Fiksi dan Fakta part 45

“I-itu YanboMabo dan siapa?”

“Gilang?” Rendi menebak.

“Hmm.. bukan. Gilang memang dah lama ga muncul. Tapi itu bukan dia.” Mike menggeleng yakin.

Seolah terpanah, Mike tak menyadari Rendi yang sedang menatap serius ke sebuah mobil.

Mike berbalik dan ikut memperhatikan sebuah mobil yang berhenti di ujung persimpangan.

Beberapa detik kemudian, mobil itu berjalan pelan dan…
Memasuki pekarangan rumah Viny!

“Jangan-jangan…”

“DIA LIAT KITA?!” Mike dan Rendi
saling tatap.

Mike dan Rendi kembali menoleh saat suara langkah kaki kian mendekat kearah mereka.

“Zaqa! Fuuto! Joey!” Seru Mike senang.

“Eh? Daffa?” Kini, Rendi terfokus ke seseorang lain yang ia juga kenali itu.

“Apa kabar?” Sapa Daffa akrab.

Mike dan Rendi memeluk Daffa.

“OI!” Teriakan keras dari arah taman buat semuanya menoleh.

“WOY BANGSAT!” Lanjut mereka lagi, yang sudah pasti berada di pihak musuh.

“Kalian masuk aja, Raz. Biar kami yang tangani bajingan ini!” Seru Indra.

“Iye, gampang mereka mah..” Reno juga angkat bicara sambil menginstruksikan siswa SMA 2 untuk berdiri persis dibelakangnya.

“Udah siap, rel?” Andra menaikkan alisnya.

Firrel mengangguk mantap.

“Hey tunggu!” Troy juga bergabung untuk sapu bersih luar.

“MAJU KALIANN!!!” Teriak Troy memvokali semuanya.

“Ayo!” Ajak Yoyok pada Jaka, Fuuto, dll untuk masuk.

“Wait!” Seru Mike.

“Ada sebagian yang ikut gue, ada jalan lain lewat belakang.” Jelas Mike.

Semuanya berpikir sejenak.
“Gue mau!” Rendi mengajukan diri.

“Gue ikut Mike!” Kelpo kedua.

“Oke, gue juga!” Kali ini, Zoski dan Hoffler yang mengajukan diri.

“Eh Kelv, Ndel mana?” Tanya Mike bingung.

“Aman.” Balasnya singkat.

“Oke, kami udah cukup.” Mike segera memberikan instruksi kepada Kelpo, Rendi, Zoski, dan Hoffler untuk mengikutinya.

Mereka berpencar setelah itu.

*Skip

Mereka semua masuk dari gerbang
depan.

“OY! MAEN MASUK AJA LO!” Teriak salah satu dari mereka.

“URUSE-” Joey memotong kata-kata Andy yang berapi-api.

Joey berhenti sejenak.

“TUTUP MULUT LO, BANGSAT!!!” Teriak Joey mengawali perkelahian malam itu.

Joey memukul 2 orang sekaligus.

“Ini baru namanya olahraga!” Seru Dobby setelah menjatuhkan 3 orang pertama.

“Belakang lu, bob!” Bobby segera menunduk, diikuti tendangan dari Jaka kearah orang yang hendak menyerang Bobby dari belakang.

“Gue berutang ama lu, Jak..” Bobby menepuk pundak Jaka dan kembali melakukan ‘pembersihan-halaman’ itu.

Kurang lebih 15 menit kemudian, halaman sudah bersih dari bajingan-bajingan YanboMabo itu.

“Rapi juga kalian. Sadesss…!” Puji Sony dan senior lainnya.

“Hahaha.. ayo masuk yang lain.” Jaka dan lainnya masuk. Sementara Sony dan para senior berjaga diluar.

Selain itu, Queue, Loop dan Halim diberikan tugas lain sebagai pemantau karena mereka sama-sama ahli dalam dunia yang bisa dikatakan ‘kebutaan orang awam’ ini.

