0801, part 2

Aku masih ingat bagaimana Naomi terjatuh tepat di depan ku, aku masih bisa melihat ketakutan di wajah nya saat dia jatuh, setiap aku menutup mata ku teriakan nya masih bisa ku dengar, aku tak akan pernah bisa melupakan hari itu.

Aku terbangun dengan napas tersengal dan keringat yang mengucur deras, aku mengalami mimpi buruk itu lagi mimpi yang sama yang selalu ku alami selama berminggu minggu. Aku ambil obat anti depresi ku lalu ku minum beberapa butir dengan bantuan vodka,  aku tak ingat kapan aku menjadi seorang pemabuk tapi hanya vodka yang bisa ku minum sekarang, aku tahu itu buruk ditambah lagi aku memakai obat anti depresi yang cukup keras itu adalah kombinasi yang buruk.

Aku mencoba menemui dokter tetapi dia hanya memberi ku obat anti depresi dan satu obat lagi yang menurut nya bisa menekan mimpi buruk, tetapi itu tak berhasil aku terus memimpikan kejadian yang sama dan aku sudah merasa lebih dari cukup untuk melihat mayat Naomi yang kondisi nya semakin buruk setiap mimpi yang ku lewati. Aku sudah tahu setiap detail dari mayat Naomi, kepala nya yang pecah dan darah yang membanjiri diri nya, dan yang paling mengerikan adalah bagaimana tulang kaki Naomi yang menusuk keluar.

Aku sudah beberapa kali dimintai keterangan oleh polisi untuk kasus Naomi dan penyerangan oleh fans itu, polisi masih mencoba mencari hubungan antara kematian Naomi dan penyerangan oleh fans nekat itu, meski pria itu menolak  tuduhan dia melakukan sesuatu yang berhubungan dengan kematian Naomi tetapi polisi bersikeras bahwa kedua kasus itu berhubungan.

Sebuah notifikasi masuk dan itu adalah sebuah chat yang masuk, dari Frogmaster. Cepat cepat aku berlari dan membuka chat itu aku rasa dia tahu tentang mimpi ku dan kematian Naomi.

“Hey Teo bagaimana kabar mu ?.” tanya nya.

“Ada apa dengan blog mu itu, semenjak aku membuka nya aku mengalami mimpi dan kejadian buruk ?.” tanya ku yang yakin itu semua berhubungan.

“Apa maksud mu ? itu hanya blog biasa,”

“Setelah membuka blog mu aku mengalami mimpi buruk yang menjadi kenyataan,”

Dia tak membalas chat ku untuk beberapa saat, apa dia terkejut mendengar itu ? atau dia sudah tahu dan sedang memikirkan alasan.

“Hahaha kau lucu, bagaimana mungkin blog ku bisa membuat membuat mimpi buruk mu menjadi kenyataan. Maksud ku itu memang keren tetapi itu tak mungkin dan kau tahu itu,”

Setelah itu dia menutup chat dan tak membalas chat ku, dia memang sering seperti itu dan dia selalu beralasan bahwa dia mempunyai jaringan internet yang buruk, tetapi setelah kejadian kemarin aku menjadi curiga ada alasan lain kenapa dia tak membalas chat ku lagi.

Hari ini aku harus menemui Rizal editor ku, sudah beberapa hari aku kehilangan mood ku untuk menulis dan aku sudah jauh dibelakang jadwal dan Rizal sangat marah tentang itu. Ini bukan pertama kali nya aku mengalami writter block dan tertinggal oleh jadwal tetapi ini pertama kali nya Rizal marah tentang itu.

Ku ketuk pintu kantor nya sebelum masuk, aku sudah puluhan kali masuk melewati pintu ini tetapi kali ini aku merasa berat, aku takut untuk masuk ke dalam, aku takut untuk menemui Rizal. Aku hanya berdiri memandangi selembar pintu untuk beberapa menit hingga akhir nya aku berhasil mengumpul keberanian ku untuk masuk ke dalam.

“Kenapa kau butuh satu jam untuk membuka pintu itu,” ucap Rizal saat aku masuk.

“Aku…,” aku tak bisa menyelesaikan kata-kata ku karena aku tak tahu bagaimana menjelaskan nya pada Rizal.

“Sudahlah itu tak penting, yang terpenting apa yang terjadi pada mu ?.”ucap nya sambil menunjuk ku.

“Aku baik,” jawab ku.

Aku duduk dan Rizal masih terus memandangi ku sambil terus mengeleng, dia lalu mengambil sebuah map dari laci dan membuka nya lalu meletakan nya diatas meja. Aku kenal map itu, map yang sama yang ku tanda tangani beberapa bulan yang lalu.

“Kau tahu isi kontrak ini kan ?.”

