Silat Boy : Anak Baru Part 2

CnJGPUtWgAEeomp

Dari desa ke kota Jakarta memerlukan waktu kurang lebih tiga jam.
Selama tiga jam itu pula kepala Rusdi terus dipenuhi oleh rasa
kehilangan sosok berharga yang selama ini selalu ada disisinya.

“Jadi ini rumah kita?” mereka baru saja sampai di depan sebuah rumah
yang tidak terlalu besar.
“Lumayanlah…” sambung Rusdi, ia tersenyum memasuki rumah itu.

Mereka lalu membereskan barang-barang bawaanya. Lima jam kemudian,
rumah kosong itu kini telah disulap menjadi rumah bervariasi unik. Kak
Melody bisa diandalkan untuk menata dekorasi rumah.

“Besok kamu mulai sekolah.” Kak Melody memulai percakapan dengan adiknya.
“Hah? Besok? Cepet banget kak, gak bisa lusa ya?” Rusdi nampak
bingung, ia masih capek jika besok harus sekolah.

“Gak bisa, kakak udah urus semuanya. Besok kamu tinggal masuk sekolah
aja.” Kak Melody tersenyum menyikapi ekspresi bingung adiknya, lalu ia
meninggalkan adiknya.

Tak lama, Rusdi keluar dari rumah itu. Di taman dekat rumah barunya,
nampak sudah mulai ramai. Sore hari, dimana lapangan itu selalu
dipadati oleh muda-mudi yang sibuk dengan urusannya masing-masing.

Rusdi perlahan melangkahkan kakinya menuju taman itu. Kemudian
berhenti tepat di depan sebuah lapangan basket. Di lapangan basket itu
nampak ada dua orang yang sedang bermain basket, yang satu wanita yang
satunya lagi pria.

Bola basket dilempar oleh wanita itu, tapi meleset masuk ring. Lay Up
yang sangat baik. Lalu bola basket itu menggelinding menuju Rusdi.
Rusdi memungutnya, dua orang itu lalu menghampiri Rusdi.

“Hey, kamu anak baru ya disini?” tanya pria itu.
“Iya.” jawab Rusdi singkat, lalu wanita itu menjabat tangan Rusdi.
“Namaku Naomi.” wanita itu tersenyum amat manis.

“Aku Epul!” kini giliran pria itu yang menjabat tangan Rusdi.
“Rusdi.” sekali lagi ia menjawab singkat.
“Kamu bisa main basket?” tanya Epul.
“Bisa, sedikit-sedikit.” jawab Rusdi.

“Yuk main!” Naomi dan Epul lalu kembali ke lapangan basket.
“Baiklah…” Rusdi menyeringai, kemudian men-dribble bola basket itu
menuju mereka berdua.

Rusdi dengan lincahnya mengoper kesana-kemari bola basket itu. Kalau
soal basket ia jagonya. Bahkan di desa ia adalah salah satu anak yang
jago bermain basket.

Bahkan ia punya tiga bola basket di rumah barunya. Ia sengaja membawa
ketiganya. Dan besok di sekolah barunya ia akan melanjutkan ekskul
basket seperti di sekolah sebelumnya.

“Wih, CR basket!” seru Epul, ia kewalahan berhadapan dengan Rusdi.
“Kalo ini mah sih bukan sedikit-sedikit, tapi udah jago.” Naomi masih
belum menyerah, ia berusaha merebut bola itu.

Sore itu Rusdi mendapatkan dua teman baru sekaligus. Dan mereka
menghabiskan waktu sore hari untuk bermain basket. Dan setelah itu
mereka mengobrol sejenak.

Sudah gelap, Rusdi memutuskan untuk pulang. Ia pamit pada kedua teman
barunya. Sore itu selain mendapatkan teman baru, ia juga mendapatkan
berita buruk dan berita baik.

Berita buruknya, besok ia sudah mulai sekolah. Dan malam itu Rusdi
harus mempersiapkan segalanya. Berita baiknya, ia satu sekolah dengan
Epul dan Naomi.

Rusdi meminta kakaknya agar ia dimasukkan ke dalam kelas yang sama
dengan Epul dan Naomi. Untung saja Naomi sudah memberitahu kelasnya,
jadi besok Rusdi tinggal mencari kelas itu.

Pria itu cukup tampan, dan wanita itu cukup manis. Apa mereka
berpacaran? Tidak. Mereka hanya bersahabat saja. Sama sekali tidak ada
rasa diantara mereka berdua.

Epul bilang jika mereka sampai berpacaran, maka saat sudah putus
mereka pasti akan bermusuhan. Epul tidak mau itu sampai terjadi, itu
sebabnya mereka lebih memilih untuk bersahabat saja. Dan kini sahabat
mereka bertambah satu orang, yaitu Rusdi si anak baru.

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s