Silat Boy : Pola Langkah Part 17

CnJGPUtWgAEeomp

Hari kelima, Rusdi belajar pola langkah dalam Pencak Silat. Yaitu
langkah sebelum menyerang lawan. Dengan teknik ini, ia bisa dengan
mudah menyerang lawannya jika cara melangkahnya benar.

Pertama adalah pola langkah lurus. Merupakan gerak langkah yang
membentuk garis lurus, baik langkah maju maupun langkah mundur. Yang
mana pelaksanaanya dimulai dari kuda-kuda tengah.

Kedua adalah pola langkah zig-zag. Merupakan gerak langkah yang
membentuk mata gergaji atau pola zig-zag. Yang mana pelaksanaanya
dimulai dari sikap pasang dengan pola langkah serong.

Ketiga adalah pola langkah ladam atau huruf  U. Pelaksanaanya dimulai
dari sikap awal tegak. Gerakan kaki kesamping kanan, diikuti kaki kiri
merapat.

Kemudian kaki kiri maju, kaki ditarik kembali dan merapat kemudian di
gerakan ke samping kiri. Kaki kanan ditarik merapat, kemudian
dilangkahkan kedepan, dan kaki kanan ditarik    kembali merapat
seperti sikap awal.

Pola langkah ketiga agak sulit dilakukan, berkali-kali Rusdi gagal
mencobanya. Ia hampir saja menyerah. Kalau saja Kak Ve tidak
menyemangatinya, ia pasti sudah menyerah.

“Kak, susah!” rengeknya.
“Lakukan apa yang kamu bisa…” Kak Ve cengengesan.
“Kayak lirik lagu.” balas Rusdi, ia sedikit tertawa.

Kak Ve masih saja bercanda. Tapi berkatnya, Rusdi kini merasa ada
sesuatu merasuk ke dalam jiwanya. Seperti energi alam, itu membuatnya
merasa kembali bersemangat.

Tidak! Itu bukan energi alam! Melainkan energi inti bumi. Energi yang
selama ini digunakan oleh para Pesilat tangguh, seperti Pitung. Kak
Ve? Ia mentransfer energi itu tanpa menyentuh Rusdi.

“Ini…” Rusdi berkata dalam hati, ia masih bingung.
“Kak?” saat Rusdi menengok, Kak Ve hanya tersenyum manis padanya.
“Baiklah! Semangat!” Rusdi kembali mencoba pola langkah ketiga.

Hanya dalam dua menit saja ia sudah mampu menguasai pola langkah
ketiga. Bukan main! Energi itu sangat membantunya. Bahkan gerakan
Rusdi terasa lebih ringan dari sebelumnya.

Keempat adalah pola langkah segitiga. Pelaksanaanya berdiri di titik
0, geser kaki kanan ke titik 1, ikuti kaki kiri ke titik 2, lanjutkan
ke titik 4, lanjutkan juga ke titik 4 dan 5.

Berat badan di titik 5. Tarik kaki kanan ke titik 6, kaki kanan ke
titik 7 dengan kuda-kuda depan, tarik kaki kanan ke posisi awal. Yaitu
ke titik 1, pola langkah itu tidak kalah sulit dengan pola langkah
sebelumnya.

“Bagus, kau bisa menguasai pola langkah segitiga hanya dalam dua kali
percobaan. Baiklah, buat aku terkesan lagi. Pola langkah selanjutnya
jauh lebih sulit dari pola langkah lainnya. Yaitu pola langkah huruf
S.” ujar Kak Ve.

“Waw, aku… harus bisa!” Rusdi takjub melihat kemahiran Kak Ve
mempraktekan pola langkah kelima, yaitu pola langkah huruf S.
“Harus bisa!” Rusdi menyeringai, ia sangat bersemangat.

Kelima adalah pola langkah huruf S. Berdiri dengan posisi titik
menghadap sesuai dengan arah yang ditunjukkan. Geser kaki kanan kearah
berat badan di kaki kanan. Ikuti kaki kiri, kaki kiri ke titik 3 berat
badan.

Di kaki kiri selanjutnya, cabut kaki kanan lewati kaki kiri sampai di
titik 4. Kaki kanan yang di titik 4 putar ditempat. Sementara kaki
kiri yang ada di titik 3 injit, gugus kaki kiri lewat tanda panah
dengan jalur titik 6 sampai di titik.

“Berkat energi ini, aku bisa menguasai pola langkah huruf S dengan
mudah. Terima kasih, Kak Ve!” Rusdi masih berlatih pola langkah huruf
S, sementara Kak Ve mencoba pola langkah selanjutnya.

“Keenam adalah pola langkah segi empat. Pelaksanakannya bisa memakai
kombinasi kuda-kuda tengah, samping dan belakang.” Kak Ve berbicara
sambil mempraktekan.

Setelah itu, Rusdi mencobanya. Pola langkah segi empat jauh lebih
mudah dari pola langkah lain. Itu seperti gerakan dance dalam Silat.
Tapi meskipun mudah, pola langkah segi empat tidak kalah mematikan
dengan pola langkah lainnya.

Hari kelima mereka habiskan dengan belajar pola langkah. Besok hari
minggu, Kak Ve meliburkan latihannya. Selain itu Rusdi juga harus
mencuci baju putihnya yang kotor.

Sudah lima hari ia menggunakan baju putih polos itu sebagai baju
latihan. Lihatlah, bajunya amat kotor terkena peluh dan debu yang
berterbangan di sekitar sana.

Tapi meskipun besok libur, ia harus tetap latihan. Besok Rusdi akan
kembali belajar pola langkah. Tunggu, besok kan ia harus bermain
basket dengan Epul dan Naomi? Tak apalah, mereka pasti mengerti.

Sebulan ini Rusdi sibuk latihan. Ia mangabaikan Epul dan Naomi. Juga
mengabaikan pacarnya, Nabilah. Nabilah pasti sangat marah, mungkin
juga kecewa.

Tak apalah, ia bisa membicarakannya secara baik-baik dengan Nabilah.
Tubuh Rusdi sudah mengeluarkan banyak keringat. Bukan main, tubuhnya
pasti akan terbentuk sempurna jika ia melakukan latihan seperti ini
terus dalam sebulan.

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s