Cinta & Sepak Bola, Part 43

2016-01-28_17.21.21

” Sebelum kita kembali ke Brazil, kalian di bolehkan pulang untuk bertemu keluarga kalian selama 3 hari ” jawab pelatih

” Serius pelatih? ” tanya Willy

” Iya.. ” jawab pelatih lagi

Seluruh pamin timnas pun bersorak sorai gembira mendengar kabar itu, akhirnya mereka di beri waktu untuk bertemu dengan keluarga masing-masing

” Daann.. seperti biasa kita akan kembali berkumpul di tempat ini sebelum kita berangkat ke Brazil ” kata pelatih

” Baik pelatih ” balas para pemain

” Kalau begitu kalian boleh bubar, sampai bertemu 3 hari lagi ” kata pelatih

Setelah itu para pemain membubarkan diri dari tempat latihan dan menemui seseorang yang sudah menunggu mereka masing-masing

” Tadi pelatih sampein apa Angk? ” tanya Naomi saat melihat mereka keluar

” Kita di beri waktu buat pulang kampung ” jawab Aangk

” Serius ” kata Naomi

” Iya, tapi cuma 3 hari doang ” balas Aangk yang nadanya memelan

” Ya udah gak apa-apa, yang penting kalian bisa bertemu sama keluarga kalian, ” kata Rona memegang pundak Aangk

Tiba-tiba Hp Andri bergetar, Andri langsung mengeceknya ternyata ada panggilan masuk dari mamahnya

” Hallo mah ” kata Andri

“……” 

” Iya, ada apa mah? ” tanya Andri

“……”

 ” Apa?? ” tiba-tiba Andri terkejut

 “……”

 ” Mamah bercanda kan? ” tanya Andri tak percaya

 “……”

 Tanpa di duga air mata Andri jatuh begitu saja tanpa meminta persetujuannya

 ” Ya udah Andri langsung pulang sekarang ” kata Andri

 “……”

 ” Gak mah,  pokoknya Andri pulang sekarang ” kata Andri

 ” ……”

 ” Ya mah, mamah juga yah. ” kata Andri menutup telfonnya

 Aangk dan yang lain pun menjadi heran melihat Andri yang tiba-tiba menangis setelah menerima telfon dari mamahnya

” Kenapa Dri? ” tanya Aangk heran

” Papah gue Angk. ” jawab Andri pelan

” Papah lu kenapa? ” tanya Aangk makin heran

” Papah gue masuk rumah sakit, sakit jantungnya kambuh lagi  ” kata Andri dengan nada lemas

Terkejutlah yang mereka rasakan saat mendengar kabar itu.

” Ya udah, gue temenin lu balik sekarang, ” kata Aangk

” Gak usah Angk, gue balik sendiri aja ” tolak Andri

” Beneran?? ” tanya Aangk yang di bales anggukan kecil oleh Andri

Andri langsung berjalan pergi begitu aja setelah itu, sahabat-sahabatnya merasa iba melihat Andri, baru pertama kali mereka melihat Andri menangis

*******

Andri berjalan gontai menuju kamarnya, setelah mendengar kabar bahwa papahnya masuk rumah sakit, serasa seluruh tenaganya tiba-tiba menghilang

Sebenarnya Andri masih belum percaya sepenuhnya kalau ia belum melihatnya langsung

Dan dia memutuskan untuk langsung pulang siang ini juga, setelah mengemasi barang-barangnya, Andri berjalan keluar dari kamarnya

” Serius gak mau gue temenin? ” tanya Aangk

Andri hanya membalas dengan anggukan kecil, Kemudian dia berjalan gontai keluar dari rumah itu

” Kasian yah kak Andri, ” kata Yupi

” Iya, aku jadi gak tega ngelihatnya ” kata Rona

” Kenapa kamu gak temenin aja sih dia Angk. ” kata Naomi

” Tadi kan Andri bilang gak usah. ”  balas Aangk

” Ya harusnya kamu ngerti keadaannya, harusnya kamu temenin dia walau pun dia gak minta ” kata Naomi, matanya terasa memanas dan air matanya pun keluar begitu saja

