Wrestling & Love part 55

wpid-pizap_1437301468174-1.jpg

“Aaah.. t.toolonggg..
lepaass!!! ” Andela berusaha meronta-ronta

Tetapi dari belakang ada yang membawa obat bius dan langsung membekap Andela dengan sapu tangan..

Andela pingsan.

Keempat orang itu membawa Andela ke dalam sebuah mobil sebelum akhirnya mereka pergi membawa Andela

*

“Andela mana ya??” Kelvin merasa tidak enak dan merasakan firasat buruk
Sudah lebih dari 15 menit, Andela tidak kunjung kembali dari toilet

“Eh, Mike..                        
gw liat Andela dulu ya” ucap Kelvin

Michael hanya membalas dengan anggukan..

Kelvin pergi meninggalkan Shani dan Michael

Kelvin menunggu di depan toilet wanita, tapi dari dalam tidak kunjung ada Andela yang keluar dari sana..

Kelvin kini semakin panik, dia berjalan menyusuri lorong kampus untuk mencari keberadaan Andela namun hasilnya nihil.

“Aduuh Ndel..
kamu dimana sih???” batin Kelvin dalam hati
Sementara itu di dalam mobil

Andela masih dalam keadaan pingsan, Falvi mengemudikan mobil sementara satu orang di depan di samping Falvi dan dua orang sisanya mengapit Andela di bangku tengah.

“Sebenarnya ini cewek siapa sih Fal?” tanya temannya yang berada di samping Andela

“Ceweknya Kelvin, adik kelas, gw mau beri pelajaran sama dia..
soalnya udah berani ngerebut Ve dari gw” ucap Falvi

“Lah kok ngerebut ? bukannya lu sendiri yang selingkuh ? tanya temannya yang lain heran

“Iya emang, tapi jujur gw masih suka sama Ve, dan gara-gara bocah ingusan itu, Ve makin benci sama gw”
“Sekarang dia rasakan akibatnya..
ceweknya ada di kita.
Jadi dia bakal ngerasain rasa sakit sama seperti apa yang gw rasakan” sambung Falvi lagi

Ketiga temannya hanya mengangguk-angguk..

Falvi memang sudah terkenal di kampus Kelvin cs, keluarganya kaya.
wajahnya yang tampan rupawan dan badannya yang atletis membuatnya sangat mudah mendapatkan wanita, tetapi sayang dibalik keberuntungannya itu, tersimpan sikap sombongnya dan playboynya yang besar

“Ini cewek kita apain Fal?” tanya salah satu temannya lagi

“Terserah lu Bob” jawab Falvi
Nama temannya itu adalah Bobby,
Bobby tersenyum kearah temannya yang satu lagi, pikirannya mulai berniat buruk..

“Cakep banget ya nih cewek” kata seorang satu lagi yang duduk di sebelah kiri Andela

Dia mengelus-ngelus rambut Andela dan membelai pipinya yang lembut

“Tangan lu jaga Art, jangan sekarang kalo lu mau begituan..
nanti gw punya rencana yang lebih bagus” ucap Falvi sambil matanya masih tetap fokus menyetir

Temannya yang satu lagi bernama Artha..
dia juga merupakan salah satu kakak kelas yang meng Ospek angkatan Kelvin cs dulu
“Rencana apaan Fal?” tanya Artha

“Udah lu jangan banyak bacot, ikutin aja apa kata gw” jawab Falvi

Artha hanya mengangguk

*

“Gimana Vin ? Andela mana?” tanya Michael

“Hufft.. ga ada Mike..
kemana ya dia ? udah gw cari keliling kampus ga ketemu” jawab Kelvin dengan nafas memburu

“Udah lu coba teleponin?” tanya Michael lagi

“Ah iya bego amat gw” Kelvin menepuk jidatnya sendiri lalu mengeluarkan HP dari saku celananya
Kelvin mencari kontak Andela lalu menelepon kekasihnya itu

“Ayo dong Ndeel..
angkat !!” Kelvin sangat panik, dia berjalan mondar-mandir di kantin

Ada suara ringtone berbunyi dari HP Andela yang berada di saku celananya

“Eh Fal, HP nih cewek bunyi nih” lapor Artha

“Coba lu liat siapa yang nelpon” jawab Falvi

Artha lalu mengambil HP Andela dari saku celananya

Di layar tertulis nama Kelvin

“Kelvin Fal yang telepon” ucap Artha

“Hahaa.. kesiniin gw mau ngomong
sama dia” perintah Falvi

Kemudian Artha memberikan HP Andela ke tangan Falvi, dia mengangkat teleponnya

“Halo Ndell.. .
kamu dimana ?” Kelvin bertanya dengan cepat.

