Silat Boy : Pertandingan Dimulai Part 23

CnJGPUtWgAEeomp

Akhirnya pertandingan Silat pun dilaksanakan. Rusdi datang bersama Kak
Ve. Ia mengenakan baju Silat berwarna hitam dengan sabuk berwarna
merah putih.

“Kak, apa aku bisa menang?” tanya Rusdi, tiba-tiba ia merasa pesimis.
“Menang atau kalah tidak penting, yang terpenting adalah kau harus
melawan rasa takutmu itu.” jawab Kak Ve santai.

Mereka terus berjalan menuju tempat pertandingan. Nampak di tribune
sudah ramai orang-orang. Tapi ia tidak melihat calon peserta yang akan
mengikuti pertandingan itu.

Rusdi kemudian melirik kearah kananya. Disana ada Kak Melody, Yona,
Naomi dan Epul yang memaksakan hadir walau ia sedang tidak begitu
baik. Kak Ve kemudian menyentuh bahunya.

“Jangan takut, mereka ada dibelakangmu. Jika kau tersudutkan, tatap
mereka. Maka kau akan merasa bersemangat lagi.” sekali lagi Kak Ve
tersenyum.
“Oh iya, kamu tunggu sama mereka dulu aja. Kakak mau daftar dulu.” Kak
Ve kemudian meninggalkannya.

Rusdi berjalan santai menuju orang-orang terdekatnya yang sedang
berkumpul. Mereka kemudian berseru riang saat ia menghampirinya. Itu
sedikit mengembalikan semangatnya.

“Ini dia jagoan kita.” Kak Melody menghampirinya, lalu merangkul bahunya.
“Kakak bisa aja.” ia tersipu malu, sedikit menundukkan kepalanya.

“Oh iya, kalo kamu menang mau hadiah apa dari kakak?” Kak Melody
menggodanya, sementara temannya yang lain hanya tersenyum melihat
Rusdi yang nampak malu-malu.

Rusdi sejenak diam, ia tidak tahu ingin minta apa. Tidak ada! Ia tidak
mau apa-apa. Saat Rusdi hendak menolak, ia tiba-tiba teringat sesuatu.
Sesuatu yang pernah membahagiakannya.

Ulung! Ia sangat merindukannya, merindukan sosok yang selalu ada
disisinya dalam suka maupun duka. Rusdi kemudian mengangkat lengannya,
menatap sayu gelang pemberian Ulung.

Kak Melody hanya menatapnya aneh. Dan teman-temannya juga sejak tadi
sudah tidak tersenyum lagi. Rusdi begitu serius menatap lamat-lamat
gelang itu. Tiba-tiba ide brilian muncul di kepalanya.

“Aku gak minta apa-apa dari kakak. Aku gak mau hadiah apapun. Yang aku
mau cuma Ulung. Aku mau kita semua berkunjung ke desa saat liburan
semester nanti, hanya itu.” ucap Rusdi.

“Cuma itu? Oke, kita semua nanti liburan ke desa. Tapi itu juga kalo
kamu menang, kalo kamu kalah kakak bakal hukum kamu.” Kak Melody
tertawa jahil menggodanya.

Seketika mereka tertawa melihat tingkah adik-kakak itu. Tapi ada yang
aneh, Epul hanya diam. Ya, sedari tadi ia hanya diam tidak tertawa
sama sekali. Tapi mereka tidak menyadari hal itu.

Beberapa menit kemudian, akhirnya pertandingan pun dilaksanakan. Kak
Ve kemudian memanggil Rusdi untuk mendekat padanya. Dengan cepat Rusdi
menghampirinya.

“Oke, ini peraturannya! Kamu harus pukul lawan kamu tanpa ampun. Dan
kalo lawan kamu menyerah, berarti kamu menang. Satu lagi, jangan sampe
kamu keluar garis. Kalo sampe keluar garis kamu bakal
didiskualifikasi.” ujar Kak Ve.

Rusdi dan Kak Ve kemudian duduk di pinggir arena pertandingan. Hanya
ada delapan orang yang akan mengikuti pertandingan itu. Dan disana
Boim nampaknya sangat percaya diri bisa menang.

Ia adalah juara bertahan selama tiga semester. Bahkan kakak kelas pun
mengakui kehebatannya. Dan tidak ada murid di sekolah itu yang berani
menantangnya. Hanya satu orang saja yang berani menantangnya, yaitu
Rusdi.

“Pertandingan Silat akan segera dilaksanakan, persiapkan diri kalian
masing-masing. Pertandingan pertama adalah Boim melawan Rizky, untuk
kalian silahkan memasuki arena pertandingan.” ucap Komentator.

Boim dan Rizky lalu menuju arena pertandingan. Rizky nampak sangat
percaya diri. Tapi ia tidak tahu, apa ia bisa mengalahkan Boim? Tidak
ada salahnya mencoba.

“Dengan ini, pertandingan dimulai!” suara komentator itu memekikkan
telinga, tiba-tiba setelah itu suara terompet dan suara tepuk tangan
penonton mengiringi pertandingan mereka.

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s