Ntah kenapa Naomi emosi melihat Aangk tidak menemani Andri pulang

” Justru karena gue ngerti keadaannya, makanya gue turuti dia, gue tau kalau Andri lagi sedih, dia lebih memilih untuk sendiri, nanti kalau udah agak mendingan baru kita temenin dia ” jelas Aangk

” Iya bener kata Aangk, sebaiknya kita biarin dulu Andri buat nenangin pikirannya. ” kata Riyan

Akhirnya Naomi mengangguk pelan dan mengerti keadaan Andri saat ini

~oOo~

Dalam perjalaanan pulang, Andri hanya melamun saja walau pun banyak orang yang menyapanya karena mereka tau kalau Andri adalah pemain timnas u19

Bahkan sesekali ada yang meminta foto dengannya dan Andri pun menerimanya dengan senang hati

Walau pun hatinya merasa sedih tapi senyuman harus selalu terukir di wajahnya di depan para fans’nya

******

Akhirnya setelah menempuh perjalanan 2 jam Andri pun sampai di rumahnya

Tapi, rumahnya terlihat sangat sepi, hanya ada mbok Dewi assisten rumah tangga saja

” Mbok.. ” kata Andri mmemasuki rumah

” Den Andri, aden udah sampai? ” kata Mbok Dewi yang di balas anggukan kecil

” Mamah kemana? ” tanya Andri

” Nyonya lagi di rumah sakit den, nemenin tuan ” jawab mbok Dewi

” Ouh, ya udah Andri ke kamar dulu yah ” kata Andri berjalan pergi

Setelah menaruh tas di kamarnya, Andri langsung pergi ke rumah sakit di mana papahnya di rawat

Setelah sampai di rumah sakit, Andri langsung menuju ke kamar di mana papahnya di rawat

Dia melihat mamahnya terduduk lemas di depan sebuah kamar.

” Mah.. ” panggil Andri saat melihat mamahnya duduk tertunduk di kursi yang ada di depan ruang UGD

” Andri.. ” balas mamahnya, beliau langsung memeluk Andri

” Gimana keadaan papah mah? ” tanya Andri

Mamahnya pun melepaskan pelukannya, tapi air matanya masih setia keluar dari matanya

” Papah kamu sedang menjalani operasi, tapi sudah 3 jam belum ada kabar dari dokter lagi ” jawab mamahnya

Tanpa sadar airnya keluar begitu saja mendengar kabar itu,

”  Mamah yang kuat yah, Andri percaya papah pasti akan baik-baik aja ” kata Andri

Mamahnya hanya mengangguk pelan lalu kembali duduk, Andri pun ikut duduk bersama mamahnya dan mencoba menenagkannya

Setelah hampir 4 jam papah Andri menjalani operasi akhirnya dokter yang mengoprasinya pun keluar

” Bagaimana dok operasinya? ” tanya Andri saat melihat dokter itu keluar

” Operasinya berjalan lancar, tapi… pasien mengalami komplikasi, selain kangker jantung pasien juga mengalami tumor otak. Tapi kalian tidak perlu khawatir karena tumor otak yang di alami pasien sudah berhasil di angkat, tapi kangker jantungnya saya tidak bisa mengatasinya ” jawab dokter itu

Mamahnya Andri pun tambah histeris mendengar kabar itu, bagaimana tidak penyakit berbahaya bersarang pada tubuh suaminya

Andri pun mencoba menenangka mamahnya, walau pun dia merasakan hal yang sama tapi dia harus tetap kuat

” Lebih baik kita pulang dulu, mamah harus istirahat nanti besok kita ke sini lagi ” ajak Andri yang di balas anggukan oleh mamahnya

” Ya sudah, saya permisi dulu.. ” kata dokter itu

” Iya, terima kasih banyak dok ” kata Andri

Lalu dokter itu pun berjalan pergi meninggalkan mereka berdua

Setelah itu Andri dan mamahnya juga pergi meninggalkan rumah sakit.

