Roulette Love Part 8

 

“Yaak!! Lock Angels akan berkolaborasi dengan  Tejege! Dan Bonita akan berkolaborasi dengan Red Camisa!!”

“Haaaaah!!!??”

Semua penonton ikut terkejut begitu mengetahui hasilnya.

Melody dan Keynal saling bertatapan. Melody yang paling tidak menyangka dan tidak terima. Kalau akan satu tim bersama Keynal.

“Dan! Ini lha yang akan kalian tampilkan nanti,”

Sebuah layar di belakang bangku penonton menyala dan menampilkan judul cerita yang akan dibawakan oleh masing-masing tim.

~

“Cinderella?” ujar seluruh anggota RC dan Bonita.

“Putri Salju?” ujar L.A. dan juga Tejege.

Keynal dan Melody saling tatap. Keynal mengangkat bahunya, kemudian melepaskan tali yang tadi ia pegang.

“Jadi, nanti kalian akan menampilkan pertunjukkan theater sesuai dengan judulnya. Udah tau lah pasti cerita Cinderella dan juga Putri Salju?

Untuk penentuan pemeran bebas. Kalian tentukan sendiri. Meski ini satu tim. Tapi juri akan menilai kalian secara individu.

Paham?”

“Wa.wait berarti hasil pemenang ditentuin lewat total individu?” tanya Jeje.

Della mengangguk.

“Lha? Kalo nggak ikutan peran gimana? Maksudnya kan cerita Putri Salju paling cuma berapa peran ya kan?” tanya Ronald.

“Nah, berarti akan ada penilaian dari bagian make up, dekorasi, dan lainnya.

Misal tim Make Up untuk Putri Salju itu dari tim LA, nah itu dapet nilai tambahan. Terus dekorasinya dari tim Tejege, Tejege nanti dapet nilai tambahan,”

“Ribet dong.. Kita harus bagi secara detail dong? Dan tiap divisi selain pemeran gk boleh dicampur?” tanya Viny.

“Nah itu pinter..” ujar Della.

“Kenapa nggak satu tim satu cerita aja sih?” tanya Farin.

“Waduh, peraturannya begini. Saya kan cuma menyampaikan sajaa..” kilah Della.

Semuanya diam tidak bisa membantah.

“Hehe, oke kalo udah paham, kalian bisa nentuin pembagiannya dari sekarang, dan ini akan diadakan 2 minggu lagi, ya pada akhir bulan ini,” ujar Della.

“Dua Minggu!?”

“Iyaaa.. Selamat yaaa..” ujar Della dengan wajah gembira menyebalkan.

Kemudian ia ngacir sebelum ditimpukin.

~

Dan kini…

Bonita dan RC berada di satu ruangan untuk pertama kalinya!

Mereka memilih aula kosong di belakang kampus sebagai tempat berkumpul.

“So… Gimana?” tanya Ve.

Keynal dan Melody masih saja diam belum angkat suara.

“Kita bacain ceritanya aja dulu apa?” ujar Okta.

“Sini biar aku deh,” Viny mengambil alih dan mulai membacakan cerita tentang Cinderella yang sebelumnya sudah ia siapkan.

Viny mulai menceritakan kisah Cinderella dari A hingga Z.

“Kesimpulannya, ada beberapa peran dalam cerita ini.

1. Cinderella
2. Ibu Tiri
3. 2 saudari Cinderella
4. Pangeran
5. Ibu Peri
6. Tikus dan Burung

Sisanya mungkin kita butuh beberapa orang untuk mengisi pas acara dansa juga pemasangan sepatu saat pangeran keliling kerajaan untuk mencari Cinderella..” ujar Viny.

Yang lainnya manggut-manggut.

“Untuk pemilihannya gimana?” tanya Maul.

“Mau pilih sendiri?” tanya Viny.

“Ah jangan deh nggak adil nanti jatohnya. Mending undian gitu,” ujar Nobi.

“Iya sih, biar menghidari kecemburuan sosial,” sambung Elaine.

