“Saat Cinta Merubah Segalanya2” Part 5

Seminggu telah berlalu, sejak Robby dan Shani pergi ke taman bermain berdua waktu itu. Mereka kini menjadi dekat, teman-temannya pun juga merasa bahwa mereka dekat layaknya seperti orang pdkt.

Robby dan Shani sering menghabiskan waktu berdua, Robby mengantar jemput Shani(sopir kali ah), senang-senang bersama, pokoknya menghabiskan waktu berdua deh. Shani juga sudah pernah berkunjung ke apartement Robby. Selain Kakak dan Adiknya, Shani lah orang pertama yang berkunjung ke apartementnya. Eh mungkin yang ketiga kali ya? Soalnya dulu Ve dan Beby juga pernah main ke apartement..

“Rob?”

Robby menoleh, “Ya?”

“Nanti ke toko buku bentar ya? Soalnya ada yang dibeli.”

“Iya Indira, nanti ke toko buku dulu sebelum jalan sama yang lain.”

Shani tersenyum geli menatap Robby, mungkin kejadian di dalam bianglala itu sangat menguntungkan pikirnya.

“Nah, udah sampai,” ucap Robby.

Kini Robby tengah mengantarkan Shani menuju rumahnya, setelah mereka tadi berjalan-jalan sebentar.

“Makasih ya.” Shani keluar dari mobil Robby.

“Nanti jam tujuh gue jemput ya? Dandan yang cantik Shan,” ucap Robby terkekeh pelan.

“Okedeh, jangan telat ya? Iya nanti dandan yang cantik kok.” Shani tersenyum pada Robby.

“Gue pulang dulu ya.”

“Hati-hati, nanti kalau udah sampai kabarin aku.”

Robby mengangguk, dan ia pun mulai menjalankan mobilnya. Setelah mobil Robby tidak terlihat lagi, Shani pun masuk ke dalam rumahnya..

~

Seperti apa yang dikatakan oleh Robby, kini ia telah berada di depan rumah Shani untuk menjemputnya. Tak berapa lama, gerbang rumah tersebut pun terbuka. Shani menutup kembali gerbang tersebut, dan berjalan menuju mobil Robby dan langsung masuk ke dalam mobil.

“Udah lama?”

“Enggak lama kok, baru aja tadi.”

“Yaudah, yuk berangkat. Ke toko buku dulu tapinya Rob,” ucap Shani.

Robby mengangguk, dan ia pun mulai menjalankan mobilnya menuju sebuah mall. Karena hari ini teman-temannya mengajak nonton, Gre juga diajak oleh mereka. Tetapi ia sudah berangkat duluan, tidak ingin mengganggu mereka berdua katanya, dan yang jelas tidak ingin ia menjadi obat nyamuk nantinya.

Ah iya, kini Shani dan Gre telah akrab dengan teman-temannya Robby. Makanya mereka bisa menghabiskan waktu bersama kali ini. Dan mereka pun memutuskan untuk nonton, karena ada film baru yang rilis katanya.

Tak berapa lama, kini mereka pun telah sampai di parkiran mall tersebut. Robby keluar dari mobil, dan berjalan ke bagian samping kemudi untuk membukakan pintu mobil. Shani keluar dari mobil, dan Robby menutup pintu mobilnya kembali.

“Udah berapa kali sih aku bilangin Rob, aku bisa sendiri kok,” protes Shani.

“Biarin aja Shan, emang kenapa sih?”

“Ya gakapapa sih, tapi kan aku bisa send-,” ucapan Shani terhenti ketika jari telunjuk Robby berada tepat di depan bibirnya.

“Sssttt, udah ya? Gakpapa kok, aku juga kan yang mau ngelakuin sendiri?” Robby tersenyum pada Shani.

Shani terdiam, memang kedekatannya selama seminggu ini bersama Robby. Membuat perasaannya semakin nyata, dan ia memang mengakuinya bahwa ia telah jatuh cinta dengan Robby.

“Shan?”

Shani tersadar dari lamunannya, “E-eh, iya?”

“Masuk yuk? Mau ke toko dulu kan?”

Shani menggelengkan kepalanya pelan, “Nanti aja ya? Abis kita selesai nonton, gakpapa kan?”

Robby mengangguk, “Gakpapa kok, kan kamu yang mau beli buku. Aku cuma nemenin doang Shan.”

“Iya juga ya? Hehe. Udah ah, kita samperin yang lain aja dulu. Udah telat ini.”