~oOo~

Pada malam harinya, Riyan membereskan semua pakaiannya karena besok dia akan pulang ke Bandung

” Udah semua deh kayaknya ” katanya saat melihat sekeliling kamarnya

Tiba-tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk.

” Masuk ” kata Riyan

Pintu pun terbuka dan terlihat Sinka masuk ke dalam kamar Riyan

” Sayang ” panggil Sinka

Riyan yang tadi sibuk dengan tasnya pun menoleh ke arah Sinka

” Iya? ”  balas Riyan

” Kamu beneran mau pulang aja? ” tanya Sinka

” Iya, kenapa? ” jawab Riyan mengangguk

” Gak mau ngabisin waktu 3 hari di sini aja apa sama aku? ” tanya Sinka cemberut

Riyan tertawa kecil melihat expresi Sinka yang cemberut, itu terlihat sangat menggemaskan, lalu Riyan bangkit dan berjalan menghampirinya

” Kamu kenapa sih? ” balas Riyan berjalan menghampirinya

” Aku beloh ikut kamu gak ke Bandung gak? ” tanya Sinka memperlihatkan wajah memelasnya

Pipinya pun langsung di cubit pelan oleh Riyan sambil tertawa kecil

” Ihh kok ketawa sih? ” kata Sinka kesal

” Abisnya kamu ada-ada aja ” kata Riyan

” Aku serius tau, aku pengen ikut kamu ke Bandung… Boleh yah yah yah ” kata Sinka

Riyan mengangguk pelan bertanda dia setuju

” Tapi kamu harus izin dulu sama kakak kamu, kalau dia ngizinin kamu boleh ikut ” kata Riyan

” Kalau gak boleh gimana? ” tanya Sinka

” Ya jangan ikut ” jawab  Riyan mencolek hidungnya

” Iihh… kok gitu sih, pokoknya aku harus ikut. ” kata Sinka

” Ya udah sana kamu minta izin sama kakak kamu, kalau boleh kamu langsung packing aja ” kata Riyan

Sinka pun mengangguk mengerti dan langsung berjalan keluar untuk menemui Naomi.

Dia mencari Naomi ke seluruh ruangan, tapi Sinka tidak melihatnya, bahkan di kamarnya pun tidak ada

” Kak Naomi kemana sih? ” kata Sinka bingung

Tidak sengaja Sinka melihat Rona yang sedang asyik menonton tv di ruang tengan

” Kak Rona, kak Naomi kemana yah? ” tanya Sinka

” Ouh Naomi, dia ada di taman belakang tuh.. ” jawab Rona yang masih fokus menonton tv

Sinka pun langsung berjalan menuju taman belakang, dia melihat Naomi sedang duduk sambil melamun

” Kak.. ” panggil Sinka

Tapi Naomi tidak sadar akan kehadiran Sinka di sana

” Kaaaakk.. ” panggil Sinka lagi dengan meninggikan suaranya

Sinka pun berhasil membuyarkan lamunannya

” Eh, iya ada apa? ” kata Naomi tersadar dari lamunannya

” Kakak kenapa sih ngelamun terus? ” tanya Sinka

” Kak gak apa-apa kok. ” jawab Naomi

” Bohong, semenjak kak Andri pulang kak Naomi jadinya sering ngemalun terus, mikirin kak Andri yah? ” tebak Sinkka

” Haha.. kamu ngomong apa sih? ” kata Naomi tertawa kecil

” Ouh iya kak, kak Riyan kan mau pulang tuh besok, aku boleh ikut dia gak kak? ” tanya Sinka

Belum sempat Naomi menjawab, tiba-tiba Hpnya berdering menandakan ada panggilan masuk

” Sebentar kakak angkat telfon dulu, papah telfon nih.. ” kata Naomi

Sinka hanya mengangguk pelan

” Hallo pah.. ” kata Naomi

” …… “

 ” Iya ” kata Naomi

 ” …….. “

” Aku sama Sinka baik pah, papah di sana gimana? ” balas Naomi

” …… “ 

” Syukur deh ” balas Naomi

” ….. “ 

” Mau ngomong apa pah ” kata Naomi

” ……………… “

 Naomi terdiam.