“Yaudah undi aja, siapin kertasnya Len,” ujar Shania.

Elaine mengangguk. Kemudian ia memotong kertas itu menjadi beberapa bagian kecil.

“Oh ya, jangan lupa masukin yang lainnya. Penata panggung, penata rias dan busana, penata cahaya, penata suara,” ujar Nobi.

“Kalo Sutradara gimana kak?” tanya Gre.

Semuanya saling tatap.

“Ngg.. Key? Mel? Gimana?” tanya Nobi.

“Gue Sutradaranya.” ujar Keynal dan Melody bersamaan.

“Hahahaha..” Boby tertawa lepas membuat semua yang ada di situ menatap ke arahnya.

“Eh maaf maaf.. Abis kalian lucu sih haha..” ujar Boby sambil menutup mulutnya.

“Jadi?” tanya Mario.

“Diundi aja biar adil,” Ayana angkat bicara.

Semuanya mengangguk tapi tidak dengan Keynal dan juga Melody.

“Oh ayolah jangan keras kepala,” ujar Farish.

Melody menatap tajam ke arah Farish.

“Udah, undi aja ya kak, kalo saling batu begini nggak selesai nantinya.. Waktu kita cuma dua minggu lho,” ujar Ve sambil menepuk pundak Melody.

Melody menatap Ve, amarahnya mereda saat melihat mata teduh Ve.

“Yaudah.. Tapi aku mau ini adil,” ujar Melody.

“Gimana Key?” tanya Ve.

“Yaudah undi aja,” jawab Keynal akhirnya.

Semuanya tersenyum dan menghela nafas setelah keadaan mengerikan tadi.

“Oke udah aku tulisin nih ya,” ujar Elaine sambil meletakkan potongan kertas yang sebelumnya sudah digulung.

“Di sisi kanan ini ada nama kita semua di sini, ini untuk pemilihan pemeran.

Di sisi kiri ada nama tim kita, untuk menentukan strukturnya. Cuma ada 6 kertas. Karena kita butuhnya 6 posisi termasuk sutradara.

Jadi total ada 14 kertas. 7 orang dari Bonita dan 7 orang dari Camisa.

Fear enough?”

Semuanya mengangguk paham mendengar penjelasan Elaine.

“Gue yang nyatet ya hasilnya,” ujar Nino sambil menunjukkan kertas yang sudah ia tuliskan pemeran dan juga posisi.

“Oke thanks,” ujar Viny.

“Di mulai dari siapa?” tanya Gaby.

“Bonita,”

“Red Camisa,”

Lagi-lagi Keynal dan Melody mengucapkannya secara bersamaan.

“Hadeuuh haha,” Boby kembali tertawa  tapi kali ini ia bisa menahannya.

“Suit deh suit,” ujar Nabil.

“Oke,” Melody dan Keynal maju mendekat.

“Siap ya… Satu.. Dua.. Tiga!”

Keynal mengeluarkan Ibu jarinya. Sedangkan Melody dengan jari kelingkingnya.

“Yuhu…~” Melody melangkah menuju tumpukan kertas.

“Yang kanan dulu kak, kita nentuin pemerannya dulu,” ujar Elaine.

“Lha? Nggak strukturnya dulu?” tanya Maul.

“Haduuh udah napa Ul, protesnya tahan dulu, udah malem ini!” ujar Shani.

“Eh yang ngajak ngomong situ siaapa?” tanya Maul sambil menunjuk Shani.

“Maul!!” geram Shani, saat ia hendak mendekat ke arah Maul tangannya ditahan oleh Gre.

“Udah kak, pilih peran aja dulu, biar cepet,” ujar Andrew.

Melody melengos dengan angkuh.

“Ish..” Andrew memutar matanya malas.

“Oke pemeran dulu ya.. Nama yang akan muncul nanti akan nenerankan sebagai Cinderella,” ujar Elaine.

Melody mengambil satu kertas. Kemudian dengan perlahan ia membuka kertas itu.

Deg.

Deg.

Deg.

Deg.