Beberapa senior mengawal.
• Meanwhile,

“Rel!!” Andra menerjang seseorang yang hendak menyerang Firrel dengan balok kayu.

“Dibelakang kalian!” Kini, teriak dari salah satu murid Bina Karya.

“Ciaaa!!!” Reno menendang orang yang hendak menyerang Indra dan Firrel tersebut.

“Thanks, bro.”

“Sip, no problem. Ayo, masih banyak nih!” Reno tersenyum sepintas dan langsung melanjutkan larinya menuju kerumunan musuh lagi.

“Kalo tiap tahun gini, gue semangat terus!” Ucap Andra diikuti gelengan kepala dari yang lain.
Siapa sangka seorang murid SMA khusus orang kaya sekaligus orang terkaya di sekolahnya itu berkata demikian.

“Itulah Andra..” Firrel menepuk pundak Indra.

“Kalo tiap tahun gini, bisa ga kawin-kawin gue..” Troy melintas melewati Indra yang kini terbahak geli.

Beberapa menit kemudian, mereka selesai.

Tim Jaka dan Fuuto menang. Setelah luar dan halaman, kini mereka tinggal menunggu hasil didalam.

Semua yang sudah melakukan pembersihan luar dipastikan harus menjaga keseluruhan dan berusaha agar rumah Viny tak begitu mudah dicurigai kepolisian.

“Yok! Kita seret mereka ke pinggir!” Perintah Troy kepada yang lainnya.

“Udah telat! Warga udah banyak yang keluar tuh!” Keluh Reno.

“Umm.. Kita gaada pilihan lain, Ren. Ayo!”

Semuanya bahu membahu untuk mengosongkan jalan dari tubuh-tubuh yang berjatuhan.

Disisi lain, Yoyok keluar dengan kunci mobil digenggamannya.

“Ada apa, yok?” Tanya Sony.

“Ini mau mindahin mobil ini, ntar ancur. Hahaha..” Yoyok segera menghidupkan mesin dan bergegas pergi.

*Skip

“Wah..!! Nyari mati kalian! Serang!!!!” Teriak salah satu dari mereka yang berada di ruang tamu.

Perkelahian benar-benar tak terelakkan. Selain jual beli pukulan, baik Jaka, Fuuto hingga Tony masih bingung mencari dimana para ‘sandera’ disekap.

Butuh waktu lama bagi mereka untuk membersihkan ruang tamu yang sesak itu.

• Meanwhile,

Mike memimpin ‘pasukannya’ dengan melompati pagar belakang menuju pekarangan dekat kolam renang.

“Cari mereka!” Perintah Mike.

“Lu mau kemana?” Kelpo menahan
langkahnya.

“Gue mau cek dibawah sekaligus ngalihin mereka.” Mike bergegas diikuti yang lainnya.

Mereka pun berpencar.

“Oy!” Seru Mike.

Semuanya menoleh.

“Hey! Disini ada!” Semuanya segera bergegas mengejar Mike.

“Oy! Bangsat!” Teriak seseorang diiringi suara teriakan mengaduh dari pasukan YanboMabo diluar.

“Mereka berhasil masuk!” Lapor salah satu anggota yang berlari terburu-buru.

“Cewe yang kalian sekap mana
bangsat?!”

“Ciahh! Gaada cewe disini bego!!”

“ANJING!” Mike berlari dan menendang 2 orang sekaligus.

Perkelahian pun… tepatnya pengeroyokan pun tak terelakkan.

Sementara itu, Kelpo dan lainnya terburu-buru menuju lantai 2 dengan memanjat lekukan-lekukan pada dinding taman pekarangan belakang Viny.

“Sepi!” Ucap Zoski dengan sedikit nada kecewa.

“Dimana ya kira-kira?” Kelpo berpikir sejenak.

“Itu!” Rendi menunjuk ke sebuah cahaya.

“Duk..duk..duk..” Terdengar seseorang menaiki tangga.

