbicara dengannya itu sangat terpaut jauh dari segi usia oleh karena itu Kelvin memanggilnya
dengan sebutan Bapak

“Ooh yaudah deh, saya pulang dulu ya..” ucap Bapak itu lalu pergi

Kelvin hanya membalas dengan anggukan

Menurut Kelvin memang segala sesuatu harus segera diselesaikan, tidak ada kata penundaan atau semacamnya..
Maka dari itu Kelvin tetap melanjutkan pekerjaannya walaupun jam kerja sudah berakhir

Kelvin mengambil handphonenya dan mengirim pesan kepada Mamanya beserta Andela kekasihnya

“Maah, aku pulangnya agak telat yaah, ada kerjaan yg belum beres” begitulah isi pesan dari Kelvin
“Ndel, kamu lagi dimana ? jan lupa makan yaah, aku masih di kantor nih..
tanggung dikit lagi selesai kerjanya hehe”

Andela yang tengah jalan-jalan di mall dengan kedua sahabatnya berhenti sejenak dan melihat handphonenya

“Oh yaudah deh semangat ya !!
jangan dipaksain kalo capek, aku lagi jalan-jalan nih sama Michelle dan Shani hehe” balas Andela

“Kenapa Ndel ?” tanya Shani

“Mmh.. engga kok Shan, ini Kelvin bbm aku katanya dia masih kerja, mungkin agak sedikit lembur” jawab Andela

Shani hanya mengangguk-angguk

Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka ke sebuah restoran untuk
makan malam, tetapi di saat mereka berjalan, tiba-tiba ada seorang perempuan yang memanggil nama Andela

“Heei Ndel”

Andela berbalik arah kearah sumber suara…

“Eh.. Ilen ??” Andela seakan tidak percaya bahwa teman dekatnya semasa SMK dulu sekarang berada di depannya

“Iya ini akuu” seru Elaine..

Kemudian, Elaine memeluk Andela, Shani dan juga Michelle..
Memang Michelle tidak begitu akrab dengan Elaine, karena saat SMK dulu, Elaine lebih sering bersama Andela dan Shani

“Kamu apa kabar ??” tanya Andela basa basi
“Mmh.. baik Ndel, kalian sendiri?” tanya Elaine yang mengarahkan pandangannya kearah ketiga wanita di depannya

“Baik juga” balas Andela

Begitu juga dengan jawaban dari Michelle dan Shani

“Oh iya, kamu udah lulus kuliah ?? terus Adit kemana ?” tanya Andela, matanya mencari keberadaan Adit, yang setahu Andela dia merupakan kekasih Elaine

“Mmh.. kalo soal kuliah, aku udah lulus kok, dan sekarang aku udah balik lagi ke Tangerang” kata Elaine

“Dan soal Adit.. mmh.. gimana ya ceritanya..” Elaine nampak bingung, dia menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal

“Ah, lebih baik kita duduk disana deh biar enak ngomongnya” ajak Andela

Yang lainnya menyetujui dengan anggukan, mereka mengobrol di sebuah restoran di dalam mall, dan sekaligus juga makan malam bersama

Setelah semuanya memesan makanan, tak lama kemudian makanan yang dipesan pun datang

“Jadi gimana Len, Adit kenapa ?” tanya Shani membuka pembicaraan di sela-sela mereka mengunyah makanan

“Huft.. harus darimana aku mulai” batin Elaine dalam hati

“Mmh.. jadi gini..
singkatnya aku sama Adit udah putus dari dua bulan yang lalu” ujar Elaine lesu

“Uhuk uhuk” Andela sangat kaget hingga dirinya sampai tersedak

“Eh.. minum-minum Ndel” ucap Shani

Andela mengangguk dan mengambil segelas es jeruk di sampingnya..

“P.pu..putus ??! Kok bisa Len ?” Andela seakan tidak percaya..

