Jomblo Mengejar Oshi Part 2

 

[Melody POV] 

Aku terbangun oleh teriakan-teriakan para member yang begitu menyakitkan kedua telingaku. Ada yang meneriakan namaku, ada juga yang berkata alay nan lebay.

“Kak Mel! Kak Mel udah baikan?!”

“Teh, Teteh gapapa kan?”

Aku hanya dapat mengangguk lemah, entah kenapa sejak tadi pagi tubuh ini tak dapat diajak kompromi. Uh, tunggu dulu. Seingatku, tadi aku pergi ke theater dan hendak masuk bukan? Lalu kenapa aku berada disini sekarang?

“Siapa yang bawa gue kesini?” Tanyaku.

Semua member terdiam seolah-olah mereka bisu semua. Ve datang menemuiku, dari raut wajahnya sudah kutebak ia sangat khawatir. Padahal saat ia sakit kemarin, aku tidak terlalu khawatir dengan kesehatannya.

“Ve, siapa yang nolongin aku?”

“Gue gak tau jelas, Mel. Tapi yang pasti, dia masih ada di luar,”

Mendengar perkataan Ve, aku langsung bangkit berdiri. Entah kenapa perasaan ini memaksaku untuk melihat siapa yang membantuku, seperti ada rasa rindu yang mendalam juga rasa penasaran. Ntah apa yang kurasakan saat ini.

Nabilah membantuku berdiri. Adik kecil team J ini memang sangat dekat denganku, dan aku sudah menganggapnya seperti adik kandungku sendiri. Aku dan adik kecil team J ini berdiri di ambang pintu, kudapati Lidya juga seorang anak lelaki yang membelakangi kami. Dari belakang, aku tak dapat mengenalinya, akan tetapi hatiku sangat mengenalnya.

“Kamu… yang nolongin aku ya?” Tanyaku perlahan.

Ia menoleh, setengah wajahnya terlihat jelas dan itu saja sudah cukup bagiku untuk mengenalinya. Yap. Aku sangat merindukannya.

“Kamu gak berubah, selalu saja seperti itu… sampai kapan?” Tambahku.

“Sampai kamu berubah, Melody.” Ucapnya

“Maksudnya? Eh-hei! Aku belom selesai ngomong!”

Ia berjalan, keluar dari theater ini tanpa memperdulikan teriakanku tadi itu. Sial, diluar aku sangat membencinya, namun di dalam hatiku yang paling dalam, entah mengapa aku sangat merindukannya.

[Willy POV]

Ha, ancur dah ancur! Si bocah kecil itu ngeliat muka gue, kenapa sih gue bodoh banget? Kebiasaan emang kalo orang manggil pasti gue noleh setengah. Ya kalo orang lain yang manggil mungkin mereka ga bisa ngenalin gue, tapi gue lupa kalo yang manggil ini Melody!

Di luar sini, orang-orang pada ngeliatin gue dengan sinis. Oh God, apa yang harus gue lakuin lagi? Theater sebentar lagi dimulai, tapi kenapa semua fans fans JKT48 malah ngeliatin gue kayak gini? Untung gue cowok bukan cewek, bisa kena kasus asusila nih kalau gue cewek. Wkwkwk …

Tiba-tiba ada yang memanggil gue.

“Brow…”

Lalu seseorang nepuk bahu gue, kemudian gue menoleh ke arah suara barusan. Awalnya gue kira setan, eh ternyata orang toh. :v

“Em, ya? Lo siapa?” Tanya gue.

“Gue Rizal, tepatnya gue Rizal pacarnya Sinka,”

“Dudut? Oh, anak team K3.. ada apa?”

“Lo pasti bingung kan kenapa mereka pada ngeliatin lo kayak gini?” Si Rizal malah nyenderin punggungnya ke tembok.

Wait wait… kan dia pacarnya Sinka, kenapa dia nonton theater anak team J coba? Ah sudahlah…

“Apa yang lo rasain, pernah gue rasain… mungkin disini gue gak terlalu diperhatiin, tapi di theater anak team K3 semuanya pada merhatiin gue,” jelas Rizal.

“Oh, jadi karena itu lo nonton theater team J?” Tanya gue.

“Yah bisa dibilang gitu. Lagipula sikap Sinka belakangan ini agak aneh, jadi gue rasa dia perlu waktu sendiri dulu, sementara itu yah gue melampiaskan rasa ini ke anak team J deh. Hehehe,”

“Siapa target lo?”