 ” …….. “

 ”  Tapi pah, harus berapa kali Naomi bilang sih, Naomi gak mau ” balas Naomi

 ” ……. ”

 ” Papah kenapa sih gak mau dengerin Naomi, ” balas Naomi

 ” ……. “

 ” Tap… “

 ” …….. “

 ” Kenapa sih papah jadi egois gini? ” kata Naomi

 ” ……. ”

 ” Kalau papah perduli dan sayang sama aku, papah gak akan mungkin ngelakuin ini sama aku, ” kata Naomi

 ” ……. “

 Air mata Naomi pun sudah tidak dapat di bendung lagi, dan keluar begitu saja dari matanya

 ” …….. “

” Ya udah aku pulang. ” kata Naomi dengan nada kesal

 ” …….. ”

Naomi pun menutup telfonnya.

 ” Kakak kenapa, kok nangis? ” tanya Sinka melihat kakaknya menangis

” Kakak gak apa-apa kok, tadi kamu bilang mau apa? ” jawab Naomi sambil menghapus air mata yang ada di pipinya

” Ini kak, kak Riyan kan besok mau pulang, aku boleh ikut dia gak? ” tanya Sinka mengulangi perkataannya

” Iya boleh, kalau itu bikin kamu bahagia kakak pasti ngizinin. ” jawab Naomi

 ” Beneran kak? ” kata Sinka tak percaya

” Iya.. ” balas Naomi mengangguk

” Aaaaakh.. makasih banyak kakk.. ” pekik Sinka girang dan langsung memeluk Naomi

” Kamu beruntung banget Sinka, kamu masih bisa memilih lelaki yang kamu cintai, semoga papah dan mamah gak akan menjodohkan kamu seperti yang kakak alami, karena kakak gak mau melihat kamu merasakan penderitaan yang kakak alami, kakak hanya ingin melihat senyuman selalu terukir di wajah kamu untuk selamanya ” kata Naomi dalam hatinya

 Sinka pun melepaskan pelukannya

” Ya udah aku mau packing dulu ya kak, makasih. ” kata Sinka mencium singkat pipi Naomi kemudian berlalu dari hadapannya

” Semoga senyuman itu selalu terukir di wajah kamu, kakak gak tega lihat air mata kamu keluar, walau pun hanya setetes ” kata Naomi melihat Sinka pergi dari hadapannya

Setelah itu Sinka kembali menemui Riyan untuk memberi tahukannya kalau Naomi mengizinkkan Sinka untuk ikut dengannya

” Kak Naomi ngizinin, jadi aku boleh ikut kan ” kata Sinka

” Hmm… boleh tapi ada sayaratnya? ” kata Riyan

” Apalagi sih kak, ” keluh Sinka kesal

” Syaratnya gampang kok ” kata Riyan

Riyan langsung menunjuk ke pipinya memberikan isyarat pada Sinka

” Cium dulu.. baru boleh ikut ” kata Riyan tertawa jail

” Ihh apaan sih, gak mau ah. ” kata Sinka tmalu-malu

” Ya udah berarti kamu gak mau ikut. ” kata Riyan santai

” Iya iya… ” balas Sinka

Sinka langsung mencium singkat pipi kanan Riyan,

” Asyiieekk… di cium sama cewek cantik.. ” kata Riyan kegirangan dengan nada menggoda

” Ihh apaan Sih, ya udah ah aku mau packing dulu ” kata Sinka dengan wajah yang memerah

” Ciee mukanya merah tuh ” goda Riyan tertawa jail

” Apaan Sih, udah ah ” kata Sinka langsung berlalu dari hadapan Riyan

” Packingnya jangan banyak-banyak, bawa seperlunya aja ”  kata Riyan tapi tidak di tanggapi oleh Sinka

~oOo~

Pagi harinya Riyan dan Sinka sudah siap berangkat ke Bandung, mereka berangkat pukul 8 pagi