Robby mengangguk(lagi), “Yaudah, yuk kita samperin.”

Robby pun menggandeng tangan Shani lembut, dan mereka pun berjalan masuk ke dalam mall. Setelah itu mereka berjalan menuju XXI yang ada di dalam mall tersebut. Di dalam XXI teman-temannya sudah menunggu mereka yang telat datangnya.

“Pasangan baru lama banget sih datengnya,” cibir Gre.

“Apa deh Gre,” ucap Shani lesu.

“Udah dapet tiket?” tanya Robby pada Aldy.

“Udah kok, dari tadi sih. Gue tadi nitip sama temen, soalnya lagi penuh gini,” jawab Aldy.

Robby mengangguk-nganggukkan kepalanya.

“Beby mana?” tanya Robby.

“Beby gak bisa ikut nonton, tapi nanti dia ikut makan. Soalnya lagi ngebantuin nyokap di rumah katanya,” ucap Viny yang disamping Aldy.

“Hoo.. oke-oke, jadi cuma kita ber-enam kan?” tanya Robby(lagi).

Semuanya mengangguk menanggapi pertanyaan Robby.

“Yaudah yuk masuk.”

Mereka pun berjalan menuju studio yang menayangkan film yang mereka tonton. Robby mengatur nafasnya, ia sebenarnya tidak mau ikut. Tetapi karena dipaksa, dan tentunya Shani lah yang memaksa. Dengan sangat-sangat terpaksa, ia pun harus ikut menonton. Ia tidak bisa menonton film horror seperti ini, karena ia dulu pernah melihat yang aslinya. Dan itu membuatnya menjadi semakin takut..

“Sampai kapan mau disini?” tanya Shani.

“E-eh i-iya, yuk masuk.”

Robby dan Shani pun masuk menyusul teman-temannya yang sudah masuk duluan ke dalam studio.

~

Shani masih saja tertawa, karena ia baru tau kalau Robby takut dengan berbau-bau horror. Sangat takut malahan. Dan ketika menonton film tadi, Robby bersembunyi di bahu Shani. Ia juga memejamkan matanya, menutup telinganya. Dan yang terakhir, ia tidak menonton layar bioskop tetapi malah menonton wajahnya.

Robby masih mengatur nafasnya, dan degupan jantungnya, keringat membasahi wajahnya. Ia kalau begini pasti akan kalah, karena memang ia tidak suka dengan beginian..

Kini mereka berjalan menuju toko buku yang ada di dalam mall tersebut, setelah pamit sebentar dengan teman-temannya. Mereka pun pergi ke toko buku, dan nanti akan menyusul ke tempat makan yang teman-temannya kunjungi.

“Aku ke sana ya? Kamu keliling aja dulu deh.” Shani menunjuk bagian resep-resep makanan.

“Yaudah, aku ke bagian novel deh,” ucap Robby.

Shani mengangguk, dan ia pun berjalan menuju tempat yang ia tunjuk tadi. Dan Robby pun berjalan menuju tempat buku-buku novel. Ia melihat-lihat novel yang ada di rak tersebut, kemudian ia terdiam sejenak.

Robby teringat, bahwa yang suka sekali membaca-baca novel itu adalah Shania. Shania kalau sudah ke toko buku pasti pergi ke bagian novel, dan komik juga sih. Harus berapa lama lagi ia  menunggu Shania disini. Ia sudah tidak tahan lagi menahan rindu yang sangat besar ini.

Robby menghela nafasnya pelan.

“Kamu kapan pulang? Disini ada hati yang menunggu kamu,” ucap Robby dalam hati.

Kemudian ia berjalan kembali melihat novel-novel yang ada, tapi tiba-tiba ia..

Bruk!

Robby menabrak seseorang, Robby pun membantu orang tersebut berdiri dan bermaksud minta maaf.

“Maaf-maaf, tadi gak liat. Mba gakpapa kan?” tanya Robby.

“Makanya kalau jalan, ati-ati dong. Jang-,”

Seketika perempuan tersebut terdiam ketika melihat Robby, ia mematung melihat wajah Robby. Pasalnya sekarang ia berhadapan dengannya langsung.

“Mba?” Robby melambaikan tangannya di depan wajah perempuan tersebut.

Perempuan tersebut pun tersadar dari lamunannya, “E-eh, iya?”

“Gakpapa kan?”

Perempuan tersebut mengangguk, “Gakpapa kok, lain kali jalannya liat-liat.”