“Awalnya sih Cindy Yuvia team K3, tapi ternyata gue berpaling ke Frieska Anastasia Laksani team J,”

“Lha? Gak ada target lain apa?” Tanya gue agak kaget.

“Kenapa empangnya?” Tanya Rizal, kini ia mulai aneh, atau mungkin gue yang aneh nanyain hal itu ke dia? Mungkin …

“Gak kenapa napa sih, cuma yah… lo tau lah…”

“Up to you…”

_ _ _ _

[Melody POV]

“Ya sebelum perform, kayak biasa ya kita berdoa sesuai agama masing-masing…” ucapku. “Berdoa mulai,”

Aku tak berharap banyak kali ini, hanya satu emm atau lebih tepatnya dua. Aku berharap penampilanku juga team ku kali ini akan berjalan lancar, dan yang kedua aku berharap dia, yang menolongku tadi akan sadar dengan rasa rinduku ini.

“Doa selesai,” ucapku.

Semua member yang awalnya menunduk hikmat, kini mulai sibuk dengan kesibukan masing-masing. Ada yang belum memakai sepatu, ada yang masih makan permen karet, ada yang belum memakai lipstick, dan lain hal.

“Lo udah siap Mel?” Tanya Ve

“Seperti yang kamu liat, Ve,” jawabku seadanya.

“Mohon perhatiannya sebentar!” Sahut Shania.

Akan tetapi semua member tak menghiraukannya. Yah memang seperti itu, semenjak ia menjadi kapten team J ini entah kenapa para member yang lain menjadi bebal dan susah untuk diatur. Apa harus setiap hari aku yang turun tangan?

“Hei semuanya perhatikan Shanju!” Sahutku yang mulai kesal.

“Makasih kak,” ucap Shania ramah.

“Sama-sama Shan …” balasku.

“Kenapa lagi Nju?” Tanya member yang lain.

“Begini, karena kita kan Theater nya malem, jadi nanti pas break MC, tolong pada makan nasi kotak itu ya… kalo mau makan sekarang juga gapapa, yang jelas tolong makan ya. Aku ga mau ada yang sakit lagi,” jelas Shania.

“Oke, nah kalo gini kan enak dapet makan…” balas Beby.

“Oh iya, untuk MC nanti yang maju itu kak Melody, kak Veranda, kak Elaine, Beby, aku dan Nabilah. Untuk sesi MC 2, Gaby, Kak Sendy, Frieska, dan Kak Dhike. Makasih atas perhatiannya,”

Tak ada lagi yang menanggapi. Semuanya langsung bubar begitu saja. Terlihat jelas Shania yang sudah lelah memberitaukan informasi sebanyak itu malah di kacangin begitu saja, ia sedih. Tapi aku tak dapat berbuat banyak. Apa yang dilakukannya di sekolah memang berdampak pada theater juga.

“Semuanya tolong perhatiannya sekali lagi!” Sahutku.

Mereka semua menoleh.

“Aku ga minta banyak dari kalian karena aku tau pasti kalian juga udah lelah. Aku cuma mau kalian bersifat profesional, apa yang terjadi di sekolah cukup di sekolah aja di theater jangan bawa perasaan kesal kalian. Begitu juga aku, Ve, Beby, dan Shania. Kami tidak membawa sifat kami bukan? Karena kami profesional, jadi aku mohon jangan bawa sifat kesal kalian pada kami saat di theater.” Ucapku.

Selesai memberitaukan hal tersebut, aku langsung melangkahkan kedua kakiku menuju panggung karena memang salah satu staff tadi sudah memanggil kami. Aku tak mendengar suara member lagi, kurasa peringatanku tadi cukup membekas di ingatan mereka.

Baguslah kalau begitu.

***

Theater telah selesai, dan selama beberapa jam ini aku tak dapat berkonsentrasi. Entah mengapa aku selalu melakukan Eye-lock dengannya. Ya, dia yang menolongku tadi itu. Akan kusampaikan semuanya saat sesi Hi-touch nanti.

Backstage terlihat penuh juga berantakan. Member-member berteriak sana sini, berlarian kesana kesini. Memang selalu begini setelah perform, semuanya gerasah-gerusuh untuk mengganti baju mereka dengan baju official berwarna merah bertuliskan JKT48.

Beberapa member kulihat sudah siap berjejer di depan meja untuk sesi Hi-touch. Sementara aku? Haaa~ aku hanya duduk di kursi Office di depan meja rias tanpa mengganti bajuku terlebih dahulu. Baju Pajama Drive ini masih kukenakan.