” Udah, gak ada yang ketinggalan kan? ” tanya Riyan pada Sinka

” Gak ada ” jawab Sinka

” Ya udah, kita berangkat sekarang ” kata Riyan di balas anggukan kecil oleh Sinka

” Kak Naomi, Yupi, Aku berangkat sekarang yah ” pamit Sinka pada Naomi dan Yupi yang ada di ruang tengah

” Suf, gue duluan yah ” kata Riyan pada Yusuf yang ada di ruangan itu juga

” Ya, kalian hati-hati di jalan ” kata mereka bergantian

Riyan dan Sinka pun berjalan ke luar rumah, di sana mereka melihat Aangk dan Rona yang sedang bermain gitar bersama

” Ekhm.. ” deheman Riyan berhasil membuat mereka melihat kearahnya

” Asyik banget sih yang lagi pacaran ” celetuk Sinka yang berdiri di samping Riyan

” Apaan sih kamu Sin. ” kata Rona tersipu malu sedangkan Aangk hanya tertawa kecil saja

” Lu jadi balik sekarang? ” tanya Aangk mengalihkan pembicaraan

” Iya nih, lu gak bareng gue aja baliknya” jawab Riyan

” Gak deh, gue nanti siang aja bareng Yusuf ” balas Aangk

” Ya udah gak apa-apa ” kata Riyan

” Kalian udah pamitan belum sama yang lain? ” tanya Rona

” Udah kak tadi ” jawab Sinka

” Ya udah, kalau begitu gue duluan yah ” kata Riyan

” Hati-hati lo di jalan, jangan lupa jagain tuh gadis lu ” kata Aangk

” Gak lu suruh juga gue pasti jagain ” kata Riyan, Sinka hanya tersenyum simple

Setelah itu mereka pergi dari rumah itu, dan tujan mereka adalah kota Bandung yang menjadi tempat tinggal Riyan dulu

******

Siang harinya seperti yang di katakan Aangk tadi, dia dan Yusuf akan balik ke Bandung pada siang ini

Karena jam sudah menunjukan pukul 13.12 Aangk dan Yusuf langsung pamit.

” Lu gak mau ikut ke rumah gue aja? ” tanya Aangk pada Rona

” Gak deh Angk, nanti kalau aku ikut Yupi sama siapa di sini ” jawab Rona

” Kan ada Naomi, ” kata Aangk

” Aku juga bakal pulang Angk ke Majalengka, soalnya papah aku nyuruh aku pulang hari ini ” kata Naomi

” Ya udah kalau begitu, ” kata Aangk

Rona sebenarnya ingin sekali ikut dengan Aangk ke rumahnya yang ada di bandung, tapi bagaimana nasib Yupi kalau nanti dia ikut Aangk

” Kalian hati-hati di jalan, kalau udah nyampe kabari aku yah ” kata Rona

” Iya iya deh yang lagi perhatian sama cowok di samping gue, gue mah apa atu, gak ada yang perhatiin ” celetuk Yusuf melihat perhatian yang di berikan Rona pada Aangk

” Yang sabar aja ya kak. ” kata Yupi

” Udah ah, lu ngomong apaan sih, ayok berangkat ” kata Aangk

Mereka berdua pun mulai melangkahkan kaki mereka pergi dari rumah itu

” Kayaknya Rona suka deh Angk sama lu ” kata Yusuf saat berjalan keluar

” Sok tau lu, tau dari mana coba? ” kata Aangk tak percaya

Mereka memutuskan untuk pergi ke terminal bus, mereka memilih untuk naik bus dari pada kendaraan umum lainnya

” Adduuh.. Lu gak peka banget sih jadi cowok, jelas-jelas kelihatan banget, dari perhatian yang dia kasih ke lu aja udah ke tebak kalau dia itu Suka sama lu ” kata Yusuf dalam perjalanan ke sana

Aangk pun jadi senyum-senyum sendiri saat mendengar penjelasan Yusuf itu

” Kenapa lu senyum-senyum sendiri, jangan bilang lu juga suka sama Rona ” tebak Yusuf tepat sasaran