Deg.

Melody membuka gulungan kertasnya dengan perlahan..

Setelah membaca isinya, reflek alisnya bertaut.

“Ngg ini untuk peran apa?” tanya Melody.

“Cinderella dulu kak,” jawab Viny.

Melody menelan salivanya dengan sudah payah.

“Siapa kak?”

Melody menyerahkan kertas itu kepada Elaine.

“Melody?” ujar Elaine sambil membaca isi kertas itu.

“Lhaa!?” Hampir semua Red Camisa terkejut.

“Eh tunggu-tunggu. Dia kan cocoknya jadi ibu tiri?” ujar Maul.

Melody melirik tajam ke Maul.

“Nah kan liatkan? Nggak usah akting juga udah pantes,” ujar Maul.

“Iyaa lagian yang jadi Ibu Tiri siapa selain dia? Muka kalem semua gitu?” ujar Nabil sambil menperhatikan anggota Bonita yang lainnya.

“Udaah deh? Kan udah perjanjian kalian juga bakalan menyetujui ini?” ujar Ve.

“Wah kalo bidadari udah berbicara repot,” ujar Nabil. Ve merengut menggembungkan pipinya.

“Udah udah, lanjut. Kak Kinal?”

Viny meminta Keynal untuk mengambil kertas.

Keynal melangkah sambil tangannya masih ia silangkan di depan dada..

“Hmm..” Keynal mengambil satu kertas dan membukanya.

Keynal tersenyum..

“Ini untuk Ibu tiri ya?” tanya Keynal.

Viny dan Elaine mengangguk.

“Veranda,” ujar Keynal.

“Baaaaah!!? Makin terbalik! Hahaha,” ujar Maul.

Suasana riuh, Bonita juga tertawa pelan karena mereka membayangkan sosok Ve menjadi Ibu Tiri?

“Haduuh, mau kali jadi anak tirinya juga nggak apa,” celetuk Mario

“Lu mah anak king kong Mar,” celetuk Shani.

“Walaah, berarti bokap nyokap lu king kong Mar?” ujar Nabil.

Semuanya kembali tertawa. Bonita cukup terhibur dengan celetukan dari Red Camisa. Mereka tidak menyangka grup bebuyutan mereka malah menjadi menyenangkan seperti ini.

“Oke next nih, untuk dua orang saudara tiri,” ujar Viny.

“Kak Ve, sama…”

“Gue,” ujar Farish. Kemudian ia maju mendekati Elaine begitu juga dengan Veranda.

Keduanya mengambil kertas bersamaan.

Saat membaca nama di kertas itu keduanya tertawa.

“Lho kenapa?” tanya Elaine.

“Kak Ve siapa?” tanya Viny.

“Boby,” jawab Ve.

“Shania Junia,” jawab Farish.

“Hah!?” Red Camisa terkejut. Asli terkejut. Semuanya melirik ke arah Boby.

Sedetik kemudian.

“Bhuahahaha!!” Nabil tertawa paling keras dari yang lainnya.

“Boby pake baju cewe doong!?” ujar Nabil.

Boby menatap malas kepada teman-temannya itu. Pipinya memerah menahan malu.

“Hahaha, kalo Boby jadi cewe, ganti nama dong?”

“Jadi Bebyyy…” ujar Nabil.

“Wuahahaha…” Semuanya kembali tertawa, tepatnya menertawakan Boby.

“Kampret dah ah,” ujar Boby yang diberikan tepukan pundak oleh Keynal.

“Sabar ya.. Gue yakin.. Lo bakal cantik kok,”

“Wahahaha..” gelak tawa kembali terdengar.

“Sabar ya Nju haha, tapi cocok sih jadi peran jahat,” celetuk Gaby.

“Yaa.. Nggak apa sih emang, tapi masalahnya partnernya ini,” ujar Shania sambil melirik Boby.

“Haha, Boby mah kecil Nju,” ujar Ayana.

“Emang kecil,” ujar Shania dengan tampang mengejek.