Robby menggaruk lehernya yang tidak gatal, dengan cengengesannya menjawab, “Maaf-maaf, abisnya tadi lagi ngeliat novel jadi enggak ngeliat jalan hehe.”

Tiba-tiba Shani pun datang menghampiri mereka.

“Rob?”

Robby menoleh pada Shani, “Eh, udah ya?”

Shani mengangguk, sambil menunjukkan buku yang ia bawa, “Nih udah.”

“Hoo.. oke, mau langsung bayar aja?”

Shani mengangguk(lagi), “Iya, kan yang lain udah nunggu juga.”

Perempuan yang tadi memperhatikan gerak-gerik dari mereka berdua, ia penasaran ada hubungan apa mereka berdua. Yang ia ketahui, Robby ini sudah berpacaran dengan temannya.

“Sekali lagi maaf ya mba, duluan ya,” ucap Robby yang berjalan bersama Shani menuju kasir.

Perempuan tersebut mengangguk menanggapi Robby, ia masih memperhatikan mereka berdua.

“Jadi itu yang namanya Robby? Itu kah orang yang kamu cari Shan?” ucap perempuan tersebut dalam hati.

Sementara Robby dan Shani, setelah selesai membayar buku di kasir. Mereka pun langsung menuju restorant yang dimana teman-temannya sudah menunggu disana.

“Tadi siapa Rob?” tanya Shani.

“Engga tau juga, tadi aku nabrak dia. Jadi minta maaf deh,” jawab Robby.

Shani hanya menanggapinya dengan ber’oh’ria. Kemudian mereka masuk ke dalam salah satu restorant di mall tersebut, dan menghampiri teman-temannya.

“Lama amat lo,” ucap Benny.

“Tadi ada masalah bentar,” ucap Robby.

“Udah ah, kita tinggal nungguin Beby nih. Dia belum datang,” ucap Viny.

Robby pun duduk dan Shani duduk di samping kirinya. Baru saja Robby duduk, handphone miliknya berbunyi. Ia pun langsung mengangkat telpon tersebut.

“Halo?”

“Udah nyampe sama yang lain?”

“Iya udah nih, kamu dimana?”

“Ini lagi jalan.”

“Cepetan Beby, ini yang lain udah kelaperan soalnya.”

“Yang lain, atau kamu yang udah kelaperan?”

“Ck, cepetan deh Beb.”

“Hoo.. oke-oke, ini udah cepet kok. Meja nomor berapa?”

“Nomor sembilan.”

“Oke, tungguin ya.”

“Ya.”

Telpon tersebut pun terputus, dan Beby memasukkan handphonenya ke dalam tas kecil miliknya. Karena ia memasukkan handphonenya ke dalam tas, ia pun tak melihat kearah jalannya dan ia tak sengaja menabrak seseorang yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.

“Maaf-maaf gak sengaja,” ucap Beby yang menundukkan kepalanya.

Beby yang tak mendapatkan jawaban pun melihat pada orang tersebut. Beby terdiam mematung, ia tak menyangka bertemu dengan orang ini setelah sekian lama tidak bertemu dengannya.

“S-Shania?!”

 

*To be continued*

 

Created by : @RabiurR

Iklan

14 tanggapan untuk ““Saat Cinta Merubah Segalanya2” Part 5

  1. ,smkin mnarik dgn kmunculan shania diakhir..dan gw iseng ngitungin kalimat mengangguk yg ada dipart ini jajaja
    ,skdr saran utk mlakukan tndakan yg sama sprti sblmnya langsung saja tulis langsung, jgn pake tutup buka dan kurung utk kalimat (lagi)..pmbaca pasti ngerti walopun tnpa itu ;D
    ,wlopun ada adegan yg klise sprti menutup mlut pake jari tapi bisa tertutupi dgn cara pnyampaian cerita
    ,lnjut thor

    Suka

    1. Cuma akhiran doang dia muncul mah lalala~ iseng banget ngitungin gituan wkwk. Sebenarnya ya biasanya engga gitu, entah kenapa gue jadi nulis kek gitu. Gue juga rada aneh, kok gue nulis gini ya? Perasaan kemarin engga deh, beneran gue rada aneh juga sih. Hahaha klise banget itu mah, siap dilanjut terus ae~

      Suka

      1. Gue udah belajar dari dulu. Belajar mencintai apadanya~ *paanbege
        Sabar, ditahan dulu penasarannya. Tiap hari minggu kok, tungguin aja..

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s