Metahuman research

Metahuman research

Genre : Fiksi, Roman, Horror, Comedy.

NB : Jika cerita di bawah ini absurd mohon di maafin yah! cerita SKS soalnya.

Di suatu pagi di sebuah rumah yg lumayan cukup besar dan luas, seorang profesor di bantu pelayannya, sedang bereksperimen dengan tubuh sesosok mayat yg hanyut kemarin di sungai belakang rumah mewah ini. Profesor dan pelayannya itu menyuntikan cairan serum bewarna unggu agak ke jinggaan ke dalam tubuh mayat tersebut.

Setelah beberapa saat menunggu reaksi serum jingga dengan badan yg sudah tidak bekerja lagi seluruh sel-sel saraf dan otak itu, akhirnya cairan serum yg baru di suntikan ke sosok mayat yg tergeletak tak sadarkan diri di atas meja besi itu mulai mengenjang dengan sangat kuatnya, alat-alat yg di pasang pelayan profesor ke badan mayat itu menperlihatkan reaksi yg sangat hebat. Sel otak dan saraf mengenjang cukup kuat, detak jantung berdetak melebihi kapasitas detak jantung normal pada manusia umumnya. Terlihat mimik muka profesor dan pelayannya itu mulai memperlihatkan senyum bahagia mereka, dari badan mayat itu tiba-tiba mengeluarkan akar-akar tanaman yg mulai merambat ke seluruh ruangan dan rumah profesor itu.

 

“Ayo kita keluar cepat, prof.” Pelayannya sambil menarik-narik tangan tuannya,

 

“Tidak, aku mau disini menunggu eksperimenku berhasil!” Tolak Profesor. Sambil mendorong keluar pelayannya dari jendela kamar.

 

Akar-akar yg di keluar dari badan mayat itu mulai menjalar keluar dari rumah, profesor yg masih ada di dalam rumah mencoba untuk menancapkan jarum suntik ke badan mayat yg ada di meja dengan dengan cairan serum yg berbeda warnanya.

 

“Kamu telalu hebat, akan aku lemahkan dengan ini!.”

 

Profesor itu mencoba menanyapkan badan sesosok mayat yg mulai kembali hidup lagi itu, akar-akar pohon yg membelit badan profesor itu tidak lekas menghentikan langkah profesor tersebut. Profesor menembakan pistol yg sudah berisi serum baru ke badan orang yg mengendalikan akar-akar pohon ini.

 

BRAKK!!

 

Orang yg mengendalikan seluruh akar pohon itu terjatuh ke atas meja besi lagi, dan semakin keras lilitan akar pohon yg membelit badannya profesor itu. Profesor itu mulai kesulitan bernapas sampai-sampai mukanya mulai membiru secara perlahan-lahan, pelayan dari profesor yg ada di luar rumah itu mulai cemas dengan keadaan tuannya itu. Pelayan dari Profesor yg bernama Naomi mencoba memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah yg sudah di penuhi dengan akar-akar pohon dan tanaman hijau lainnya, setibanya Naomi di dalam ruangan tempat ia dan tuannya melakukan ekspresi. Naomi sangat terkejut dengan apa yg di lihatnya di depan matanya itu. Naomi melihat sang profesor yg menciptakan serum yg sangat berbahaya itu telah tewas di tangan ciptaannya sendiri.

“Profesor tenanglah kau disana.. Aku disini akan meneruskan penelitanmu yg lainnya.” Ucap Naomi sambil melemparkan sebuah korek api yg sudah menyala ke arah rumah mewah yg sudah di baluri semuanya oleh bensin dan solar.

 

BUSHH!

 

Rumah mewah nan megah itu seketika itu juga hancur dan runtuh semua, pelayan itu mulai meninggalkan tempat kerjanya yg kini sudah menyatu dengan tanah beserta abu tuan dan mayat itu.

 

 

Satu tahun tlah lalu…

 

Dari bawah reruntuhan rumah mewah itu, muncul sebuah akar pohon yg tumbuh dan membesar tiap detiknya, akar pohon yg sudah membesar itu membentuk sebuah manusia, kulit yg halus dan lembut seperti sutra, dingin dan wangi yg di timbulkan dari orang yg baru saja bangkit dari akar pepohonan tersebut.

 

“Dimana aku ini?.” Tanya orang itu dalam hati, sambil melihat kedua telapak tangannya.

 

Suara burung berkicau saling sahut-sahutan, dan suara siulan angin yg sangat menyejukan menerpa orang itu. Orang itu perlahan-lahan berjalan keluar dari reruntuhan rumah yg dulu di tinggali oleh profesor beserta pelayan setianya Naomi. Keluar dari hutan, orang itu mulai merasa kebingungan dengan orang-orang yg memandangnya dengan tertawa tersebut.

 

“Apa ada yg aneh dengan diriku?” Orang itu mencoba menghampiri orang-orang yg mentertawakannya itu, tapi orang-orang itu malah menghindar menjauh dari orang yg di tertawakannya.

 

“Kenapa kalian menjauh dariku, jangan menjauh donk. Aku hanya ingin berteman saja dengan kalian.” Ucap orang itu terus berjalan ke arah orang-orang yg mentertawakannya tadi, mereka malah semakin menjauh dari orang yg mencoba mendekat ke mereka semua itu.

 

“Hai kalian jangan kabur, temani aku disini.” Ucap orang itu terduduk lesu di trotoar pinggir jalan dan banyak orang yg lalu lalang di depannya.

 

“Kenapa mereka mentertawaiku seperti itu, apa yg aneh denganku?” Pikirnya dalam hati melihat kebawah.

 

“Hah…” Orang itu kaget ketika melihat kebawah, dia lupa kalau selama ini dia tidak memakai pakaian sama sekali pantas saja tadi orang-orang mentertawakannya seperti itu.

 

“Dimana aku harus mendapatkan baju seperti orang itu?” Ucapnya dalam hati, melihat seorang laki-laki yg berpakaian sangat keren sekali dengan kemeja kepotong dan celana jeans robek di tengah betis pas, saat itu juga baju yg ada di orang yg lewat itu menempel di badannya.

 

“Nah kalau gini kan keren aku?” Pikirnya,

 

Beberapa jam berjalan melewati rumah dan perkomplekan-perkomplekan rumah elite, ia melihat seorang wanita muda yg sangat cantik tengah membaca majalah di depan teras rumahnya sambil menyilangkan kedua kakinya di atas kursi goyang. Tampak wanita muda itu menyadari kalau ada yg melihatnya dari kejauhan, wanita muda itu berteriak memanggil sang kakak…

 

“Kak Sendy… Ada yg ngintipin aku kak!!” Ujar wanita muda itu.

 

“Mana yg ngintipin kamu itu? Biar kakak dor kepalanya.” Tanya seorang wanita lainnya, yg baru saja keluar dari dalam rumah, membawa sebuah senapan angin yg sudah di pompa dan siap di tarik pelatuknya.

 

“Itu di sana kak..” Tunjuk wanita muda itu ke arah gerbang rumah. Wanita dari kakak wanita muda itu mulai berjalan ke arah gerbang depan, saat di depan gerbang rumah kakak dari wanita muda itu, kak Sendy tidak mendapati ada orang yg sedang berdiri di depan gerbang rumahnya.

 

“Kamu ngebohongin kakak ya, Yu?. Di luar gak ada orang sama sekali nih!” Kata kak Sendy berjalan kembali menghampiri adiknya.

 

“Ayu gak bohong kak, beneran tadi ada yg ngintipin ayu dari gerbang depan kak!” Ucap Nabila ( Nama dari adiknya Sendy ).

 

“Halusinasi kali kamu, udah ya kakak mau lanjut baca novel, gara-gara kamu manggil kakak, kakak lupa sampai mana tuh kakak baca novelnya.” Kak Sendy berjalan masuk ke dalam rumah lagi.