“Haha jahat dasaar,”

“Biar seru Ibu Peri sama piaraannya dulu yaa,” ujar Elaine.

“Wah cocok! Ide bagus!” ujar Nobi.

Semuanya mengangguk setuju.

Kini giliran Shania yang maju. “Eh ini apa?” tanya Shania.

“Ibu Peri Shan,”

“Ibu perinya…” Shania menoleh ke arah Bonita dan Red Camisa.

“Oh please, jangan kita-kita,” ujar Nobi.

Red Camisa menegang, menelan ludah. Mereka tidak bisa membayangkan kalo mereka akan menjadi Ibu Peri.

“Nabil…” ujar Shania.

Semuanya menoleh ke Nabil yang sedang melongo. Menganga. Bego.

“Mampuuuusss!!!” ujar Red Camisa.

“Hahaha duuuh kan jadi Ibu Peri, cucok dong pake sayap gituuu,” ledek Mario.

“E.eh.. Itu bisa diulang nggak?” ujar Nabil.

“Nggaaaak!!” teriak semuanya.

“Ini… Makin absurd aja..” ujar Sinka.

Gre mengangguk setuju. Keraguan mulai muncul karena yang terpilih tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Untuk burung nih, ayo Red Camisa,” ujar Viny.

Boby mengangguk dan maju menghampiri. Mengambil satu kertas.

“Jadi siapa isinya kakak tiri?” ledek Elaine.

“Diem deh,” ujar Boby sambil menggeleng.

“Shania Gracia nih,” ujar Boby.

Semuanya mengangguk tanpa komentar.

“Jahat banget..” ujar Gre lirih sambil menunduk.

Sinka yang berdiri disebelahnya menepuk pundak Gre.

“Susah emang kalo cuma jadi cameo,”

“Aku juga cameo kok sabar ya Gre,” ujar Ayana.

“Lha? Kamu mah emang belum ke pilih,” ujar Gre.

“Maksud aku di ff ini,”

“Oih iya sih.. Samaan ya,” Ayana dan Gre berpelukan (ini apaan sih thor -.-“).

“Next, untuk tikus,” ujar Viny.

Bonita saling lirik.

“Yee udah siapa aja sana,” ujar Melody.

Ayana mengangguk ia menghampiri Elaine.

“Hmm..” Ayana membuka kertas yang sudah ia pilih.

“Okta?” ujar Ayana sambil membaca kertas itu.

“Lha?” Okta terkejut.

“Cocok kok cocok,” Nobi, Maul dan Mario menepuk pundak Okta.

“Sialan,” umpat Okta pelan sambil merengut. Giliran dapet peran malah jadi tikus.

“Oke ini yang ditunggu nih,” ujar Viny.

“Pangerannyaa~” ujar Elaine.

Nobi berjalan menghampiri Elaine.

Kemudian mengambil kertas.

“Pangerannya…” Nobi menatap Red Camisa dan Bonita bergantian.

“Oh please Nob, jangan bikin ini makin absurd karena pangerannya dari tim Bonita,” ujar Melody.

“Nggak kok, pangerannya kan Maul,” jawab Nobi santai.

“Haaah!!?”

Bonita dan Red Camisa terkejut.

“Mampus deh,” ujar Melody sambil menepuk jidatnya.

“Kok? Lo serius Nob?” tanya Maul.

“Lha? Serius kali,” Nobi menunjukkan kertasnya.

“Haha.. Pangeran Maul, aku akan berbakti,” ledek Nabil sambil membungkuk.

“Eh Ibu peri diem ajaa,” ujar Maul.

“Hahahaha, kacau dah ni drama,” ujar Farish.

Kemudian mereka melakukan pemilihan untuk Penata panggung, Penata Rias dan Busana, Penata Cahaya, Penata Suara, dan Sutradara.

Red Camisa terpilih untuk bagian Penata Cahaya dan Panggung, sedangkan Bonita terpilih untuk Penata Rias dan Busana juga Suara.

“Yaa seenggaknya ini sesuai lha,” ujar Gre. Diangguki yang lainnya.