” Siapa sih yang gak suka sama Rona Suf, banyak kali ” kata Aangk

” Termasuk lu kan ” kata Yusuf

Aangk hanya diam saja tak menjawabnya, tapi Yusuf tau betul kalau Aangk juga menyukai Rona

” Saran gue sih mendingan lu balik lagi, terus lu tembak deh Rona ” kata Yusuf

” Ya ella kecepetan Suf kalau nembak sekarang mah ” kata Aangk tak setuju

” Kecepetan gimana? Kita udah tinggal 3 bulan loh sama dia, apa masih kurang lama lagi, apalagi bentar lagi kita bakal balik ke Brazil lagi, atau lu mau nembak dia tahun depan setelah kita balik dari Brazil gitu ” kata Yusuf

” Mungkin ” balas Aangk santai

” Aduhh kelamaan Angk, nanti keburu di embat cowok lain, lu bilang sendiri kan kalau Rona itu banyak yang suka ” kata Yusuf

Aangk terdiam mencerna perkataan Yusuf, mungkin benar yang di katakannya dia harus segara mengungkapkan perasaannya pada Rona sebelum terlambat

Tak tersama mereka sampai di terminal bus dan langsung menunggu bus yang akan pergi ke Bandung

” Nanti deh sebelum kita kembali ke Brazil, pastikan bakal ketemu sama dia lagi, baru deh gue ungkapin perasaan gue sama dia ” kata Aangk keluar dari dalam taxi

” Ya udah, mendinglah dari pada lu gak kasih tau dia sama sekali ” kata Yusuf

Tak lama setelah mereka sampai, bus yang akan mereka naiki pun tiba, mereka langsung memasuki bus itu bersama penumpang lain, seperti hal yang di alami Andri, mereka juga di kerubuti para penggemarnya.

~oOo~

Jam sudah menunjukan pukul 15.33 sore, Naomi yang sedang mengemasi pakaiannya pun di kejutkan oleh Rona yang masuk ke dalam kamarnya dengan tiba-tiba

” Naomii…!!! ” panggil Rona sambil mengangetkannya

” Aduh Rona.. kebiasaan kalau masuk kamar aku gak pernah ketuk pintu dulu ” kata Naomi kesal

” Iya maaf, lagian kamu kenapa sih ngemasi baju sambil ngelamun terus? ” tanya Rona

” Aku gak apa-apa Ron, ” jawab Naomi kembali mengemasi pakaiannya

” Serius? ” kata Rona lagi

Naomi hanya membalas dengan anggukan kecil.

” Ya udah kalau begitu, aku mau siap-siap dulu yah ” kata Naomi berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya

” Sebenarnya Naomi kenapa sih, semenjak Aangk dan lainnya pada pulang kampung dia jadi pemurung gitu, apa dia kesepian, kayaknya gak mungkin deh pasti dia lagi ada masalah besar ” pikir Rona

Rona pun memutuskan untuk keluar dari kamar Naomi dan berjalan menuju ruang tengah

20 menit kemudian Naomi keluar dari kamarnya dan menemui Rona dan Yupi yang ada di ruang tengah

” Aku pamit ya Ron, mau pulang sekarang ” kata Naomi

” Iya, kamu hati-hatinya di jalan, kalau udah sampai di rumah langsung kabari aku ” kata Rona

” Iya deh. ” kata Naomi

Setelah itu Naomi pun langsung pergi dari rumah itu

” Yah kak, kita berdua doang jadinya yang di sini sekarang ” kata Yupi

” Gak apa-apa, kita juga bakal pulang lusa, kamu kan masih libur sekolahnya dan kakak juga udah libur kuliahnya ” kata Rona

” Serius kak? ” kata Yupi tak percaya

” Iya serius ” kata Rona

” Asyikk, akhirnya aku juga bakal pulaaang ” pekik Yupi kegirangan

Rona hanya tersenyum melihat adiknya yang kegurangan, lagian mereka juga sudah lama tidak pulang kampung.

TO BE CONTINU

 

By : @Gue_nawa12e

 

 

 

 

 

Iklan

3 tanggapan untuk “Cinta & Sepak Bola, Part 43

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s