Silat Boy : Awal Kisah Part 1

CnJGPUtWgAEeomp

Matahari bersinar menyilaukan mata, udara terasa amat sejuk,
burung-burung terbang kesana kemari. Sudah tengah hari, tapi mereka
masih mengemasi barang-barangnya.

Di sebuah desa yang masih asri, nampak seorang remaja tangguh berusia
17 tahun tengah menunggu kakaknya di luar rumah. Sudah siang, kakaknya
belum juga selesai mengemasi barang-barang mereka.

Udara pedesaan sangat sejuk walaupun matahari telah menjejakan
cahayanya diatas ubun-ubun. Remaja bernama Rusdi itu masih setia
menunggu kakaknya disana.

“Jadi kita akan pindah kemana?” Rusdi bertanya setelah kakaknya
selesai mengemasi barang-barang mereka.
“Kita akan pindah ke Jakarta.” senyum kakaknya terasa tidak asing lagi baginya.

“Kak Melody, tunggu!” panggil seseorang saat Kak Melody hendak
memasuki mobilnya.
“Ulung?” tanya Kak Melody, Ulung hanya tersenyum tipis.

Ulung lalu menghampiri Rusdi, ia memberi Rusdi sebuah gelang. Rusdi
hendak menolak pemberian itu. Tapi melihat senyuman Ulung, ia jadi
tidak tega menolaknya.

Akhirnya Rusdi menerima pemberian sahabatnya itu. Kak Melody hanya
menatap prihatin. Karena mungkin itulah saat-saat terakhir kali mereka
bisa bertemu.

Rusdi akan pindah ke Jakarta, tapi tidak menutup kemungkinan mereka
tidak bisa bertemu lagi. Kak Melody tidak menjual rumah itu, ia akan
berkunjung ke desa jika liburan sekolah tiba.

Di desa itulah kisah persahabatan yang tak pernah lekang oleh waktu
terjadi. Kisah persahabatan yang tidak bisa terpisahkan oleh jarak.
Desa itu adalah saksi bisu kisah klasik persahabatan mereka.

Entah kapan Rusdi akan kembali, tapi di desa itu Ulung akan selalu
setia menunggunya. Itulah janji seumur hidupnya. Setelah itu Kak
Melody masuk ke dalam mobilnya.

“Terima kasih, kawan!” Rusdi memeluk sahabatnya, dan pelukan itu
langsung dibalas oleh Ulung.
“Sama-sama, kawan!” jawab Ulung, setelah itu Rusdi melepaskan pelukannya.

Rusdi lalu memasuki mobilnya, menutup pintu mobil itu secara perlahan.
Kini ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Sahabatnya ia tinggalkan,
dan kedua orang tuanya sudah lama meninggal.

Tapi ia masih punya kakak yang selalu ia sayangi, Kak Melody. Mobil
itu perlahan melaju meninggalkan desa. Rusdi menatap sayu Ulung yang
masih berdiri disana.

Terasa amat sedih jika Rusdi harus meninggalkan Ulung. Tapi apa boleh
buat, tugas kakaknya yang memisahkan itu. Mungkin akan lama kesedihan
itu mengekang di hatinya.

Tapi Kak Melody akan selalu berusaha membantunya untuk melepaskan
kesedihan-kesedihan itu. Selamat tinggal sahabat, maafkan segala
kesalahanku. Dan jaga dirimu baik-baik, Ulung…

BERSAMBUNG

Story By : @RusdiMWahid

Author Note : Hola, Rusdi M Wahid ada lagi. Setelah fanfic Ghost
Theater yang di update tiap hari tamat, kini giliran fanfic ini yang
di update tiap hari. Fanfic ketujuhku ini bercerita tentang seorang
anak pindahan yang terlibat dalam sebuah pertarungan demi pertarungan.
Biar bagaimana pun ia harus menang, menang demi membela semua orang.
Itulah tujuan hidupnya selama ini, menjadi seseorang yang berguna.
Maaf Rusdi tidak menepati janjinya untuk membuat fanfic tentang
kisahnya di sekolah, sekali lagi mohon maaf. Oke, sampai jumpa di next
part. Salam dari Rusdi M Wahid untuk para readers…

Iklan

2 tanggapan untuk “Silat Boy : Awal Kisah Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s