“Untuk sutradara?”

Gaby maju untuk mengambil kertas.

“Oke, siapa Gab?” tanya Viny.

“Sutradaranya, dari… Red Camisa,” ujar Gaby sambil membacakan isi kertasnya.

Melody langsung tertunduk lemas. Hilang sudah harapannya untuk memimpin drama ini.

“Jadi Siapa?” tanya Viny sambil menatap Red Camisa.

“Yaa.. Keynal lha?” ujar Nabil.

“Lho gue? Gue dekor aja, kenapa nggak Nobi? Dia kan pernah ikutan theater di sini?” ujar Keynal.

Semuanya menoleh ke arah Nobi.

“Gimana Nob?” tanya Keynal.

“Gue sih mau aja,” jawab Nobi.

“Bisa dipercaya?” tanya Melody sinis.

“Iya. Tenang aja,” jawab Keynal singkat.

“Oke jadi udah semua yaa?” ujar Viny.

“Bacain dari awal No,”

“Oke..

Untuk pemeran, Cinderella Kak Melody, Ibu Tiri Kak Ve, Saudari A Kak Boby, saudari B Kak Shania, Pangeran Kak Maul, Burung Gre, Tikus Okta.

Penata Cahaya sama Panggung Red Camisa, Penata Rias Busana dan Suara Bonita.

Sutradara Kak Nobi,” ujar Nino.

Semuanya mengangguk.

“Baiklah.. Jadi untuk dua minggu ke depan,”

“Mohon bantuannya!!”

ujar Red Camisa dan Bonita beraamaan sambil membungkukkan badan.

~

H-13

Sehari setelah mempeributkan dan berdiskusi panjang juga berdebat hebat. Mereka kini sedang mempersiapkan semua hal untuk acara pertunjukkan nanti.

Semuanya terbagi menjadi beberapa kelompok. Mereka yang mendapatkan peran tidak terlalu banyak ikut campur dibagian penataan.

Mereka saling percaya satu sama lain. Meski mereka rival kini lawan mereka hanya satu. Ya tim B yang beranggotakan Lock Angels dan Tejege.

Mereka kembali berkumpul di tempat yang sama, hari ini untuk membicarakan tugas masing-masing.

“Ini naskahnya udah gue bikin, kalian baca dulu yang bener, hayati perannya, harus bener-bener bisa memerankannya,” ujar Nobi sambil membagikan naskah kepada para pemerannya.

Kemarin malam setelah rapat dadakan itu Nobi yang terpilih sebagai sutradara langsung mengambil inisiatif untuk membuat naskahnya, kemudian juga membuat kliping berupa referensi kostum, dekorasi panggung, dan juga musik pengiring.

“Keynal gue jadiin ketua penataan panggung ya, terus farish nanti penata suara.

Bonita gimana?” tanya Nobi.

“Kostum sama make up nanti yang ngetuain Viny, untuk penataan cahaya Sinka yang ngetuain,” ujar Melody.

“Oke, udah tau posisinya masing-masing kan ya?” ujar Nobi.

Semuanya mengangguk paham.

“Oh ya, gue udah bikin klipping untuk referensinya, ini Keynal, ini Farish, ini untuk lo Vin, dan ini untuk Sinka,” ujar Nobi sambil memberikan berkas dan juga sebuah fd berukuran 16GB.

“Ada di sini semua?” tanya Viny.

Nobi mengangguk.

“Hm, jangan ragu untuk nanya ya, kaya Viny bisa nanya ke Farish kalo ada ke susahan, Farish juga bisa tanya ke Bonita. Gue tau kita sama-sama gengsi karena kita rival dari awal.

Gue tau Bonita punya harga diri tinggi. Dan nggak suka kalo berhubungan dengan kami. Kita Red Camisa juga punya harga diri kami sendiri. Tapi untuk kali ini. Gue lebih nggak suka kalo gue kalah.

Dan gue yakin Bonita juga nggak suka kalah?”

Melody dan yang lainnya mengangguk.

