Silat Boy : Satu Minggu Part 10

CnJGPUtWgAEeomp

Malam-malam penuh rasa takut kembali datang. Malam itu Rusdi tidak
bisa tidur, ia terus memikirkan Nabilah. Bagaimana jika perkataan
sahabatnya itu benar? Ia dalam masalah besar, kali ini lebih besar
dari sebelumnya.

Rusdi hanya memandang kosong gelang yang ia kenakan. Apa yang harus ia
lakukan? Selama ia bersahabat dengan Ulung, ia tidak pernah
mendapatkan masalah.

Sejak kecil di desa itu ia hidup tenang, tidak pernah mendapat
masalah. Belasan tahun hidup senang tinggal di desa. Tapi baru
seminggu tinggal di Ibukota ia malah mendapat masalah besar. Oh
kejamnya Ibukota, apa yang harus ia lakukan?

Pukul 2 malam, ia akhirnya bisa tertidur setelah Kak Melody
menyuruhnya tidur. Besok hari minggu, tidak terasa ia sudah seminggu
tinggal di Jakarta. Tapi kini ia kembali merasa tidak nyaman tinggal
di Jakarta.

Ia terlalu takut pada Boim, sehingga hanya diam di rumah. Seharian itu
Rusdi hanya bermalas-malasan di rumah. Pagi hari Kak Melody berangkat
kerja. Sampai siang hari pun Rusdi masih tetap di rumah menonton tv.
Kakaknya hanya menggeleng pelan saja.

Bangun tidur ia langsung mengecek smartphonenya. Ada lebih dari 20
pesan dari Nabilah. Rusdi tidak membacanya, apalagi membalasnya. Ia
mulai mengabaikan Nabilah.

Siangnya Epul dan Naomi berkunjung ke rumah Rusdi. Kak Melody yang
baru saja pulang kerja mempersilahkan Epul dan Naomi masuk. Lalu
mereka menemui Rusdi di kamarnya.

Perlahan Naomi membuka pintu kamar itu yang tidak terkunci. Lalu ia
melihat Rusdi yang sedang tidur di kasurnya. Epul menghampirinya, ia
hendak membangunkan Rusdi. Tapi Naomi menahannya, lalu Naomi berbisik
di telinga Rusdi.

“Sampai ketemu besok di sekolah. Jangan takut sama Boim. Kami pasti
bantu kamu, Rusdi.” perlahan Naomi menjauh, lalu melangkah keluar
kamar dan kembali menutup pintu itu.

“Udah? Kok cepet banget?” tanya Kak Melody, yang sedang duduk di sofa.
“Rusdi lagi tidur, kita pulang aja.” Epul cengengesan.
“Oh yaudah, hati-hati di jalan.” balas Kak Melody.

Epul dan Naomi kemudian pulang ke rumah masing-masing. Sorenya mereka
kembali, tapi bukan ke rumah Rusdi. Melainkan ke lapangan dekat rumah
Rusdi. Itulah rutinitas mingguan mereka, bermain basket disana.

Esok pagi, Naomi dan Epul baru saja datang. Mereka melihat Rusdi yang
tengah asik mendengarkan lagu dengan earphonenya. Lalu Epul dan Naomi
menghampirinya.

Rusdi kemudian melepaskan earphonenya. Lalu mereka mengobrol ria. Pagi
itu Rusdi merasa seperti bebannya hilang. Ia sangat berterima kasih
pada Epul dan Naomi, sahabatnya.

Saat istirahat, gosip tentang Rusdi dan Nabilah menyebar dengan cepat.
Bahkan pagi itu Boim juga sudah tau. Rusdi memutuskan untuk diam di
kelas, ia tidak mau ke kantin meskipun Epul membujuknya.

Saat pulang sekolah, Nabilah tidak menemuinya. Nabilah hanya
mengabarkan bahwa ia sudah dijemput kakaknya, jadi tidak bareng Rusdi.
Rusdi sendirian, ia masih menunggu kakaknya.

Sesekali ia menengok ke kiri dan ke kanan. Takut jika Boim dan kedua
temannya tiba-tiba muncul. Smarphonenya berdering, Rusdi mengeceknya.

“Hari ini kakak pulang sore. Ada urusan mendadak di tempat kerja. Maaf
gak bisa jemput kamu.” itulah isi pesan dari Kak Melody, setelah
membacanya seketika hatinya berdebar kencang.

Boim? Ia harus menghindari Boim. Rusdi memutuskan untuk lewat jalan
lain. Minggu lalu ia dihajar habis-habisan oleh Boim di jalan itu.
Maka hari ini ia akan lewat jalan lain, lewat pasar yang ramai.

Kenapa ia harus berurusan dengan Boim? Minggu lalu ia babak belur, apa
minggu ini juga kejadian itu akan terulang kembali? Kejadian dimana ia
dihajar habis-habisan oleh Boim.

Rusdi perlahan melewati pasar yang ramai. Sesekali ia menengok ke
belakang. Takut jika tiba-tiba Boim muncul dan kembali memukulinya.
Saat ia menengok, jauh disana seseorang tengah berlari kearahnya.

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s