Bukan anggota!

“Napa? ketakutan lo?! Makan nih!” Zoski menerjang perut orang yang berlari ketakutan itu hingga terjatuh kebawah.

“Oy! Kita disini bukan buat bunuh orang!” Kelpo menatap Zoski kesal.

“Jangan berlebihan!” Rendi melotot kearah Zoski.

“Kalian yang jangan berlebihan!!” Bantah Zoski.

“Apa l-“

“Biasa aja tangan lo!” Karel menepis ayunan tangan Rendi kepada Zoski.

“Oke! Kenapa lu liat-liat gue? gasuka?!” Rendi meninggikan nadanya.

“LO DULUAN! WHAT DO YOU WA-” Karel terpotong.

“STOP!” Lerai Kelpo kesal.

“Ini bukan wakt-” Kelpo tak menyelesaikan kalimatnya itu.

“Hey! Gue mau-” Panggil seseorang yang kini berdiri menatap mereka.

“AKHIRNYA KITA KETEMU LAGI! SERANG!” Kelpo dan lainnya berlari lalu mengejar Gilang yang kini lari terbirit-birit.

Gagal! Gilang berhasil kabur dengan melompat keluar dari jendela dan meluncur dengan tenangnya kebawah. Ia memanjat gundukan-gundukan bat
di samping rumah Viny dan memanjat keluar.

“SIIIIAAALLLL!!!” Kelpo memukul dinding berkali-kali.

“Coba telpon yang lain!” Usul Zoski cepat.

“Halo! Cepet ikutin mobil atau apa aja yang baru lewat dari-” Ucapan Kelpo itu terhenti.

“Ada apa, vin?” Tanya 3 orang lainnya.

“Kok gaada suara? Jaringan sibuk?” Kelpo memperhatikan nomor-nomor dan terus mencoba satu per satu.

Sama saja!

“Eh! Ini kertas apa?” Karel memungut kertas HVS yang tergeletak begitu saja.

‘Pergi dari sini!! Gudang penyimpanan blok Fuuto yang lama! NOW!’

Mereka memperhatikan tulisan itu dengan khidmat. Tak lama, mereka saling tatap.

“SECOND TRICK!” Ucap mereka bersamaan.

Tanpa kalimat ajakan lagi, mereka bergegas lari sekuat tenaga menuju lantai bawah dan ruang tamu.

“STOP! KITA HARUS PERGI!” Teriak mereka ber-4 bergantian sambil menyebar.

“HAH? SERIUS?!!” Tanya semuanya bingung.

“AYO!!” Semuanya mengosongkan rumah Viny.

Mereka bahu membahu mengeluarkan orang-orang YanboMabo keluar dari rumah Viny.

“Gaada waktu lagi, semuanya langsung ikutin bang Sony, Jaka, Fuuto, Joey dan-” Mike terhenti.

“Yoyok mana?” Semuanya saling tatap.

“Eh? Dia mindahin mobil kan?” Sony mengangkat tangan.

“Apa?!! Jadi Yoyok?!!”

“GA! GA MUNGKIN!” Bantah Troy cepat.

“Jangan berantem! Ada sesuatu disini! Jangan langsung berpikiran negatif dulu! Ayo!” Sony segera memimpin.

“Mike?” Panggil Jaka.

“Kalian duluan aja, gue mau ngunci pager.” Mike segera bergegas mengelilingi sekeliling rumah.

Semuanya sudah berangkat lebih dulu. Terkecuali Mike yang masih melihat-lihat.

“Eh? Itu kan orang yang tadi?” Mike melihat seseorang memanjat hendak keluar.

“OY! STOP LU!” Mike berlari mengejar orang yang sudah berhasil melompat keluar tersebut.

Mike sedikit ragu untuk melompat, karna ada kawat diatasnya. Dengan yakin, Mike melompat keluar.

Tak ada lagi!