 

“Fiuhh…Untung aku cepat-cepat pergi, jika tidak mungkin aku sudah di dor oleh cewek itu.” Ucap orang yg baru keluar dari pot bunga depan gerbang rumah, cowok yg baru saja keluar dari persembunyiannya itu menghilang dengan sekejapnya dari depan gerbang rumah kedua cewek itu.

 

Suara angin malam menyelimuti dinginya malam hari, seorang pemuda tengah terlelap tidur di atas trotoar jalanan bersama anak-anak jalanan lainnya. Drum yg berisi sampah di bakar yg setia menemani mereka tidur setiap malamnya.

 

Pagi hari yg sangat cerah dan indah dengan adanya pelangi di langit, karna habis turun hujan tadi subuh. Seorang wanita tlah memulai aktifitas hari ini, wanita itu mulai memasak makanan untuk adiknya yg masih terlelap tidur, setelah semua makanan siap di atas meja makan, wanita itu mulai membangunkan adiknya yg masih tidur memeluk boneka kelinci kesayangannya itu.

 

 

“Ayu bangun yuk, udah pagi nih. Entar telat kesekolah lho, kalau kamu gak bangun, bangun gini.” Ucap Kak Sendy mengoyang-goyangkan badan adiknya.

 

“Hoammss…” Nabila mulai menguap.

 

Dengan sangat malasnya Nabilah mulai beranjak dari atas tempat tidurnya, dan langsung berjalan ke arah kamar mandi untuk bersih-bersih, setelah selesai bersih-bersih nabilah langsung sarapan pagi bersama kakaknya sebelum dirinya berangkat kesekolah bareng kak Sendy.

 

“Ayo bil cepetan, ntar terlambat lagi!” Seru kak Sendy dari luar rumah yg sudah berada di dalam mobil.

 

“Iya kak sebentar,” Balas Nabilah dari dalam rumah.

 

Lima menit menunggu akhirnya nabilah masuk ke dalam mobil.

 

“Nungguinnya lama ya kak?” Tanya Nabilah tanpa dosa.

 

“Gak, ya lama lah. Gimana sih kamu bil.” Ketus Kak Sendy langsung melajukan ke arah sekolah, dengan kecepatan yg sangat kencang. Akhirnya mereka berdua tiba di sekolahan, dan lima menit kemudian bel masuk tanda pembelajaran jam pertama telah di bunyikan. Semua siswa siswi yg asalnya masih ada di depan koridor kelas, saat ini mereka semua masuk ke dalam kelas mereka masing-masing.

 

 

Angin sepoi-sepoi berhembus dengan sangat menyejukan suasana, mengiringi langkah kecil dari seorang anak yg ingin berangkat ke sekolah. Setibanya anak itu di kawasan sekolah, anak itu tidak di perbolehkan masuk oleh satpam gerbang.

 

“Pak, ayolah pak perkenakan saya masuk ke dalam sana.” Mohon seorang anak gadis yg terlambat itu kepada penjaga gerbang depan.

 

“Maaf dek, bukannya bapak tidak mengijinkan adek untuk masuk kedalam sana tapi ini sudah peraturan sekolah. Jika ada anak yg terlambat maka saya tidak berkenan untuk membukakan pintu gerbang ini terhadap semua warga sekolah tak kecuali jika ada guru yg melanggar peraturan ini.” Ujar Satpam panjang lebar.

 

“Yaudah kalau gak di perbolehin masuk, kena omel mama juga gak apa-apa deh!” Ucap anak kecil itu sangat lesu, sambil membalikan badannya dan berjalan menjauh dari gerbang tempat ia menempuh ilmu.

 

Pemuda yg dari tadi berdiri tidak jauh dari tempat anak kecil itu ngobrol sama satpam itu pun langsung mengejar anak kecil itu, sebelum anak kecil itu semakin jauh jalannya.

 

“Hai kamu kenapa balik gitu?” Tanya Ramah seorang pemuda yg memakai baju seorang preman.

 

“Ampun kak ampun, nih kak ambil saja uang saku saya tapi jangan sakitin saya kak.” Kata Anak kecil itu ketakutan melihat orang yg sedang mengajaknya bicara.

 

“Eh aku bukan seorang preman, kamu gak usah ketakutan gitu.” Ucap orang itu.

 

“Oalah aku kirain kakak itu seorang preman yg suka malak-malak anak SMA kak, maafin saya ya kak!” Ucap anak kecil itu.

 

“Oh iya kak, Sebelumnya kenalin nama saya Michelle, kalau nama kakak Siapa?” Tanya cewek itu dengan ramahnya sambil menjulurkan tangannya ke orang yg ada di depan itu.

 

“Aku Ardian Hans darmono, kamu boleh panggil kakak Hans saja, salam kenal!” Balas orang yg di kira preman tadi.

 

“Salam kenal juga kak hans.” balas Michelle dengan senyum manis.

 

“Eh iya kenapa kamu gak masuk sekolah, kok kamu malah pengen pulang gini?” Tanyaku.

 

“Aku terlambat datang ke sekolah kak, tadi bangun aku kesiangan jadi telat deh masuk sekolahnya.” Ucap Michelle dengan muka murungnya.

 

“Duh kasihan bener, mau nggak kakak bantuiin kamu, biar kamu bisa masuk kedalam sekolahan?” Ucapku.

 

“Mau kak..mau banget, emang gimana caranya kak?” Ucap Michelle dengan antusiasnya.

 

“Pokoknya ada deh, tapi kamu harus nurutin apa kata-kata kakak ya!”

 

“Iya kak..”

 

“Sekarang ikut kakak kebelakang kebon pisang itu.” Ucap hans.

 

“Eh emang kakak ngajakin aku kesana mau ngapain, katanya mau bantuiin aku buat masuk kedalam sekolahanku itu. Kok malahan kakak ngajakin aku ke belakang kebon pisang?” Michelle sangat bingung dengan orang yg ada di depannya.

 

“Udah jangan ribut, pokoknya kamu ikut saja ntar juga nyampe kedalam kelasmu.” Balas Hans sambil berjalan kearah pepohonan pisang yg letaknya tak jauh dari mereka berdua berdiri.

 

Setibanya di belakang pohon pisang. Hans menyuruh cewek itu untuk memejamkan kedua bola matanya, setelah itu hans merengangkan kedua lengannya dan membentuk sebuah akar-akar pohon yg mengitari badan mereka berdua. Setelah semua badan sudah tertutup oleh akar-akar pohon, secara perlahan kuncup bunga dari akar pohon itu masuk kedalam tanah dengan sangat cepatnya, dan muncul kembali ke permukaan dengan secara perlahan-lahan juga. Hans menarik kekuatannya itu secara perlahan-lahan agar cewek di depannya itu mrngetahui kalau dirinya di bawa masuk ke kawasan sekolahan lewat bawah tanah.

 

“Nah sekarang kamu boleh buka kedua bola mata kamu itu.” Kata Hans.

 

“Wah… Bagaimana bisa..” Ucap Michelle tidak percaya dengan apa yg di lihatnya.

 

“Nggak usah banyak bicara, cepat kamu pergi saja ke kelasmu. Sebelum terlambat lagi”

 

“Baik kak, dan makasih juga atas bantuannya.” Balas Michelle sambil berlari ke arah koridor kelasnya.

 

Setelah Michelle sudah pergi menjauh dari belakang sekolah, Hans langsung masuk kedalam tanah lagi. Jam pembelajaran jam pertama telah usai, dan berganti jam pembelajaran jam keempat, mencatat tugas dan mendengarkan guru yg sedang menerangkan di depan kelas ya itulah pekerjaan seorang anak sekolahan.

 

“Pfftss…!!”

 

“Apaan?” Balas Nabilah pelan.

 

“Nanti malam dinner bareng gua yuk!” Ajak salah seorang temennya nabilah yg duduk di sebelah mejanya.

 

“Ogah banget gue makan malem bareng sama lu, cari cewek lain sana, jangan gangguin gue.” Sikap dingin ke temennya.