Dia mengira bahwa yang mengangkat teleponnya adalah Andela, tetapi ternyata itu adalah Falvi

Falvi hanya mendiamkan saja dan belum bicara, sesekali bibirnya tersenyum

“Ndel Ndel.. hallo
jawab aku dong” ucap Kelvin dari balik telepon
“Cewek lu ada di gw” ucap Falvi dengan nada datar

Kelvin sontak kaget, karena itu merupakan suara laki-laki.

“Siapa lu ? dimana Andela?” tanya Kelvin dengan nada kesal

“Hahaha tenang aja, cewek lu aman di gw, ohiya gw Falvi..”

“K..ka..kak Falvi ??” Kelvin semakin kaget, dia sudah tidak bisa berkata-kata

“Iya.. ini gw, dan yang neror Andela kemarin juga gw, hahaha” Falvi mengakui semua perbuatannya

“Sialan lu Kak..
mau lu apa? jangan berani lu sentuh Andela sedikit pun kalo engga…
“Kalo engga apa ??” potong Falvi cepat

“Kalo engga gw ga akan segan buat ngehajar lu” lanjut Kelvin

“Ahaha gw ga takut…

Andela di bangku belakang sudah terlihat sadar..
Dia mengumpulkan kesadarannya dan melihat kesekiling.

“Aaa tolong..
lepassiinn, mau kalian apa?” Andela meronta-ronta begitu dia sudah tersadar, tetapi Bobby dan Artha memeganginya dengan erat sehingga rontaan Andela tidaj begitu berarti

“Dan.. ohiya nih suara cewek lu” Falvi lalu mendekatkan HP yang digenggamnya ke arah Andela yang sedang berteriak
“Ndel Ndel.. ” ucap Kelvin mencoba memanggil-manggil Andela

“Aaah.. Kelvinn tolong aku..
aku takut bangett” teriak Andela sambil terisak

“Ndel kamu tunggu aku, aku pasti dateng nyelamatin kamu” ujar Kelvin dari balik telepon

Falvi kembali berbicara dengan Kelvin.

“Hahaha pasangan yang malang, dan satu lagi..
cewek lu ini boleh juga” ucap Falvi yang membuat telinga Kelvin menjadi panas seperti terbakar..

Kelvin sangat marah sekali, emosinya tersulut

“Bangs*t lu kak, gw bersumpah kalo lu berani nyentuh Andela sedikit aja
gw abisin lu”

“Gw tunggu itu, yang ada gw yang bakal ngabisin lu” balas Falvi tak mau kalah

“Oke, kalo lu mau nyelamatin cewek lu dateng ke alamat ….. “

Kelvin mengingat alamat yang diberikan Falvi

“Gw akan kesana” kata Kelvin

“Ohiya satu lagi, Kalo lu ga dateng lebih dari jam 7 malam nanti, cewek lu terpaksa akan mati” ancam Falvi

Falvi menutup teleponnya

“Halo haloo.. aaah siaal” Kelvin mengacak-acak rambutnya, dia sangat frustrasi
Kelvin balik ke tempat Michael dan Shani.

Tadi saat telepon, memang Kelvin berjalan agak jauh dari tempat Michael dan Shani..
Dia berjalan ke tempat sepi agar tidak menganggu saat menelepon

“Gimana Vin ? Andela dimana?” tanya Michael

“Mmmh.. susah buat jelasin ke kalian berdua” ucap Kelvin

“Ayolah Vin, jelasin ada apa dengan Andela” bujuk Michael

“Iya Vin, kita sebagai temannya kan khawatir” kini giliran Shani yang membuka suara

Kelvin menarik nafas panjang dan kemudian menceritakan apa yang
terjadi sebenarnya dengan Andela

“Apaaa ?? Andela diculik ? teriak Shani kaget

“I..iya Shan, aku merasa gagal sebagai pacar karena ga bisa ngelindungin dia” Kelvin merasa bersalah, wajahnya tertunduk

“Heei.. gausah gitu, kamu itu yang terbaik buat Andela..
Andela sayang banget sama kamu, jadi jangan ngerasa kamu gagal jadi pacar Andela..
justru kamu itu sebaliknya, kamu selalu buat Andela bahagia” ucap Shani panjang lebar, dia berusaha membuat Kelvin kembali percaya diri

“Makasih Shan” Kelvin merasa sedikit lebih tenang

“Gw ikut Vin nyelamatin Andela” ucap
Michael

“Gausah Mike, gw ga mau ngelibatin siapa-siapa..
ini masalah gw” jelas Kelvin

“Kita ini teman, masalah lu masalah gw juga” ucap Michael

Kelvin terlihat berpikir sejenak

“Aku boleh ya Shan ? ikut bantu Kelvin nyelamatin Andela” Michael bertanya sekaligus meminta ijin kepada kekasihnya

“I..iya boleh, tapi kamu hati-hati” Shani mulai menunjukkan wajah khawatir

“Siap Shan, aku pasti hati-hati” balas Michael

“Yodah Mike, buruan kita selamatin Andela” ajak Kelvin

Kelvin dan Michael lalu pergi meninggalkan Shani sendirian, Shani nantinya akan pulang dengan supirnya yang akan menjemputnya beberapa saat lagi

“Andela tunggu aku, aku datang” batin Kelvin dalam hati

Kelvin dan Michael berangkat ke alamat yang diberitahukan Falvi tadi menggunakan sepeda motor mereka masing-masing.