“Jadi lupain selama dua minggu ini, Red Camisa atau Bonita Girls, yang ada cuma … Cuma … Kita perlu bikin nama tim ini nggak sih?” tanya Nobi.

Semuanya menautkan alis.

“Wa.wait lo serius?” tanya Maul.

“Gue pikir sih butuh,” ujar Farish.

“Bonica?” celetuk Gaby.

“Hadeuh…” Bonita menggelengkan kepalanya tidak setuju.

“Bonita artinya cantik ya?” tanya Mario.

Ayana mengangguk.

“Camisa kotak-kotak,” ujar Mario.

“Kotak Cantik? Nggak enak ya,” tambah Mario.

“Please Mar,” ujar Nino sambil melirik Mario.

“Hehe,” Mario nyengir.

Hening kembali, semuanya larut dalam pikirannya untuk mencari nama yang cocok untuk tim mereka.

“Lolipop?” tanya Ayana.

“Lha? Kenapa tiba-tiba lolipop?” tanya Nabil.

“Ya kan lucu? Red Lollipop?” ujar Ayana.

“Ayana mending tidur?” celetuk Shania.

“Iiih jahat kaaan..” Ayana manyun.

Keynal menggelengkan kepalanya, ia mengedarkan pandangannya ke aula kosong ini.

“Cinderella aja nama timnya,” ujar Keynal, matanya masih menatap sekeliling aula ini.

“Hmm boleh juga,” ujar Ve.

“Ya setidaknya nggak jauh dari temanya,” ujar Gre.

“Yap,” Keynal mengangguk mantap.

Diam-diam Melody menatap kagum kepada Keynal. Bahkan timnya menyetujui usulan Keynal.

Pengambil keputusan yang tepat.

“Yaudah fix ya berarti Cinderella Team?” ujar Nobi.

“Yosh!” Semuanya mengangguk.

“Yaudah kita bisa langsung kerja! Ayo ayo!”

~

Mereka berpencar sebagian yang mendapatkan peran menuju ruang teater untuk pembacaan naskah dan juga latihan.

Sedangkan yang lainnya ada yang mengecek lampu, mencari desain kostum yang menarik, ada yang mendengarkan musik-musik untuk backsong nanti.

“Kerjanya yang bener dong!” teriak Shania lantang.

“Ya! Ngepel gitu doang nggak bisa!” ujar Boby.

“Bob suaranya Bob,” tegur Nobi.

“Susah kaliii!! Masa harus neken terus?” ujar Boby.

“Lha? Emang perannya gitu kan?” ujar Boby.

“Udah kali kaak, turutin ajaa,” ledek Elaine dari belakang.

“Turutin matamu??” pekik Boby.

“Hahaha,” yang lainnya tertawa melihat Boby kesusahan.

“Oke ekhem…” Boby menyiapkan suaranya.

“ya! Ngepel gitu aja nggak bisa!!” ujar Boby.

Nobi menahan tawanya saat mendengar suara lengking Boby.

‘Tahan…tahan..’ batinnya.

“Udah yuk! Kita tinggal aja, jangan lupa semua harus rapih!” ujar Shania. Kemdian ia memeluk lengan Boby dan berjalan ke belakang panggung.

“Cinderella mengerjakan tugasnya? Mengeluh? Tidak.. Ia terus mengerjakannya dengan semangat.. Sampai tiba-tiba..” ujar Nobi yang menjadi narator.

Prang…

“Astaga..” Melody melihat ke arah vas bunga yang tersimpan di atas meja kecil.

“Cinderellaaa!!!”

“Oh tidak, gawat ini..” Melody melihat ke arah vas bunga. Ia bingung harus gimana.

Ve masuk dari sisi panggung.

“Astagaa!! Pecah lagi!? Kau! Kali ini!!”

“Permisiii!!!”

Ve yang tadi hendak menampar Melody menoleh, ia melihat Nino masuk.

“Permisi..” ujar Nino.

“Iya ada apaa?” ujar Ve ramah.