 

“Sombong banget sih lo bil, sok jual mahal lagi lo sama gue, biasanya juga mau.” Ucap Rans.

 

“Yg di belakang jangan ribut, kalau mau ngobrol di luar sana.” Ucap Bu Rena yg sedang mengajar bahasa Jepang.

 

“Maaf bu..” Nabilah sambil menundukan kepalanya ke meja.

 

Jam istirahat telah di bunyikan, semua siswa siswi yg sudah mulai kelaparan langsung saja menyerbu kantinnya bu Darmi. Di dalam kantin sudah ada Nabilah Cs yg tengah ngerumpi sama yg lain tentang pacar dan ini itu lah. Aku juga nggak tau apa yg mereka bicarakan itu.

 

“Hai kak nabilah!” Sapa hangat Michelle sambil ikut duduk di bangkunya nabilah.

 

“Hai juga chel, eh lu bukannya tadi pagi terlambat datang kesekolah ya? Kok lu bisa ada disini sekarang.” Nabilah bingung.

 

“Aku tadi pagi di tolong sama orang kak buat masuk ke dalam kawasan sekolah.” Ucap Michelle.

 

“Di tolong orang? Emang siapa orang yg nolong lo itu?” Tanya Grace.

 

“Orang depan yg pakek baju preman gitu kak, tapi aku lupa namanya siapa.” Ucap Michelle.

 

“Wih preman cuy? Sanggar dah temen kita yg satu ini!” Senggol nabilah kebadannya Michelle.

 

“Apaan sih kak..” Michelle sambil nerusin makan mie ayamnya.

 

Dari kejauhan kantin sekolahan, seseorang tengah mengawasi cewek yg memakai jepitan rambut warna pink. Orang itu terus memperhatikan cewek yg tengah makan bakso bersama teman-teman yg lainnya. Saat mereka semua lagi asik makan mie bakso, segerombolan anak berandalan sekolah datang menghampiri para gadis yg tengah makan mie bakso.

 

“Hai cantik, kayaknya enak nih mienya. Abang boleh minta di suapin gak baksonya.” Ucap Ketua genk sekolahan yg bernama Ical itu sambil mencolek dagunya nabilah.

 

“Kurang ajar ga lo cal, sama adek gue. Mau lo apa sih, pergi nggak dari sini sebelum gue panggilin guru bp nih!” Ancam kak Sendy sambil meninggikan nada bicaranya.

 

“Wih lihat tuh to, calon kakak ipar gue marah.” Ucap Ical.

 

“Iya bos, neng Sendy jangan galak-galak atuh ntar cakepnya ilang lagi!” Bales anto sambil mencolek dagunya Sendy itu.

 

PLAK! Gamparan yg sangat keras mendarat di pipinya Anto.

 

 

“Jangan kurang ajar ya lo jadi orang, cepetan lo semua pergi dari sini kalau nggak..” Ucap Kak Sendy terpotong.

 

“Kalau nggak apa? Kalau nggal lo mau panggil pahlawan lo gitu? Pahlawan lo udah tewas satu tahun yg lalu. Jangan harap pahlawan lo bisa kembali kesini buat nolongin lo sama yg lainnya ini.” Kata Ical sambil membekap badannya Nabilah yg lumayan gempal untuk ukuran anak yg baru berusia 16 tahunan.

 

Seketika itu juga kak Sendy terdiam dan meneteskan air matanya, mengingat kejadian satu tahun yg lalu setelah dirinya di tinggal pergi untuk selama-lamanya oleh orang yg dulu sangat ia cintai itu.

 

“Kak tolongin nabilah kak! Nabilah takut kak!” Ucap Nabilah ketakutan sambil menitihkan air matanya.

 

“Please cal, lepasin adek gue cal, gue mohon sama lo. Lo boleh apa-apain gue tapi asal jangan adek gue lo apa-apain, please cal please.” Mohon Kak Sendy sambil berlutut di hadapannya Ical sama yg lainnya.

 

“Lepasin kata lo? Enak aja lepasin, gue udah gak nafsu sama lo, enakan juga adik lo ini. Yuk genks kita cabut kita iket dan bekap cewek manis ini di atap..” Ucap Ical sambil berbalik badan sambil membawa nabilah.

 

Kak sendy tidak berdaya kala itu, saat mereka semua hampir meninggalkan kawasan kantin sekolahan, tiba-tiba dari arah belakang mereka semua segerombolan buah apel merah menghantam kepala dan badan mereka semua. Sontak ical yg kala itu kaget langsung berbalik badan lagi dan langsung menghampiri semua adik kelasnya itu.

 

“Siapa yg berani ngelemparin apel merah ini ke kami semua, siapa?”

 

“Jika tidak ada yg mau mengaku, kalian semua akan kami beri pelajaran.” Bentak Ical ke semuanya yg ada di kantin sekolahan, bahkan guru kimia yg ada di kantin sekolahan itu juga tidak berani melerai Ical, anak dari donatur terbesar buat sekolahan yg mereka tempati saat ini.

 

“Gua yg ngelempar apel-apel itu ke lo pada, emang ngapa lo gak suka?” Dari arah kejauhan seorang preman datang kearah kantin tempat keributan itu berasal.

 

Anak-anak yg lainnya yg melihat preman masuk kedalam sekolahan sangat bingung dibuatnya. Bukankah preman di larang masuk ke kawasan sekolah? Kok ini ada preman di kawasan sekolah.

 

“Eh itu kan..” Ucap Kak Sendy dalam hati sambil menghapus linangan air matanya yg sedari tadi membasahi kedua pipinya itu.

 

“Lepasin gak tuh anak, jangan beraninya sama cewek doank lo, sini hadepin gua.” Ucap Preman itu.

 

“Lo Rio yg tahun lalu mampus di sungai kan?” Tanya Ical ke orang di depannya itu.

 

“Rio? Siapa itu Rio, gue nggak kenal sama orang yg lo sebut tadi. Lepasin tuh cewek atau gue bikin mampus lo sekarang.” Ucap Preman itu yg sudah ada di depannya Ical,

 

“Hai…” Preman itu langsung mengambil nabilah dan melemparkannya ke belakang, preman itu langsung menendang perutnya Ical sampai badannya ical terpental sampai jauh ke tengah-tengah lapangan dan akhirnya berakhir di pohon mangga yg sangat besar.

 

DRASH!!

 

Banyak guru dan siswa siswi yg menuju ke pinggir lapangan, melihat preman itu memberi pelajaran terhadap ical, guru kimia yg asalnya sedang asik makan terbelangak seketika itu juga ketika melihat wajah yg tak asing baginya itu. Guru kimia itu juga ikutan berlari ke pinggir lapangan basket, untuk melihat orang yg menghajar muridnya itu.

 

“Apa lo masih berani berdiri lagi setelah lo buat kesalahan lagi?” Orang itu berjalan mengitari ical.

 

“Cepat habisin orang ini!” seru Ical ke anak buahnya.

 

 

Anak buah dari ical langsung satu persatu mengeluarkan senjata masing-masing, ada yg bawa pentungan golf ada juga yg bawa pisau lipat. Mereka semua langsung mengarahkan serangannya ke orang yg sudah melukai bosnya.

 

Orang itu menangkis serangan mereka semua tanpa mengenai sedikit pun badan orang yg menyerangnya itu dengan senjata yg mereka bawa masing-masing buat menghabisi nyawanya itu.

 

Guru kimia yg sedari tadi melihat orang yg sudah membuat profesor meninggal itu melawan anak bangor di sekolahan dengan santainya, sampai membuat guru kimia terbelangak.

 

“Sungguh hebat ciptaanmu Profesor, walau pun dari jasad yg mengapung di sungai tapi bisa menghasilkan orang yg begitu baiknya seperti itu.” Ucap Guru kimia itu dalam hati.

 

BRUKK!!