Waktu sudah semakin sore, matahari sebentar lagi akan terbenam di barat..

Sementara itu, Falvi sedang duduk di depan Andela yang sedang terikat di sebuah kursi.

“Kaak, lepasin aku, kakak mau apa dari aku ?” tanya Andela dengan wajahnya yang ketakutan

“Ssst” Falvi meletakkan telunjuknya di bibir Andela

Andela seketika kaget dan langsung terdiam
“Kakak cuma ada sedikit urusan sama cowok kamu” bisik Falvi di telinga Andela

“Kelvin ? ada urusan apa kakak sama Kelvin ? tanya Andela heran

“Udah.. kamu ga perlu tau” Falvi mengelus pipi Andela yang lembut

Andela memejamkan matanya dan berusaha menghindar, tapi apadaya tangannya terikat ke belakang.

“Udah ya, kamu disini aja..
bentar lagi juga pangeranmu itu akan datang” Falvi lalu meninggalkan Andela sendirian di ruangan yang sempit itu

*

Kelvin dan Michael memacu motornya dengan kecepatan tinggi
Mereka sangat khawatir akan keadaan Andela terutama Kelvin sebagai kekasihnya

Setelah melewati jalan yang lumayan padat, sekitar setengah jam kemudian mereka berdua sampai di tempat yang dituju..

Di depan Kelvin dan Michael terlihat seperti sebuah gudang yang kosong..

“Mungkin disinilah tempat mereka menyekap Andela” batin Kelvin seraya turun dari motornya

Kelvin berjalan masuk ke dalam gudang itu, tetapi Michael menahannya

“Eh.. lu yakin Vin mau masuk gitu aja?, kita cuma berdua.. butuh Razaqa setidaknya” tahan Michael
“Udah ga ada waktu lagi Mike..
kalo lu ga mau masuk, gw aja sendiri yang masuk” Kelvin bersikeras untuk tetap masuk meskipun tanpa Razaqa

Michael memang sedikit khawatir jika mereka hanya berdua..
Biasanya jika mereka ada sesuatu masalah, mereka akan menyelesaikannya bertiga, tetapi hari ini hanya mereka berdua.

BRUKK BRUK

Pintu disana ternyata tertutup, Kelvin dan Michael berkali-kali mencoba untuk mendobraknya dan akhirnya di percobaan ketiga mereka berhasil.

“Andela Andela ” teriak Kelvin memanggil mangil nama kekasihnya

Begitu pintu didobrak, Kelvin dan Michael berhadapan dengan
Bobby dan Artha yang notabene merupakan teman sekaligus anak buah Falvi bisa dibilang

“Halo adik kelas” sapa Artha

“Akhirnya datang juga, gw udah nungguin daritadi” ucap Bobby

“Mana Andela ???” tanya Kelvin dengan nada meninggi

“Weitss santai coy, cewek lu lagi bersenang-senang sama Falvi” jawab Artha

Sontak Kelvin langsung terpancing emosi dan berlari untuk menghajar Artha

“Kurang ajar”

Perkelahian tidak dapat terelakkan
Artha melawan Kelvin dan Michael melawan Bobby

*

“Zaqaaa..
ayoo.. kita kesanaa” Michelle menarik manja kemeja Razaqa, saat itu mereka sedang berada di sebuah mall

“Aduh.. iya iya Lele” Razaqa sangat sulit menolak keingingan gadis kecilnya ini

Razaqa saat itu sedang melamun, dia merasa kurang jika tidak ada kedua temannya.

“Kamu mau es krim ? tanya Razaqa yang melihat ada toko es krim di depannya

Michelle mengangguk dengan cepat
“Mau.. mau banget” jawab Michelle sambil memasang wajah yang lucu

“Yang rasa coklat ya” sambung Michelle lagi

“Hehe iya-iya..
kamu tunggu sini ya, aku beli dulu” Razaqa lalu meninggalkan Michelle untuk membeli ea krim

Tak lama kemudian

“Nih es krimnya” Razaqa memberikan es krim coklat permintaan Michelle

“Yeaay, ayo kita duduk disana sambil makan” tunjuk Michelle ke sebuah kursi di depan mereka

“Iya-iya”

Michelle memegang es krim di tangan kanannya dan tangan kirinya menarik
tangan kanan Razaqa

“Gimana ? enak es krimnya ? tanya Razaqa

“Hmh… enakk” jawab Michelle sambil tersenyum

Lalu Razaqa melihat ada sedikit es krim di sudut bibir Michelle

“Iih kamu ini kaya anak kecil..
masa makan es krim belepotan sih” Razaqa lalu mengambil sapu tangan dari sakunya dan mengelap sudut bibir Michelle yang belepotan

Sontak pandangan mereka bertemu..
Jarak pandang mereka dekat sekali hingga mereka berdua dapat merasakan nafas masing-masing

“Eh” wajah Michelle berubah menjadi merah
“Eh maaf aku ga bermaksud..”