“Gila! Nih rumah mudah dirampok!”
Mike menggeleng lalu bergegas menyusul yang lain dengan motor Firrel.

*Skip

Semuanya sudah sampai di tempat yang seseorang tadi beritahu.

“Yup, kita kembali!” Fuuto berteriak diikuti teriakan dari para anggotanya.

Ayo masuk!” Ajak Jaka.

“Kita jaga diluar ya!” Ajak Andy pada pasukan sekolah-sekolah.

Tanpa basa-basi lagi, gadis-gadis yang mereka puja sudah didepan mata.

“Viny!”

“Shania!”
“Michelle!”

Mereka melihat ke lantai atas.

Tiba-tiba 5 orang bertubuh kekar muncul begitu saja.

“Udah siap mati nih?” Tanya salah seorang diantara mereka ber-5.

“Zaq, Fuu, kalian duluan aja..” Ucap Zoski yakin.

“Kita ada urusan disini.” Karel memasang sarung tangannya.

“Gue suka hal semacam ini.” Dobby memberikan bandananya kepada Wood.

“Uh? I’m in!” Wood menyerahkan bandana Dobby pada Joey.

“Gue-“

“Backup gue, Sag..” Joey menepuk pundak Sagara.

“Tenang, Sagara.” Luke maju dan melepas maskernya.

“Ayo!” Ajak Jaka pada semua.

“Dasar bule nyasar! Disini kalian cuma sampah!” Ucap salah satu dari mereka yang berambut plontos.

“Apa lo bilang?” Zoski memicingkan matanya.

“KALIAN CUMA SAMPAH DI SINI!”

“Disini? dimana tuh?” Celetuk Luke.

“DI NEGARA GUE! INDONESIA!”

“Oh gitu, jadi si botak ini orang Indonesia, bro!” Dobby membala
santai.

“APA LO?!!”

“Oit, lu berisik banget dah..” Karel mengorek telinganya.

“NYOLOT LU YE!”

“Alah ribut banget..” Keluh Wood yang membalikkan badannya.

“SINI MAJU LU PADE!” Kini seseorang berambut gondrong dengan tato di sekujur tubuhnya yang angkat bicara.

“Lah, ini orang mirip gender-“

“DIEM LO!”

“BAKA!!!” Teriak Dobby memulai perkelahian.

Tendangan dari Dobby pada si
gondrong. Tak berhasil menjatuhkan, namun sukses membuat penjahat tadi terduduk.

Serangan lutut dari Zoski pada si botak. Tepat mengenai perutnya. Buat si penjahat membungkuk sambil mengaduh kesakitan.

Begitu juga dengan tandukan dari Karel, tendangan memutar Wood, bahkan terjangan Luke yang berhasil membuat seorang penjahat tak mampu berdiri kembali.

“Mampus lu ber-4!” Seru Zoski dengan sedikit tertawa.

“Eh, Zos!!” Teriak Karel panik.

Zoski berbalik.

‘BUGG!!’
Sebuah raket tenis menghantam wajah Zoski.

“Anjing lo!” Luke segera berlari dan melakukan high-flying knee tepat mengenai wajah si penjahat tadi.

“Beresin mereka berdua!” Perintah Wood.

Dobby memukul wajah penjahat 4 berkali-kali hingga darah segar terus keluar melalui hidung dan mulutnya.

Karel melayangkan pukulan-pukulan kombinasi dengan diakhiri uppercut.

“Tinggal dia!” Luke mendekati penjahat terakhir.

Karel membantu Zoski berdiri.

“Sini maju lo!” Penjahat gondrong itu mengeluarkan pisau lipatnya.

“Salah besar, bro! Di negara kami, dah biasa kalo ama yang namanya piso.” Luke menatap penjahat terakhir yang entah kenapa terhenyak dan melepaskan pisaunya.

“Kok dijatohin? mau gue ajarin cara pakenya?” Wood mendekat.

“Nunggu backup? temen-temeb lu gaakan bangkit lagi, bro.” Zoski meraih stik baseball didekatnya.