“Tentu dan aku tahu maksud mu menunjukan map itu,” jawab ku.

“Benarkan ? lalu apa maksud ku ?.”

“Aku tertinggal jauh oleh jadwal, dan menurut kontrak itu aku seharus nya sudah menyerahkan draft kasar dari novel ku,”

“Baguslah kalau kau paham, karena aku bukan lah tipe orang yang suka menjelaskan lagi isi sebuah kontrak.Teo kita sudah lama berteman, dan  aku tak terlalu mempermasalahkan jika kau belum bisa menyelesaikan draft mu tapi ketua editor adalah seorang yang benci jika sesuatu terlambat dari jadwal nya,”

“Aku sedang berada dalam kondisi yang buruk, aku kehilangan diri ku,”

Rizal berdiri dan menghampiri ku, dia menepuk bahu ku untuk membuat ku merasa lebih baik. Ini adalah salah ku sendiri yang tak bisa menyelesaikan kewajiban ku, tetapi mimpi buruk itu benar benar menghancurkan ku, aku harus menghentikan nya atau aku tak akan pernah mendapatkan diri ku lagi.

“Maaf soal ini, kau tahu aku harus kembali dan menyelesaikan draft ku,”

“Maaf jika aku harus memaksa mu, mungkin aku bisa meminta sedikit waktu pada Falah,”

Aku kembali ke apartement dan langsung menuju meja ku, ku buka lagi draft ku yang tak ku sentuh selama beberapa hari. Aku melihat baris terakhir dari draft itu, aku ingat terakhir kali aku melanjutkan draft ini di malam saat aku mendapat email sialan itu.

Ku tarik kursi ku dan ku coba duduk, jari jari ku terasa gatal ingin mengetik sesuatu tetapi semua ide ku tertahan di belakang kepala ku. Aku duduk memandangi layar laptop ku untuk waktu yang lama tetapi tak sebaris pun draft ku bertambah, disaat aku hampir putus asa sebuah ketukan terdengar dari pintu ku.

“Melody ? kamu ngapain disini ?.”

Tanpa menjawab pertanyaan ku dia langsung memeluk ku, aku tak tahu harus bagaimana jadi aku hanya membiarkan nya saja.

“Rizal menelpon ku dan mengatakan dia khawatir kepada mu,” ucap nya dengan wajah yang khawatir.

“Aku hanya sedang mengalami writer block yang parah, itu saja Rizal terlalu berlebihan,”

“Teo sudah berapa lama kita bersama ? sebuah writer block tak akan membuat Rizal menelpon ku,”

“Percayalah pada ku, aku baik baik saja sudah ku bilang writer block ku kali ini sangat parah…”

Melody meletakan jari nya di bibir ku membuat ku berhenti bicara.

“Kau tahu aku paling benci dibohongi, baiklah jika kau tak mau memberi tahu ku masalah mu paling tidak biarkan aku membantu menyelesaikan nya. bagaimana jika kita makan siang ?.”

“Mel, bagaimana jika salah satu fans mu melihat kita kau tahu itu berbahaya,”

Aku sudah cukup lama menjalin hubungan dengan Melody, diawali dengan kerja sama untuk mempromosikan salah satu buku ku hubungan kami berlanjut sampai hari ini. Meski begitu kami tetap berusaha menyembunyikan hubungan kami dari fans atau media, dan pergi makan siang hanya berdua itu berbahaya biasa nya kami mengajak beberapa member lain.

“Jika sebuah makan siang tak bisa menghilangkan writer block mu bagaimana jika….,”

Ada banyak cara yang ku lakukan untuk menghilangkan writer block ku, biasa nya dengan berjalan jalan, atau mungkin membaca buku jika aku kehabisan ide, kadang Melody membantu ku dengan menghabiskan hari bersama lalu yang sedang kami lakukan berdua.

Matahari telah terbenam beberapa jam yang lalu dan Melody sedang tertidur, aku berusaha tak membangunkan nya lalu kembali ke meja ku. Ku buka lagi draft ku, coba ku tulis beberapa baris untuk melanjutkan nya dan itu berhasil karena aku terus menulis pada sisa malam itu.

Sebuah tepukan dipundak membangunkan ku dan melihat senyuman Melody dipagi hari adalah hal yang menyenangkan, dia masih mengenakan kemeja yang sama tetapi rambut nya yang basah menandakan dia baru selesai mandi dengan segelas kopi ditangan dia menyapa ku dengan senyum nya.

“Pagi,” jawab ku dengan sedikit menguap.

“Pagi minum kopi nya dulu,” ucap nya sembari menyerahkan gelas itu kepada ku.