“Gapapa kok” potong Michelle cepat sambil tersenyum

“Hehe iya” Razaqa salah tingkah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal

Setelah mereka selesai makan es krim, Razaqa dan Michelle terus menghabiskan waktu berdua dengan pergi ke toko buku, timezone dan terakhir ke bioskop

*

BRUUKK..

Kelvin terjatuh, tidak disangka Artha bertarung dengan sangat baik

“Hahha segitu doang kemampuan lu” Artha meledek Kelvin
“Siaall” Kelvin mulai kesal dan bangkit berdiri sebelum akhirnya menyerang Artha kembali

Semua pukulan Kelvin dapat ditahannya..
Kelvin memikirkan suatu cara agar dapat mengalahkan Artha

Superkick dari Kelvin kearah perut Artha, dan berhasil.
Artha nampak kesakitan, dia memegangi perutnya yang sakit akibat tendangan Kelvin..

Kelvin langsung memanfaatkan kesempatan di saat Artha lengah, Kelvin langsung menjepit kepala Artha diantara lengannya dan langsung melakukan DDT..

Kepala Artha membentur lantai dengan sangat keras
Begitu Artha masih terkapar, Kelvin merasa belum puas, dia membangunkan paksa tubuh Artha sebelum kemudian melakukan “Attitude Adjustment” ke Artha.

Sementara Michael yang berada di sampingnya juga baru saja “selesai” dengan Bobby setelah dia melakukan “Curb Stomp”

“Ayo Mike” ucap Kelvin dengan nafas memburu

Michael hanya mengangguk kemudian mengejar Kelvin yang berlari masuk lebih dalam ke ruangan itu

“Andela Andela.. kamu dimana?” Kelvin terus berteriak memanggil-manggil nama Andela

Namun tidak ada jawaban
Tak lama kemudian, setelah Kelvin dan Michael masuk melewati sebuah pintu, tiba-tiba saja ada seseorang yang langsung menyerang mereka berdua

BRUKK

Kelvin dan Michael terjatuh

“Hahaha” Falvi tertawa dari kejauhan

Orang yang tadi menyerang Kelvin dan Michael adalah teman dari Falvi yang masih tersisa

“Mana Andela??” Kelvin bertanya sambil memegangi perutnya yang sakit karena terkena serangan teman Falvi

“Hahaha.. Andela ada di dalam, belum gw apa-apain kok” ucap Falvi dengan nada merendahkan
“Lang, hajar mereka lagi” suruh Falvi kepada temannya yang ternyata bernama Gilang

“Siap Fal” ucap Gilang patuh

Gilang memang sangat jago dalam ilmu beladiri, Kelvin dan Michael saja yang lumayan dalam berkelahi belum mampu menandingi kekuatannya

BRRUKK

Kelvin dan Michael kembali terjatuh, wajah mereka berdua sudah babak belur, ada sedikit darah keluar dari sudut bibir Kelvin

“Siaal.. kita ga boleh nyerah gitu aja Mike” ucap Kelvin

“I..i..iya,” balas Michael dengan nafas tersengal
Kelvin dan Michael kembali bangkit dan melawan Gilang..

Kelvin seperti sudah mati rasa, yang dia pikirkan hanyalah menyelamatkan Andela, tidak peduli berapa banyak pukulan yang harus ia terima. Dia akan terus berjuang hingga tujuannya tercapai.

*

“Ayoo sekarang kita ke bioskop” Michelle menarik lengan Razaqa dengan manja
                              
“Iya-iya Lele, gausah nari+-narik napa” keluh Razaqa

“Hehe maaf, abisnya aku semangat” Michelle cengengesan

“Hihi dasar, yuk” Razaqa dan Michelle berjalan ke bioskop
Sesampainya di bioskop

“Kamu tunggu sini yaa..
aku beli tiketnya dulu” ucap Razaqa

“Siap kapten” Michelle bercanda dan memberi hormat layaknya pasukan kepada kaptennya

Razaqa mengelus-elus kepala Michelle sebelum akhirnya meninggalkan Michelle di kursi

*To Be Continued*

Created by @KelvinMP_WWE

Iklan

2 tanggapan untuk “Wrestling & Love part 55

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s