Setahunya hubungan Elaine dan Adit bisa dibilang sangat harmonis tanpa ada konflik di dalamnya, tetapi entah kenapa sekarang mereka berdua bisa putus

“Mmh.. ja..jadi gini ceritanya, semuanya berawal pas kita berdua lulus kuliah” Elaine mencoba menceritakan bagaimana dirinya dengan Adit bisa putus
*Flashback On*

Sepasang kekasih sedang berada di suatu taman, ya, mereka adalah Elaine dan Adit..

“Aku mau kita putus Len” ujar Adit

“Eh.. k..ka..kamu lagi ga bercanda kan ?” Elaine bangkit dari duduknya

“Aku serius Len, aku ga bercanda” Adit menatap dalam mata Elaine yang sudah berkaca-kaca

“T..ta..tapi k..kenapa ?? apa alasannya? tolong jangan tinggalin aku” mohon Elaine sambil memegang lengan Adit

“Aku udah bosen sama kamu.. jelas ?” bentak Adit

Hati Elaine seakan tersambar petir
pada hari itu, tubuhnya terasa kaku tidak bisa digerakkan, jiwanya seakan sudah diambil oleh seorang malaikat kematian..
Bulir bening tidak henti-hentinya turun dari kedua matanya

“Maafin aku Len, aku terpaksa untuk nyudahin hubungan ini..
Aku ga bisa bilang kalo aku sekeluarga akan pindah ke Jepang” batin Adit dalam hati

Ya, Adit dan keluarganya memang dalam waktu dekat akan segera pergi ke Jepang, karena ayahnya dipindah tugaskan kesana..
Adit juga akan melanjutkan studi S2 nya di negeri matahari terbit itu..
Jadi kecil kemungkinan untuknya kembali ke Indonesia, itulah sebabnya dia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Elaine.
“Kamu jahat Dit…” ucap Elaine sambil mengusap air mata di pipinya dengan tangannya

“Mana janji kamu waktu itu yang bilang bahwa kamu akan selalu ada di samping aku ? Mana Dit mana ?!!?? Elaine sudah tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya

Elaine masih menatap mata Adit dalam-dalam..

“Maaf..
selamat tinggal” ujar Adit pelan

Itulah kata-kata terakhir Adit sebelum akhirnya meninggalkan Elaine seorang diri di taman itu

Selepas kepergian Adit, hujan turun dengan derasnya, membasahi tubuh kecil Elaine.
Langit seolah ikut menangis akan
berakhirnya hubungan mereka berdua

*Flashback Off*

“Adit jahat banget..
aku ga nyangka dia mutusin secara sepihak” gumam Shani

Andela kemudian mengangguk tanda setuju

“Tapi ternyata, dia ga sejahat itu.. ” ujar Elaine tertahan

“Eh? maksud kamu apa Len ?” tanya Andela penasaran

“Mmh… jadi, sekitar seminggu setelah kita berdua putus..
aku pergi ke rumah Adit..
dan ternyata rumahnya udah kosong, tetangganya bilang mereka sekeluarga pindah ke Jepang” jelas Elaine panjang lebar

“Mmh.. dan mungkin itu penyebab dia mutusin aku” sambung Elaine lagi

Wajahnya tertunduk lesu

“Kamu yang sabar ya Len” ucap Andela mengelus pundak Elaine

“Mmh.. iya, makasih Ndel..
emang jarak, sangat berarti dalam sebuah hubungan” ucap Elaine

Michelle yang dari tadi hanya diam saja dan lebih banyak mendengar, sontak pikirannya langsung tertuju kepada Razaqa..
Dia merasa bahwa kejadian yang menimpa Elaine ada sedikit kemiripan dengan kisah cintanya sekarang..

Razaqa pergi ke Jerman meninggalkannya, meskipun
Zaqa sendiri sudah berjanji akan kembali dan tetap mencintainya, Michelle tetap merasa khawatir..

“Zaqa.. kamu baik-baik aja kan disana ?” batin Michelle dalam hati

“Heeii Syeel, kok bengong?” Andela membuyarkan lamunan Michelle

“Eh…eng..engga papa kok hehe” jawab Michelle terbata

Suasana kemudian menjadi sunyi sejenak, mereka berempat melanjutkan makan mereka..

Setelah mereka selesai makan..