 

Orang-orang yg menyerangnya tadi tiba-tiba saja tergantung dengan sendirinya, gara-gara akar pohon mangga menjuntai keluar dari tanah dan menyambar kaki para orang yg tadi menyerangnya itu. Kaki di atas dan kepala di bawah? Ya itulah kondisi mereka saat ini. Di gantung layaknya kalong (Kelalawar).

 

“Enak kan? Apa kalian berani lagi menganggu mereka lagi, jika kalian masih berani menggangu mereka, kalian semua akan mendapatakan lebih dari ini. Dan untuk lo nama gue Hans Bukannya Rio.” Ucap orang itu sambil berjalan kearah gerbang keluar.

 

Guru kimia yg melihat itu langsung mengejar orang yg memakai pakaian preman itu,

 

“Hai kamu tunggu dulu..” Panggil seseorang dari arah belakang.

 

Preman itu langsung berhenti dan menoleh kebelakang, ketika seoranh wanita cantik yg mengenakan baju PNS tengah mengejar dan memanggilnya.

 

“Iya ada bu, kok ibu ngejar saya kayak gitu?” Ucap preman itu terhenti.

 

“Bisa nggak kamu nanti setelah saya selesai mengajar datang kerumah saya, ada yg saya ingin bicariin sama kamu, empat mata ini penting sekali.” Kata Cewek yg ada di depannya.

 

“Bisa, emang ada apa ibu sampe ingin sekali ngobrol dengan saya?” Tanya orang yg baru saja memberi pelajaran dengan genks di sekolahan.

 

“Pokoknya penting sekali, ini kartu nama saya, kamu datang saja ke alamat yg tertera di situ.” Ucap cewek itu sambil mengasihkan kartu namanya dan langsung saja kembali ke arah sekolahan tempat ia mengajar dan mencari nafkah.

 

Di Sekolahan….

 

Banyak siswa siswi yg membicarakan tentang preman yg barusan menghajar anak donatur utama sekolahan ini dengan sangat kerasnya, sampai anak donatur itu tidak bisa bangun lagi. Di sisi lain Kak Sendy masih memikirkan wajah preman yg baru saja menolong adiknya dari Ical, kak Sendy terdiam cukup lama di kantin sampai membuat teman-temannya kebingungan di buatnya.

 

“Kok orang itu namanya Hans ya? Bukannya dia Rio?” Pikir dalam hati Sendy.

 

“Hai kak ngelamun aja sih!” Nabilah yg baru datang ke kantin langsung mengagetkan kakaknya yg belum sama sekali menyentuh makanan di atas meja tepat depannya itu.

 

“Eh kamu nab, gak kok kakak nggak ngeelamun.” Balas Kak Sendy sambil nyendok makan siangnya.

 

“Boong nab, Sendy dari tadi ngelamun aja nab, dari tadi kita semua godaiin tapi tetep saja kakakmu gak ngeh kalau kita semua sedang isengin kakak kamu.” Ucap Kak Ve, temen sebangkunya Sendy.

 

“Emang kakak ngelamunin apa sih kak, kok sampe segitunya kakak ngelamunya?” Tanya Nabilah.

 

“Gak ada apa-apa kok dek, kak ve bohong kok dek. Kakak tadi gak sedang ngelamun, orang tadi lagi ga mood makan aja gara-gara kamu tadi hampir kenapa-napa dek.” Kata Kak Sendy beralesan, sambil nginjek kakinya Ve.

 

Ve yg tau kalau Sendy ngode itu hanya tersenyum kearahnya Sendy, untuk menanggapi permintaan kakaknya nabilah itu.

 

“Udah nggak usah khawatirin nabilah kak, buktinya nabilah baik-baik saja kan sekarang berkat preman yg bernama Hans itu.” ucap nabilah sambil tersenyum manis kearah kakaknya.

 

“Tapi tetep saja khawatir sama kamu dek, biar pun sekarang kamu nggak apa-apa gini. Kamu kan keluarga yg satu-satunya kakak punya dek, ya wajar donk kalau kakak itu khawatir banget sama kamu.” Ucap kak Sendy sambil nangis dan memeluk adiknya itu.

 

Nabilah hanya terdiam saja dan langsung membalas pelukan kakaknya, sehabis selesai mengajar di kelas. Guru kimia itu langsung bergegas pulang kearah rumahnya. Di pertigaan gang seorang preman menanyakan alamat rumah dari guru yg di temuinya tadi pagi, warga langsung menunjuk rumah besar bertingkat warna putih itu. Setibanya di depan gerbang rumah besar yg di sebut warga yg ada di ujung gang tadi, dengan sangat ragu-ragu sekali aku melangkahkan kakiku untuk masuk kedalam gerbang rumah mewah itu.

 

Tok!!..

 

Tok..!!

 

Suara pintu di ketuk dari luar rumah terdengar, orang yg ada di dalam rumah langsung membukan pintu orang yg mengetuk pintu tadi.

 

“Eh kamu, silahkan masuk..” Ucap orang yg tadi pagi baru aku temui itu.

Aku pun langsung saja masuk kedalam rumah yg sangat megah itu, terbelangak seketika? Ya itualah yg sedang dialami hans saat ini. Furnuture yg sangat unik dan mewah yg ada di dalam rumah seorang PNS.

 

“Silahkan duduk dulu biar aku ambilkan kamu minum, anggep saja rumah sendiri.” Ucap cewek itu sambil berjalan kearah dapur dengan jalan hontainya.

 

“Wah!!.. Kapan ya aku bisa punya rumah mewah dan sebagus ini. Ah mungkin bisa aku khayalin saja untuk saat ini.” Ucapku dalam hati sambil berkeliling melihat kemegahan rumah indah dari seorang wanita cantik itu.

 

“Ehem..” Suara berdehem dari belakangku.

 

“Eh ibu ternyata ngagetin aja si ibu ini. Maaf bu kalau saya tadi melihat-lihat isi rumah ibu yg sangat bagus ini.” Ucap Hans.

 

“Iya tidak apa-apa, oh iya silahkan di minum dulu minumannya.” Ucap wanita muda yg ada di depannya.

 

Hans langsung meminum suguhan es sirup jeruk di depannya itu. Setelah minum hans langsung di ajak berbicara dengan wanita yg sangat cantik dan lumayan sexy kataku (Author).

 

“Sebelumnya perkenalkan namaku adalah Shinta Naomi, biasa di panggil Naomi oleh teman-temanku. Aku suruh kamu datang kesini karena, ada hal penting yg pengen aku bicarakan ke kamu soal kekuatan yg kamu keluarin tadi pagi itu.” Ucap Cewek yg ada di depanku.

 

“Kekuatan? Maksutnya kekuatan apa ya?” Hans pura-pura bingung.

 

“Iya, sebenarnya kamu itu adalah ciptaan dari profesor Sinka yg dulu kamu bunuh gara-gara kamu dulu tidak terkendali, akar-akar tumbuhan keluar dari badan kamu sampai memenuhi rumah sebesar ini. Untung saja setelah profesor berhasil menyuntikan serum penenang ke kamu. Setelah profesor tewas karna kehabisan napas dan kamu terus-terusan tak terkendali dengan sangat terpaksanya. Saya membakar seluruh rumah yg ada termasuk kamu dan profesor, tapi saya kaget ketika melihat ciptaan profesor Sinka bangkit lagi setelah satu tahun lamanya.” Ujar Naomi.

 

“Jadi begitu rupanya..”

 

“Iya..”

 

“Seharusnya kamu sudah tidak bisa bangkit lagi tapi kenapa kamu bisa kembali bangkit lagi? Itu yg masih menjadi misteri untuk saat ini.” Ucap Naomi.

 

“Oh iya bu, suami ibu kemana?” Tanya Hans dengan polosnya.

 

“Suami? Aku belum berkeluarga, lagian aku juga masih fokus pengen kerja dan menyelesaikan eksperimen profesor Sinka yg lannya.” Ucap Naomi sambil menyalakan televisi di depannya.