“Lo punya keluarga?” Tanya Dobby.

Penjahat itu mengangguk.

“Sekarang, lo pungut nih temen-temen lo. Gue gamau tau. Yang jelas, lu boleh pergi.” Dobby memberikan jalan.

Tanpa basa-basi penjahat itu segera menyeret teman-temannya yang tak
bisa bangkit dan menggotong si botak.

“Jarang-jarang kita gini, ya ga?” Dobby dan lainnya melakukan tos tinju.

*Skip

Di lantai atas, mereka segera melepas ikatan Michelle, Shania, dan Viny.

“Maaf, Shan.” Jaka menggenggam tangan Shania.

“Shan, kamu gapapa kan?” Bobby datang dan segera memeluk Shania hangat.

“Chel, maaf ya. Kamu gapapa kan?” Saat ikatan itu terlepas, Michelle segera memeluk Jaka erat.

“Aku…aku takut banget, Zaq.” Michelle tak kuasa menahan tangisnya.
“Ada aku disini..” Jaka terus meyakinkan Michelle.

“Ve gapapa?” Pertanyaan Michelle buat Jaka terdiam.

Ia meraih ponselnya dan segera menghidupkan jaringan data.

“Oscar..” Viny memeluk Mike begitu saja.

“Kamu gapapa kan?”

Viny tak bersuara sedikitpun, hanya mengangguk dan terus menangis di dada bidang Mike.

“Gawat!!” Jaka berseru.

“Ada apa, Zaq?” Tanya Kelpo mewakili.

“Temen gue! Mereka nyulik temen gue juga!” Jaka mengacak-acak rambutnya
kesal.

Wajahnya memerah, rahang atas dan bawahnya pun seperti beradu.

“Tolong anter mereka Bob, Ton, Jer.” Pinta Jaka dengan nada putus asa.

“Razaqa..” Michelle menahan tangan Jaka.

“Aku gamau kehilangan kamu..”

“Me too, chel.” Jaka tersenyum tipis dan segera berlari menuju hutan diikuti yang lain.

“OY! KELUAR LO!”

“DIMANA LO BANCI?!!”

“LO DIMANA?!

Mereka terus berteriak.

Tiba-tiba terlihat bayangan seseorang. Mereka segera mengejar bayangan tersebut.

“ITU GILANG!”

“OY! BERHENTI LO GELO!”

“OY! BANCI LO!!”

Gilang terus berlari hingga ke tepian danau.

“Kemana dia?”

“Iya, dia kemana?” Mereka semua bingung.

Kini, 2 kembar yang mereka buru selama ini muncul dihadapan mereka.

“Udah lama banget ya, semuanya?” Yanbo melepas mantel hitamnya.

“Narataro Fuuto, ayo bagi pengalamanmu di penjara!”

“F-U-C-K YOU!” Fuuto menggenggam sesuatu di tangan kirinya.

“Apa yang kau sembunyikan?” Yanbo tersenyum.

“Senyuman binatang!” Teriak Jaka kesal.

Tiba-tiba terdengar suara orang-orang berlari.

“Sony dan teman-temannya ya?” Sambut YanboMabo.

“Ah, udah lama ya, bi?”

“Bi?”

“Iya, panggilan buat kalian. Si Kembar
Babi.”

“Hahaha..” YanboMabo hanya tertawa mendengar ucapan Sony barusan.

“Susah ngomong ama orang gila-_-” Jaka kesal.

“Polisi udah menuju kesini loh.. Dan, kita masih ada acara selanjutnya dan acara puncak.”

“Bacot lu, temen gue mana?” Jaka melotot.

“Temen lu? Yang ini?” Yanbo menepukkan tangannya.

Tiba-tiba datang seseorang dengan identitas yang sudah sangat mereka ketahui itu.

“Yoyok?!” Kaget Sony dan Jaka.
“Queue? Loop?!!!!” Kini Fuuto dan lainnya juga terkejut.