“Lo kenapa?” Tanya Kinal.

Dia memang bukan teamku, akan tetapi dia selalu datang ketika team J sedang ada jadwal theater. Kalian tau kenapa? Aku juga tak mengerti, awalnya sudah kutanya dan dia menjawab karena mau membantu Ve. Tadinya kukira itu hanya gurauan, dan ternyata benar dia membantu Ve seakan-akan ia adalah ibunya.

“Gue capek,” jawabku.

“Cih, ibu negara capek rupanya. Makanya kalo lagi sakit gausah sok tegar mau perform,”

“Maksud lo apa Nal? Lo ngatain gue?”

“Bukan gitu, Melody Nurramdhani Laksani… Tapi gue prihatin ama lo, udah sakit tapi harus kerja. Cuti sekali-sekali, Mel, biar para staff kapok,”

“Udahlah, mending kamu tolongin Ve aja sana. Aku capek,”

“Sayangnya Ve udah selesai, dan liat aja, cuman elo yang belom selesai.” Jawab Kinal.

Aku tertegun dan melihat sekeliling. Benar katanya, semua member sudah berbaris di belakang meja dengan baju dan celana pendek, sementara aku berganti pakaian saja belum. Baka!

FYI; Baka (Bahasa Jepang) artinya Bodoh.

_ _ _ _ 

[Willy POV]

 Semoga apa yang gue lakuin kali ini bener. Hahaha lo semua pasti bingung kan? Jelaslah, kan tadi lo pada di POV nya Melody. Salah lo sendiri kaga merhatiin gue selama theater ini :p

Oke sekarang waktu yang gue tunggu-tunggu. Satu persatu member-member gue ajak tos, bukan gue yang ajak sih tapi kan emang gitu peraturannya. LOL.

Anyway, gue udah menyiapkan satu kertas yang gue lipat agak kecil. Malu aja sih kalo di kasih langsung, jadi bakal gue kasih pas tos aja. Untungnya si bocah itu paling terakhir barisnya.

“Hai, kak Misterius. Next time dateng lagi ya,” ucap Nabilah

“Kalo masih ada ya, hehehe,” jawab gue sok misterius lagi.

Nah akhirnya tiba giliran Melody. Gue mengeluarkan kertas itu dari saku celana gue dan mengajaknya tos, yap wajahnya agak berubah ketika mengetahui apa yang ada di tangan gue. Paku.

..

.

HUA kagak lah, yang ada di tangan gue tuh kertas bego, napa jadi paku. Duh maafin author nya ye, si author ini kalo nulis typonya kebangetan wkwkwk..

Saat Hi-touch dengan Melody ada rasa deg-degan juga, tapi berusaha gue netralisir pakai air degan. Canda :v

Gak ada percakapan antara gue dan Melody. Sengaja sih, biar kesannya gue misterius gitu di mata Member. Gue nengok ke belakang, eh ternyata pas semua fans keluar tuh member-member pada ngerubungin si Melody. Pada kepo banget kayanya sama itu kertas …

“Teh Melody lihat dong, kepo nih …”

“Kak, bagi lihat dong … Penasaran banget nih”

“Bentar, bentar!!! Yang dikasih kertasnya aja belom baca”

Gue rasanya mau ngakak lihat ekspresi mereka, apalagi sama Melody … Jadi makin sayang ama doi, eh? Tapi … Idih, member kok pada mau ngerebutin kertas gituan, gak banget. Tapi gue harap mereka ga liat isinya, hahahah….

To be continued ….

 

Ciak ciak author :

Hmm part 2 ini agak aneh yak? Wkwkwk sorry dori mori deh, soalnya tadinya nih di part ini khusus buat Melody POV biar kalian kesannya lebih deket gitu sama sifat si teteh, tapi entah kenapa kalo make Willy POV aku (author) lebih ngerasa lues aja nulisnya.

Orang asli nya Cuma melongo dan nyimak tulisan Seena :v (artis ff yang gak dibayar nih gue, wkwkwk) ~ Willy J

Anyway, thank’s for reading!

Find Me (author)

ID Line : crnet_seena

Twitter : @AuthorCilik

Wattpad : @SeenAve

 

 

 

Iklan

12 tanggapan untuk “Jomblo Mengejar Oshi Part 2

  1. Ff tunda dulu, gw soalnya baru masuk smp and hp disita jd ga bisa nulis, ff tema fantasy nyusul minggu dpn, moga seneng ama tulisan gw 😁

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s