 

Di rumahnya Sendy…

 

Seorang wanita muda tengah terduduk di pinggir jendela kaca kamarnya, wanita itu mulai meneteskan linangan air matanya. Dia terus menangis sesekali mengingat kembali masa-masa indah yg pernah mereka jalanin dulu waktu mereka masih bersama.

 

“Aku masih nggak percaya kalau kamu itu sudah meninggal, aku nggak percaya. Apa yg tadi pagi itu kamu sayang? Kalau benar itu kamu, tolong kamu tunjukan kalau yg tadi pagi yg aku lihat itu benar-benar kamu!” Tangis Kak Sendy sambil memandangi foto pas masa-masa indah dulu yg pernah mereka alami.

 

“Bu saya ijin pulang ya! Saya udah ngantuk banget.” Ucap Hans sangat sopannya.

 

“Iya, tapi kapan-kapan main kesini lagi ya.” Balas Naomi sambil tersenyum.

 

“Iya..” Dengan sekejap mata hans langsung menembus dinding marmer yg cukup keras itu.

 

Pagi hari yg sangat cerah, Michelle sudah bersiap untuk berangkat menuju ke sekolahan tempat dirinya menimba ilmu dan menambah pertemanan. Setelah selesai sarapan bareng ayahnya, Michelle langsung bergegas berangkat kesekolah menggunakan motor Ducati Monster, sepeda motor pemberian ayahnya pas michelle berulang tahun dan sekaligus kelulusannya michelle tahun lalu.

 

NGUKK!!

 

NGUKK!!

 

Michelle memacu sepeda motornya dengan sangat kencangnya, sampai spidometer motornya menunjukan angka 360 Mph. Kecepatan yg luar biasa yg di perlihatkan Michelle, biar pun badannya kecil tapi nyali yg sangat besar di tunjukan oleh michelle. Setibanya di parkiran sekolah, Michelle langsung berjalan menuju ke arah koridor kelasnya.

 

“Chel, gue boleh copas tugas math lo gak?” tanya Nabilah.

 

“Boleh kak, sebentar ya, tak ambilin dulu buku math aku.” Kata Michelle sambil mengambil buku tugas math nya.

 

“Nih kak, tapi sebelum masuk harus sudah di kembaliin yah! Math pembelajaran pertama kelasku soalnya.” Ucapnya.

 

“Iya, lagian aku copasnya di kelas kamu chel, gak tak bawa ke kelasku ntar yg lain ikut copas lagi.” Balas nabilah sambil meng copy paste hasil pekerjaannya michelle zudith eh gak denk michelle kusnadi maksutnya heheh:-P

 

Jam pembelajaran pertama tlah berbunyi dan semua murid yg masih ada di luar sudah berada di dalam kelas masing-masing, dan bersiap menerima pembelajaran hari ini.

 

Dari kejauhan hans memperhatikan Nabilah dan Michelle yg sedang belajar di kelas mereka masing-masing, saat mata hans meleng ke kelasnya kak Sendy. Tiba-tiba ada orang yg bersenjata dan mukanya di tutup dengan penutup kepala masuk kedalam kelas mereka masing-masing. Suara tembakan terdengar di setiap kelas yg ada, semua murid dan guru-guru di buat ketakutan oleh orang-orang yg bersenjata lengkap di sertai bom di badan itu. Bahkan satpam depan itu juga telah terbunuh oleh mereka gara-gara menghentikan laju para penjahat itu.

 

“Jangan ada yg berisik, jika kalian berisik sedikit pun kalian akan kami bunuh semua.” Pimpinan dari mereka yg ada di kelasnya Nabilah menyuruh mereka berjalan perlahan-lahan kearah ruang serba guna dan di situ juga udah berkumpul siswa siswi yg lainnya.

 

” Bagi para teroris yg ada di dalam gedung cepat keluar dan angkat tanganlah atau kami akan masuk dan langsung melumpuhkan kalian semua.” seru Komandan Kinal lewat pengeras suara.

 

Di dalam gedung sekolahan terlihat jelas pimpinan para teroris itu tengah menarik seorang sandra dan memakai kan nya rompi yg sudah di pasangi bom remote.

 

“Cepat lo keluar dari sini atau gue matiin juga ko disini.” Ancam salah seorang teroris sambil menodongkan pistolnya ke sandra yg aku (Author) ketahui itu adalah michelle.

 

Michelle dengan sangat takutnya mulai perlahan-lahan keluar dari dalam gedung sekolahan tempat dimana yg lainnya di sandra oleh komplotan teroris sambogha.

 

“Tahan tembakan kalian!!” Seru Kopral Jeje.

 

“Tim Gegana mana, cepat jinakan bom yg ada di tubuh sandra itu.” Emosi kesal dari komandan Kinal.

 

Saat Tim Gegana datang ke arah siswi SMA yg menjadi bahan bom hidup, seorang laki-laki berlari kearah cewek itu. Komandan kinal yg melihat itu langsung menembak kaki cowok itu.

 

Dorr!

 

Tapi cowok itu tetap berlari kearah cewek yg menangis ketakutan itu.

 

 

TIIIT!  Teroris itu menekan remote pengendali bom bunuh diri itu. Rompi bom yg ada di badan sandra itu meledak tepat saat cowok yg berlari ke badannya sandra itu. Alhasil kedua warga sipil itu terbunuh tak beraturan, setelah kabut asap akibat ledakan bom bunuh diri itu usai. Alangkah terkejutnya mereka semua, sebuah kuncup bunga yg terbuat dari akar pohon muncul tepat sebelum bom bunuh diri itu di ledakan itu.

 

“Apa itu?” tanya Komandan Kinal Bingung.

 

Secara perlahan kuncup bunga akar itu mulia membuka dan mempelihatkan keadaan kedua orang itu baik-baik saja. Hans mengajak Michelle untuk berkumpul bersama dengan para militer-militer itu.

 

“Kak hans di sini saja, di sana berbahaya kak!” Seru Michelle tapi hans tidak mendengarkan seruannya Michelle.

 

BREEKKK!

 

Hans langsung saja mendobrak pintu tempat para yg lainnya di sandra suara letupan peluru mengarah kepada dirinya tapi hans tidak apa-apa, sontak yg lainnya kaget dan ada pula yg pingsan di buatnya. Hans langsung mengeluarkan akar berduri dari dalam dirinya dan langsung melilit para teroris-teroris itu hingga berdarah di buatnya.

 

Saat tiba di luar gedung hans membanting dengan sangat kerasnya orang-orang bersenjata yg nembakinya tadi ke tanah. Saat hans mau menarik kembali kekuatannya kedalam badannya lagi, hans secara tidak sadar tidak terkendali seperi satu tahun yg lalu, akar berduri miliknya melilit semua orang yg di lihatnya. Naomi yg melihat itu semua langsung mengambil serum yg berbeda dengan serum yg pernah di suntikan oleh profesor Sinka. Naomi memanjat badannya hans dan langsung saja menancapkan jarum suntik yg berisi serum itu kepundaknya hans.

 

Setelah beberapa menit tak terkendali hans kembali menciut lagi layaknya manusia, badannya hans mulai kembali normal lagi dan matanya masih membiru.

 

“Kamu udah nggak apa-apa kan hans?” Tanya Naomi.

 

“Udah nggak kok, bu!?”

 

Para militer yg melihat kekuatan yg sangat menyeramkan yg di tunjukan oleh orang berbaju preman itu langsung berusaha melumpuhkan orang itu dengan obat bius. Hans yg tau kalau dirinya terancam bahaya, hans langsung masuk kedalam tanah dan membuat tanah yg ada di sekitaran mobil baja itu amblas kebawah.

 

“Sialan! Orang itu. Awas saja kalau ketemu akan aku bedah dan aku teliti badanmu itu.” Kesal Kapten Shania.

 

Malam harinya tiba saat kak Sendy tengah sendirian di tempat favoritenya ( Jendela kamar ) untuk menyendiri, hans datang membawa bunga mawar beserta buah-buahan di tangannya.