“Hahaha… dasar kumpulan orang bodoh.” YanboMabo tertawa puas.

“Nah, ini kan yang lo cari?” Mabo membuka terpal yang menutupi keranda besar itu.

“VE!!” Teriak Jaka.

Semuanya bingung. Siapa gadis itu?

“Dia tidur aja cantik gitu, apalagi ditidurin ya?” YanboMabo terkekeh.

“Jangan macem-macem lo, bangsat goblog binatang!” Jaka menyingsingkan lengannya.

‘BUG!’ Jaka tersungkur ke tanah.

“Apa-apaan lo, Mike?!” Kelpo, Sony dan
lainnya segera memegangi Mike dan Jaka.

“JADI YANG LU MAKSUD ITU VERANDA! BANGSAT!!” Mike membentak sahabatnya itu.

Jaka terdiam. Matanya membulat, menatap Mike penuh tanya.

“Udah, kalian kenapa sih?” Lerai Sony.

“HAHAHAHA!” YanboMabo tertawa puas.

“Dasar pengadu domba lo!” teriak Kelpo.

“Gue gatau apa-apa, Mike. Lu gapernah cerita tentang dia.” Ucap Jaka pelan.

Mike tertunduk lemas.

Tiba-tiba 2 orang muncul lagi.

“Gilang?!” Teriak semuanya.

“Gue Gilang Wijaya.”

“Gue Afrexyan Handiputro.”

“Apa kabar kalian, Gilang, Ian?” Mabo merangkul mereka berdua.

“Kita langsung aja ya?” Tanya Yanbo.

Tiba-tiba puluhan orang muncul dari sisi kiri dan kanan.

“ABISIN MEREKA!” Teriak YanboMabo.

“Zaq, Fuu. Kalian duluan!” Teriak Mike dan segera memberi aba-aba pada semuanya.

Perkelahian benar-benar tak bisa dielakkan.
“Mereka kabur!” Seru Andy.

“Backup Razaqa!” Teriak Kelpo.

Pengejaran terhadap Yanbo dan Mabo itu tak berjalan mudah. Ada banyak pasukan YanboMabo yang menjaga sepanjang jalur.

Karel, Zoski, Tony, Sagara, Yuri, dan Joey membantu Jaka dan Fuuto.

Zoski mengambil alih 5 orang pertama. Karel mengambil alih 8 orang setelahnya. Tony dan Sagara memgambil alih 16 orang selanjutnya.

‘BUG!’ Yanbo tersungkur ke tanah.

“Ga semudah itu!” Ucap Bobby dengan kursi plastik yang ia bawa.

“Akhirnya, setelah sekian la-” Ucapan Fuuto terhenti.

‘BUG!’ Ian memukul Fuuto.

“Eh, sialan l-“

‘Prek!’ Kini, Yoyok berhasil melumpuhkan Jaka.

“Kau ingat aku? Baka!” Yuri berlari dan melakukan tendang melompat tepat mengenai dada Yanbo.

“Rasakan ini!”

Yuri mengelak dari tinjuan-tinjuan Mabo.

‘BUG!’ Queue dan Loop memukul pundak Yuri dan Bobby.

Mereka dan Joey masih saling tatap.

“Dibelakangmu!” Teriak Fuuto.
Dengan refleknya, Joey segera melakukan tendangan memutar yang tak bisa ditepis. Seketika, Gilang pun tersungkur ke tanah.

“Ah, dasar l-“

“Sikat dia!” Perintah Yanbo.

Mereka mengeroyok Joey yang tak berdaya.

Tak lama, datanglah Zoski, Karel, Tony, dan Sagara yang menyusul.

“Tak berguna!” Perkelahian tak terelakkan.

Gilang terkena tendangan telak diwajahnya.

“Dasar pembunuh Iman!!!” Teriak Jaka yang sudah tergeletak tak berdaya.
“Hahaha.. dia pantas mati!” Tegas Yanbo diikuti tawaan keras dari Mabo.

