Silat Boy : Teknik Terakhir Part 19

CnJGPUtWgAEeomp

“Oke, hari ini kau akan belajar teknik dasar terakhir. Yaitu teknik
tendangan dan tangkisan dalam Pencak Silat.” siang itu Kak Ve sangat
cerewet, tidak seperti biasanya.

“Yang pertama adalah tendangan lurus ke depan, yaitu dengan hentakan
telapak kaki sejajar dengan bahu.” Kak Ve mempraktekannya.
“Itu terlihat mudah!” Rusdi dengan mudahnya menguasai tendangan itu.

“Yang kedua adalah tendangan melingkar, yaitu dengan hentakan punggung
kaki” kali ini Kak Ve hanya diam, tidak mempraktekannya.
“Kak? Aku tidak tau gerakannya.” balas Rusdi.

“Lain kali jangan sombong.” Kak Ve menatapnya datar, tanpa ekspresi.
“Maaf.” Rusdi menundukkan kepalanya.
“Asal kau tau saja, kesombongan dapat membuat seseorang lupa akan jati
dirinya.” Kak Ve masih menatapnya datar, Rusdi hanya diam.

“Yang ketiga adalah tendangan berbentuk huruf T, yaitu dengan
tendangan samping menggunakan hentakan telapak kaki.” Kak Ve
mempraktekan dua gerakan sekaligus.

Rusdi tidak banyak bicara. Ia tahu dua gerakkan itu adalah tendangan
sebelumnya yang Kak Ve lewatkan. Epul dan Naomi yang sejak tadi
menemani latihan Rusdi hanya diam disana.

“Aku bosan, apa latihannya cuma itu aja?” tanya Epul.
“Ini hanya teknik dasarnya aja, dia masih belum menjalani latihan
Silat yang sebenarnya.” jawab Naomi.

Keempat adalah tendangan samping, yaitu menendang dengan punggung
kaki. Rusdi bisa melewati semua teknik tendangan itu dengan mudahnya.
Kak Ve kini mulai terlihat serius mengajarinya.

Kali ini adalah latihan tangkisan dalam Pencak Silat, itu berarti Kak
Ve akan menyerang Rusdi dengan serius. Dan tugas Rusdi hanyalah
menangkis semua serangan Kak Ve.

Tapi sebelum Kak Ve menyerangnya, ia terlebih dulu mengajari Rusdi
bagaimana cara menangkis serangan lawan. Dan mengajari Rusdi beberapa
teknik tangkisan dalam Pencak Silat.

Teknik pertama adalah tangkisan dalam. Yaitu tangkisan dari luar ke
dalam sejajar dengan bahu. Lawan dari tangkisan itu adalah tangkisan
luar. Yaitu tangkisan dari dalam ke luar sejajar dengan bahu

Teknik selanjutnya adalah tangkisan atas. Yaitu tangkisan dari bawah
ke atas, untuk melindungi kepala dari serangan lawan. Dan lawannya
adalah tangkisan bawah. Yaitu Tangkisan dari atas ke bawah.

Setelah hampir setengah jam belajar tangkisan dalam Pencak Silat, Kak
Ve lalu duduk. Ia meminum air putih. Lalu diam sejenak, Rusdi kemudian
menghampirinya. Dan ia ikut meminum air putih disana.

“Latihan hari ini cukup dulu. Besok kita lanjut lagi.” ucap Kak Ve.
“Tapi sekarang baru jam 3, biasanya kan jam 5.” balas Rusdi, Kak Ve
lalu menyentuh bahunya dengan lembut.

“Siapkan mentalmu, besok kita sudah tidak latihan dasar lagi. Besok
kita mulai latihan serius. Kita sparing, dan jangan lengah sedikit
pun. Serang kakak dengan serius!” balas Kak Ve, Rusdi hanya menatapnya
bingung.

“Jangan ragu, ya?” sambung Kak Ve, lalu ia tersenyum menatap wajah
Rusdi yang nampak bingung.
“Ya!” Rusdi balas tersenyum, Kak Ve hanya menepuk pelan punggungnya.

Rusdi lalu membereskan barang-barangnya, ia memungut tas nya yang
sejak tadi tergeletak di lantai. Setelah itu ia pamit pulang pada Kak
Ve. Epul dan Naomi juga pamit pada Kak Ve.

Besok ia harus sparing dengan Kak Ve. Apa ia bisa mengalahkannya?
Entahlah, tidak ada salahnya mencoba. Hari ini ia harus kembali
berlatih di rumahnya. Benar-benar hari yang sibuk.

“Siapkan mentalmu!” Kak Ve sedikit berteriak di depan rumahnya, seraya
menatap kepergian muridnya itu
“YA!!!” teriak Rusdi, ia masih bersemangat.

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s