 

“Eh kamu rupanya, ngagetin aja sih!” Ucap Kak Sendy kaget.

 

“Maaf kak maaf, kamarnya Nabilah yg sebelah mana ya? Aku kiraiin yg lampunya masih nyala itu kamarnya nabilah eh salah ternyata malah kamarnya kakak.” Ucap Hans sambil nyengir kuda.

 

“Itu tuh kamar sebelah kamarnya nabilah.” Balas kak sendy dengan sikap dinginnya.

 

“Makasih kak..” Hans langsung beranjak dari berdirinya dan langsung mengetuk jendela kamarnya nabilah.

 

“Rio, rio aku kira bunga dan buah-buahan yg kamu bawa itu buat aku eh dugaanku salah. Ternyata bunga dan buah-buahan itu buat adiku nabilah. Ternyata kamu bukan Rio yg dulu aku cintai dan aku kasihi, kamu Rio yg berbeda!” Tangis Kak Sendy menahan rasa pedih yg terasa.

 

“Eh kamu rupanya, ada apa tengah malam gini datang kerumah aku?” Tanya nabilah sambil membukakan jendela kamarnya.

 

“Ini aku kesini cuman mau mengutarakan isi hatiku selama ini ke kamu, sejak aku pertama melihatmu pas itu aku nggak sengaja ngintipin kamu sedang baca majalah di teras depan rumah kamu..”

 

“Eh jadi itu kamu yg dulu ngintipin aku yg tengah asik baca majalah tapi pas kak Sendy menghampiri kamu, kamu kok nggak ada di sana?” ucap Nabilah kaget.

 

“Oh kalau itu aku bersembunyi di pot bunga depan gerbang rumah kamu.” Balasku.

 

“Kamu dulu takut di dor sama kakaku ya? Kok sampai kamu bersembunyi di dalam pot bunga gitu.” Ucap nabilah lagi.

 

“Iya hehehe..”

 

“Tapi sekarang aku juga udah nggak takut di dor lagi kok, di dor-ong akan cinta dan kasih sayangmu itu.”Ucap Hans lagi.

 

“Gombal ih kamu..” Nabilah sambil menundukan kepalanya ke bawah karena malu di buatnya.

 

“Kamu mau nggak jadi pacar aku?” Tanya Hans sambil memberikan bunga mawar beserta buah-buahan yg ada di tangannya.

 

“Eumm… Gimana ya? Tapi aku masih bingung dengan perasaan aku ke kakak ini. Tapi kayaknya kak Sendy deh yg lebih suka sama kakak di bandingkan aku.” Ucap Nabilah.

 

“Yah!.. Jadi aku di tolak nih?”  Tanya Hans.

 

“Bukannya aku tolak cinta kakak, tapi kakak itu lebih pantas sama kakak aku. Kak sendy di bandingkan aku, lagian aku itu udah anggep kak hans sebagai kakak aku sendiri.” Ucap Nabilah.

 

“Maaf ya kak, kalau nabilah bikin kakak sedih gitu. Nabilah nggak bermaksut loh bikin kakak sedih gitu!” Ucap Nabilah lagi.

 

“Iya nggak apa-apa kok, kakak pergi dulu ya? Maaf udah ganggu kamu tidur.” Ucap Hans.

 

“Iya kak, hati-hati ya. Sekali lagi maafin nabilah ya!” balas nabilah sambil tersenyum.

 

Setelah hans pergi meninggalkan kediaman rumahnya Kak Sendy dan Nabilah, Nabilah yg masih menyesal karena udah menolak Hans. Untuk menebus semua kesalahannya terhadap hans. Nabilah berencana untuk menjebak kakaknya dan hans di suatu kondisi sulit yg sama, nabilah berencana untuk mempertemukan kak Sendy dengan kak Hans di suatu tempat yg sangat romantis.

 

“Michelle kita ketemuan di taman yuk?” Telphone nabilah ke michelle.

 

“Baik kak, tapi emang ada apa kok kak nabilah ngajakin aku ketemuan gitu?” Balas Michelle.

 

“Udah jangan nanya terus , pokoknya jam 12an tak tunggu di taman tempat biasa kita selfie-selfie ya” Ucap Nabilah langsung memutus sambungan telphone dengan Michelle.

 

 

“Yah malah di putusin sambungan telphonenya.” Ketus kesal Michelle.

 

Jam set 12 siang pun datang, tepat dengan jam yg telah di janjikan oleh nabilah untuk ketemuan dengan michelle di taman yg penuh dengan bunga-bunga. Nabilah yg sudah duduk manis di bawah pohon beringin pun langsung di hampirin michelle yg datang hanya menggunakan kaos tank top dan celana gemes itu.

 

“Etdah bujug lu chel, ketempat umum pakai -pakaian yg begituan gak malu lo di lihatin orang lewat apa.” Ucap Nabilah.

 

“Ya buru-buru kak, lagian di rumah gue juga, baju gue semuanya basah gara-gara di laundr’in semua sama nyokap..” Kata Michelle.

 

“Oh gitu rupanya..”

 

“Gini chel, gue ngajakin lo ketemuan itu karena….” Nabilah langsung saja membisikan rencana yg di buatnya tadi malam dengan sistem SKS.

 

“Oh gitu toh rupanya. Aku setuju banget kak, kalau kak Sendy sama kak Hans. Biar kak Sendy nggak galau an terus orangnya.” Ucap Michelle.

 

“Iya..”

 

 

Sepulang dari sekolahan, seperti hari-hari biasanya Kak Sendy melamun di pinggir jendela kamarnya, sambil menangis dan menikmati sejuknya angin sepoi-sepoi yg berhembus melewati celah-celah ventilasi udara.

 

NDERT!! Getar Handphonenya kak Sendy di atas kasur.

 

*Pesan masuk!* : ” kak sendy temenin aku jalan-jalan ke pasar malam yuk!”

 

“Reply kak Sendy!* : ” ajak aja nabilah kan bisa chel, kakak lagi sibuk nih!”

 

*Pesan Masuk!* : “Nabilah lagi sibuk banget kak, kakak aja yg nemenin Michelle ya? Ayolah kak Sendy, masa kak Sendy gak pernah jalan-jalan sama aku sih!”

 

*Reply kak Sendy!* :” iya deh iya, kapan kamu ngajakin keluar rumah?”

 

*Pesan Masuk!* : *Hari ini, nanti aku jemput kak sendy pakek motor*

 

Setelah Michelle berhasil membujuk kak sendy untuk menemani diringa keluar jalan-jalan, akhirnya Nabilah pun mengajak Hans untuk ke pasar malam. Setibanya di pasar malam nabilah dan hans langsung menikmati setiap wahana yg ada dari gondola, ombak air, tong setan dan sebagainya sudah di cobain oleh mereka berdua. Kini tinggak satu wahana saja yg belum mereka cobaiin…

 

“Kamu beneran berani masuk ke rumah hantu itu, nab?” Tanya Hans.

 

“Iya kak, Nabilah berani tapi kakak duluan masuknya ya. Nabilah kebelet nih.” Ucapnya.

 

“Iya, cepetan ya. Aku tungguin di dalem lho, nab.” Ucap hans ke nabilah yg sudah berlari kearah kamar kecil di pojok hawana tong setan.

 

Di sisi lain Michelle tengah asik mengajak kak Sendy mencoba setiap hawana yg ada di pasar malam. Tapi ada satu hawana yg belum pernah sekali di coba oleh Michelle.

 

“Kak Sendy masuk itu yuk?” Tunjuk Michelle ke sebuah wahana rumah sakit hantu.

 

“Kamu berani nggak masuk sana, entar kalau nggak berani akunya yg repot nanti.” Ucap Kak Sendy.

 

“Berani donk kak, Michelle gitu loh!” Balas Michelle.

 

“Iya deh. Ayolah kalau kamu memang berani, kita masuk!” Ucap Kak Sendy sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah hantu.