“JA-JADI KALIAN?!!” Gilang tertatih-tatih.

“Ya, jelaslah! Iman emang ga berguna! Semua orang tau itu!” YanboMabo ber-orasi.

“Queue, ambil hpnya. Dia ngerekam!” Dengan cepat, mereka merampas ponsel Gilang.

“KAU SIALAN!” Teriak Gilang.

“Huh, baru sadar lo?!” Bentak Fuuto pada Gilang.

“Emang Fuuto bisa berdiri waktu itu? Hahaha… cuma gue yang ada disana tanpa luka sedikitpun!” Ucap Yanbo.

“Gue disana buat ngalihin alibi-alibi
kalian!” Tambah Mabo.

“Ternyata kalian goblog semua ya? Hahaha..” YanboMabo tertawa.

“Huh?” Queue mendesah.

“LO YANG BODOH!” Loop mengeluarkan sebuah perekam.

“Itu bukti!” Loop mengoper pada Gilang.

“BANGSAT!” Teriak YanboMabo bersamaan.

Saat hendak mengejar, Joey dan lainnya segera bangkit dan mengeroyok YanboMabo.

Zoski mengeluarkan guntingnya dan dengan segera melompat untuk menikam Ian.
“NO!!” Fuuto berdiri dan menghalangi Zoski.

“FUU!!!!”

Gunting itu menancap tepat di perut Fuuto.

“Di….dia dengan kita..”

Dengan lambaian tangannya, Fuuto seolah menginstruksikan Ian untuk segera pergi.

YanboMabo sampai disebuah bangunan yang terbuat dari kayu.

“Jangan masuk dulu! Tunggu yang lain!” Perintah Jaka.

Tak lama, YanboMabo kembali keluar. Yoyok dan Ian juga sudah kembali.

“Mobil udah siap, bos!” Ucap Yoyok.

“Kalian lupa dengan seseorang lagi! Boleh panggilin Sony?”

Sony datang, semuanya memberikan jalan.

Mabo menyeret seseorang.

“Kak Omi!!” Seru Jaka.

“NAOMI??!!! Kok bisa?!” Sony bergerak mendekat.

“Eitss!! Jangan deket-deket lo! Ato gue matiin dia!” Sony terhenti.

Yanbo menodongkan pisaunya ke leher Naomi.

“Shit!” Mike juga menyadari kilauan pisau tersebut, yang pasti ini serius.

“Lepasin dia, Van!” Desak Sony.

“Akhirnya, ada juga yang manggil gue pake nama itu! Hahaha!” Yanbo terus tertawa.

“Kalo lo mau dia selamat, kasih kami jalan!” Tegas Mabo.

Andy menepuk pundak Sony.

“Hati-hati tipuan..” Ucap Andy.

Sony kembali menatap YanboMabo.

“Yaudah..”

“BERI JALAN!” Perintah Sony.

Seolah tak bisa berkata-kata lagi, semuanya menuruti perkataan Sony.

Setelah melewati seluruh pasukan itu. Yanbo akhirnya melepaskan todongan pisaunya dileher Naomi.

“NOW!”

Dengan cepat, Ian segera merampas pisau ditangan Yanbo dan menerjang perutnya.

Sementara itu, Mabo yang hendak mengeluarkan pistolnya juga mendapat nasib yang sama seperti Yanbo. Yoyok segera menerjang tangannya, dan segera memukul wajahnya bertubi-tubi.

“JEBAKAN!” Teriak Mike.

Seolah lepas dari kandang, Seluruh pasukan tadi langsung menyerbu Yanbo dan Mabo.

Sony langsung memeluk Naomi dan membawanya menepi.

“Sony, aku takut.” Naomi memeluk
kekasihnya itu.

“Mi, maaf banget ya. Aku bener-bener gatau.” Sony terus memeluk kekasihnya itu.

“Di-dia maksa aku buat-“

“What?!” Sony kaget.

