Silat Boy : Pertandingan Pertama Part 24

CnJGPUtWgAEeomp

Rizky kemudian berlari menuju Boim, lalu ia menyerang Boim dengan
pukulan-pukulannya. Boim hanya tersenyum meremehkan seraya menangkis
dan menghindari pukulan-pukulan Rizky.

Boim begitu gesit menghindarinya, saat ada kesempatan ia menyerang
balik. Rizky berhenti menyerang, kini giliran Boim yang menyerangnya.
Boim memukul wajah Rizky hingga ia mengaduh.

Boim lalu menendang betis Rizky hingga ia kesakitan. Saat Rizky sedang
berlutut karna kesakitan, Boim melompat lalu salto dan menendang wajah
Rizky hingga ia tersungkur.

Setelah itu Boim memukuli wajah Rizky dengan buas. Pukulan-pukulannya
begitu brutal. Bahkan serangan Rizky pun tidak ada apa-apanya jika
dibandingkan dengan ilmu beladirinya.

Wasit memisahkan mereka karna Rizky terlihat sudah tidak kuat lagi.
Rizky menyerah, ternyata ia memang tidak bisa mengalahkan Boim. Suara
tepuk tangan penonton mengiringi langkah Boim saat ia keluar arena.

Boim tersenyum puas, tinggal dua lawan lagi baginya untuk memenangkan
pertandingan ini. Rizky yang terluka diantarkan oleh temannya menuju
UKS di sekolah itu.

“Pertandingan kedua adalah Michelle melawan Gre, silahkan memasuki
arena pertandingan!” seru komentator, riuh penonton terdengar
memekikkan telinga disertai tepuk tangan.

Pertandingan kedua berlangsung cukup lama, kira-kira hampir setengah
jam. Keduanya sama-sama tidak mau mengalah. Keduanya begitu nafsu
untuk saling memukul satu sama lain.

Michelle berteriak seraya memukul Gre, tapi Gre menahan lengannya. Gre
dengan cepat berputar ke belakang Michelle, lalu menendang punggungnya
hingga Michelle jatuh tersungkur.

Michelle kemudian terlentang, ia sudah sampai pada batasnya. Nafasnya
tersenggal, ia sudah terengah-engah. Ia kehabisan tenaga, ia sudah
kelelahan. Tapi Michelle masih belum menyerah.

Gre juga sudah terengah-engah. Tapi ia terlihat masih sanggup untuk
melawan Michelle. Gre kemudian menghampiri Michelle, ia sejenak
menatap Michelle yang sudah terlentang.

Gre berdiri tepat di sebelah Michelle yang sudah terkulai lemah. Tanpa
diduga, Gre menendang wajah Michelle dengan kuat. Pandangan Michelle
seketika kabur, semuanya menjadi gelap. Tak lama ia akhirnya pingsan.

Michelle lalu dibawa ke UKS oleh beberapa orang. Pertandingan itu
akhirnya dimenangkan oleh Gre. Ia masih antusias, bahkan ia tersenyum
menatap penonton yang bertepuk tangan seraya meneriaki namanya.

Pertandingan ketiga Rehan melawan Ghaida. Terlihat tidak adil sekali,
laki-laki melawan wanita. Tentu saja Rehan yang akan menang, karna dia
seorang laki-laki. Tapi tidak menutup kemungkinan Ghaida akan kalah.

Mereka kemudian berjalan menuju arena pertandingan. Rehan hanya
tersenyum meremehkan lawannya itu. Tahun lalu ia mendapatkan lawan
seorang wanita, sehingga ia bisa sampai di semi final. Tapi kemudian
ia dikalahkan oleh Boim di semi final

Tahun ini sangat sedikit murid yang ikut pertandingan itu. Tidak
seperti tahun lalu, banyak sekali peminatnya. Mungkin mereka terlalu
takut pada Boim. Dan pesimis bisa mengalahkan Boim.

Pertandingan kemudian dimulai, Rehan tertawa kecil meremehkan
kemampuan lawannya. Sementara Boim hanya menatap Rehan dengan tatapan
sinis. Pertandingan itu telah dimulai, tapi mereka masih diam.

“Dia akan kalah, sombong sekali dia.” Boim sangat tidak suka pada sikap Rehan.
“Lihat saja, kau tidak tau sehebat apa gadis itu. Tahun lalu aku
bahkan hampir kalah melawannya.” sambungnya.

“Kak, aku liat kok kayaknya yang ikut pertandingan Silat gak ada kakak
kelasnya.” Rusdi bertanya pada Kak Ve.
“Kelas 12 udah gak bisa ikut pertandingan ini lagi, kalo kelas 10 sama
11 masih bisa!” jawab Kak Ve.

“Michelle sama Gre itu adik kelas kan? Terus Rizky, Rehan sama Ghaida
kelas berapa?” Rusdi kembali bertanya.
“Michelle sama Gre itu baru kelas 10, cuma mereka berdua aja yang
kelas 10. Sisanya kelas 11, sama kayak Boim.” jawab Kak Ve.

Mendengar nama Boim membuatnya sedikit bergetar. Apa ia takut? Tidak
boleh, ia tidak boleh takut. Kak Ve sudah mengajarinya untuk melawan
rasa takut itu.

Jika ia menyerah ataupun kalah, maka latihannya selama sebulan ini
akan sia-sia. Orang-orang terdekatnya akan selalu mendukungnya di
belakang. Tapi kini mereka hanya menonton di kursi tribune. Mereka
pasti berteriak keras saat ia menang nanti.

“Fokus, setelah ini kau yang akan bertanding.” Kak Ve membuyarkan lamunanya.
“Oh iya, kak!” jawab Rusdi, lalu ia kembali fokus pada pertandingan itu.

Saat ia kembali melihat, Rehan sudah tumbang. Rahangnya berdarah,
mungkin giginya ada yang patah. Ghaida kemudian berjalan santai
meninggalkan arena pertandingan, ia mengusap rambutnya yang pendek.

Tidak ada penonton yang bertepuk tangan, mereka dibuat bingung
olehnya. Ghaida dengan mudahnya menjatuhkan Rehan, hanya dengan
beberapa pukulan saja.

“Oh, Ghaida memang hebat! Baiklah, pertandingan berikutnya Rusdi
melawan Agil. Silahkan memasuki arena pertandingan.” ucap komentator,
seketika beberapa orang meneriaki nama Rusdi.

“Jangan lengah, kau harus bisa mengalahkannya dan sampai di final.” ujar Kak Ve.
“Ya, aku pasti menang!” balas Rusdi, ia sangat bersemangat.

Rusdi lalu memasuki arena pertandingan. Setelah itu wasit mengangkat
bendera, tanda sudah dimulainya pertandingan keempat. Setelah itu
wasit menepi ke pinggir arena.

Agil dengan buasnya melompat, ia hendak menendang Rusdi. Tapi Rusdi
menahan kakinya, lalu menariknya dan menjatuhkan Agil. Agil kemudian
berdiri, ia hendak menyerang kembali.

Tapi wasit menahannya, ia dinyatakan kalah. Agil jatuh diluar garis,
ia didiskualifikasi. Seketika penonton bertepuk tangan. Para wanita
bahkan ada yang histeris sambil meneriaki namanya dengan kencang.
Rusdi kemudian berjalan menuju Kak Ve.

“Bagus, tapi ini masih belum berakhir. Kau masih harus melawan dua
orang lagi. Setelah ini kau harus melawan Ghaida, lalu melawan Boim.
Aku berasumsi bahwa Boim bisa menang melawan Gre, dan pada akhirnya ia
sampai di final.” ujar Kak Ve.

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s