 

Saat di tengah-tengah perjalanan Michelle tiba-tiba saja menghilang dengan sangat misteriusnya, sontak membuat Sendy panik dengan sendirinya. Sendy berteriak minta tolong ke orang tapi tidak ada yg mendengar teriakannya. Hans yg belum jauh dari tempat Sendy teriak langsung berlari kebelakang ke arah suara cewek yg teriak tadi.

 

“Kamu kenapa Kak, kok teriak-teriak gitu?” Tanya Hans.

 

“Michelle hilang hans, tadi dia ada di samping aku tapi sekarang michelle menghilang dengan misteriusnya.” Ucap Sendy.

 

“Kok samaan, Tadi Nabilah juga ngilang pas aku ajak masuk kesini. Apa jangan-jangan mereka berdua udah ngerencanaiin ini semua?” Kata Hans.

 

“Mungkin..”

 

“Yuk lanjutin jalan keluar aja yuk!” Ucap Hans sambil melanjutkan jalannya, Sendy langsung membuntuti jalannya hans yg terlalu cepat. Di ruang Monitor dari wahanan rumah hantu, Nabilah, Michelle dan owner pemilik wahana sedang tertawa geli di buat mereka. Saat melewati lorong pojok, kepala mengelinding dengan sendirinya sontak membuat Sendy kaget dan langsung meloncat ke badannya Hans, setelah melewati lorong pojokan, mereka haru menuruni tangga agar nyampe di pintu keluar.

 

“KYAAA!!” Teriak kak Sendy, ketika hantu pocong tiba-tiba jatuh di hadapannya. Kak sendy langsung menyelipkan mukanya di bahu kirinya hans. Hans yg saat itu di buat geli oleh Sendy, kakaknya Nabilah.

 

“Lucu sekali mereka berdua, apa mereka sepasang kekasih?” Tanya Owner wahana pasar malam.

 

“Bukan, mereka itu lagi kami dekatin agar mereka berdua berjodoh begitu.” Ucap Michelle.

 

“Oh begitu rupanya, aku baru paham sekarang.” Ucap owner itu sambil menganggukan kepalanya.

 

 

Setelah melewati berbagai lorong dan kamar juga, akhirnya kak Sendy dan hans keluar juga dari wahana rumah sakit berhantu.

 

“Kakak kenapa kok nangis gitu?” Tanya Nabilah.

 

“Ini loh kakak kamu ketakutan tadi di dalem sana!” Ucap Hans.

 

“Hahaha… Gitu aja takut kak, woo penakut dasar!” Ledek Nabilah.

 

“Biarin, emang orang takut salah apa? Nggak kan?” Ketus Kak sendy kesel sambil menarik lengannya Michelle kearah parkiran sepeda motor.

 

“Hahaha… Lucu sekali sih nab, kakak kamu pas ngambek gitu.” Ucap Hans.

 

“Cieee.. Cieee.. Kak hans ciee..” Goda Nabilah ke Hans.

 

“Dih apaan..?”

 

“Jujur saja kak, kalau kakak suka sama kak Sendy jujur saja nggak usah kakak sembunyiin gitu kak. Aku tau lho kalau kakak itu suka sama kak Sendy.” Ucap Nabilah sambil mengoda hans.

 

“Dih apaan sih nab… Aku gak suka kakak kamu, aku sukanya sama kamu tau.” Kata Hans yg membuat nabilah menunduk malu.

 

 

“Aku nggak suka sama kakak, lebih baik kakak pacarin kakak aku saja, kak Sendy selalu menangis mengingat pacarnya yg tahun lalu meninggal di sungai kak!” Ujar Nabilah.

 

“Ya ampun kasihan banget kakak kamu nab,”

 

“Iya kak, aku mohon kakak bahagiain kak Sendy ya. Sebagaimana dulu kak Sendy sama pacarnya yg hanyut di sungai itu.” Pinta Nabilah sambil menangis di pundaknya hans.

 

 

Hans tehenti sebentar dan langsung merangkul pundaknya nabilah, dan langsung mengelus-elus pundaknya itu. Sesekali hans melirik wajah cantik nya nabilah. Hans terenyuh dengan ceritanya nabilah barusan mengenai kakaknya.

 

 

“Udah nab, kamu nggak usah nangis gitu. Sebisa mungkin kakak akan coba mencintai kakak kamu itu. Seperti yg kamu inginkan itu.” Kata Hans sambil memeluk badannya nabilah.

 

“Makasih ya kak!” Nabilah tersenyum manis kearahnya hans sambil menghapus air matanya di pipi.

 

“Iya..” balas hans sambil membalas senyum manisnya nabilah.

 

Di perjalanan pulang, Saat Michelle tengah melaju kencang di jalanan, sesekali Michelle melirik kearah kaca spion motornya. Michelle melihat kak Sendy dari tadi senyum-senyum sendiri di belakang sambil pegangan bajunya michelle yg lumayan kegedean. Michelle langsung menghentikan laju sepeda motornya secara mendadak sampai, sampai jidatnya Sendy ke pentok helmnya Michelle.

 

“Aduh… Gimana sih chel kamu, main berhenti-berhenti aja, sakit nih jidatku.” Ketus kak Sendy mengomeli Michelle yg menyetandart sepeda motornya.

 

“Habisnya sih kak Sendy bikin Michelle takut, Michelle perhatiin dari tadi kak Sendy itu senyum-senyum sendiri. Michelle takut kalau kak Sendy itu kerasukan Makhluk halus di rumah sakit hantu itu.” Kata Michelle.

 

 

“Eh eh enak aja kalau ngomong, kakak tadi senyum karna kamu itu manis banget chel jadi cewek. Coba kalau kamu cowok pasti udah aku jadiin pacar kamu chel.” Ucap kak Sendy.

 

“Ih ngeri banget kak sendy ih, kak hans juga manis kenapa kak Sendy nggak jadian saja sama kak Hans. Lagian kak Hans sama kak Sendy itu cocok banget tau.” Kata Michelle.

 

“Eh jangan gitu donk chel, hans kan sukanya sama nabilah masa kamu main cocok-cocokin aja sama kakak, gak boleh gitu chel kamu.” Omel kak Sendy ke Michelle.

 

“Ya maaf deh kak, lagian aku lihatnya kak Sendy itu cocok banget sama kak Hans di bandingkan sama kak Nabilah sendiri.” Balas Michelle.

 

“Ya walau pun gitu, kamu nggak boleh main cocok-cocokin orang aja gitu.” Omel kak sendy lagi.

 

“Iya iya maaf kak Sendy.” Michelle sambil melanjutkan perjalanannya ke rumahnya Kak Sendy.

 

Setibanya di depan gerbang rumahnya kak Sendy, Michelle langsunh ijin pamit pulang ke kak Sendy. Di jalanan raya, kalau udah sepi banget pasti michelle ngepopling sepeda motornya lima sampai tujuh kali dengan kecepatan yg lumayab cepat 360 mph. Setelah beres bersih-bersih dan ganti baju pula, Sendy langsung rebahan di tempat tidurnya sambil mengingat kejadian romantis hari ini bersama Hans. Orang yg baru di kenalnya tak kurang dari satu mingguan.

 

“Hans-hans!! Sifat kamu kok persis banget sih sama dia. Apa kamu itu benar-benar dia yg slama ini menghilang?” Ucap kak Sendy dalan hati sambil memeluk guling.

 

Di rumahn guru kimianya Nabilah dan Michelle, seseorang ilmuwan telah membekap guru kimia itu dan di tidurkannya di atas tempat tidur yg sangat empuk. Tangan dan kakinya di ikat kencang di pinggir tempat tidurnya itu. Salah satu dari tiga ilmuwan itu menyuntikan sebuah serum warna hijau yg mereka bawa sendiri, guru kimia itu tak sadarkan diri untuk sesaat sebelum para ilmuwan itu melarikan diri dari rumahnya.

 

“Rasakan akibatnya jika lo ngebantuiin profesor Sinka itu. Lo akan merasakan penderitaan yg sangat sakit seperti apa yg kami alami dulu.” Ucap ilmuwan yg memakai masker hitam bertuliskan monster energy.