“Eh kalian sendiri gimana ? masih sama pacar-pacar kalian kan ??” tanya Elaine

“Alhamdullilah masih Len” jawab Shani
tersenyum

“Syukurlah, kamu Ndel?” Elaine mengarahkan pandangannya ke arah Andela

“Puji Tuhan masih hehe” jawab Andela

Elaine balas dengan senyuman

“Oiya, kamu Michelle kan ? kita dulu satu SMK tapi aku kurang kenal sama kamu dulu”

“Hehe iya Len” Michelle cengengesan

“Kamu udah punya pacar Syeel?” tanya Elaine

Michelle sejenak terdiam..
Lagi-lagi pikirannya tertuju kepada seorang cowok pencinta Barcelona yaitu kekasihnya, Razaqa
Disaat Michelle ingin menjawab, Andela memotongnya

“Dia udah ada pacar Len..
mmh.. tapi..” ucap Andela tertahan

“Tapi kenapa ?” tanya Elaine penasaran

“Ya.. bisa dibilang Michelle mirip sama kamu..
pacarnya lagi di Jerman ngelanjutin S2” ucap Andela

Michelle hanya bisa tertunduk

“Eh.. maaf Syel..
aku ga bermaksud..” Andela merasa bersalah karena membuat Michelle menjadi kepikiran tentang Razaqa

“Gapapa kok Ndel..
emang itu kenyataannya” jawab Michelle mencoba tegar
“Enak ya..
kalian udah pada punya pacar..” sekarang giliran Elaine yang tertunduk
*pada baperan*

“Eh gausah sedih gitu dong Len..
aku yakin suatu hari nanti ada cowok yang lebih baik daripada Adit” ucap Shani mencoba menenangkan Elaine

“Hmm.. makasih ya Shan..
aku harap juga gitu” Elaine menghela nafas panjang

Setelah mereka mengobrol ringan sebentar, mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah larut malam..

“Eh aku duluan ya, Mamaku udah nanyain nih.. sampai ketemu
dadah..” Elaine melambaikan tangannya kearah ketiga temannya
“Iya Len.. hati-hati” ucap Andela sedikit berteriak karena Elaine sudah berada cukup jauh di depan

Selepas kepergian Elaine

“Kamu pulang naik apa ?” tanya Shani kepada Andela

“Aku dijemput Kelvin Shan, katanya dia lagi otw” ucap Andela

Shani mengangguk-angguk

“Eh Syel.. kamu bareng aku aja ya..
Kelvin bawa mobil kok” bujuk Andela

Tadinya memang Michelle berencana untuk pulang naik angkot, tetapi karena hari sudah larut malam, Andela tidak tega jika Michelle sendirian, bagaimana jika hal buruk menimpanya

“Eh.. ga ngerepotin ??” Michelle ragu

“Iih emang kita udah temenan berapa lama sih Syeel ? ya engga lah..
kamu itu udah kaya saudara aku” ucap Andela merangkul bahu Michelle

“Hehe iya, makasih Ndel” jawab Michelle

Mereka bertiga sudah berada di luar mall..

“Eh itu supir aku dateng..
aku duluan yaa” pamit Shani

“Iyaa Shan hati-hati” jawab Andela

“Hati-hati Shan” ucap Michelle

“Iyaa… kalian juga” Shani mengangguk kemudian naik ke mobil supirnya

Sementara Andela dan Michelle masih menunggu Kelvin untuk datang

“Hufft.. mana ya Kelvin?” batin Andela sambil melihat jam tangan di tangan kirinya

Dia memutuskan untuk mengirimkan BBM kepada Kelvin

“Kamu dimana ?”

“Eh.. maaf Ndel..
lagi kejebak macet nih aku, sabar ya, mungkin 15 menit lagi aku sampe sana” balas Kelvin

“Oke deh..
gausah buru-buru
hati-hati”

*

“Kemana Kelvin Ndel ?” tanya Michelle

“Lagi kejebak macet katanya”

15 menit mereka menunggu, akhirnya tak lama kemudian, orang yang mereka tunggu datang juga

*To Be Continued*

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s