Sementara, semuanya seolah merdeka.

“PERHATIAN! JANGAN MATIIN DIA!” Kelpo memberi pengumuman lewat pengeras suara yang dibawa Bobby.

“FUUTO GAK SENGAJA KENA TUSUK ZOSKI! DAN DIA UDAH DIBAWA!” Lanjut Kelpo.

“JAKA! TOLONG LANJUTIN!”

“YUP, JANGAN BUNUH MEREKA!
BIKIN MEREKA MENDERITA!!!!” Perintah Jaka.

Semuanya bersorak.

‘Jika manusia memiliki sifat-sifat binatang, maka sifat-sifat itu wajib dikeluarkan saat membalaskan dendam pada YanboMabo.’ Kata-kata Fosa itu sudah cukup membuat semuanya menggila.

Tak lama, Rendi mendorong menghampiri semuanya dengan seseorang di kursi roda.

“FOSA!!” Semuanya berlari dan memeluk Fosa.

“Novossa, welcome back!” Sambut Joey.

Setelah itu, Joey berpamitan kepada Jaka untuk menyusul Fuuto.

“Gue mau mukul mereka..” Ucap Fosa tenang.

Semuanya memberikan jalan.

Perlahan, Fosa mengeluarkan baton sticknya.

Dia memukul YanboMabo bergantian. Semuanya terdiam, bahkan banyak dari mereka yang tak kuasa menahan air mata.

“Ini untuk perjalanan panjang ki-mmphhh..” Fosa terisak.

Jaka, Mike, Rendi, Bobby, dan Kelpo mendekat.

“Semuanya udah berakhir, Fos. Kita selesai.” Mereka pun berpelukan.

“Hai semua!” Sony kembali.
“Wil, tolong jagain Naomi bentar.” Pinta Sony santai.

Sony mendekati YanboMabo yang sudah tergeletak.

Sony berlutut dan memegang kerah kemeja Yanbo.

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21,22,23,24,25.

Kali ini ia menargetkan Mabo.

Seolah sedang melaksanakan upacara serius, semuanya memperhatikan dengan khidmat.

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20,21,22,23,24,25.

Sony kembali ke Yanbo.

“GUE!” satu.

“UDAH!” dua.

“PERNAH!” tiga.

“BILANG!” empat.

“AMA!” lima.

“LO!” enam.

“JANGAN!!” tujuh.

“PERNAH!!” delapan.

“SENTUH!!” sembilan.

“CEWE!!” sepuluh.

“GUA!!!!!” sebelas.

“PAHAM?!!!” Sony mencengkram kerah Yanbo.
“Ngangguk kalo paham!!!” Yanbo yang hampir kehilangan kesadarannya itu mengangguk pelan.

“BAGUS!”

“NAH, SEKARANG LU!” Sony beralih ke Mabo.

“JA-“

“Udah, bang!” Jaka menahan tangan Sony.

Sony berbalik dan menatap wajah adiknya itu.

“Kita berhasil, Zaq!” Sony bangkit dan segera memeluk Jaka hangat.

Semuanya pun bertepuk tangan untuk mereka semua.

“Ayo! Kita bawa mereka!”

Mereka dibawa setelah digeledah dan dibuka seluruh isi tas, kantong, dan jasnya. Tentu tidak ingin ambil pusing, mereka hanya diseret oleh masing-masing 2 orang.

Dan seketika, malam tersenyum sejenak dengan barisan bintangnya. Dan menangis sedih akibat kebuasan yang mungkin sulit untuk dikatakan normal bagi manusia pada umumnya.

~~

“Semua pun pastilah dapat merasakan, bahwa dirinya hidup saat darahnya mengalir. Jangan sia-sia kan nyawamu..” – First Rabbit (JKT48)

*To Be Continued*

@ArthaaSV & @KelvinMP_WWE

Iklan

4 tanggapan untuk “Fiksi dan Fakta part 45

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s