 

Para ilmuwan itu langsung kabur dari rumahnya guru kimia, sebelum guru kimia itu benar-benar sadar dari pingsannya. Sebelum para ilmuwan itu pergi meninggalkan kediaman rumahnya guru kimia, mereka tak lupa melepaskan ikatan tali di tangan dan di kakinya.

 

“Aduh… Kepalaku sakit banget ini kenapa!” Keluh Naomi sambil bangun dari tempat tidurnya, saat naomi berjalan keluar dari tempat tidurnya. Tiba-tiba saja dari badannya Naomi mengeluarkan sayap yg berbentuk seperti taring harimau, naomi sangat kaget di buatnya, semakin membesar sayap bertaring yg muncul di badannya itu. Naomi mulai panik karena sayap yg muncul dari badannya itu.

 

“Apa yg terjadi padaku ini?” tanya naomi sambil menitihkan air matanya.

 

Sayap itu semakin membesar di sertai pula badannya naomi yg berubah menjadi bersisik dan matanya naomi mulai berubah menjadi mata ular, wajah yg dulu cantik seketika itu juga berubah menjadi buruk rupa seperti itu. Rumah di sekitaran komplek hancur karena di terjang oleh ekor naganya yg besar itu. Para militer menembaki naga yg nggak jelas bentukannya itu, dengan rudal dan berbagai macam senjata berat lainnya.

 

Douar!! Diarr!

 

GROAARRR!!

 

Auman naga itu, naga itu mulai marah dengan para manusia yg menembakinya terus, naga itu mulai membalas dengan menyemburkan api dari mulutnya.

 

Brrush!!

 

Duar!!

 

Ledakan mobil tak terelakan dimana-mana, ekor naganya pun ikut menghancurkan para militer-militer itu. Hans yg tau kalau ada seekor naga entah dari mana datangnya itu, tengah mengamuk di tengah-tengah kota itu. Hans langsung saja berubah menjadi manusia raksasa yg berperisai kayu, langsung saja melawan naga itu. Hans mulai jatuh bangun di buatnya, sesekali hans menarik ekor naga itu dan memutar-mutarkannya ke udara sebelum hans membuangnya ke tanah.

 

BRANKK!!

 

“Kau memilih tempat yg salah untuk mengamuk kawan!” Hans langsung saja menangkap naga itu dan merobek kedua sayap terbangnya itu.

 

 

Saat hans mau membunuh naga itu, tiba-tiba saja naga itu berubah menjadi seorang wanita cantik yg telanjang sedada saja itu. Wanita cantik itu langsung berlari kearah tempat tinggalnya itu. Hans yg tau kalau wanita cantik itu naomi, hans langsung saja mengikuti langkah kaki kecilnya itu. Setibanya di rumah, Naomi langsung membuat serum dari obat-obatan yg ada di rumahnya saja, naomi meracik obat-obatan itu, dan di campurkan dengan bahan herbal yg ada di sekitar rumah.

 

“Semoga saja dengan serum ini, aku bisa kembali normal lagi.” Ucap naomi dalam hati langsung meminum serum bewarna hitam kecoklatan itu.

 

 

Setibanya hans di rumahnya guri kimia yg sudah tak berbentuk lagi, hans langsung menghampiri guru kimia yg tengah menahan sakit di kepalanya itu. Badannya Naomi mengenjang cukup hebatnya, sayap mulai keluar lagi dari badannya naomi. Hans mencoba menahan agar sayap itu tidak keluar lagi dari badannya naomi dengan akar yg di keluarkannya itu mulai membelit kuat badannya naomi.

 

“Ayo bu, lawan kekuatan jahat itu, lawan!!” Ucap Hans terus menekan kekuatan yg melebihi kekuatannya itu.

 

 

KRAKK!!  Seekor naga kembali muncul lagi di depannya. Tapi untuk sesaat saja naga itu muncul dan berubah lagi menjadi seorang wanita cantik.

 

“Kamu berhasil menekan kekuatan jahat itu Naomi.” Ucap Hans.

 

“Iya, tapi aku harus bergegas membuat penawar serum yg telah di suntikan kebadanku itu oleh para ilmuwan yg dulu sempat menjadi saingannya profesor.” Ucap Naomi yg masih lemas sambil bangun dari atas puing-puing bangunan rumahnya.

 

“Kamu rebahan saja di atas sini biar aku saja yg buat penawar serum itu.” Hans menyuruh naomi untuk rebahan di atas bebatuan.

 

“Tapi kamu tau caranya buat serum?” Tanya naomi masih agak ragu dengan hans.

 

“Tau..” balas hans.

 

Dengan ngasalnya hans langsung mencampurkan serum bewarna itu menjadi satu di tambah lagi darah yg menetes dari jarinya hans ikut tercampur kedalam serum gara-gara jarinya hans kena serpihan kaca. Setelah serum yg di buat oleh hans sudah jadi, hans langsung menyuruh naomi untuk meminum serum bewarna itu. Beberapa saat kemudian serum itu mulai bereaksi dengan badannya naomi, sekarang badannya naomi sudah tidak bisa mengeluarkan sayap dan berubah lagi menjadi seekor naga, ya walau pun inti nafas naganya masih ada, yg sekarang sudah berubah menjadi kalung api yg sewaktu-waktu bisa menolong naomi, saat dalam keadaan gawat darurat.

 

Tiga bulan lamanya telah berlalu…

 

Sendy sudah tau jati diri sebenarnya dari hans itu langsung memeluk badannya hans dengan sangat erat di pelukannya hans, bahkan anak-anak yg lainnya yg melihat itu hanya bingung saja di buatnya.

 

“Kemana saja kamu ini sayang, aku kangen tau sama kamu. Sudah tahun lamanya setelah kepergianmu itu. Aku sangat tergoncang akibat berita tentang kamu yg tewas di sungai itu.” Kata Kak Sendy Masih memeluk badannya hans sambil menangis.

 

“Eh sayang? Maksutnya apa ya? Aku gak paham apa yg kamu maksut itu.” Ucap hans sangat bingung di buatnya.

 

“Biar aku saja yg menjelaskannya ke hans,” Ucap Naomi yg tiba-tiba datang menghampiri kami semua yg ada di kantin.

 

“Eh ibu..” Hans sontak kaget dan langsung melepaskan pelukannya dari badannya Sendy.

 

“Begini awal mula ceritanya…..” Kata Bu Naomi menceritakan kejadian awal sebelum orang yg bernama hans itu memiliki kekuatan super itu.

 

Teman-temannya nabilah dan michelle tercengang mendengar cerita dari bu naomi, begitu juga dengan Sendy, Sendy masih tak percaya apa yg di dengarnya tadi.

 

“Dan begitulah ceritanya, hans adalah ciptaan terbesar dan sekaligus ciptaan terakhir dari profesor yg selama ini membimbingku.” Ucap naomi lagi.

 

“Rio… Kamu jangan tinggalin aku lagi ya!” Tangis Kak Sendy sambil meloncat kepelukannya hans.

 

“Aku bukan Rio, nama aku hans..” ucap cowok yg di gelendotin itu.

 

“Masa bodo dengan nama hans dan rio, yg penting kamu itu Rio aku yg dulu..” Kak Sendy langsung mencium pipinya hans (Rio).

 

Sontak membuat teman-temannya bersorak-sorai mendengar kabar gembira kalau orang yg bernama Rio yg dulu hanyut di sungai kini telah kembali lagi ke pelukan orang yg menyayanginya itu.

 

 

*Tamat* 😦

 

Created by : @lastwota

 

 

Mohon maaf kalau cerita diatas masih kurang bagus, namanya juga delusiku ya gitu deh.hehehe kalau ada yg masih kurang mohon coret di komentar atau langsung saja contac me di twitter. Arigato gozaimase

Iklan

Satu tanggapan untuk “Metahuman research

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s