Ku minum beberapa teguk untuk menyegarkan pikiran ku, ku letakan gelas itu diatas meja lalu aku berdiri untuk merengangkan badan yang sedikit pegal karena tidur di kursi. Melody melihat kearah laptop ku dan nampak nya dia senang melihat aku yang sudah bisa melanjutkan draft ku.

“Nampak nya writer block mu sudah hilang,” ucap nya.

“Terima kasih buat kamu yang sudah mau membantu,”

Melody hanya tersenyum lalu mengecup pipi ku, aku merasa terlepas dari beban yang ku rasakan beberapa minggu ini. Dan yang lebih baik adalah aku tak merasakan mimpi buruk itu lagi, aku rasa hidup ku sudah kembali normal lagi.

“Mel ?.”

“Iya,”

“Ayah nggak apa apa kamu disini semalaman ? atau kamu sudah nelpon Frieska nyuruh dia nyari alasan ?”

Mendengar pertanyaan ku wajah Melody berubah panik, cepat cepat dia mencari handphone nya, sedikit sulit karena kasur yang berantakan tetapi akhir nya dia menemukan nya dibawah bantal.

“Aduh mampus, 20 panggilan masuk dari Ayah.” ucap Melody.

Dia pun melempar pandangan kesal kepada ku, seperti ini semua adalah kesalahan ku yang tak mengingatkan nya semalam. Dia pun menelpon Ayah nya dan aku bisa mendengar teriakan dari handphone Melody meskipun itu bukan dalam keadaan loud speaker.

Melody pun meminta maaf kepada ayah nya, mereka berbicara dalam bahasa sunda tetapi aku bisa tahu Melody sedang mendapat omelan dari raut wajah nya. Setelah beberapa menit akhir nya Melody mengakhiri panggilan telpon nya.

“Teo aku harus pulang sekarang Ayah udah marah besar,”

“Nggak mau aku antar ?.”

“Nggak usah kalau Ayah ngeliat kamu masalah nya bisa makin sulit,”

Melody mencium pipi ku lalu buru buru pergi, tak lupa dia melambai kepada ku di depan pintu lalu berlari pergi. Aku merasa khawatir kepada Melody, dia mendapat masalah karena ku aku ingin membantu nya, tetapi aku rasa dia benar kehadiran ku akan menambah masalah lebih pada nya.

Tetapi karena dia masalah ku selesai, sekarang aku dipenuhi ide untuk draft ku semua nya baik baik saj…..

Sebuah ledakan keras terdengar dari depan apartement ku, aku berlari ke jendela untuk melihat apa yang terjadi. Sebuah kecelakaan terjadi didepan apartement ku, dan yang membuat jantung ku terasa seperti melompat keluar adalah sebuah kemeja putih persis seperti yang dikenakan Melody.

Aku pun berlari keluar, ku terobos kerumunan orang orang yang berada di loby aku ingin secepatnya pergi berada disana, aku takut terjadi sesuatu kepada Melody, kemeja yang kulihat dari jendela sudah berlumuran darah.

Aku tak tahu aku apa, aku tak sangup melihat itu semua. Jantung ku mungkin sudah berhenti saat aku melihat itu semua, ketakutan ku menjadi kenyataan yang memakai kemeja itu adalah Melody dan sebuah bekas ban mobil tercetak jelas melintasi tubuh nya sebuah mobil baru saja melindas nya dan membuat semua organ dalam nya tercerai berai di jalanan.

Disaat itu lah aku mendengar sebuah suara yang berat dan lantang, suara seorang lelaki yang sangat berat seperti penyanyi bariton opera. Aku tak tahu dari mana asal nya tetapi aku bisa mendengar nya dengar jelas, satu kata yang diucapkan nya.

TALOS.

Aku terbangun di meja kerja ku, Melody berdiri dengan wajah bingung disamping ku ditangan nya ada segelas kopi dan kelihatan nya dia ingin membangunkan ku sama seperti yang baru ku alami, atau mungkin ku mimpikan.

 

Oleh chris.

 

Out of note : bagi yang penasaran, sebenarnya cerbung ini terinspirasi dari dua  hal. Yang pertama cerita ubloo, bagi yang tidak tahu silakan dicari tahu sendiri. Yang kedua  adalah film finding neverland film yang bagus highly recomended. Jadi bukan dari anime re:zero, hanya sekedar konfirmasi aja satu hal lagi komen yang berisi saran atau kritik sangat diharapkan.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Admin numpang bikin note Thor :3

So, gue selaku admin pengen ngasih tau doang……
Ada yang seru loh #DUAMINGGULAGI !

Penasaran? Bisa kepoin page ini atau tanya-tanya kesini :3

1469112175107.png

Iklan

Satu tanggapan untuk “0801, part 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s