“Saya utusan dari kerajaan ingin mengumumkan akan ada jamuan di istana, Pangeran sedang mencari Permaisuri,” ujar Nino sambil berpura membaca perkamen yang dibuat dari kertas naskah.

“Waaah, kami akan datang kami akan datang,” ujar Ve. Nino memberikan undangan itu kepada Ve.

Elaine sedikit tersenyum melihat akting Ve, ternyata sangat menjiwai.

“Baik kalau begitu saya permisi,” ujar Nino.

Ve tersenyum sambil membaca isi undangan. Ia melihat Melody yang menatap penuh rasa penasaran.

“Heh!? Apa lihat-lihat!? Lanjutkan tugasmu pembantu!” ujar Ve sinis.

Melody menunduk sedih. Meski dalam hati ia penasaran. Ia kembali mengerjakan tugasnya.

“Cut! Oke sip!!” ujar Nobi senang.

“Haaah…” Melody menghela nafas.

“Kita break dulu ya 20 menit,” ujar Nobi.

“Okee,” ujar semuanya.

“Hai hai hai.. Makanan dataang,” ujar Nabil yang datang bersama Gaby.

“Wah pas bangeet!!” ujar Ayana yang tadi mau tiduran langsung bangun dan menyerbu Nabil.

“Busee, sabar woy,” ujar Nabil.

“Makan dulu yuk semuanya,” ujar Nobi.

Keynal dan tim dekorasinya menghentikan aktifitas mereka. Mereka sedang membuat latar belakang tadinya mengfunakan sterofoam.

Anggota Bonita lainnnya juga mendekat.

Mereka membentuk lingkaran besar..

Bonita saling menggenggam tangan anggota di samping-sampingnya.

“Kalian ngapain?” tanya Maul yang kebetulan duduk di sebelah Melody.

“Ini yang kami lakukan jika mau makan bersama, berdoa,” ujar Meloy dingin.

Maul melirik ke arah teman-temannya.

“Kita nggak harus gitu kan?” tanya Mario.

Sinka menggenggam tangan Boby yang berada di sebelah kirinya.

Boby menoleh.

“Ayo udah laper nih,” ujar Sinka.

Boby menghela nafas kemudian menaruh tangannya di atas paha Keynal.

“Astagaa dasar cewe,” sunggut Keynal.

Akhirnya Keynal ikutan menaruh tangannya di atas tangan Boby.

“Key? Serius?” tanya Nabil yang berada di sebelah Key.

“Udah buru ah,” ujar Keynal.

Nabil menghela nafas kemudian ikutan menaruh tangannya di atas tangan Keynal.

Semuanya melakukannya tanpa bersuara sambil menatap ke langit-langit. Awkward.

“Ul?” tanya Nobi yang berada di sebelahnya.

“Ah.. Harus banget? Tinggal makan aja,” ujar Maul.

“Buruu!!” Melody menjewer telinga Maul.

“Aduduh.. Iya iyaa!!” Akhirnya Maul menggenggam tangan Nobi dan juga Melody.

“Berdoa mulai,”

Semuanya menunduk khidmat. Memanjatkan doa, bersyukur atas RizkyNya.

“Selesai.. Selamat makaaaan!!” ujar semuanya bersamaan.

Semuanyai riuh memakan nasi kotaknya masing-masing.

Meski hanya makanan sederhana tapi karena bersama semuanya menjadi berbeda.

Suasana makan semakin riuh saat Nabil berusaha mengambil tempe Keynal, dan tentu saja Keynal bersikeras tidak mau memberikannya.

Persahabatan di antara mereka semakin terasa..

Tapi..

Melody menatap aneh ke arah Sinka dan juga Boby.

Mereka terlihat…

Mesra?

-TBC-

 

-Falah Azhari-

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Admin numpang bikin note Thor :3

So, gue selaku admin pengen ngasih tau doang……
Ada yang seru loh #DUAMINGGULAGI !

Penasaran? Bisa kepoin page ini atau tanya-tanya kesini :3

1469112175107.png

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s